Protagonis Kedua [Omniscient Reader]

Protagonis Kedua [Omniscient Reader]
009 | SKENARIO SPESIAL & 010 | POHON KERAMAT (1)


__ADS_3

^^^009 | 𝗦𝗞𝗘𝗡𝗔𝗥𝗜𝗢 𝗦𝗣𝗘𝗦𝗜𝗔𝗟^^^


𝗣𝗢𝗩 𝗚𝗼 𝗘𝘂𝗻𝘆𝗲𝗼𝗻


Tes. . .


Tes. . .


Tetesan air jatuh ke tanah saat aku menahan nafas, pasti daerah ini sebelumnya telah terdatangi hujan karena air dari atap dan tanah yang sedikit basah menjadi bukti kuat, bahkan udara agak lembab dan dingin.


Hari ini bukan hari keberuntunganku.


Aku sekarang bersembunyi di celah gang dan berusaha meninggalkan suara serendah mungkin. Untungnya, aku memiliki keterampilan yang cocok dalam situasi ini.


[Keterampilan Light Steps of Thousand Feathers Lv.3 aktif]


Mengintip dengan hati-hati, tidak jauh dariku, ada belalang sembah berukuran empat sampai lima meter memakan tubuh manusia, kepala manusia itu bisa di lahap sekali suap, suara kunyahan tulang berderit dan darah merah cerah yang keluar seperti air liur sangat menjijikan. Ini benar-benar gambaran seperti film horor.


Bahkan setelah melihat pembunuh di kereta, melihat pemandangan ini, perutku bergejolak tidak enak, satu-satunya hal positif yang datang dari gambar ini mungkin adalah aku kehilangan nafsu makanku.


Setengah makanan yang kumakan hari ini sudah aku muntahkan, tentu saja cacing-cacing di perutku meronta kelaparan, tapi melihat hal menjijikan ini bisa menjinakkan cacing-cacing ini lebih lama.


Ini bisa menahan rasa laparku lebih lama.


Dengan statikku, seharusnya aku bisa melawan belalang ini, tapi masalahnya utamanya adalah belalang membentuk kelompok!


Satu, dua, tiga, empat,  . . .  Dua puluh enam.


Dua puluh enam belalang, sepuluh di antaranya lebih kecil dari yang lain, tapi sabitnya yang mengkilap bisa memotong daging seperti pisau ke tahu.


Kumpulan belalang mengeledah mobil-mobil di jalan satu persatu, memecahkan kaca depan mobil dan jendelanya dengan sabit mereka dan mengeluarkan tubuh tanpa kepala milik orang-orang.


Mereka adalah orang-orang yang gagal melewati skenario pertama dan kepalanya meledak.


Daerah sekitarku dekat dengan jalan raya, mobil-mobil berjejer yang berhenti di lampu lalu lintas menjadi mainan para belalang. Aku tidak bisa menghitung berapa banyak yang mati di dalam mobil dan menjadi santapan mereka.


Sebenarnya itu cukup menyedihkan melihat pemandangan ini.


Melihat rekan senegaramu dan setanah air telah mati tanpa rasa hormat pasti bukan hal yang baik, tapi aku juga tidak bisa melakukan apapun.


Prioritas utamaku adalah bertahan hidup, bukan menjadi pahlawan dermawan di hari kiamat.


Tapi aku akan mengingat pemandangan ini. Karena hanya itu yang bisa aku lakukan.


Tanganku menelusuri dinding gang saat aku masuk ke dalam, karena aku tidak bisa keluar secara terbuka jika tidak mau di tangkap oleh perkumpulan belalang, aku hanya bisa mencari jalan lain.


Rencanaku adalah masuk ke dalam gang, dan berharap ada jalan keluar lain.


Aku bersyukur gang ini tidak sepenuhnya gelap, sinar matahari masih menerobos dari celah-celah membuat mataku tidak sepenuhnya buta arah.


Tidak ada suara selain tetesan air bahkan suara langkah kakiku tidak terdengar karena aktifnya keterampilanku. Aku bertanya-tanya kenapa tidak ada pesan rasi bintang satupun, bukankah sebelumnya mereka masih ramai?


Aku tidak tahu ini langkah kaki keberapa saat akhirnya aku berhenti, di depanku, ada dua jalan, satu lurus dan satu ke kanan.


Aku memilih yang ke arah kanan yang lebih menyakinkan, jika aku tetap berjalan lurus, aku akan masuk lebih dalam ke gang ini, dan aku tidak mau memiliki kemungkinan tersesat.


Saat kakiku melangkah lagi, mataku tiba-tiba terasa terkena cahaya, aku segera mundur untuk jaga-jaga.


Aku menajamkan mataku saat aku samar-samar melihat pantulan cahaya dari arah depan, lebih tepatnya di jalan lurus. Aku mendekat dengan penasaran, dan ternyata itu datang dari sebuah toko. Dari kelihatannya, itu toko pakaian.


Adapun cahaya itu, itu datang dari kaca di dekat conter yang memantulkan cahaya ke luar toko. Sumber cahayanya datang dari lubang di atap toko yang mengangga.


Di atap toko, sebuah lubang cukup besar seolah tertimpa barang yang sangat berat muncul dalam bidang penglihatanku, ada retakan-retakan menjalar ke segala arah di sekitar lubang.


Aku tiba-tiba khawatir apakah bangunan ini akan runtuh di detik berikutnya.


Seperti toko-toko lainnya yang terlanda kiamat, di sini juga berantakan, baju yang sobek dan berceceran, kaca yang memiliki jejak darah, atap yang runtuh, dan masih banyak lagi.


Tapi aku juga mulai curiga, hal apa yang membuat lubang sebesar itu? Atau kenapa toko pakaian ada di pedalaman gang seperti ini? Bukankah akan jauh lebih enak jika berjualan di luar?


Oke.


Aku paranoid lagi.


[Rasi Bintang ‘The Nine Tail’ memandang seragam gadis pelaut dengan penuh minat.]


[Rasi Bintang ‘The Nine Tail’ mengatakan seragam ini cocok untuk anda.]


Seragam pelaut?


Memang ada, itu di atas meja counter dan di samping pot tanaman bunga hias yang anehnya masih utuh.


Aku melihat seragam pelaut itu dengan penuh keraguan.


Kalau di pikir-pikir, tubuhku memang kotor dari tubuh, pakaian dan pastinya . . .


Bau sampah.


Mungkin inilah alasan kenapa para belalang tidak mendatangiku yang seharusnya berbau darah, karena baunya tertutup sampah.


Aku tidak tahu apakah harus senang atau tidak karena ini.


Beginilah cerita sampai mendapatkan kemeja krem dari saran Secretive Plotter.


Krem. Warnanya tidak terlalu mencolok, dan seharusnya tidak mudah terlihat kotor.


[Anda menerima hadiah dari sponsor Anda.]


[Apakah Anda ingin melihat hadiah sponsor Anda?]


[Ya | Tidak]


Aku menatap layar pesan yang mengambang.


Aku kemudian memilih ya.


[Membuka hadiah]


[Hadiah yang tersedia.]


+


[Informasi barang]


Nama: Storage Space Ring


Peringkat: SSS


Deskripsi: Item penyimpanan yang dinilai sangat baik tapi karena harganya yang sangat mahal, cukup sedikit peminat item ini.


Opsi tambahan, cincin memiliki fungsi penyesuaian ukuran otomatis, tahan air dan suhu panas, sekaligus fungsi anti pencurian di mana cincin tidak bisa lepas kecuali izin penggunaannya.


+


+


[Informasi barang]


Nama: Choker Personal 


             Unknown


Peringkat: ???


Deskripsi: Item khusus yang digunakan untuk berkomunikasi dengan Konstelasi Supreme Holy And Darkness.


Opsi tambahan, memiliki fungsi regenerasi fisik dan luka-luka ringan, bisa digunakan saat mandi dan memiliki kemampuan menyesuaikan suhu sekitar, hanya bisa digunakan oleh inkarnasi G̪͙̭̥̳̃́ô̞̋̌̒ͅ ͚̰̭͚͓̠ͨͧͪͧĒ̦͉͇͍͑̔͑ͧ͌̂͒̚u̫̣̥͉̰̦͐n̹̼͐ͨ̂ỳ̮͂ē͈̪̯̣̯͓̦̜ͣͬ͐̑̂ͬo̭̪̭̻̖͊͗ͣ̌̂n͇̲̜̘̮̥̏ dan akan terbakar jika di pakai orang lain.


+


Aku melihat dua item yang muncul. Cincin itu berwarna perak dengan garis-garis halus memanjang dan saling terkait satu sama lain, secara keseluruhan desainnya bagus. Dan lainnya . . .


[Rasi Bintang ‘Supreme Holy And Darkness’ mengatakan apakah anda menyukainya]


Aku tentu saja mengangguk-angguk kepalaku, item-item ini tidak bisa di sia-siakan.


[Rasi Bintang ‘The World Serpent’ bertanya dengan penasaran kenapa harus choker bukan kalung]


[Rasi Bintang ‘Supreme Holy And Darkness’ menjawab bahwa laki-laki lebih cocok dengan choker]


Ah.

__ADS_1


Aku tidak tahu bagaimana ekspresi sponsorku jika tahu aku sebenarnya hanya pura-pura.


Aku memegang kedua item di tanganku saat aku mengambil celana hitam pendek terdekat.


Jika pembaca sekalian bertanya kenapa tidak langsung memakai item ini, jawabannya . . .


Aku membutuhkan mandi.


Melangkahi jejak atap yang runtuh dengan hati-hati, aku berniat mencari kamar mandi di belakang. Seharusnya ada kamar mandi untuk staf kan?


Tapi keberuntunganku sepertinya goyah lagi.


[Anda telah menemukan skenario yang belum teruji]


[Sejumlah rasi bintang memasuki channel]


[Rasi bintang baru yang tidak di ketahui memandang anda dengan penuh minat]


+


[Skenario Spesial - The Sacred Tree Prison]


Kategori: Spesial


Tingkat kesulitan: ???


Syarat penyelesaian: Kalahkan pohon keramat yang mengamuk sebelum menyelesaikan transformasi kekuatan penuh.


Durasi: Tiga hari


Hadiah: 10.000 koin, satu telur emas bara api, Item misteri, dua botol penyembuhan, logam tidak diketahui, tiga tetes embun pohon keramat.


Kegagalan: Meninggal dan jiwa terjebak antara ilusi dan kenyataan.


+


(“Padahal aku meninggalkanmu sebentar tapi sudah seperti ini, bagaimana inkarnasi menjanjikan sepertimu memiliki keberuntungan begitu buruk?”)


Dokkaebi muncul di udara saat dia membaca isi skenario dengan mata terbelalak.


Aku tidak punya waktu untuk mendengar ocehan dokkaebi saat mataku tertuju ke pot tanaman yang bergetar hebat.


Seolah-olah ada sesuatu yang mencoba melepaskan diri, pot itu bergeser dan menemui tepi meja conter, dengan sangat alami itu jatuh ke tanah.


[Sejumlah rasi bintang baru mulai bergabung dalam channel mulai menyebutkan nama sebutanya]


[Rasi Bintang ‘Guardian of the Velebit Mountains’ tersenyum menyapa anda dan semua rasi bintang]


[Rasi Bintang ‘Calamity Of The Fastened’ menatap rasi bintang ‘The World Serpent’]


[Rasi Bintang ‘Golden Fire Wings’ memandang anda dan mengatakan semoga berhasil]


[Rasi Bintang ‘The World Serpent’ mengeluarkan lidah ularnya]


[Rasi Bintang ‘Secretive Plotter’ mengatakan anda harus selamat]


[Rasi Bintang ‘Mother Of Humanity’ sedikit mengerutkan keningnya untuk alasan yang tidak diketahui]


[Rasi Bintang ‘The Nine Tail’ memandang dan balas menyapa para rasi bintang baru dengan penuh semangat]


Ah.


Sudah kuduga.


Ini adalah hari tanpa keberuntungan di pihakku.


[Rasi Bintang ‘Supreme Holy And Darkness’ mengatakan anda bisa mengganggap ini sebagai ujian ketahanan mental dan bersorak untuk anda]


•••


^^^010 | 𝗣𝗢𝗛𝗢𝗡 𝗞𝗘𝗥𝗔𝗠𝗔𝗧 (1)^^^


𝗣𝗢𝗩 𝗚𝗼 𝗘𝘂𝗻𝘆𝗲𝗼𝗻


Aku tahu bahwa keberuntunganku kurang bagus, tapi bukankah ini terlalu berlebihan?


Sakit setelah di lempar bukanlah lolucon, aku tidak membuka mulutku satu kalipun agar cairan berasa besi di tenggorokanku tidak keluar, aku bangkit dari reruntuhan yang kubuat saat aku terlempar.


Monster sialan.


“Gwekk. . . Gkkrr . . .”


[Kekuatan pohon keramat telah melemah karena terbangun lebih awal]


Heck, kekuatannya sendiri sudah melemah tapi aku masih tidak bisa menyakitinya.


Monster itu sekarang menjulang tinggi dalam pandanganku, sekarang tingginya delapan meter yang menakutkan, jika aku berdiri di sisinya, maka akan seperti kucing di samping harimau.


Kecil dan menyedihkan. Aku benci ini.


Aku tidak tahu dia tanaman apa, tapi sulur-sulur miliknya bisa merengang dan melekuk seolah tanpa tulang (emang tidak ada) Ada bola mata besar di tengah tubuhnya seperti lampu sorot di malam hari dan aku hampir terperangkap oleh ilusi jika bukan karena keterampilanku memblokirnya.


Jangan tatap matanya jika tidak inggin terjebak dalam dunia ilusi.


Di bawah bola matanya yang sangat besar, ada sesuatu seperti mulut, panjang mulut itu sangat lebar hingga terasa seperti memutari di seluruh wajahnya,  setiap membuka mulutnya, itu adalah pemandangan yang mengerikan.


Terdapat akar-akar di bawahnya seperti cacing dan menggeliat untuk membantunya berjalan. Sulur-sulur itu anehnya memiliki mulut dan gigi tajam tak terhitung jumlahnya di sepanjang jalan, mereka seperti usus.


Tangan kiriku tidak bisa aku gunakan, itu telah terkilir. Pisauku bisa melukainya, tapi mosnter itu memiliki terlalu banyak tangan dan tidak akan membiarkanku mendekatinya, justru aku akan kewalahan di serang dari segala arah.


Hanya tangan kananku yang bisa kugunakan meski menyakitkan setiap bergerak, aku mendesis saat mengigat bagaimana salah satu sulur berhasil mengigit tanganku. Aku hanya bisa berharap bahwa tanaman itu tidak membawa racun.


Aku tidak bisa menghentikan aliran darah yang bocor dan meluncur dari sela-sela jari tangan kiriku.


Tes. . .


Sakit.


Aku tidak bisa menentukan waktu jika bukan karena timer mengambang di langit, menurut perhitunganku, seharusnya sekarang ini hampir melewati tiga hari dan aku belum bisa membunuhnya.


Hal paling menyebalkan adalah saat waktu tepat menunjukan 12 tepat, entah itu siang atau malam, kekuatan monster itu terus meningkat dua kali lipat setiap tiga puluh menit.


Dan sekarang aku hampir tidak bisa mendekatinya, bahkan lima meter tidak ada!


Tes. . .


Aku benar-benar frustasi.


Monster sekuat ini seharusnya tidak muncul di awal, keberuntunganku benar-benar buruk sampai bisa menemui skenario yang belum di uji.


Monster ini yang terlalu kuat atau mungkin karena aku terlalu lemah?


Aku mengejek diriku sendiri.


Slurrr-! Bammm!


Aku segera menunduk saat sulur itu mau mengenai kepalaku dan justru mengenai dinding yang menjadi reruntuhan di belakangku, mereka menjadi lebih hancur.


Aku lari lagi ke kiri.


[Light Steps of Thousand Feathers Lv. 5 aktif]


Selama waktu ini, yang patut


aku syukuri, keterampilan yang kugunakan banyak naik level.


Bersamaan dengan lariku, 'Bam! Bam! Bam!' yang keras terus mengenai dinding yang aku lewati. Monster itu pasti sekarang malas bergerak dan hanya menggunakan sulurnya.


Aku di remehkan. Aku marah, tapi aku tidak memiliki kekuatan untuk melawannya.


Aku lelah, aku belum tidur sama sekali sejak menjalankan skenario.


Aku lapar, aku belum mengisi perutku, bahkan aku belum minum air setetes pun!


Aku kekurangan senjata, aku hanya membawa satu pisau biasa, apa yang bisa kulakukan dengan ini?


Aku, aku, aku . . .


. . . benci kelemahanku sendiri.


Slurrr-!

__ADS_1


Semua sulur kini mengejarku dari belakang, aku dengan ahli lolos melewati celah reruntuhan atap toko seolah-olah sudah melalui ini berkali-kali (memang)


Bamm! Krack! Bamm! Krack!


Bahkan tanpa melihat, aku bisa merasakan monster itu memukuli bagian-bagian reruntuhan, ada juga beberapa sulur yang berhasil masuk ke celah reruntuhan karena ukuran mereka yang lebih kecil.


[Light Steps of Thousand Feathers Lv. 5 telah berhenti aktif karena anda terlalu lelah]


Sial.


Seluruh sel-sel tubuhku berteriak dan menyuruhku untuk istirahat, tubuhku tidak bisa bertahan lebih lama sebelum pingsan, tapi bagaimana aku bisa berhenti dengan gerbang kematian di atas kepalaku!?


Sesungguhnya aku terkejut aku masih bisa bertahan hidup sampai sekarang dengan keadaan kelaparan dan tanpa tidur.


Sssaaaaaa. . .


“Aackk!?”


Aku tidak bisa menahan teriakan dan menumpahkan darah di mulutku, aku terjatuh saat salah satu sulur berhasil menancapkan mulutnya ke pergelangan kakiku. Itu sangat menyakitkan. Seolah-olah jarum tak terhitung jumlahnya menembus darah dan dagingku, bahkan terasa sampai ke tulang.


Crassss.


Tidak memperdulikan kakiku yang terus gemetaran, aku menebas sulur itu menjadi dua bagian lewat pisau ku.


“Kiewkkee . . .”


Aku bisa mendengar pekikan monster itu, mulut di kaki terjauh tapi aku bisa melihat dengan jelas sisa darahku di setiap gigi runcingnya.


Sulur yang terhubung dengan tubuh monster menggeluarkan darah hijau yang menjijikkan dan terus bergoyang di udara dan menyebarkannya darahnya kemana-mana.


Aku harus lari.


Tapi sudah terlambat.


“!!??”


Satu sulur yang berhasil masuk ke dalam reruntuhan tidak menggigitku tapi melilit perutku seperti ular piton, dan membawaku ke luar dari reruntuhan. Aku menggunakan pisau untuk memotongnya tapi tanganku telah tercegat oleh sulur lain yang datang.


Pose tubuhku sekarang adalah huruf 'Y' dan secara mengejutkan, aku tidak langsung di makan oleh sulur-sulur monster tapi di bawa terbang ke arah tubuh utama monster.


Apa aku akan mati? Kelihatannya iya.


Betapa menyedihkannya jika dirimu mati seperti ini Go Eunyeon.


Tubuhku di angkat dan tepat di depan mata monster itu, tapi aku menundukkan kepalaku agar tidak melihat matanya yang bisa memberi ilusi.


“Kieewwk . . . Kiwekkk . . . Kieecw.”


Mungkin melihat diriku yang putus asa, monster itu mulai melontarkan omong kosong. Aku punya keterampilan menerjemahkan bahasa monster, tapi aku tidak berniat menggunakannya karena aku tahu monster itu pasti sedang tertawa atau mengejekku.


[Rasi Bintang ‘The Nine Tail’ mengambil tisu dan berteriak bahwa anda tidak bisa mati sekarang]


[Rasi Bintang ‘The World Serpent’ menggunakan ekornya sebagai ganti tisu]


[Rasi Bintang ‘Mother Of Humanity’ dengan canggung memberikan kotak tisu ke rasi bintang ‘Guardian of the Velebit Mountains’ dan ‘Golden Fire Wings’]


[Rasi Bintang ‘Calamity Of The Fastened’ menatap rasi bintang ‘The World Serpent’ dengan merendahkan]


[Rasi Bintang ‘Golden Fire Wings’ mengatakan dia tidak perlu tisu karena air matanya sudah menguap dengan sendirinya]


[Rasi Bintang ‘King Of Heroes’ menggoyangkan gelas anggurnya dengan penuh minat]


[Rasi Bintang ‘Sertetive Plotter’ melakukan kontak mata dengan rasi bintang ‘Supreme Holy And Darkness’]


[Rasi Bintang ‘Sun Monarch’ menggelengkan kepala ke rasi bintang yang dramatis]


[Rasi Bintang ‘Mother Of Humanity’ mengatakan ini adalah patah hati anak muda]


[Sejumlah rasi bintang patah hati dan meneteskan air mata untuk anda]


[Sejumlah rasi bintang yang membeci anda senang dengan datangnya kematian anda]


“A-m-eskipun ini hanya sebentar, terimakasih sudah menghawatirkanku, aku senang bisa bertemu rasi seperti kalian . . .” Aku mengucapkan itu dengan nada yang sangat tulus hingga tidak bisa lebih tulus lagi.


[Rasi Bintang ‘The Nine Tail’ menangis dengan keras dan mengatakan akan membalas dendam untuk anda]


[Sejumlah rasi bintang terganggu dengan tangisan rasi bintang ‘The Nine Tail’ yang mengalahkan tangisan bayi]


[Rasi bintang memponsori anda 9700 koin]


Monster itu mengangkatku lebih tinggi saat kepalanya mulai menghadap ke arah langit, mulutnya terbuka lebar tepat di bawah kakiku.


Timer di langit menunjukan hitungan mundur [03.05]


Ada sisa tiga jam sebelum skenario berakhir.


[Sejumlah rasi bintang menahan nafas]


Waktunya sudah dekat.


Sulur-sulur itu melepaskanku dan tubuhku dengan bebas jatuh ke bawah.


━━━━━━━━━━━━━━━━━━


Kim Dokja tidak yakin telah berapa lama tinggal di perut Ichthyosaurus, tidak ada waktu yang jelas dan ponselnya sudah mati.


Dia bangkit dari tidurnya saat merasakan air danau masuk ke dalam mulutnya. Dia selalu di bangunkan oleh air ini dan membantu sebagai pengingat untuk segera menyelamatkan diri.


Memegang duri babi dengan erat di tangannya, Kim Dokja sudah siap apa yang akan terjadi selanjutnya.


(“Kamu masih bisa bertahan hidup selama ini.”)


Bihyung muncul di langit-langit saat dia melihat salah satu inkarnasi paling menjanjikan di channelnya.


Melihat Kim Dokja, dia tidak bisa tidak menghela nafas saat mengigat inkarnasi lainnya yang juga bertahan hidup. Kondisi Kim Dokja sedikit lebih baik jika di bandingkan dengan Go Eunyeon yang terus-menerus di kejar tanpa henti oleh monster tanpa istirahat.


Awalnya, Bihyung berpikir bahwa inkarnasi ini dapat membantunya membawa salurannya ke level lebih tinggi karena banyaknya rasi bintang yang tertarik padanya.


Tapi melihat situasinya sekarang. . .


Bihyung tidak akan terkejut jika Go Eunyeon mati di skenario ini.


Lagipula, meskipun kekuatan pohon keramat telah sangat di tekan karena belum sepenuhnya terbentuk, itu tetaplah mosnter di level lain yang seharusnya tidak muncul di awal skenario.


(“Yah, dirimu cukup beruntung jika dibandingkan dengannya, akan terlalu mengecewakan jika kamu berakhir seperti dia”)


Karena gejolak arus air, Kim Dokja tidak bisa mendengar suara dokkaebi dengan jelas, hanya samar-samar.


Memegang erat duri, Kim Dokja mendongak ke arah dokkaebi yang menatap layar saluranya sendiri. Meskipun Kim Dokja tidak bisa melihatnya, dia tahu kalau dia pasti menonton Go Eunyeon.


Kim Dokja tiba-tiba merasa senang saat dia tertawa di situasi yang mengancam nyawanya.


[Rasi Bintang ‘Demon-like Judge of Fire’ untuk sekian kalinya bingung dengan perubahan emosi anda]


[Rasi Bintang ‘Abyssal Black Flame Dragon’ mengatakan dengan lantang anda pasti seorang bipolar]


[Rasi Bintang ‘Sertetive Plotter’ mendengus untuk alasan tidak diketahui]


[Rasi Bintang ‘Abyssal Black Flame Dragon’ mengatakan ada hiburan yang menarik di sebelah]


[Rasi Bintang ‘Demon-like Judge Of Fire’ mengigit bibirnya]


Mengabaikan pesan dari para rasi, Kim Dokja tenggelam di dunianya sendiri.


Siapa Go Eunyeon?


Dia adalah orang yang telah melewati neraka dengan kakinya sendiri.


Lucu jika dia berhenti di sini.


Meskipun Kim Dokja tidak tahu apa yang terjadi secara spesifik, dia bisa menebak secara garis besar, dia sedikit berharap bisa menonton apa yang di lihat Bihyung.


Ha.  . .


Lupakan, dia nanti bisa melihatnya nanti dengan  bantuan tautan astral, Kim Dokja bisa menunggu untuk itu.


Kim Dokja tidak sabar untuk  pertemuan mereka selanjutnya.


Dia menantikannya. . .


...𝗩𝗢𝗧𝗘 | 𝗞𝗢𝗠𝗘𝗡 | 𝗙𝗢𝗟𝗟𝗢𝗪...

__ADS_1


__ADS_2