![Protagonis Kedua [Omniscient Reader]](https://asset.asean.biz.id/protagonis-kedua--omniscient-reader-.webp)
^^^001 | π ππ π¨πππ πππ¬ππ‘ππ‘ πππ₯πππ¬ππ₯^^^
[THREE WAYS TO SURVIVE IN A RUINED WORLD]
Penulis: tls123
3.149 bab.
+
Three Ways to Survive in A Ruined World adalah novel fantasi yang tergolong panjang dengan 3.149 bab. Judul singkatnya adalah Ways of Survival.
Kim Dokja terus membaca novel ini sejak tahun ketiga sekolah menengah pertama.
[Kata-kata penulis: Terima kasih banyak telah membaca Ways of Survival hingga saat ini. Aku akan kembali kepadamu dengan sebuah epilog!]
"Ah... masih ada epilognya. Artinya bab selanjutnya benar-benar yang terakhir. "
Dari akhir masa anak-anak hingga dewasa, dia telah membacanya selama 10 tahun. Ada campuran kesedihan bersama dengan rasa kepuasan bahwa saat dimana novel itu akan berakhir.
[Kata-kata penulis: Terima kasih lagi karena telah menjadi satu-satunya pembaca Wasy Of Destiny yang bertahan. Meskipun tidak bisa memberikan akhir yang kamu inginkan.]
Oh. Wasy Of Destiny, sejujurnya Kim Dokja belum membacanya sampai akhir, itu adalah novel lain milik tls123. Tapi fakta bahwa akhir protagonis adalah kematian telah meninggalkan rasa asam di mulutnya.
-Kim Dokja: Penulis, terima kasih untuk semuanya selama ini. Meskipun sedikit tersayangkan akan tragedi itu, aku akan tetap membacanya sampai akhir. Dan aku menantikan epilognya.
Itu adalah kalimat yang tulus. Ways of Survival adalah novel yang sudah seperti hidupnya. Meskipun novel itu bukanlah novel yang paling populer, tapi novel itu adalah novel yang terbaik baginya.
Wasy Of Destiny juga telah memberikan kesan baginya. Tragedi protagonis sendiri tidak bisa di hindari. Meskipun agak menyakitkan untuk dirinya sebagai pembaca.
Ada banyak kata yang ingin di sampaikan tetapi Kim Dokja tidak bisa menulis semuanya. Dia takut kata-kata ceroboh hanya akan menyakiti penulis.
(πππ’π ππ ππ₯)
Pada saat itu, lampu kereta bawah tanah padam, dan bagian dalam kereta menjadi gelap seketika.
Kiiiiiiiik-! Kereta bawah tanah bergetar keras dan mengeluarkan suara logam. Itu menyebabkan Yoo Sangah berteriak dan meraih lengan Kim Dokja yang berada di sampingnya.
Selanjutnya terdengar suara orang lain mulai bergejolak di kereta. Butuh belasan detik bagi kereta untuk berhenti sepenuhnya.
Suara bingung orang-orang datang dari mana-mana.
"Eh, apa?"
"A-Apa yang terjadi?"
Dalam gelap, satu atau dua lampu smartphone menyala. Yoo Sangah masih memegang lengan kiri Kim Dokja dengan erat saat dia bertanya, "A-Apa yang terjadi?"
Kim Dokja menjawab. "Jangan khawatir. Ini bukan masalah besar."
"Apakah begitu?"
"Ya, itu mungkin gangguan dari bunuh diri. Insinyur akan segera membuat pengumuman."
Ketika dia selesai berbicara, ada pengumuman insinyur,
-Memberitahu semua penumpang di kereta. Memberitahu semua penumpang di kereta.
Lingkungan yang bising menjadi tenang. Kim Dokja menghela nafas dan membuka mulutnya, "Lihat, itu bukan masalah besar. Sekarang permintaan maaf akan ditayangkan, dan listrik akan menyala kembali..."
-E-Semuanya lari... Lari...!
Ada suara bip, dan siaran dimatikan. Bagian dalam kereta menjadi segera menjadi berantakan.
__ADS_1
"D-Dokja-ssi? Apa ini...?"
Sebuah cahaya terang melintas dari depan kereta bawah tanah. Ada suara drum yang keras diikuti oleh pop. Sesuatu sedang menuju ke sini dalam kegelapan. Itu hanya kebetulan bahwa Kim Dokja melihat jam pada saat ini - 7:00 malam
Centang, rasanya seperti dunia berhenti. Kemudian terdengar suara:
[Layanan gratis sistem planet 8612 telah dihentikan.]
[Skenario utama telah dimulai.]
____________
Di kursi ujung gerbong kereta yang sama dengan Kim Dokja, seseorang tertentu mengerutkan alisnya, mencoba fokus dari keributan orang-orang di sekitarnya.
π£π’π© ππΌ πππ»ππ²πΌπ»
Aku memegangi kepalaku dengan kesakitan, kenapa di situasi seperti ini sakit kepalaku harus kambuh?
Orang-orang yang kacau dalam gerbong kereta juga tidak membantu, suara-suara teriakan keras yang kubenci bermunculan, astaga, aku inggin membunuh mereka sekarang.
Suara mengeong dan elusan lembut di pipiku membuatku sedikit membaik, di atas kepalaku, seekor kucing (?) putih kecil menatapku dengan matanya yang besar dan berair.
Sudah kuduga, melihat keimutan mahluk berbulu ini adalah pereda strees yang baik.
Namanya adalah Ball, datangnya namanya bukan karena dia gemuk, justru sebaliknya, ia agak kurus tapi sangat lincah.
Pada masa awal aku menemukannya dalam selokan, aku tidak tahan dengan erangan minta tolongnya dan membawanya pulang, memandikannya dan mengeringkannya dengan hair dryer membuatnya berpenampilan seperti bola, itu mengembang dan gemuk. Itu sangat lucu, jadilah aku terinspirasi dan menamakannya Ball yang berarti bola.
Saat ini, ekor Ball menyentuh pipiku, seolah-olah bisa mengetahui isi perasaanku. Aku menjadi lebih tenang sekarang, aku tersenyum dan berkata dengan sangat ringan, "terima kasih, Ball."
Ball tampak gembira karena ia mengeluarkan suara kecil sebagai balasan.
Sekarang aku sudah lebih tenang, sakit kepalaku juga sudah cukup memudar, sudah waktunya fokus.
Mahluk berbulu putih bertanduk mengambang di langit-langit kereta, itu menggunakan pakaian jerami? Dan tanpa alasan mengingatkanku pada domba.
Sungguh, itu mengagetkan sesungguhnya. Kemudian menjadi banyak darah tumpah di kereta.
(Ini bukan syuting film.)
Sekali lagi terdengar suara ledakkan kecil. Darah tumpah sekali lagi.
(Ini bukan mimpi. Ini juga bukanlah novel.)
Lagi, lagi dan lagi, kepala mereka yang membuat keributan sekecil apapun meledak. Itu membuatku isi perutku tidak nyaman, sial.
Segera setengah orang di dalam gerbong mati.
(Semuanya, hidup kalian sejauh ini menyenangkan. Bukankah begitu?)
Mahluk imut itu mulai mengoceh, aku mengeluarkan pisau kecil secara sembunyi-sembunyi untuk berjaga-jaga. Aku tidak akan menyangka bahwa pisau yang kubeli secara acak akan berguna di situasi sekarang.
Awalnya, aku hanya membelinya karena si pedagang pisau itu tampak sangat miskin dan tidak ada satupun pembeli yang mau mampir ke tokonya, aku yang kebetulan lewat dan membelinya tanpa niat khusus.
(Kalian telah hidup terlalu lama dengan gratis. Bukankah hidup ini terlalu murah hati? Kalian dilahirkan dan tidak membayar sepeserpun untuk bernafas, makan, buang kotoran dan berkembang biak! Ha! Kalian benar-benar hidup di dunia yang baik!)
Gratis katanya? Aku inggin mencemoh lolucon garing itu. Jika hidup itu gratis kenapa orang-orang berjuang untuk mengumpulkan uang secara mati-matian setiap hari? Berusaha untuk tetap hidup dalam tatanan masyarakat yang meningikan orang besar dan menindas yang lemah.
Namun saat ini, tidak ada yang berani membantah kata-kata mahluk yang aku tidak tahu apa namanya.
(Tapi, saat ini, hari-hari yang indah itu telah berakhir. Berapa lama lagi kalian akan terus hidup secara gratis seperti ini? Jika kalian ingin menikmati kebahagiaan kalian, bukankah masuk akal bagi kalian untuk membayar sebuah harga untuk itu?)
Sepertinya mahluk itu sudah mulai ke pokok utama. Aku telah membuka telingaku lebar-lebar agar tidak ketinggalan informasi mengigat posisiku adalah yang paling belakang.
__ADS_1
Pada saat ini- Seorang pria inggin bernegosiasi dengan mahluk aneh itu, pria itu menjanjikan uang sebagai jaminan hidup. Ekspresi sombongnya 'uang adalah segalanya' membuatku kesal.
(Hmm, kau akan memberiku uang?)
"I-Itu benar! Uang tunai yang aku miliki saat ini tidak banyak, tetapi aku dapat memberikan berapapun padamu jika kau mengeluarkan aku dari sini."
(Uang, bagus. Serat tanaman yang disetujui oleh banyak manusia sebagai alat pembayaran.)
(Tapi itu hanya berlaku dalam ruang dan waktumu.)
"Apa?"
Pada saat berikutnya, percikan api muncul di udara, dan cek di tangan pria kaya itu terbakar. Pria itu menjerit. Wow, itu seperti sihir. Aku inggin mencobanya juga.
(Kertas itu tidak memiliki nilai di dunia makrokosmos. Jika kau melakukan ini sekali lagi, aku akan meledakkan kepalamu.)
"U-Uhhh..." Ketakutan sekali lagi menyebar di wajah orang-orang di dalam gerbong.
(Fiuh, hutang semakin menumpuk jika kalian terus berisik seperti ini. Ya, ya. Daripada menjelaskannya seratus kali, bukankah lebih cepat bagi kalian untuk langsung menghasilkan uang sendiri?)
Tanduk mahluk itu menjulur ke atas seperti antena, dan tubuhnya melayang ke langit-langit kereta.
Sesaat kemudian, sebuah pesan terdengar.
[Saluran #BI-7623 dibuka.]
[Beberapa rasi bintang telah memasuki saluran.]
Sebuah jendela kecil muncul di depan mata kosong semua orang.
[Skenario utama telah tiba!]
+
[Skenario Utama #1 - Proof of Value]
Kategori: Utama
Tingkat Kesulitan: F
Kondisi yang Harus Dipenuhi: Bunuh satu atau lebih makhluk hidup.
Batas Waktu: 30 menit
Kompensasi: 300 koin
Kegagalan: Kematian
+
Mahluk itu tersenyum tipis, tubuhnya menjadi transparan dan sembari berkata.
(Kalau begitu, semoga beruntung semuanya. Tolong tunjukkan padaku sebuah cerita yang menarik.)
__________
Catatan:
Jadi bagaimana dengan itu? Aku akan memperbarui tapi akan lambat karena sebentar lagi masa kelulusan sekolah.
Spoiler singkat:
Go Eunyeon sekarang dalam mode reincarnation (yang berarti semua ingatannya sebelumnya akan tersegel untuk sementara).
__ADS_1
__________
π©π’π§π | ππ’π ππ‘ | ππ’πππ’πͺ