Protagonis Kedua [Omniscient Reader]

Protagonis Kedua [Omniscient Reader]
011 | POHON KERAMAT (2)


__ADS_3

011 | 𝗣𝗢𝗛𝗢𝗡 𝗞𝗘𝗥𝗔𝗠𝗔𝗧 (2)


Bulan mulai naik, itu dengan indah menggantung di langit dan menerangi bumi mengantikan matahari, lantai yang bermandikan cairan hijau dan merah menjadi satu adalah pemandangan unik (aneh) jika kamu bisa mengabaikan pecahan bangunan yang runtuh dan bau darah yang tersebar di udara.


Pecahan kaca dan besi penompang dinding telah runtuh, kayu yang pecah menjadi potongan kecil, kain dan benang yang tersebar, gambaran ini sangat mirip dengan gambar perahu pecah. Toko itu telah runtuh dan meninggalkan debu terbang ke udara, karena itu di dalam gang yang tidak terlalu besar, bangunan yang runtuh telah memblokir jalan.


Gumpalan putih yang melayang di udara mengamati orang yang mendorong batu besar di atasnya dengan mata terbelalak, menurut perkiraannya dan tentu saja akal sehat, seharusnya dia tidak bisa menyelesaikan ini.


Ini akan berakhir di sini.


(“I-iini!?")


[Sejumlah rasi bintang menatap anda dengan mata terbelalak]


Bihyung tidak bisa disalahkan dalam hal ini, dia dapat memastikan kalau orang ini sudah tertelan oleh pohon keramat, dan tidak ada yang tercatat bisa selamat setelah masuk ke dalamnya.


Pohon keramat memiliki ciri khusus untuk menyerap energi apapun milik mangsa yang masuk ke dalam mulutnya, semakin berjuang mangsa untuk membebaskan diri, semakin cepat kematian. Bersamaan dengan energi yang terserap, cairan khusus yang dihasilkan dari perut pohon akan menghancurkan besi apalagi daging. Cairan itu bersifat sangat korosif dan berbahaya bagi mahluk hidup.


Bersamaan dengan pertanyaan kebingungan dokkaebi Bihyung, pesan pemberitahuan skenario muncul.


[Skenario khusus telah berakhir]


[Anda telah memenuhi persyaratan penyelesaian skenario khusus dan menjadi orang pertama yang menyelesaikannya]


[Anda menerima 2000 koin sebagai kompensasi]


+


[Skenario Spesial - The Sacred Tree Prison]


Kategori: Spesial


Tingkat kesulitan: ???


Syarat penyelesaian: Kalahkan pohon keramat yang mengamuk sebelum menyelesaikan transformasi kekuatan penuh.


Durasi: Tiga hari


Hadiah: 10.000 koin, satu telur emas bara api, Item misteri, dua botol penyembuhan, logam tidak diketahui, tiga tetes embun pohon keramat.


Kegagalan: Meninggal dan jiwa terjebak antara ilusi dan kenyataan.


+


[10.000 koin telah diterima sebagai hadiah penyelesaian skenario]


[Gelar ‘Devil Tree Ripper’ telah diperoleh]


[Telah dihargai 5000 koin sebagai hadiah prestasi]


[Semua monster tanaman tipe iblis akan gemetar mendengar namamu]


[Item hadiah lainnya telah di tambahkan ke dalam jendela item anda]


“Uwekk . .”


Orang yang keluar dari reruntuhan langsung memuntahkan darah dan menompang tubuhnya agar tidak jatuh ke tanah dengan kedua sikunya, cairan hijau menjijikkan yang menyelimuti tubuhnya jatuh ke tanah dan mengeluarkan bunyi aneh.


Sssss. . .


Cairan yang menyentuh lantai toko mengeluarkan bunyi dan bahkan sedikit asap putih, lubang segera terbentuk di atasnya.


Tidak seperti sebelumnya, orang itu tidak lagi menghalangi cairan merah dari mulutnya untuk keluar, dia memuntahkannya dan membasahi lantai di bawahnya dengan darah.


Botol penyembuhan muncul di depannya, ukurannya tidak besar, dan cairan hijau bisa terlihat di dalamnya. Melihat warna cairan itu, sepasang mata orang itu di penuhi ketidaksenangan.


'Aku lelah dengan warna hijau'


Berawal dari belalang yang berwarna hijau, pohon, darah dan cairan juga. . .


Dengan enggan, dia memegangnya dengan kedua telapak tangannya yang gemetar, tapi dia lupa kalau ada cairan hijau di seluruh tubuhnya yang bersifat korosif.


Dia segera menarik tangannya dan melepaskan botol yang retak dan cairannya bocor. Retakan kaca di sekeliling botol dan air di dalamnya yang tiba-tiba menguap (?)


(“Apa kalian melihatnya para rasi? Bagaimana seorang manusia bisa menahan cairan berbahaya seperti ini? Di seluruh tubuhnya tanpa meleleh?”)


Bihyung tercengang sekali lagi. Awalnya dia berpikir kalau Go Eunyeon bisa selamat karena pohon ini hanyalah produk setengah jadi, dan cairan yang mengelilinginya hanyalah cairan biasa.


“Botol..n..ya”


Mungkin karena marah, Go Eunyeon tidak mempedulikan rasa sakit di tubuhnya saat dia dengan kasar mencoba berdiri tapi dia tiba-tiba membeku.


Menatap ke tubuhnya sendiri, lebih tepatnya ke rasa kosong yang mengelilingi tubuhnya, dia menyadari bahwa. . .


[Sejumlah rasi bintang menatap anda]


'Ak-a-aku...'


(“Haha, Rasi bintang. Apakah Kamu melihatnya dengan baik? Ayo cepat menonton iklan sebelum langsung ke skenario berikutnya!”)


“KALIAN—”


Dengan sangat marah, Go Eunyeon melemparkan botol yang setengah hancur ke arah Bihyung, bahkan beberapa materi pecah di sekitarnya tanpa mempedulikan mereka dengan cepat rusak saat dia sentuh.


Mungkin karena mengharapkan ini, Bihyung bisa menyingkir dengan sempurna, meliuk-liuk di udara saat dia melayang menjauh dari jangkauan lemparan.


(“Kenapa kau marah padaku!?tidak ada yang bisa disalahkan di sini, bukan seperti aku inggin melihatnya”)


“APA YANG KAU LIHAT BAJINGAN!!?”


Go Eunyeon merasa malu, marah, sedih, terlalu banyak emosi campur aduk menjadi satu hingga dia sendiri tidak bisa menjelaskannya. Yang dia tahu adalah, dia akan mengeluarkan mata dokkaebi ini dari rongganya untuk meredakan amarahnya.


Bihyung bingung kenapa inkarnasi ini sangat marah, bahkan samar-samar terlihat . . . kecewa? Malu?


'Ada apa sebenarnya dengan orang ini?'


Memutar matanya, dia tidak bisa tidak memikirkan informasi planet ini, dari yang dia baca . . . Jika seseorang tanpa pakaian. . .


Seperti tersambar petir di siang bolong (malam hari), Bihyung menatap orang di bawahnya dengan terkejut untuk ketiga kalinya.


'Mungkinkah. . . Inkarnasi ini. . .'


(“Tenang, tenanglah. Aku sungguh tidak melihat apapun, dan ada pensesoran di layar sebelumnya, jadi . . .”)


Dokkaebi Bihyung mencoba membuat alasan saat spekulasi liar di kepalanya menjadi lebih liar, semakin dia memikirkannya, semakin dia merasa ini benar.


Di saat Bihyung mencoba mencari alasan dan tengelam dalam dunianya sendiri, Go Eunyeon mengeram sebelum tanpa peringatan layar muncul di depannya dan tepat mengenai dahinya.


“Aww. . .”

__ADS_1


[Keterampilan Modifikasi Realitas telah mengaburkan jenis kelamin anda]


'Huh?'


Bihyung yang sudah mendapatkan kesimpulan dan melihat kalau inkarnasi di bawahnya sudah menjadi lebih diam berpikir kalau dia percaya pada alasannya.


(“Dengar, aku mengerti bahwa kamu khawatir, santai saja, kami para dokkaebi bukan orang yang suka mengucilkan seseorang lewat hasrat mereka. . .”)


Dokkaebi terus mengoceh tapi suaranya sedikit tidak jelas di telinga Go Eunyeon yang lebih fokus ke layar di depannya.


Melihat kata-kata di layar, dia menjadi lebih tenang, mungkin karena dia tidak lagi tersulut emosi, tubuhnya akhirnya merasakan hawa dingin malam hari.


Berdiri dan mengambil pecahan kaca kecil tidak jauh, dia inggin mengkonfirmasi sesuatu. Hati menggantung Go Eunyeon menjadi tenang setelah melihat dirinya sendiri di cermin yang pecah dan hanya menampilkan setengah wajahnya.


Dan dia menemukan kalau dirinya di dalam cermin sedikit berbeda, tingginya sepertinya lebih tinggi? Dan sejak kapan dia punya jakun laki-laki!?


Menyentuh lehernya sendiri, tidak ada apa-apa di sana. Dia bisa saja mengarahkan cermin ke arah bawahnya tapi memikirkan bahwa wajahnya akan menjadi aneh jika melihatnya, dia menarik idenya.


(“Kamu mendegarkan apa yang kukatakan kan!?”)


Melihat kalau orang yang dia ajak bicara tidak merespon, Bihyung melayang lebih dekat tapi memastikan untuk tidak terlalu dekat untuk keamanan.


“Ya, ya, ya–hei, apa aku ini laki-laki?”


Dengan tatapan menatap orang idiot, tanpa jawaban apapun dari dokkaebi, Go Eunyeon tahu jawabannya.


'Wow, keterampilan ini sangat cocok untukku.'


Dengan suasana hati yang baik, Go Eunyeon benar-benar melupakan apa yang terjadi sebelumnya.


Dokkaebi Bihyung melayang dan mengikuti inkarnasi yang berjalan masuk ke dalam reruntuhan toko dan menarik pakaian dari celah reruntuhan yang anehnya masih utuh, hanya saja itu berdebu dan terlihat sedikit kotor.


Sebelumnya dia telah meminum cairan penyembuhan dari botol kedua, dan mengelap cairan di tubuhnya dengan kain compang-camping di lantai yang tidak terlalu kotor.


Go Eunyeon tidak akan pernah menyangka bahwa air akan menjadi seenak ini sebelumnya. Mungkin karena dia belum minum apapun selama beberapa hari, dia merasa terharu hanya dengan meminum ini.


(“Kamu benar-benar luar biasa, bagaimana kamu bisa keluar tanpa cedera?”)


“Langit.”


Mengancingkan kemeja krem terakhir, meskipun masih ada rasa lengket di tubuhnya, untungnya, itu tidak berbau sampah, lebih ke arah bau tanaman? Entahlah.


'Seharusnya di sekitar sini. . .'


(“Apa?”)


[Rasi Bintang mengeluh karena iklan terlalu panjang]


[Sejumlah rasi bintang tidak senang pada dokkaebi ‘Bihyung’ karena menghentikan di acara penting]


Bihyung mulai berkeringat seperti dalam komik, dia segera menghentikan iklan sebelum rasi bintang memiliki kesempatan untuk meninggalkan channelnya.


(“Rasi bintang yang terhormat, tidak, tidak, ini tidak seperti yang kalian pikirkan, aku adalah seorang dokkaebi, tidak mungkin aku. . .”)


Karena sibuk dengan para rasi bintang yang mulai mengomentari dirinya sendiri, Bihyung tidak punya waktu untuk melihat Go Eunyeon mengambil sesuatu dari reruntuhan.


'Aku melemparnya ke sini. . . Seharusnya, ah! Ini dia.'


[Rasi Bintang ‘Calamity Of The Fastened’ mengeluh karena iklan yang panjang]


[Rasi Bintang ‘The Nine Tail’ menatap anda dengan shock]


[Rasi Bintang ‘Secretive Plotter’ bertepuk tangan]


[Rasi Bintang ‘Sun Monarch’ membalas pesan rasi bintang ‘The World Serpent’ dan mengatakan hanya dia adalah termasuk sekumpulan orang bodoh]


[Rasi Bintang ‘The World Serpent’ marah dan menunjukan taringnya]


[Rasi Bintang ‘King Of Heroes’ tertawa puas dan menagih para rasi yang kalah taruhan]


Melihat pesan ini, Go Eunyeon jadi ingat kalau para rasi membuat semacam taruhan apakah dia bisa kembali hidup-hidup atau tidak.


[Rasi bintang yang membenci anda mengatakan kalau anda menyebalkan]


'Kalau begitu jangan tonton.'


[Sejumlah rasi bintang mengeluarkan koin mereka karena kalah taruhan]


[Anda mendapatkan hadiah dari sponsor anda]


'Hadiah lagi?'


+


[Informasi Barang]


Name: Dream Food Bag


Peringkat: A


Deskripsi: Tas yang bisa mewujudkan makanan impian anda, dan hanya bisa digunakan tiga kali.


+


“Cumi panggang extra besar dengan sambal tomat di atasnya, oh! Tambahkan nasi hangat juga, dan air . . .”


Di suatu tempat, seorang pria tertentu menggosok hidungnya karena bersin, belakang punggungnya tanpa alasan merinding.


[Rasi Bintang ‘Supreme Holy And Darkness’ mengatakan anda harus makan sampai gemuk]


[Rasi Bintang ‘The Nine Tail’ setuju]


“Tidak, terima kasih tawarannya.”


Hampir mengeluarkan air liur, Go Eunyeon menatap makanan dengan asap mengepul di atasnya dengan serakah. Bahkan ada sumpit dan alat-alat makan lainnya di sertakan!


'Bagaimana ada hal begitu baik, selamat makan'


[Rasi Bintang ‘Golden Fire Wings’ mempertanyakan keberhasilan anda dalam skenario]


[Sejumlah rasi bintang menatap anda dengan penasaran]


'Sepertinya mereka tidak bisa menunggu lagi. . .'


[Rasi Bintang ‘The World Serpent’ ikut mempertanyakannya]


[Rasi Bintang ‘Calamity Of The Fastened’ tertawa dan mengatakan bahwa rasi bintang di channel ini terlalu bodoh]


[Sejumlah rasi bintang di ruangan tersinggung]

__ADS_1


[‘Demon-like Judge of Fire’ membalas pesan rasi bintang ‘Calamity of the Fanested’ bahwa dia terlalu sombong]


[Rasi Bintang ‘Abyssal Black Flame Dragon’ mengatakan dia merasakan sesuatu di udara]


[Rasi Bintang ‘Mother Of Humanity’ mengerutkan keningnya dan mengatakan agar anda yang menjelaskannya]


Makan sambil memakai hadiah sponsornya yang dia buang sebelumnya, secara ajaib Go Eunyeon merasakan tubuhnya tidak terasa dingin lagi.


[Choker Personal Unknown telah menyesuaikan suhu tubuh anda agar berbaur dengan lingkungan]


[Choker Personal Unknown telah regenerasi sisa luka anda]


Mungkin Go Eunyeon sudah terbiasa dengan daerah ini setelah tiga hari skenario, bahkan jika sekitarnya bau darah, dia bisa makan dengan sangat cepat dan lahap.


'Ini sangat enak'


“Sebenarnya aku tidak melakukan banyak hal. . .”


[Rasi Bintang menunggu anda melanjutkan]


“Bukankah selama ini kalian menontonku? Seperti yang kalian lihat, aku hanya berlarian.”


[Rasi Bintang ‘Prisoner of the Golden Headband’ menatap anda dengan geli]


[Rasi Bintang ‘Sercetive Plotter’ menggelengkan kepalanya]


[Rasi Bintang ‘King Of Heroes’ tertawa atas ucapan anda]


[Rasi Bintang ‘The Nine Tail’ mengatakan dia bingung]


[Rasi Bintang ‘Supreme Holy And Darkness’ mengatakan apa yang anda lakukan terlalu beresiko]


[Rasi Bintang ‘Calamity of the fanested’ menyeringai dan mengatakan anda sengaja kalah]


“Um? Entahlah”


[Rasi Bintang mengatakan agar anda memberitahu secara jujur dan tidak setengah-setengah]


(“Katakan saja! Kamu tidak akan memiliki sesuatu yang baik jika memprovokasi rasi bintang”)


Bihyung juga ikut penasaran, pohon keramat bukan pohon biasa tanpa judul, itu memiliki latar belakangnya tersendiri, bahkan ada hubungan dengan rasi bintang tertentu, tidak akan ada yang akan percaya jika Go Eunyeon hanya menggunakan pisau biasa untuk keluar dari perutnya.


Pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan.


Go Eunyeon berpikir sebentar untuk merangkai kata-kata, dia tidak mau menjelaskan terlalu panjang lebar.


“Aku memanfaatkan kerapuhan toko, karena bangunan ini menunjukkan tanda-tanda akan runtuh, aku hanya mempercepatnya saja, dan pohon itu mati karena tertimpa bangunan. Apa itu kurang jelas?”


Artinya jelas, Go Eunyeon memanfaatkan medan untuk keuntungannya, dia menghindari serangan tapi secara bersamaan membuat jebakan yang bertujuan membuat pohon itu mati di bawah reruntuhan.


Tapi. . .


(“Tapi kenapa begitu lama?”)


Go Eunyeon tidak mengharapkan Bihyung yang menanyakan ini.


(“Jika hanya untuk menjebak pohon keramat, tidak perlu tiga hari, sejak awal toko ini bisa saja runtuh, tapi kamu mengulur waktu tiga hari yang begitu lama”)


[Rasi Bintang ‘Calamity Of The Fastened’ mencemooh dokkaebi ‘Bihyung’ dan mengatakan akan memberi pencerahan padanya]


[Rasi Bintang mengatakan anda akan ikut terkubur dengan pohon keramat karena tidak memiliki perlindungan yang memandai]


Go Eunyeon mengganguk sebagai persetujuan. Karena dia tidak bisa secara langsung mengalahkan monster itu satu lawan satu, dia harus membuat jebakan.


Seluruh toko akan runtuh, dan dia tidak bisa keluar dari toko karena ada dinding imajiner, dia juga tidak bisa menggunakan keterampilan teleportasinya.


Tidak ada benda yang cukup keras sampai bisa menahan atap yang runtuh, dan bisa dipastikan Go Eunyeon akan mati ikut terkubur seperti mosnter itu.


Dia harus menemukan sesuatu yang besar dan muat untuk tubuhnya, dan pastinya cukup kuat untuk menjadi tamengnya.


Besar, kuat, dan tameng, hanya pohon itu satu-satunya yang cocok.


(“Kamu sengaja masuk ke perutnya setelah membuat dasar-dasar toko ini retak? Apa kau gila? Apa yang kamu lakukan! Itu hanya–”)


“–Mengandalkan keberuntungan?” Bihyung menatap orang di depannya seperti menatap semacam orang gila, (“Apa kamu tidak takut mati?”)


“Semua orang pasti takut mati, yahh, kecuali orang gila.”


(“Dan kamu orang gila”)


Menggangkat kedua bahunya, sebenarnya Go Eunyeon tidak terlalu mengandalkan keberuntungan, itu murni dalam rencananya, bahkan jika dia gagal, dia memiliki jaminan untuk selamat. Tentu saja dia tidak akan memberitahu Bihyung, lagipula, ini bisa dikatakan sebagai kartu penyelamat nyawa.


“Waktunya tidur. . .”


Ada lingkaran hitam di bawah matanya, bahkan jika dia harus tidur di tanah, itu sudah cukup, dia benar-benar mengantuk, apalagi setelah perutnya kenyang.


Bulan di langit entah mengapa terlihat sangat indah tanpa alasan.


(“Hei! Tunggu, tunggu! Masih ada satu pertanyaan lagi dari para rasi! Bagaimana kamu bisa selamat di perut pohon-?”)


Menggaruk kepalanya sendiri dengan frustasi, “Aku menggunakan pis-”


[Rasi Bintang ‘Guardian of the Velebit Mountains’ mengatakan bahwa pisau anda telah meleleh]


[Sejumlah rasi bintang kesal dengan alasan berbelit-belit anda]


'Mereke benar-benar tidak akan membiarkan aku tidur yah? Kenapa mereka bisa begitu penasaran?'


“Oke, oke, seperti yang kalian tahu, aku sengaja masuk ke perutnya agar tubuhku terlindungi dari reruntuhan, aku menggunakan keterampilku untuk melindungi tubuhku dari dari cairan menjijikan itu, dan aku keluar juga menggunakan bantuan keterampilan, apa kalian puas!?”


Tapi mendengar penjelasannya, para rasi menjadi semakin menuntut, mereka mengatakan penjelasannya kurang spesifik, adapun Go Eunyeon. . . Bukannya dia tidak mau menjelaskan secara detail, hanya saja itu agak sulit untuk menjelaskannya dan tentu saja waktunya tidak sedikit.


[Rasi Bintang menatap anda dengan tidak puas]


'Dan aku tidak puas dengan kalian.'


━━━━━━━━━━━━━━━━━━


“Apa ini benar-benar untukku master?”


Seorang gadis SMA berkuncir kuda dengan gembira menangkap pedang yang telah di lempar di udara. Matanya dengan hati-hati melihat orang di seberangnya, masternya, dan takut kalau telinganya salah dengar.


“Apa ada orang lain bernama Lee Jihye di sini?”


Pria bermantel hitam yang masih mempertahankan wajah netral miliknya menatap wajah murid-nya yang sangat gembira, itu menciptakan kontras di antara guru-murid.


Satu terlihat ceria, dan satu dingin.


Muridnya, Lee Jihye, tidak berubah, masih sama seperti dalam ingatannya di putaran sebelumnya.

__ADS_1


“Terima kasih atas hadiahnya master!”


...𝗩𝗢𝗧𝗘 | 𝗞𝗢𝗠𝗘𝗡 | 𝗙𝗢𝗟𝗟𝗢𝗪...


__ADS_2