![Protagonis Kedua [Omniscient Reader]](https://asset.asean.biz.id/protagonis-kedua--omniscient-reader-.webp)
^^^006 | 𝗦𝗞𝗘𝗡𝗔𝗥𝗜𝗢 𝗞𝗘𝗗𝗨𝗔 (2)^^^
“Dokja-ssi, ada yang aneh. Dikatakan ‘jembatan rusak’ tapi jembatan itu masih … ”
“Jangan khawatir dan lari saja! Cepat!”
“D-Dimengerti!”
Sebenarnya, apa yang di katakan Yoo Sangah tidak salah, jembatannya tidak rusak, belum.
Perhatian Kim Dokja tertuju pada Go Eunyeon yang pergi ke pinggir jembatan tidak jauh, dia memuntahkan isi perutnya.
Untungnya dia tidak memuntahkan semua makanannya hari ini.
“Uuhh...” Mengusap sudut bibirnya dengan lengannya, akhirnya Go Eunyeon merasa lega. Rasa bergejolak di perutnya sangat tidak ramah.
Dia berharap bahwa tidak akan ada rasa ini untuk kedua kalinya, ini benar-benar tidak nyaman.
“Dokja-ssi, ayo cepat!”
“Aku datang.”
Sama seperti sebelumnya, Go Eunyeon yang tidak siap langsung di tarik oleh Kim Dokja untuk ikut lari. Perbedaannya, Kim Dokja sekarang menawarkan punggungnya.
Entah bagaimana, dengan kondisi yang bahkan sulit di jelaskan oleh author, Kim Dokja dapat membawa Go Eunyeon di punggungnya.
[Rasi Bintang ‘King Of Heroes’ mengawasi anda.]
[Rasi Bintang ‘The Nine Tail’ menggoyangkan ekornya dan menonton dengan penuh minat.]
[300 koin telah di sponsori.]
[Rasi Bintang ‘Supreme Holy And Darkness’ menghawatirkan kondisi inkarnasinya.]
[1000 koin telah di sponsori.]
Mengabaikan pesan-pesan dari para rasi bintang. Go Eunyeon merasa malu dan marah. Siapa yang akan senang jika ada orang asing tiba-tiba mengendongmu tanpa persetujuan?
Hei, ini bukan drama Korea romantis.
Apalagi, sebagai seorang wanita, Go Eunyeon tidak memiliki banyak kontak dengan lawan jenis. Sangat sedikit pria yang bisa di dekatnya.
“Apa yang kau lakukan sialan?!”
Mungkin karena ketahanan tubuh Kim Dokja meningkat, Go Eunyeon tidak bisa lepas dari Kim Dokja yang menggendongnya secara instan. Apalagi kondisinya sehabis terkena aroma khusus, membuat kondisi tubuhnya lebih tidak stabil.
“Tidak bisa.”
Kim Dokja langsung membantah, terlalu kritis jika melepaskan Go Eunyeon tanpa pengawasannya, terutama di awal-awal Wasy Of Survival. Apalagi sekarang ada ‘dia’ di belakang.
“Kamu-!”
“Kamu mungkin belum menyadarinya. Aroma itu memiliki efek jangka panjang dan akan muncul pada waktu dan kondisi tertentu. Sekarang memang kondisimu terlihat membaik, tapi itu hanya karena kamu tidak lama menghirupnya.”
“Jika kamu memaksakan diri, selanjutnya tubuhmu yang terbebani akan terasa kaku dan akan mengalami demam tinggi. Aroma itu bukan aroma biasa, itu memang di khususkan untukmu.”
Karena bagian ini tidak masuk ke dalam rencana Kim Dokja, dia tidak memiliki solusi yang memandai sekarang, hanya bisa memberi peringatan.
[Holy Vitality Of Heard] juga tidak bisa di gunakan sekarang karena membutuhkan waktu sebelum bisa di gunakan kembali.
Kim Dokja menebak eskpresi apa yang di buat Go Eunyeon sekarang.
“Kim Dokja–” Setelah tidak ada balasan untuk sementara waktu, panggilan itu memecahkan keheningan keduanya.
“–Aku bertanya-tanya, apa kamu tahu sesuatu tentang aroma itu? Kamu sepertinya sangat mengenalinya.”
Tidak berguna berbohong sekarang, lagipula nanti Kim Dokja juga akan membantu dalam proses penyembuhannya.
Kim Dokja tahu bahwa sangat sulit untuk mendapatkan kepercayaan Go Eunyeon yang cenderung berpikir paranoid.
Dia terlalu hati-hati pada orang di sekitarnya hingga sesuatu yang hal sederhana bisa dia anggap serius.
Hanya karena mereka bersamaan-sama mengaktifkan [Holy Vitality Of Heard] bukan berarti dia akan langsung saling percaya tanpa pamrih, justru sebaliknya.
Go Eunyeon yang paranoid akan waspada, hati-hati, dan memiliki rasa krisis bahwa Kim Dokja adalah musuh tersembunyi karena banyaknya informasi yang Kim Dokja miliki.
Semua orang memiliki rahasia mereka sendiri yang tidak ingin mereka ungkapkan. Entah itu Go Eunyeon atau Kim Dokja sekalipun.
Tidak salah jika Go Eunyeon merasa tidak aman di dekat Kim Dokja.
Seseorang yang tidak kalian kenal tiba-tiba tahu banyak rahasia kalian, siapapun orangnya, selama masih waras, akan melakukan apapun untuk menutup mulut orang itu.
Hal yang paling mengerikan adalah bahwa orang yang tidak kalian kenal tahu rahasia yang paling kalian jaga.
Sudah sebuah kesabaran Go Eunyeon tidak langsung menodongkan pisau ke Kim Dokja setelah seleksi sponsor.
Kim Dokja tahu ini. Tapi ini juga satu-satunya cara tercepat untuk dekat dengan Go Eunyeon.
Kim Dokja memanfaatkan sifat paranoid Go Eunyeon.
Selama Go Eunyeon yang merasa tidak aman, dia pasti akan berusaha mencari Kim Dokja jika mereka berpisah. Jadi, Kim Dokja tidak perlu berlarian mencari Go Eunyeon.
Karena Go Eunyeon sendiri yang akan mencarinya.
Inilah salah satu keuntungan yang Kim Dokja ambil dari sifat Go Eunyeon.
Meskipun ini juga berbahaya di saat yang sama. Go Eunyeon datang bukan dengan niat baik, tapi dengan niat pembunuh.
Untungnya, Kim Dokja memaksa Go Eunyeon menggunakan [Holy Vitality Of Heard] yang menyelamatkan Kim Dokja untuk sementara waktu.
Kim Dokja telah menyusun rencana di benaknya sejak awal. Langkah demi langkah. Tapi Go Eunyeon sendiri tidak bodoh, mungkin dalam waktu dekat dia akan menyadarinya.
“Aku tahu dirimu lebih dari yang kau pikirkan, aku yakin kau sangat penasaran dan berpikir untuk membunuhku dengan pisau sekarang.”
Itu memang benar, tangan Go Eunyeon sekarang memegangi pisau dan tepat di sebelah leher Kim Dokja. Sedikit saja, Go Eunyeon bisa merubah Kim Dokja menjadi mayat.
“Kamu sepertinya sangat percaya diri. Kamu bisa mati sekarang loh.” Suara Go Eunyeon terdengar ringan. Tapi ancaman di baliknya jelas.
“Kamu tidak bisa membunuhku, apalagi menyakitiku...”
Go Eunyeon mengangkat sebelah alisnya, sebenarnya sebelumnya dia hanya menguji amsusinya saja.
Bahwa–
“Apa kamu memiliki kemampuan sejenis peramal atau penilaian?”
–Kim Dokja tahu semua kegunaan keterampilannya.
“Aku tidak akan mengulanginya lagi, ‘aku tahu dirimu lebih dari yang kau pikirkan’.”
“Ck. Sok-sokan misterius. Langsung ke intinya saja.”
Kim Dokja tersenyum, ini adalah senyum yang akan membuat orang trauma di masa depan. Sayangnya Go Eunyeon tidak bisa melihatnya. Belum.
“Ayo lakukan kerja sama denganku.”
Tidak memberi waktu Go Eunyeon membalas, Kim Dokja melanjutkan, “Hanya untuk skenario kedua. Kamu tidak mungkin bisa berlari sekarang, dan aku tidak akan bisa mencapai stasiun Oksu denganmu di punggungku.”
Jelas sudah siapa yang pihak yang rugi dan untung sekarang.
Dan bagaimana bisa Kim Dokja membiarkan kesempatan lewat di depan matanya, meskipun ini tidak dalam rencana awalnya.
Go Eunyeon yang malang dan tidak tahu apa-apa harus menghadapi kelicikan Foxja, sangat menyedihkan. Mari kita berdoa semoga dia tidak trauma di masa depan.
__ADS_1
“Lanjutkan.” Setelah menimbang pro dan kontra, Go Eunyeon tidak langsung setuju tapi masih mendengarkan. Dia adalah pihak yang di rugikan di sini, dia tidak bisa gegabah.
Dari sudut pandangnya, mereka hanyalah orang asing. Jika Kim Dokja meninggalkannya, dia tidak akan rugi apapun. Meskipun Go Eunyeon ada rencana cadangan jika gagal melewati jembatan, tapi cara ini terlalu boros menurutnya.
Tapi jika Kim Dokja dapat membantunya, meskipun dia tidak tahu apa untung pria itu, itu lebih baik dari pada rencana 'B' miliknya.
Setidaknya mereka bisa bernegosiasi kan?
Apapun yang Go Eunyeon pilih, semuanya tidak menguntungkannya.
‘Ikan sudah terpancing.’
Kim Dokja sebentar berpikir kata-kata apa yang bisa membantunya di situasi ini, “Tiga, aku hanya menginginkan agar kamu bisa menjawab dua pertanyaan milikku dengan jujur.”
“Lalu?”
“Terakhir, ayo buat tautan Astral.”
“Taut-apa?”
Pupil Go Eunyeon menyusut, nafasnya sedikit tercekat saat pesan-pesan mengambang muncul di depan mereka berdua.
[Rasi Bintang ‘???’ menatap inkarnasinya.]
[Rasi Bintang ‘???’ menatap inkarnasi ‘Kim Dokja’ dalam diam.]
“A-ah ini...”
[Rasi Bintang ‘Mother Of Humanity’ bingung dengan reaksi aneh inkarnasi ‘G͈͍͕̲̯̯̠̙̹͋o͓͈̩͈̯͛ͧ͌̾̽ ̳̳̥̳͇͇̥̜ͦ̑̿̐̆̌̚E̦͊͗͂̈́͆̔̂ͥ̈ụ̮̱̜̙̌̾̋̊n̰͎̭̥͕̟͍̺͒̀̆̂ͨy͎̖̼̣͖̞̚e̗̝͗̉̓ö̥̝͈n͓̯͙̪̺̥̪͛̇ͧ̉͆’]
[Rasi Bintang ‘Supreme Holy And Darkness’ tidak senang untuk alasan yang tidak diketahui.]
[Rasi Bintang ‘The World Serpent’ bosan dengan filter yang terus bermunculan.]
[Rasi Bintang ‘???’ mengatakan bahwa persyaratan inkarnasi ‘Kim Dokja’ tidak buruk.]
[Rasi bintang ‘???’ mengatakan bahwa inkarnasinya membutuhkan seorang teman.]
“Aku sudah punya teman! Ball sudah cukup.”
Untuk pertama kalinya, Go Eunyeon akhirnya bisa bertemu dengan sponsor keduanya. Meskipun bukan secara mata ke mata. Ini sudah bisa dikatakan sangat cepat dari pada di Wasy Of Survival.
[Rasi Bintang ‘Sun Monarch’ bertanya-tanya apakah anda menjadi gila karena berbicara sendirian.]
[Rasi Bintang ‘The World Serpent’ menduga bahwa otak anda pasti tergeser karena ‘inkarnasi Kim Dokja’]
[Rasi Bintang ‘Secretive Plotter’ menatap rasi Bintang ‘The World Serpent’ dalam diam.]
[Rasi Bintang ‘Supreme Holy And Darkness’ mengeluarkan pedangnya dari sarungnya.]
[Rasi Bintang ‘The World Serpent’ mengigit ekornya sendiri karena ketakutan.]
[Rasi Bintang ‘Supreme Holy And Darkness’ mengatakan bahwa dia hanya inggin memoles keterampilan pedangnya.]
[Rasi Bintang ‘Abyssal Black Flame Dragon’ tertawa keras dan mengatakan bahwa rasi bintang ‘The World Serpent’ mirip anjing.]
[Rasi Bintang ‘King Of Heroes’ merasa terhibur karena perkataan rasi bintang ‘Abyssal Black Flame Dragon’.]
[Rasi Bintang ‘The World Serpent’ marah dan mengoreksi bahwa dia adalah ular bukan anjing.]
[Rasi Bintang ‘Mother Of Humanity’ mengatakan bahwa anjing lebih baik dari pada ular.]
[Rasi Bintang ‘Mother Of Humanity’ mengatakan bahwa anjing itu lembut dan lucu tidak botak dan keras seperti sisik ular.]
[Rasi Bintang ‘Abyssal Black Flame Dragon’ tersinggung untuk alasan yang tidak di ketahui.]
[Rasi Bintang ‘The World Serpent’ mengatakan bahwa ular adalah salah satu hewan puncak rantai makanan.]
[Rasi Bintang ‘The Nine Tail’ setuju dengan rasi bintang ‘Mother Of Humanity’ dan menggoyangkan ekornya yang indah ke rasi bintang ‘The World Serpent’]
[Rasi Bintang ‘The World Serpent’ mengatakan bahwa semua rasi bintang channel ini tiba-tiba merubah profesinya menjadi pembully ular.]
[Rasi Bintang ‘King of Heroes’ tertawa atas julukan rasi bintang ‘The World Serpent’]
Tidak memperdulikan pesan-pesan milik para rasi yang seolah tidak ada habisnya. Go Eunyeon fokus ke sponsornya.
“Dia juga terlalu mencurigakan untuk di angkat sebagai teman.”
[Rasi Bintang ‘???’ mengatakan bahwa inkarnasi ‘Kim Dokja’ tidak memiliki niat jahat.]
[Rasi Bintang ‘???’ mengatakan bahwa anda dan inkarnasi ‘Kim Dokja’ bisa menjadi rekan yang saling melengkapi.]
“Huh?”
[Rasi Bintang ‘???’ mengatakan bahwa sesuatu yang besar menunggu anda dan inkarnasi ‘Kim Dokja’ dapat membantu anda melewatinya.]
“Sesuatu yang besar...” Go Eunyeon bergumam pada dirinya sendiri.
‘Hal apa yang tidak bisa aku atasi?’
Go Eunyeon menekan serangkaian tanda tanya di hatinya, “Apa aku tidak bisa menyelesaikannya sendirian?”
[Rasi Bintang ‘???’ menatap inkarnasinya dengan sedih dan mengatakan bahwa tidak semuanya bisa di lakukan sendirian.]
[Rasi Bintang ‘Supreme Holy And Darkness’ mengatakan bahwa anda membutuhkan rekan yang bisa di percaya.]
Bahkan Lucifer menyetujuinya.
[Dua rasi bintang khawatir akan kondisi mental anda.]
Go Eunyeon merasa bingung. Sudah lama sejak seseorang menunjukkan perhatian padanya.
Sejak dia mengantikan identitas Go Seojin, semua perhatian yang dia dapatkan itu milik Go Seojin, bukan milik Go Eunyeon.
Keluarga Go Seojin bukanlah keluarganya. Teman-teman Go Seojin bukanlah teman-temannya. Rasa sayang dan perhatian mereka itu tertuju ke Go Seojin.
Go Eunyeon tidak memiliki hak untuk memiliknya. Go Eunyeon tahu bahwa di lubuk hatinya, dia hanyalah pengganti.
Pengganti hanyalah pengganti, tidak akan pernah menjadi yang asli. Sebagus apapun, sedetail apapun, semirip apapun, palsu akan tetap menjadi palsu.
Go Eunyeon menyakini ini.
Berpikir sebentar, Go Eunyeon melihat profil Kim Dokja, kali ini dengan serius.
Orang di depannya terlihat biasa saja, wajahnya sedikit baik. Memakai pakaian kantoran biasa yang bisa kalian temui di mana saja.
Terlalu biasa. Kim Dokja benar-benar pria biasa. Dia tidak terlihat seperti mata-mata atau sejenisnya.
Sebuah pusaran air muncul dan mengeluarkan percikan, monster air yang sebelumnya di lihat dari dalam gerbong muncul, tapi tampaknya ukurannya menjadi dua kali lipat dari sebelumnya.
Ku ku ku ku!
Sungai Han melonjak seperti ada tsunami dan monster itu, ichthyosaurus, bergerak. Dia mengunyah kaki jembatan.
Ada sisa jarak sekitar 200 meter untuk ke stasiun Oksu, Kim Dokja harus fokus ke jembatan yang akan runtuh.
(Tidak ada kesenangan jika game ini terlalu mudah.)
(Kesulitan skenario telah disesuaikan.)
(Kesulitan skenario: E -> D)
Suara tawa para dokkaebi terdengar.
__ADS_1
(Apakah menyenangkan jika Kamu melarikan diri? Mari kita ciptakan sedikit suasana!)
(Pikiran jahat orang mati telah kembali.)
(Bumi di sekitarnya dipenuhi eter hitam.)
(Orang-orang jahat telah bangun!)
“Z-zombie!?” Seru Yoo Sangah, saat gelombang mayat hidup bermunculan dan menerjang ke arah mereka.
“Kita hanya perlu melangkah sedikit lebih jauh! Cepat!”
Jarak ke Ichthyosaurus sekarang kurang dari seratus meter. Untungnya, Lee Hyunsung telah melewati garis pengaman. Masalahnya sekarang adalah mereka.
[Rasi Bintang ‘???’ menunggu jawaban anda.]
[Rasi Bintang ‘Supreme Holy And Darkness’ menunggu jawaban anda.]
“Jika lari mu seperti ini, kamu masih terlambat untuk ke stasiun Oksu sebelum jembatan hancur.”
Kim Dokja tahu.
Ada terlalu banyak mayat hidup. Jika hanya ada mayat dari kereta bawah tanah, mereka mungkin sudah pergi. Masalahnya adalah …
“Hanya untuk kali ini...”
“Go Eun...?”
Layar lain muncul di depan Kim Dokja. Ini bukan layar dari sistem terlihat mirip tapi berbeda.
[Keterampilan Reality Modification Lv.??? aktif.]
[Tautan khusus telah di bentuk dalam jiwa anda!
Apa anda akan menerima?
Terima | Tidak ]
‘Apa Go Eunyeon setuju? Semudah itu?’
Awalnya, Kim Dokja berpikir itu akan sangat sulit mengingat keberadaan tersembunyi di belakang Go Eunyeon yang diam-diam mengawasinya.
“Dia mirip dinosaurus yang ku lihat di Tv.” Di situasi genting seperti ini, Go Eunyeon dengan berbinar menatap ular laut.
‘Sejak kecil aku selalu bertanya-tanya bagaimana rasa daging dinosaurus, sudah kuputuskan untuk memburunya nanti.’
‘Oh. Daging bakar enak, atau buat sup ala-ala dinosaurus saja. Daging geprek juga tidak buruk.’
“Kau pasti bercanda.”
Di saat yang seperti ini, Kim Dokja benar-benar tidak paham akan sirkuit otak Go Eunyeon.
[Keteampilan pendeteksi
‘Fourth Wall’ aktif.]
[Keterampilan ‘Fourth Wall’ tidak merasakan ancaman pihak lain.]
[Sukses. Tautan khusus telah terbentuk dalam jiwa anda. Selama tautan masih terhubung, anda bisa menggunakan fungsi jaringan astral.]
Kim Dokja merasakannya. Ada sebuah ilusi yang dia rasakan, sesuatu dalam jiwanya bergetar samar. Tapi itu tidak bertahan lama karena–
“Kuweeeoooh!”
Pengemudi yang meninggal di jembatan menjadi mayat hidup. Jalan yang Lee Hyunsung hancurkan ditutupi oleh mayat hidup. Kim Dokja dan Go Eunyeon melihat di antara mayat hidup di jalan dan ichthyosaur yang mendekat.
Eskpresi Go Eunyeon menjadi lebih sedikit saat dia menatap berat Ichthyosaurus yang mendekat.
“Kim Dokja!”
“… Semua orang turun.”
Sudah terlambat.
Kim Dokja terhuyung-huyung dan stabilkan tubuh Go Eunyeon di punggungnya sebelum mengangkat tubuhnya.
“Uhuk.. ukh.”
Debu di udara membuat pengheliatan menjadi lebih minim.
Begitu debu hilang, pemandangan di sekelilingnya jelas. Tumpukan beton hancur dan baja terpotong. Bangkai mayat hidup yang telah digigit bersih oleh Ichthyosaurus.
Kaki jembatan yang patah.
“… Dok … sii … kay?”
Yoo Sangah dan Han Myungoh mengangkat tubuh mereka dari sedikit lebih jauh. Ada juga Lee Gilyoung di samping Yoo Sangah.
‘Mereka masih hidup.’
Salah satu kaki Han Myungoh tampak terluka dan tidak nyaman dari gempa sebelumnya.
Lee Hyunsung berteriak dari seberang jembatan tapi suara mereka sepertinya terhalang oleh zona aman.
Melihat jembatan yang patah, Go Eunyeon mengerutkan dahinya dan berpikir.
‘Apa aku harus menggunakan rencana 'B'? Jembatannya sudah rusak, tidak ada cara untuk menyelesaikan skenario.’
Pada saat itu, sebuah suara terdengar di udara.
(Seseorang telah menerima bantuan rasi bintang.)
(Skenario konstelasi ‘Deus Ex Machina’ telah diaktifkan.)
Bersamaan dengan suara itu, sebuah jembatan cemerlang yang terbuat dari cahaya diciptakan di antara sisa-sisa Jembatan Dongho yang rusak. Kemudian sebuah pesan melayang di depannya.
+
(Deus Ex Machina – Even Bridge)
Deskripsi: Jembatan cahaya yang dibuat oleh rasi bintang. Hanya beberapa orang yang dapat menyeberangi jembatan. Jembatan akan menghilang segera setelah sejumlah orang lebih atau kurang dari tiga mencoba menyeberanginya.
+
“Dokja-ssi. Ini, di kepalaku, tiba-tiba— ”
Yoo Sangah memegangi kepalanya saat dia berbicara. Untuk sedikitnya, Go Eunyeon bisa menebak situasinya.
“… Itu adalah sponsor Yoo Sangah-ssi.”
‘Sponsornya pasti sangat mementingkan wanita ini, identitasnya sepertinya juga tidak biasa.’
“Dokja-ssi, apa yang kita lakukan sekarang?”
‘Dan dia memiliki kepercayaan yang cukup tinggi pada pria ini kupikir.’
Ku ku ku ku!
Sungai Han berputar-putar. Ichthyosaurus telah memakan satu kaki jembatan dan memutar tubuhnya yang besar di sisi lain Sungai Han.
Go Eunyeon tidak memiliki wajah baik saat membaca skenario.
Hanya beberapa orang yang dapat menyeberangi jembatan.
__ADS_1
Tidak ada cara bagi semua orang untuk bertahan hidup.
Pada akhirnya, seseorang harus mati.