![Protagonis Kedua [Omniscient Reader]](https://asset.asean.biz.id/protagonis-kedua--omniscient-reader-.webp)
DENGAN TERENGAH-ENGAH. Gadis remaja itu terbangun dari tidurnya, dahinya masih tersisa keringat. Jelas, ia telah bermimpi buruk dari reaksi yang telah di tunjukannya.
02.30 AM.
Gadis itu tersenyum kecut saat melihat pukul waktu dari ponselnya. Ada lingkaran hitam samar di bawah matanya, sebuah kantung mata karena kekurangan tidur. Dia masih butuh tidur, ia sangat lelah.
“Mimpi aneh, lagi.”
Baru-baru ini mimpi aneh terus menghantuinya. Tinggal di ruang putih bersih, sendirian. Dia tidak terlalu ingat apa yang dia lakukan di sana. Tapi yang pasti dia akan selalu bermimpi tentang tempat itu, terjebak.
Paling aneh adalah terdapat perasaan bahwa seseorang mengawasinya, ini sangat tidak nyaman, ia takut, bulu kuduknya merinding.
'Mungkinkah itu hantu? Penguntit?'
"Itu hanya mimpi. Apa sih yang kau takutkan Go Eunyeon?"
Mencoba meredakan ketegangan, gadis itu menggelengkan kepalanya. Ini pasti efek karena terlalu banyak membaca novel sebelum tidur. Dia mulai menyesalinya karena suka bandel.
"Haaah..." Menghembuskan nafas, mencoba merilekskan tubuhnya dan dari pikirannya miliknya yang menyimpang.
Go Eunyeon perlahan menempelkan kepalanya pada bantal empuk kesayangannya. Ia akan memulai lagi tidurnya, belakangan ini ia terlalu kurang tidur.
"Nenek...." Go Eunyeon bergumam sebelum terhanyut ke dalam alam mimpi.
Keheningan kembali ke kamar gadis itu dan keheningan malam pun berlanjut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kim Dokja menatap layar ponselnya dengan seksama. Kemarin dia menemukan bahwa penulis novel favoritnya memiliki novel lain, dan di bab berikutnya, kemungkinan besar akan menjadi persimpangan antara dua protagonis novel.
Kemarin. Karakter baru muncul di novel favoritnya, The Ways to Survive in a Ruined World atau kependekannya Ways Of Survival.
Cerita yang awalnya kelangsungan hidup Yoo Jonghyuk di dunia yang hancur justru berubah menjadi campuran obsesi gelap yang bengkok. Kim Dokja tidak bisa berkata-kata, sungguh.
Setelah kejadian ini, Kim Dokja mengetahui bahwa tls123 memiliki novel lain. Dia telah berjanji secara mental untuk membacanya.
Ways Of Destiny.
__ADS_1
Novel ini bahkan tidak memiliki banyak peminat, bahkan Wasy Of Survival memiliki lebih banyak pembaca dari pada ini.
Ini benar-benar cerita terlantarkan yang sesungguhnya. Dari banyaknya chapter keseluruhan cerita, pembacanya sendiri tidak ada yang melewati lebih dari 20 bab. Wow.
Sambil menunggu pembaruan untuk Ways Of Survival. Kim Dokja akan membaca Ways Of Destiny dari waktu ke waktu. Ia menyukainya juga, terutama interaksi dan pertumbuhan protagonis.
Latar belakang pertama cerita ini adalah dunia pararel mirip bumi yang terlanda perang antar bangsa sekaligus invaksi ras asing. Go Eunyeon, seorang gadis biasa yang mengidam amnesia justru terseret kedalam pusaran kacau ini.
Kim Dokja tertawa saat bagaimana Go Eunyeon yang berpura-pura sebagai pria justru memikat banyak orang tanpa memandang gender. Ini benar-benar menghibur saat bagaimana kesalahpahaman terus bermunculan sepanjang jalan.
Banyak pria yang jatuh hati padanya dan mengira mereka g*y karena suka sesama jenis, dan para wanita yang mencoba memikatnya tapi tidak pernah berhasil. Tentu saja, Go Eunyeon itu wanita, bagaimana ia terpikat oleh kecantikan? Ia masih normal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Katua! Ketua!”
Menoleh ke arah pemanggilannya, seorang pria tinggi rata-rata berlari dari jarak jauh, dadanya naik turun karena kelelahan, tangannya tertumpu di lututnya. Dia mengenalinya sebagai salah satu anggota regu jaewon yang mengurusi distribusi makanan.
Kenapa jauh-jauh berlari sampai kesini? Oh benar, dia lupa membawa ponselnya, lagi.
“Apa yang terjadi? Apa ada masalah lagi dengan persendian makanan?”
“T-tidak! Regu intelejen bagian selatan menemukan pergerakan aneh di wilayah perbatasan, di duga itu adalah tentara gereja dewa matahari. Kita telah tertipu para bajingan itu.”
“Ha?”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kim Dokja mengulir layar saat simpati memenuhi dirinya. Sejak penghianatan rekan seperjuangan Go Eunyeon, novel menjadi semakin menjalar ke jalur yang gelap.
Tidak seperti Yoo Jonghyuk yang bisa regresi dan bertemu kembali dengan orang-orangnya, Go Eunyeon tidak bisa.
Teman seperjuangannya tidak akan kembali, semua hanya akan menjadi kenangan yang ia pendam.
Seseorang yang ia anggap adik justru adalah mata-mata tersembunyi, teman-temannya menghianatinya satu-persatu, yang setia berkorban untuknya, bahkan sepasang kakek-nenek yang merawatnya selama bertahun-tahun saat amnesia telah terkubur tanpa tubuh yang lengkap.
Go Eunyeon sangat kesakitan. Ia dalam ambang kehancuran. Ia inggin mati, tapi darah pengorbanan rekannya tidak mengizinkannya.
__ADS_1
Bahkan jika dia hancur, berdarah, dan melolong kesakitan, harus tetap hidup! Tidak bisa menyiakan pengorbanan mereka.
Bagaimana dia bisa enak mati ketika mereka mengorbankan nyawa mereka untuknya?
Sisi gadis rapuh itu perlahan terkubur, berevolusi seperti ikan koi yang melompat dalam gerbang naga dalam legenda. Kim Dokja dapat melihat bahwa mentalis protagonis itu mulai berubah selangkah demi selangkah. Hanya ada dua kubu dalam pandangannya selanjutnya; teman atau musuh.
Go Eunyeon menjadi lebih sensitif saat berhubungan dengan seseorang.
...... Saat Ways Of Survival telah diperbarui. Kim Dokja membacanya dengan seksama, tidak mau melewatkan setiap adegan dua protagonis kesayangannya lewat.
Pupil Kim Dokja menyusut saat jari-jarinya di layar ponselnya terus mengulir layar, tanpa sadar dia menahan nafas.
Kim Dokja tidak tahu ekspresi apa yang ia tunjukan sekarang. Salah satu protagonis favoritnya, Go Eunyeon meninggal. Pembunuhnya tidak lain adalah Yoo Jonghyuk, protagonis favoritnya yang lain.
Serius!?
Kim Dokja bahkan belum menyelesaikan 100 bab di Ways Of Destiny tapi tokoh utamanya sudah mati di novel lain. Untuk sesaat, Kim Dokja berniat mengomentari penulis secara panjang lebar untuk meredakan ketidaknyamanannya.
Harus ia akui bahwa yang di lakukan Yoo Jonghyuk tidak salah. Tapi caranya salah.
Ada orang misterius yang memanfaatkan cedera mental Go Eunyeon untuk berpergian ke banyak dunia. Ia berpura-pura baik padanya dan memberikan Go Eunyeon harapan palsu bahwa jika dia menyelesaikan misi tertentu ia bisa membangkitkan kembali keluarganya.
Go Eunyeon yang terpuruk dan depresi langsung percaya dan tergoda, mentalnya telah terluka karena kehilangan orang-orang dekatnya memiliki keinginan lebih dari apapun untuk menyelamatkan mereka.
Tapi Yoo Jonghyuk, orang yang ia anggap pendamping hidup dan matinya justru membunuh cahaya harapan miliknya. Go Eunyeon menjadi buta, ia tidak memikirkan arti dalam sikap Yoo Jonghyuk sama sekali.
Tidak bisa menjaga rasa rasionalnya, ia menjadi gila dan mencoba membunuh Yoo Jonghyuk, yang pada akhirnya dirinya sendiri yang mati di bawah pedangnya.
Go Eunyeon tidak tahu. Tapi bagaimana Kim Dokja tidak melihat kebenaran sebenarnya dari keinginan Yoo Jonghyuk?
Melihat langit-langit apartemennya dengan linglung, Kim Dokja merasa bahwa ada rasa basah di wajahnya.
Eh?
Setetes air mata jatuh dari kelopak matanya.
Kim Dokja menangis.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
𝗩𝗢𝗧𝗘 | 𝗞𝗢𝗠𝗘𝗡 | 𝗙𝗢𝗟𝗟𝗢𝗪