
Iklan lewat dulu ya, jadi seperti nonton televisi
๐ฎ Sambungan๐ฎ
Aku harus kabari keluargaku agar semua fotoku disembunyikan. George dan Gerald harus sembunyi menginap di rumah bibi.
Saya adalah penumpang terakhir yang keluar dari pesawat. Saya mengambil tas trolley yang tertulis namaku.
Aku dan Tony masuk ke dalam gedung bandar udara Ninoy Aquino dan berjalan menuju pintu keluar, kami pulang ke rumah dengan Taksi. Kami masuk ke dalam taksi dan duduk di sebelah sopir.
"Pak, tolong ke kawasan Forbes Park North HX17." Kata George (Georgina).
"Baik Pak"
"Ke rumahmu saja dulu. cuma mandi dan ambil baju baru dan langsung ke bandara lagi ke Thailand, biar tidak kelamaan." Kata Tony.
"justru rumah saya melewati rumah bos." Kataku.
"Kalau begitu mampir sebentar ke rumahku langsung ke rumahmu diantar sopir." Kata Tony
"Tolong pak, ke Forbes Park North." Kataku
"Baik, pak." Kata sopir taksi
Perjalanan dari bandara ke rumah Tony cuma 12 menit. Selama Perjalanan, Aku mengetik pesan kepada group keluargaku di WhatsApp bahwa bos Tony hari ini ke Thailand.
***************
๐ฌ Georgina ( aku)
" Gawat, bos Tony mau pergi langsung ke Thailand naik pesawat jet menemui Geovanna. George dan Gerald harap bersembunyi atau tinggal di rumah bibi. Foto - fotoku harap disembunyikan."
๐ฌ Geovanna
"Sungguh kak, aku sungguh bahagia sekali. Berkat dirimu aku bisa menikahi seorang konglomerat."
๐ฌ Richard
"Aku dan Gerald pindah ke rumah bibi daripada ketahuan."
๐ฌ Mama
" Mama masih mengajar anak sekolah dasar. Mama gak punya waktu menyembunyikan album foto keluarga di ruang tamu."
๐ฌ Geovanna
" Biar saya sembunyikan album fotonya. Gerald masih nongkrong sama teman atau lagi pacaran. Malam ini jangan pulang dulu. Tunggu kabar selanjutnya."
๐ฌ Papa
" Kalian jangan jadi anak pembohong."
๐ฌ George.
" Cuma sebentar saja pa, tunggu aku sehat dulu. baru keadaan menjadi normal kembali."
๐ฌ Papa
" Kalau begitu bilang sejujurnya ada 4 saudara kembar. Sekarang Georgina dan Gerald sedang pergi. Nanti kalau Geovanna menikah dengan Tony, semua anak papa bisa menghadiri pernikahannya."
๐ฌ Georgina ( aku)
Kelihatannya saya setelah berhenti kerja langsung kerja ke New York. Saya mungkin tidak bisa menghadiri pernikahan Geovanna dan bos.
๐ฌ Geovanna
Kamu harus datang dan menyaksikan pernikahanku. masalah tiket pesawat biar ditanggung oleh Tony.
๐ฌ Georgina ( aku)
Aku usahakan datang asal kamu bahagia.
๐ฌ George
"Sebenarnya aku suka dan ingin pacaran dengan Tony, apakah aku gay. Jika Tony suka dengan Georgina yang menyamar menjadi diriku, maka Georgina harus mundur karena Tony adalah gay. Aku tak mau Tony kecewa kita membohongi dia karena kita bertukar posisi."
๐ฌ Papa
George, Papa tidak merestui kamu menjadi gay. Papa akan hajar kamu.
๐ฌ Mama
Aku ingin bunuh diri saja, tapi teman mama banyak yang sedih anaknya jadi gay dan lesbian. Mama ingin keturunan.
๐ฌ George
Aduh ma, pa. ini cuma Seandainya saja. Aku juga tak akan menikah, karena aku sulit jatuh cinta dengan gadis.
๐ฌ Mama
Teman mama punya anak yang perempuan yang tomboi seperti Georgina. Kamu mau ku kenalkan kepada salah satunya.
๐ฌ George
Terserah mama saja.
๐ฌ Georgina ( aku)
Aku sudah sampai di rumah, aku mau ambil bawa 2 baju saja, siapkan bajuku di rumah. Kalian harus bersihkan rumah ya.
๐ฌ Geovanna
__ADS_1
Jangan kuatir, aku sudah putus dengan Aaron sejak kutahu Tony suka kepadaku saat dia angkat teleponku. Sejak kucek di google Tony adalah anak konglomerat terkaya di Filipina.
๐ฌ Georgina ( aku)
Aku sudah sampai di rumah bos, bye.
****************
Georgina keluar dari aplikasi WhatsApp, dan memasukkan ponsel Hp ke dalam tas.
"Pak berhenti di rumah yang paling besar itu pak." Kata Georgina.
Taksi berhenti di depan rumah Tony. Tony segera masuk ke dalam rumah untuk mandi.
"Pak ini uangnya, tunggu sebentar saya mau ambil tas trolleyku di bagasi." Kata Georgina yang menyamar sebagai George.
Aku mengambil tas trolley milik bos dan saya di dalam bagasi taksi. Security membantu membawa tas trolley besar milik Tony ke dalam kamar di lantai dua.
Saya menitipkan tas trolleyku di pos security.
Saat sampai di dalam kamar tidur, kulihat Tony sudah memakai kemeja dan celana. Tony Mengambil beberapa baju yang baru di lemari.
"George masukkan baju - baju ini ke dalam trolley." Kata Tony.
"Baik bos." Kataku.
Saya membuka tas trolley milik bos, dan mengeluarkan pakaian lama Tony. Aku mengeluarkan Pakaian kotor yang ada di dalam kantong plastik. Aku memasukkan pakaian baru milik Tony.
Tony menghampiriku dan menyemprotkan pakaian di dalam tas trolley dengan parfum.
Saya langsung memasukkan kantong plastik yang bersih ke dalam tasnya.
"Ayo, sekarang ke rumahmu aku juga ingin tahu rumahmu juga." Kata Tony
"Saya malu bos, rumah saya di perumahan biasa bos, tidak seperti rumah bos dekat lapangan golf kawasan orang kaya." Kataku.
Kami sudah di depan pagar dan masuk ke dalam mobil yang dikendarai seorang sopir.
Kumasukkan tas trolley milik kami ke dalam bagasi.
"Oh ya bos, saya lupa beli oleh - oleh untuk mamaku saat di Spanyol. Saya beli satu kemeja dari bos borong dari Barcelona." Kataku.
"Aku juga lupa bawa tas untuk Geovanna dan orang tua mu. Ayo masuk lagi, barang yang kita beli pasti belum datang dari DHL. Kan baru beli hari Jumat sekarang baru Senin. perjalanan naik kapal kan lama sekitar 1- 2 Minggu." Kata Tony.
"Bos, saya beli kemeja untuk orang tuaku dari stock yang lama." Kataku.
"Tidak perlu membeli, kuberikan sebagai hadiah." Kata Tony.
"Terimakasih bos." Kataku
Kami masuk lagi ke dalam rumah dan masuk di ruangan besar khusus kemeja untuk pria dan wanita yaitu papa dan mamaku. Kami lalu masuk ke ruang khusus tas untuk oleh - oleh Geovanna.
Tony masuk ke dalam ruangan aksesoris dan mengambil jam tangan pria untukku.
"George kuberikan jam tangan ini untukmu, buang saja jam tanganmu itu. Aku ingin asistenku terlihat berkelas." Kata Tony.
Kami memasukkan oleh - oleh kemeja untuk orangtuaku dan tas untuk Geovanna di paper bag tersendiri. Kami masuk ke dalam mobil milik bos dan dikendarai oleh sopir.
"Tolong ke jalan Blue Falcon No. C." Kataku
Si sopir membuka google map untuk mencari jalan tercepat. Kawasan rumah Tony dekat dengan lapangan golf sedangkan rumahku di kawasan pinggiran kawasan rumah mewah dan terpisah oleh jalan raya.
Saya duduk di sebelah pak sopir, sambil bingung membayangkan rumahku berantakan. kami akhirnya masuk gang ke rumahku.
"Tolong berhenti di pagar putih itu pak." Kataku menunjuk rumah sebelah kiri.
"Bos tunggu di mobil saja, saya turun dulu." Kataku
Saya keluar dari mobil dan membuka Bagasi mobil untuk mengambil tas trolley. Saya membuka pagar dan pintu rumah. Tony tiba - tiba masuk ke dalam ruang tamu.
"Bos di mobil saja, aku mau ambil baju baru di dalam kamar."
"Aku ingin tahu isi rumahmu, kamu sudah tahu rumahku." Kata Tony.
Aku masuk ke dalam kamar, untuk mengambil baju untuk mandi. Tony sedang duduk di kursi tamu dan saya masuk ke dalam kamar mandi. Tony sedang kepo diam - diam masuk ke dalam kamarku dan melihat foto di atas meja.
Tony kaget melihat fotoku saat kuliah di Thailand memakai seragam kuliah dengan rok.
*Apakah dia perempuan, fotonya seperti perempuan. Ada BH yang tergantung di gantungan. Aku makin curiga kalau dia perempuan. Aku nanti harus bertanya sekarang, sebelum bertemu dengan Geovanna."
*Kata hati Tony
Tony duduk di atas kasur sambil menunggu George masuk ke dalam kamar. Georgina masuk ke dalam kamar tidur dan kaget.
"Bos, kok ada di dalam kamarku." Kataku.
"Foto di atas meja itu siapa?" Tanya Tony.
* Aku tidak boleh ketahuan, Kak George akan marah. Papa juga berkata aku harus jujur bahwa kami adalah 4 saudara kembar.
* Kata hatiku
"Dia adalah adikku yang perempuan namanya adalah Georgina, dia adalah anak yang tomboi. Dia berbeda dengan Geovanna yang Feminim. Kami sebenarnya adalah kembar 4 bos." Kataku.
"Kalian kembar 4, berarti Georgina sekarang di Filipina. Dimanakah dia? sekalian saja ikut kita pulang ke Thailand untuk bertemu keluarga di Thailand. Jadi hemat ongkos pesawat." Kata Tony.
"Georgina kemarin sudah pergi ke Thailand, bos." Kataku.
"Ayo kita pergi sekarang! Aku tunggu di mobil. Aku juga ingin bertemu dengan Georgina." Kata Tony.
"Saya ambil baju bersih dulu bos." Kataku.
__ADS_1
Saya ambil 2 jas, kemeja, kaos dan pakaian dalam ke dalam tas trolley. Aku mengunci tas trolley agar identitasku tidak terbongkar.
Saya keluar dengan membawa tas trolley dan mengunci semua pintu rumah dan pagar. Saya membuka bagasi mobil dan memasukkan tas ke dalam bagasi.
Saya membuka pintu di sebelah sopir dan saya duduk di sebelah sopir. Mobil di Filipina menggunakan setir sebelah kiri, kalau mobil di Thailand menggunakan setir sebelah kanan.
Kami akhirnya berangkat ke bandara untuk naik pesawat jet pribadi ke Thailand. Kami menuju ke bandara, karena pesawatnya dititipkan di suatu maskapai penerbangan di bandara.
Aku memberi pesan ke group keluarga bahwa
๐ฌ Georgina
aku sudah berangkat ke bandara Perjalanan dari Manila ke Thailand Bangkok sekitar 3,5 jam.
๐ฌ Geovanna
Hati - hati ya kak, sekarang saya lagi si salon untuk di make up. Aku akan pakai gaun yang cantik.
๐ฌ Georgina
Gerald, aku minta tolong kamu memakai rok dan bra diisi kain ya. Tadi Tony ke kamarku lihat foto kuliahku pakai rok. Tony ingi bertemu dengan Georgina. Kubilang Georgina ada di Bangkok. Nanti kubayar 424 Bath.
500 THB \= sekitar Rp. 235.000,-
๐ฌ Gerald
Kurang aku minta 1.000 Bath. Karena aku bertemu dengan bos.
1000 Bath \= sekitar Rp. 471.000,-
๐ฌ Georgina
Baiklah, 1000 Bath. Awas kalau ketahuan.
Mobil yang kami tumpangi sampai di bandara Ninoy Aquino. Kami masuk ke dalam pesawat jet yang dingin di dalamnya dan pilot menerbangkan pesawatnya ke Thailand.
Saya duduk di sisi sebelah kiri, Tony duduk di sisi sebelah kanan.
"Apakah kamu sudah pesan hotel terdekat dengan rumahmu?" Tanya Tony.
"Maaf bos, saya lupa. Kita dari bandara langsung ke hotel bintang 3 yang terdekat. Apakah bos mau sewa di hotel bintang 5 seperti Hilton tapi jauh dari rumahku?" Kataku.
"Hotel bintang tiga tidak apa - apa, yang penting bersih dan dekat dengan rumahmu." Kata Tony
"Perjalanan Hotel Platinum Suite ke rumahku sekitar 9 menit jika naik mobil." Kataku.
Pesawat mulai berjalan dan terbang menuju ke Bangkok. Akhirnya 3,5 jam kemudian pesawat mendarat di bandar udara internasional Suvarnabhumi Bangkok. Kami turun dengan membawa tas trolley kami masing - masing.
Kami keluar dari gedung bandar udara dan naik taksi, Aku duduk di sebelah sopir.
"Pak, Tolong antar kami ke hotel The Platinum Suite." Kataku dengan bahasa Thailand.
"Baik, Saya akan meluncur." Kata sopir.
Selama perjalanan saya mengirim pesan di group keluarga di WhatsApp.
๐ฌ Georgina
"Kami sudah sampai di Thailand, siapkan makan malam. Gerald kamu harus memakai rok, kamu harus menjadi Georgina yang tomboi. Awas kalau gagal."
๐ฌ Gerald
iya, Aku sudah pinjam rok Geovanna. Mama sudah siapkan makan malamnya. Geovanna sibuk mencari - cari gaun, dia baru pulang dari salon.
๐ฌ Georgina.
George sedang sakit kakinya dan memakai tongkat, George harus menyamar menjadi Gerald.
๐ฌ George
Beres, yang penting kamu jangan sampai ketahuan menjadi diriku.
Taksi kami akhirnya tiba di hotel dan saya membayar ongkos taksi. Saya melakukan reservasi hotel dan mendapat satu kamar standard 2 tempat tidur single bed.
Saya mengeluarkan kartu ATM kantor dan memasukkan PIN ATM di alat EDC. Resepsionis memberi kunci cardlock.
"Bos kita dapat kamar standard single bed." Kataku
" Kebetulan sekali, aku ingin kita bisa sekamar. Saya tidak bisa membaca tulisan Thailand. Kamu kuberi tambahan gaji." Kata Tony.
" Bos saya ingin tidur di rumah, aku merindukan keluargaku. Jangan kuatir pekerja di hotel ini bisa bahasa Inggris." Kataku.
"Aku akan pinjam mobil papaku untuk berkeliling di sini. Bos mau kemanapun jadi mudah." Kataku.
"Aku sewa saja mobil papamu dengan harga tinggi." Kata Tony.
" Baiklah, papaku pasti setuju jika mobilnya disewa." Kataku
"Ayo letakkan tas di kamar dan langsung bertemu dengan Geovanna dan keluargamu." Kata Tony.
Kami langsung ke kamar dan meletakkan tas Tony ke dalam kamar. Saya Membawa tas trolleyku ke bawah lagi dan bergegas ke rumahku. Kami naik taksi tadi yang sedang parkir di samping hotel.
"Pak, tolong antar kami ke Ruam Phatthana 6 Alley." Kataku dengan bahasa Thailand.
Kami sampai ke rumahku 9 menit kemudian dan saya membayar ongkos taksi. Aku mengambil tas trolleyku yang ada di bagasi. Tony membawa bag paper berisi oleh - oleh untuk orangtuaku dan Geovanna.
Tony terlihat sedang grogi seakan mau melamar pacar. Saya membuka pintu pagar dan masuk ke halaman rumah. Saya sudah siap kehilangan Tony, siap untuk cemburu melihat Tony dan Geovanna.
" Bos, tunggu duduk di kursi teras dulu. Saya masuk dulu untuk memanggil mama dan Geovanna." Kataku.
*Aku harus masuk mencari Gerald, apakah sudah memakai rok. Juga mencari George harus siap menjadi Gerald. Aku jadi gemetaran begini.
*Kata hatiku
__ADS_1
Terimakasih telah mampir membaca novel ini. Minta like, vote, dan komentar ๐.