
🌺 Sambungan🌺
"Maukah kamu menikah denganku, aku tak mau pacaran terlalu lama. Aku sudah tidak tahan menunggu kamu." Kata Tony.
"Beri aku waktu 2 bulan mencari pengganti saya di Los Angeles. Saya harus mencari manajer keuangan yang baru dan berpengalaman di LA. Saya tidak enak tidak bertanggung jawab meninggalkan pekerjaan saya di perusahaan." Kataku
💓Kencan di apartemennya Tony💓
Tony mengajakku ke apartemen yang dibelinya sejak aku menghilang. Tony terus memelukku untuk melepas kerinduan.
"Mengapa kamu masih mencari dan menantikanku? Kamu sudah berkencan dengan begitu banyak wanita cantik. Aku berpikir kamu suka dengan tipe wanita seperti itu." Kataku.
"Kadangkala pria tidak mencari wanita yang cantik, tapi mencari kenyamanan. Dimanapun kamu berada, aku selalu merasa nyaman denganmu. Kamu ingat kita tidur di aquarium Barcelona, aku merasa nyaman tidur di sampingmu." Kataku.
"Kelihatannya kamu harus cari hotel dan spring bed yang super empuk." Kataku.
"Sejak kamu pergi aku tak bisa tidur, walaupun tidur di hotel yang super mahal. Kamu bagaikan rumah bagiku, aku tak bisa hidup tanpamu. aku dulu sempat berpikir rela menjadi gay agar menjadi pacarmu." Kata Tony.
"Aku mau tanya, Apakah kamu pernah tidur dengan James saat kamu tidur di apartemen Shell di mall SM Manila? tanya Tony
"Tidak pernah, dia masih mau pulang ke Bangkok dan meminjamkan Apartemen yang dia booking Kepadaku karena jam Check out masih lama." Kataku.
"Maafkan aku berpikir yang jorok antara kalian berdua. Apakah James mencintaimu?" tanya Tony.
"Entahlah, kami beberapa kali dinner bersama di Los Angeles sejak aku putus dengan pacarku Mark." Kataku.
"Kamu harus ajukan pengunduran diri dulu kepadanya, kerja di tempatku untuk menjadi sekretaris pribadiku di tempat tidur dan kantor." goda Tony.
Aku langsung mencubit pinggang Tony.
" Auch, benar kan. Sejak kita pergi ke Barcelona kamu menjadi asistenku di kamar tidur. Aku rindu di saat kita tidur bersama. Kita ulangi lagi masa itu, tidurlah denganku." Goda Tony.
"Tidak mau, Pasti akan terjadi sesuatu di luar batas. Waktu itu aku menjadi pria, sekarang kamu tahu aku wanita. Aku takut kamu tidak dapat menguasai diri." Kataku.
"Ayo kita ajukan pernikahan kita, Kita menikah dulu di catatan sipil. Selanjutnya kita adakan pestanya." Kata Tony
"Aku harus yakin akan hatiku dulu, aku tak mau keburu - buru." Kataku.
"Apalagi yang harus diyakinkan. Apakah ada orang lain yang lebih dekat daripada hubungan kita? Aku sudah banyak berkencan dengan semua wanita. Salah satu dari mereka tidak dapat menghapus perasaanku kepadamu." Kata Tony.
"Jika kita belum menikah, aku akan mengikuti kamu sampai di kantor. Aku tak mau James merebut kamu dariku." Kata Tony.
"Baiklah, tapi besok pagi aku ada meeting lagi dengan tim keuangan. Kalau begitu lusa saja kita menikah, tolong urus surat - suratnya."
__ADS_1
"Aku buat surat pengunduran diri dulu. Besok pagi akan kuberikan kepada James." Kataku.
"Sungguh." Kata Tony sambil mencium bibirku dengan lembut.
Aku langsung menghindar dengan mundur selangkah dan duduk di sofa. Tony duduk dekat denganku.
"Kamu menjadi sekretaris pribadiku." Rayu Tony.
"Jika aku menjadi sekretaris, kakakku George akan kerja apa?" Kataku.
"Kakakmu George tetap berada di kantor, kita yang keliling negara - negara lagi. Masa aku tidur sekamar dengan dia, kabarnya kakakmu Gay ya. Aku tak pernah pergi ke negara lain dengannya. Aku takut dengan kakakmu itu." Kata Tony.
"Kamu ini lucu sekali, kok waktu denganku kok gak takut sekamar denganku."
"Sudah kubilang kan, aku merasa nyaman dan secure di dekatmu." Kata Tony.
"Kakakmu sudah kusediakan ruang kerja sendiri. Kamu kerja di ruangan ku." Kata Tony
"Aduh, kalau kita satu ruang berdua sudah pasti tidak kerja." Kataku.
"Aku akan buat ruang kamar kedap suara di kantorku nanti untuk kita berdua." Kata Tony penuh nafsu.
"Sekarang sudah sore, antar aku pulang di apartemen." Kataku untuk menghindari Tony
"Kamu di apartemen tinggal dengan siapa?"
"tinggal dengan Chintia, dia adalah sekretarisnya James." Kataku
"Aku minta diantar pulang, aku mau buat surat pengunduran diri. Menyelesaikan beberapa laporan keuangan di sini secara online. Lusa aku harus kembali ke Los Angeles. Please."
"Aku minta cium di seluruh wajahku." Kata Tony.
"Aduh kamu kok genit sih. Aku bisa pulang sendiri naik taksi." Kataku.
"Oke, oke. Aku antar kamu pulang ke apartemen kamu. Kamu ingin mampir ke keluargamu." Kata Tony.
"Aku takut diminta menyamar lagi menjadi saudara - saudaraku." kataku.
"Aku sudah tahu saat kita pertama kali ketemu di pesta anniversary pasti kamu. Kamu menyamar menjadi Geovanna pacarnya Aaron." Kata Tony ( episode 2).
"Kok kamu tahu kalau saat itu adalah aku. Bagaimana caranya?" aku bertanya.
"Rahasia." Kata Tony
Tony mengantarkan aku pulang ke apartemen. Aku membuat surat pengunduran diri kepada James dan HRD.
__ADS_1
🌺 Sesampainya di apartemen Georgina dan Chintia.
Aku masuk ke dalam Apartemen yang disewa selama seminggu.
"Kamu sedang membuat apa?" tanya Chintia.
"Aku ingin buat surat pengunduran diri." Kataku.
"Jangan, aku butuh teman di Los Angeles. Kita sama - sama dari negara Filipina. Aku takut sendirian sebagai karyawan dari Asia." Kata Chintia.
"Aku mau menikah dengan mantan Bosku dari Filipina." Kataku.
"Bos dari Filipina yang mengikuti kamu terus di kantor. Ehmm dia Pak Toni kan. Aku rasa dia obsesi kepadamu." Kata Chintia.
"Aku juga mencintainya, kami sudah mencoba berbagai cara untuk saling melupakan tapi sulit. Karena tali ikatan cinta kami sangat kuat." Kataku.
"Ya, aku juga ingin kamu bahagia menikah dengan orang yang kamu cintai." Kata Chintia.
"Aku selesaikan laporan dari Los Angele yang dikirim lewat online. Lusa kita segera kembali ke Los Angeles jadi harus sudah beres laporan akhir bulan ini." Kataku.
🌺 Pengajuan pengunduran diri 🌺
Keesokan harinya, aku mengetok pintu CEO James. Aku mau mengajukan pengunduran diri, jantungku makin berdebar keras. Aku merasa bersalah kepada James.
Tok....tok....tok.... permisi.
"Iya, silahkan masuk!" Sahut James.
Saya lalu membuka pintu dan masuk ke dalam ruangannya.
"Oh, Georgina. ada apa? Apakah ada kesulitan?" tanya James.
"Saya mau memberi amplop ini."
James membuka amplop yang diberikan olehku. Dia merobek ujung amplop dan mengambil surat di dalamnya. Dia membaca sebentar lalu merobeknya.
"Pak, kenapa kamu merobeknya?" tanyaku.
"Aku tidak setuju kamu keluar, kamu ada keluhan apa? Aku akan membantu kamu sehingga kamu betah kerja." Kata James.
"Aku tidak punya keluhan apapun. Aku hanya mau menikah." Kataku.
"Menikah dengan siapa? Aku tidak melihat satupun pria yang dekat denganmu selain aku. Kamu harus menikah denganku, sekarang aku yang melamarmu. Kita sudah saling kenal dari SD, siapa lagi pria yang dekat denganmu selain aku." Kata James.
"Kamu kuanggap sebagai saudara dan sahabat. Aku minta maaf menolak cintamu." Kataku.
__ADS_1
"Apakah kalian pernah tidur bersama? sehingga kamu merasa lebih dekat dengannya daripada denganku." tanya James dengan penasaran.
Terimakasih telah mampir membaca novel ini. Jika suka minta like, vote dan komentar yang membangun. 🙏