Pria Atau Wanita

Pria Atau Wanita
Episode 7 Shopping di Barcelona dan Paris


__ADS_3

💓*Black Friday*💓


Hari Jumat pagi, Tony bangun lebih dulu karena kaget lagi - lagi kaki Georgina melingkar di badan Tony. Badan Tony menghadap ke arah Georgina, sehingga wajah mereka berhadapan.


Dia memandang wajah Georgina yang bening, dan melihat bibir merah dan mungil milik Georgina. Tony secara tidak sadar mencium bibir imut Georgina dengan lembut. Mata Georgina tiba - tiba terbuka karena kaget bibirnya dilumat.


Bos, apa yang kau lakukan terhadapku." Kataku sambil menyentuh bibirku.


Bos juga kaget dan tersadar lalu segera ambil posisi duduk.


"Aduh, maaf mungkin saya mimpi. Kukira kamu adalah Geovanna. Saya mungkin merindukan Geovanna. Kamu sih punya wajah kok mirip dengan adikmu." Kata Tony


Tony yang jantungnya berdebar langsung berdiri dan menuju ke kamar mandi.


Georgina langsung tidur tengkurap untuk menutupi wajahnya yang mungkin berubah merah karena malu.



"Aduh, saya sungguh bodoh mencium George. Sebenarnya saya suka George atau Geovanna sih? Saya kelihatannya butuh psikiater atau psikolog. Jantungku berdebar tidak karuan." Kata Tony.


Tony berpikir di bawah guyuran air shower untuk mendinginkan hati dan pikiran. Tony butuh setengah jam untuk menenangkan hati dan pikirannya. Tony merasa dia mempunyai kelainan sebagai gay. Apalagi dibingungkan dengan wajah George yang mirip dengan Geovanna.


Tony selesai mandi dan melihat George tidur tengkurap.


"Hai, George bangun. Kita harus segera pergi, cepatlah mandi dan sarapan." Kata Tony.


Georgina segera bangun dan bersikap tidak terjadi apa-apa. Lagi - lagi Georgina melihat pemandangan Tony hanya memakai celana boxer, menunjukkan dadanya yang bidang perutnya yang berkotak - kotak.


Aneh George ini tasnya pakai dikunci kode segala. Dia kalau mandi selalu berpakaian. saya ingat George saat menangkap pencopet memakai baju tanpa lengan yang memperlihatkan lengannya yang berotot. Mengapa dia jadi pemalu.


*Kata hati Tony.


Georgina melepaskan baju rompi anti peluru yang agak berat. Dia berdiri di bawah air shower, ingin melupakan peristiwa ciuman tadi.


*Tubuhku ini sudah lelah Memakai baju rompi anti peluru. Bibirku sudah dicium 2 kali oleh bos. Aku anggap ini adalah kecelakaan saat bertugas.


* Kata hatiku.


Georgina mandi shower sekitar setengah jam, untuk menenangkan hati, pikiran dan merilekskan badan yang capek setelah memakai baju rompi. Georgina sudah selesai memakai rompinya dan bajunya, lalu segera keluar.


" Bos, mengapa kita belanja di La Roca Village. Barangnya bukan baru tapi musim lalu, langsung beli ke pabriknya." Aku bertanya.


"Kamu lihat customer di negara kita banyak yang menengah ke bawah. Mereka juga punya keinginan memiliki barang bermerek. Mereka gak butuh musim ini dan itu. yang penting tidak panas. Apakah saya harus beli jaket tebal untuk musim salju padahal Filipina tidak bersalju. Saya ingin bisa memilih satu persatu." Kata Tony.


Tony dan George bersikap biasa saja, seolah tidak ada sesuatu yang terjadi. George membawa perlengkapan ke dalam tas kulit selempangnya. Tony kemanapun tidak bawa tas, hanya dompet dan Hp di sakunya. Semuanya diserahkan kepada asistennya.


"Ya, punya barang branded tidak harus mahal." Kata Tony.


"Jangan - jangan baju bos beli diskon di sini." Tanyaku.


"Separuhnya, kalau acara mewah saya beli di pusat perbelanjaan langsung yang jual barang baru. Banyak lho artis - artis belanja di La Roca Village." Kata Tony.


🌺Black Friday di La Roca Village🌺


Kami sudah tiba di La Roca Village, dan saya membayar taksinya 12 Euro \= Rp.204 ribu. Hari ini adalah hari black Friday yaitu hari diskon besar-besaran.




Kami masuk ke outlet - outlet, Kami memburu baju yang cocok dengan iklim tropis, gaun, jas, kemeja, celana, rok dan tas yang sedang ada diskon tambahan bila beli lebih dari 3 baju. Saya bagian menerjemahkan Bahasa Inggris ke bahasa Spanyol.


"Pak, Bosku ingin semua barang ini dikirim ke Filipina lewat DHL Express di alamat XX. Pengiriman jadi satu dengan outlet lainnya mungkin bisa - bisa jadi satu container." Kataku.


"Sebentar saya masukkan kardus dan saya timbang dulu." Kata Pelayan toko.


Pelayan itu memasukkan pakaian - pakaian itu ke dalam dos besar. Total ada 3 dos tiap outlet. Georgina yang mendapat kepercayaan Membawa kartu debit perusahaan langsung membayar semua termasuk ongkos kirim.

__ADS_1


"Pak saya minta struknya dan nota ongkos kirim untuk arsip." Kataku.


Saya menyimpan struck dan nota ongkos kirim ke dalam tas. Kami sudah pergi ke 10 outlet toko yang menjual barang terkenal. Kami merasa lapar.


"Bos sudah jam 3 sore, aku lapar. ayo makan di cafe itu bos." Kataku.


"Ayo, kita lihat barang bagus jadi lupa makan." Kata Tony.


Kami makan di cafe di dekat ujung pintu keluar La Roca Village. Kulihat di seberang parkiran mobil ada bis tour bertuliskan " La Roca Village."


" Bos seandainya kita dari berangkat ikut tour jadi bisa sekalian jalan - jalan." Kataku.


"Bagi yang ikut dengan bus tour belanjanya cuma diberi waktu 6 jam, sisa waktu tur keliling. Kita dari pagi sampai sore di sini. Di Paris ada tempat belanja diskon seperti ini juga ada bis tournya. Namanya La Valle Village. Bagiku harganya masih murah di sini, Tapi di sana ada jual produk Paris yang tidak dijual di sini."


Kami akhirnya pulang naik taksi ke hotel.


Georgina yang menyamar sebagai George dan Bastian seharian penuh bersama - sama. Mereka tidak menyadari telah mengikat hati, jiwa, pikiran dan waktu kebersamaan mereka satu sama lain.


Selama di mobil mereka berbincang - bincang.


"Besok pagi kita harus ke Perancis?" Kata Tony.


"Untung kita punya Visa Schengen, jadi bebas keliling ke 26 negara?" Kataku.


"Visa Schengen lahir dari perjanjian Schengen yang resmi ditandatangani menghapus pengawasan perbatasan antar negara." Kata Tony.


"Kita keliling Eropa saja." Kataku.


"Aduh, aku ingin ke Thailand bertemu dengan adikmu Geovanna."


"Baiklah, jadi besok cuma ke Paris saja." Tanyaku.


"Ya, Sebenarnya ingin naik kereta api tapi Perjalanan butuh 6 - 7 jam sampai di Paris


"Bos, Seharusnya butuh waktu 3 hari menunggu mendapatkan visa Schengen kalau datang langsung ke embassy. Kok bisa cuma sehari bos dapat visa. Lagipula juga butuh rekening tabungan 3 Bulan terakhir" Kataku.


"Jangan kuatir saya sudah langganan pulang pergi Eropa, Jadi Staff yang mengurus visa cepat mengurusnya kan kamu sudah beri paspornya waktu melamar. Semua sudah diatur oleh sekretaris. Aku menjadi sponsor kamu, jadi tidak butuh rekening tabunganmu. Kamu jangan kuatir." Kata Tony.


Kami langsung makan malam di hotel, dan setelah dinner saya menuju ke Resepsionis. saya mengambil laundry yang Telah selesai.


Kami kembali ke kamar dengan lift, kami masuk ke kamar. Bos langsung pergi mandi dan saya segera memasukkan pakaian dalamku yang sudah dilaundry ke dalam tas trolley dan menguncinya lagi.


Tony Keluar dari kamar mandi dan memakai baju tidur yang sudah wangi dari laundry. Saya sudah terbiasa melihat bos yang keluar dari kamar mandi yang hanya mengenakan celana boxer.


Giliran aku yang mandi dan langsung mengenakan kaos yang sudah di laundry.


Saya mengintip Tony sudah Tidur. Saya capek kelilingan, aku ingin tidur tanpa baju rompi yang berat. Aku juga tidak mau memakai bra, lalu saya hanya mengenakan kaos.


Saya mematikan lampu kamar hotel dan berjalan perlahan tidur di sebelah bos. Aku tidur membelakangi bos dan menyelimuti tubuhku.


☘️ Sabtu☘️


Saya terbangun lebih dulu dan kaget tangan Tony di atas payudara sebelah kiriku. Saya Segera bangun dan berlari ke kamar mandi. Tony yang tidur mengkurap jadi kaget dan terbangun karena adanya gerakan mendadak.


Untung saja bos belum bangun, dia pria pertama yang menyentuh dadaku. Jantungku merasa berdebar - debat. Apalagi wajahnya yang tampan berada tepat di sampingku.


Saya selesai mandi dan mengenakan rompi anti peluru. Saya memakai kemeja dan celana. Saya keluar dari kamar mandi, dan membereskan semua barangku dan barangnya Tony.


Kami membawa tas trolley kecil kami masing - masing, karena saya membawa tas selempang. Saya tidak memakai tas punggung karena banyak copet di Barcelona dan Paris.


Kami langsung turun dan sarapan, tas kami kutaruh di bawah meja. Kami segera sarapan dan naik taksi menuju ke bandara.


Perjalanan butuh 1 jam 55 menit untuk sampai ke bandara Paris Charles de Gaulle Airport. Bandara terbesar kedua di Eropa. Pesawat mendarat di terminal 2, mereka masuk ke sub terminal 2G untuk pesawat penerbangan antar wilayah Eropa ( Schengen area) jadi tidak ada kontrol paspor.



Kami naik bus Magical Shuttle ke Disneyland Paris. Bus Shuttle berhenti di depan hotel tapi kami pilih tinggal di apartemen F&B home Disney. Kami berjalan sekitar 6 menit ke F&B home Disney.

__ADS_1


Disney land dekat dengan lokasi La Valle Village Paris tempat belanja diskon seperti di La Roca Village Barcelona.


Kami sudah booking apartemen yang di dalamnya ada 2 kamar tidur yang terpisah. Kami menunggu satu jam lagi untuk Check in yaitu jam 3 sore. kami akhirnya pisah kamar, kami merasa ada yang kurang dan saling merindukan.


Dalam kondisi pisah kamar, Tony berusaha untuk menyadarkan dirinya adalah bukan gay. Tony ingin segera bertemu dengan Geovanna yang berada di Thailand sambil mengurus pekerjaan di sana.


Tony menjadi investor di perusahaan Telekomunikasi milik orang tuanya Aaron. Aaron adalah pacarnya Geovanna, Georgina sering berpura-pura menjadi Geovanna saat bertemu dengan Aaron.


*Aku harus sadar bahwa aku ini adalah pria sejati, masih penyuka wanita. Saya suka Geovanna bukan George. Saya yakin itu, tapi senyum George juga terlihat manis. Argh bisa gila aku ini, dia adalah asisten yang cekatan, dan tak pernah mengeluh.


*Kata hati Tony.


Tony mandi sore setelah George mandi, kamar mandinya di dekat kamar tamu. Tony melihat pintu kamar Georgina yang menyamar menjadi George masih tertutup. Tony segera masuk ke dalam kamar.


*Kenapa aku ingin tahu dia sedang apa di dalam kamarnya. Tunggu dulu ini terlihat aneh. George saat pertama kali ketemu denganku sikapnya maskulin, tapi George yang sekarang sikapnya lebih banyak feminim. Pasti itulah yang menyebabkan aku menyukai George yang feminim.


*Kata hati Tony.


Di kamarnya George. Georgina sedang tidur siang tanpa rompi. Georgina merasa senang sekali bisa tidur dengan pulas dan bebas. Tanpa terasa sudah jam 6 sore, perut mereka sudah merasa lapar.


Georgina ingin makan malam, dia segera mengenakan rompinya. Dia melihat Tony sedang sibuk dengan laptopnya di ruang tamu.


"Kamu terlihat habis bangun tidur, kamu kok bisa tidur nyenyak. Apakah kamu tidak merindukan bosmu ini?" Tanya Tony dengan jujur.


"Tidak bos, saya biasa saja. Apakah bos tidak merasa lapar? ayo, kita makan!" kata Georgina.


"Ayo kita makan sekalian jalan - jakan, lihat barang - barang apa yang perlu kita beli. Jadi besok kita bisa segera pulang." Kata Tony


Kami keluar dari kamar dan berjalan menuju ke dalam lift. Kami makan malam di lantai dasar. Kami seperti sedang dinner di tempat mewah. Tamu lain berpikir kami adalah pasangan gay.


Suasana Jam 6 sore di Paris masih terang, Matahari terbit 06:25 Matahari terbenam: 21:27, Durasi siang hari: 15 jam, Durasi night: 08 jam.


Kami akhirnya selesai makan, kami keluar dari apartemen dan berjalan ke La Valle Village. Kami melihat toko - toko yang hampir sama dengan di Barcelona. Tapi Lebih panjang Barcelona sampai di dekat jalan Tol.


La Valle Village lokasinya dekat dengan Disneyland. Kami masuk ke toko tas wanita dan Tony membeli tas untuk Geovanna dan mamaku. Kami masuk ke toko Polo Ralph Lauren, Tony memilih baju - baju diskon yang bagus dan dibeli, kalau sepatu Polo Tony memesan tipe baru langsung dari pabriknya.



Kami belanja sampai jam 9 waktunya toko ditutup, matahari sudah mulai terbenam. kami minta barangnya di kirim lewat DHL ke Filipina. Semua barang telah ditimbang, Tony membayar tunai semua barang termasuk ongkos kirim sesuai berat dan tempat.



Kami naik taksi menuju ke Eiffel tower, rugi kalau ke Paris tidak mampir ke menara Eiffel di malam hari. Kami sudah sampai di menara Eiffel jam setengah 10, Masih terang. Kami beli tiket naik kapal menyusuri sungai Seine, masih antri tunggu kapal datang.


Banyak orang duduk di rerumputan memandang indahnya Eiffel tower.


"Aduh, aku mau buang air kecil. Aku mau ke toilet umum." Kataku.


"Aku juga, Bos lebih dulu." Kata Tony.


"Ayo cepat bos. aku sudah tak tahan lagi." Kataku.


" Ayo, masuk bersama. Kita kan sama- sama lelaki, saling membelakangi saja kan tidak kelihatan." Kata Tony.


"Oh tidak, bos lebih dulu saja." Kataku.


Satu menit kemudian, Tony Keluar dari toilet umum. Aku langsung masuk ke toilet dan langsung menguncinya. Saya akhirnya selesai buang air kecil.


Aku haus dan mengambil botol minumku sudah habis, aku mengambil air minum di air minum umum di kran air minum. Aku juga buat cuci tangan dan muka.


Aku isi lagi botol yang telah kosong, Tony juga minta minum dari botolku. Tony tidak merasa risih, karena pernah menciumku.


Aku jadi ingat saat Tony menciumku di hotel, bila dia minum dari botolku. ini kesialan atau keberuntunganku sih.


Kami pergi ke kios makanan dan beli beberapa Snack. Akhirnya kapal datang, kami menghampiri kapal pesiar kecil itu. Kami menunggu penumpang lama keluar lebih dulu


Kami naik kapal pesiar kecil menyusuri sungai Seine. Setelah sampai di pangkalan kami pulang naik taksi ke apartemen, kami melihat gerbang masuk ke La Valle Village diberi lampu yang gemerlap di malam hari.

__ADS_1


Kami langsung masuk ke apartemen.


Terimakasih telah mampir ke cerita ini. Maaf update lama, khusus novel ini ada 2000 kata per episode butuh 6 - 8 jam membuatnya, berpikir dan menghayatinya. Minta like, vote dan komentarnya 🙏.


__ADS_2