![Protagonis Kedua [Omniscient Reader]](https://asset.asean.biz.id/protagonis-kedua--omniscient-reader-.webp)
^^^005 | π¦πππ‘ππ₯ππ’ ππππ¨π (1)^^^
π£π’π© ππΌ πππ»ππ²πΌπ»
Seleksi sponsor sudah berakhir, dokkaebi mengambang di langit-langit kereta menatap ke arahku, lebih tepatnya ke belakangku. Aku bisa tahu siapa orang itu tanpa melihat ke belakang.
[Hahahaha, apa ini? Ada seseorang yang membuat pilihan yang menarik. Ya, ya itu tidak apa. Akan ada kesempatan lain.]
[Sekarang sekarang, semua orang telah menyelesaikan seleksinya. Beristirahatlah di sini sebentar. Aku harus pergi untuk menyiapkan skenario berikutnya. Aku akan kembali dalam sepuluh menit!]
Hm? Skenario berikutnya? Teryata ini masih belum berakhir, yah, aku tidak terkejut juga sih, jika ini berakhir seperti ini akan menjadi jauh lebih mencurigakan.
Ada sepuluh menit waktu sebelum skenario berikutnya, dan itu masih tidak diketahui, aku harus mengantisipasi berbagai bahaya untuk kelangsungan hidupku.
Mari kita mulai dengan kartu yang kumiliki terlebih dahulu.
Mengucapkan 'jendela Atribut' di benakku. Sebuah panel muncul dalam bidang penglihatanku.
[Nama: Go Eunyeon (Segel Aktif)
Umur: 24 (?)
Sponsor Konstelasi: Supreme Holy And Darkness, (???)
Atribut Pribadi:
Child of Fate (Mitos)
Rebith (Legenda)
Reliable Actor (Langka)
Reliable Musician (Langka)
Keterampilan Eksklusif:
[Really Modification Lv.???
Spirit Eyesight, Instant Change, Gluttony> (Semua cabang keterampilan saat ini Lv.2)] [Light Steps of Thousand Feathers Lv.3] [Holy Light Healing Lv.2] [Teleportation Lv.4] [Growth Acceleration Lv.3] [Kamuflase Lv.4]
[Patience Lv.3] [Weapons Adaptability Lv.4] [Unsual Adaptability Lv.5] [Weapon fighting Lv.4] [Disguises Lv.3] [Fraudster Lv.3] [Crowd Control Lv.2] [Illusion Shield Lv.3] [Monster Tenderness Lv.2] [Butterfly Lv.3] ... Cut ... (Segel)
Stigma:
[Eater Of Memories Lv.2]
[Child Of Fate Lv. 10 (Saat ini Lv.1)]
[Rebith Lv. 9 (Saat ini Lv.1)]
Statistik Keseluruhan: [Strength Lv. 13] [Agility Lv. 7] [Vitality Lv.10] [Magic Lv.11]
Evaluasi Keseluruhan: (Penilaian keseluruhan terlalu panjang, hanya bisa di evaluasi secara ringkas)
Seseorang dengan daya tarik alami yang luar biasa hingga dapat menarik perhatian rasi bintang secara otomatis ke arahnya.]
Aku mengedipkan mataku, apa ini benar-benar statusku? Kenapa tiba-tiba aku merasa bahwa aku mendapatkan cheat tingkat dewa? Evaluasi mengatakan bahwa aku sangat baik, itu kabar baik.
Ngomong-ngomong, aku memiliki banyak pertanyaan di kepalaku. Seperti kenapa ada tanda tanya dan segel, dan bagaimana aku memiliki sposor tersembunyi? Apa aku memiliki semacam rahasia yang tidak ku ketahui? Contohnya identitas rahasia, haha apa yang aku pikirkan, itu hanya muncul di novel-novel ....
Tapi bagaimana jika iya?
Aku inggin menanyai Lucifer apa dia tahu sesuatu, tapi kami baru saling mengenal. Aku memilihnya sebagai sponsorku juga hanya karena dia membawa keuntungan bagiku. Kekuatan dan ketenarannya menguntungkan. Intinya aku masih tidak mempercayainya.
Ada juga pria Kim Dokja itu. Dia tahu banyak informasiku bahkan hingga keterampilanku, dia tidak bisa di remehkan sama sekali. Aku tidak merasa aman di dekatnya, apa aku harus mengumpulkan informasi dulu atau langsung bunuh saja? Potensinya menjadi musuh tidak kecil.
Tapi dia tadi bilang bergerak sendiri, bagaimana jika itu bohong? Bagaimana jika sekarang dia terlihat tulus tapi sebenarnya menyimpan rencana tersendiri yang merugikanku?
Hati manusia bisa berbalik semudah membalikan telapak tangan, hari ini baik tapi bagaimana dengan besok?
Tidak peduli apakah Kim Dokja musuh atau tidak, aku tidak bisa membiarkannya menyebarkan informasiku, mulut terapat di dunia adalah mulut orang mati.
Tutup mulutnya! Ya! Aku akan membunuhnya!
Ngomong-ngomong, aku penasaran dengan keterampilan tadi. Akan sangat bagus jika aku memiliki keterampilan penyembuhan, ini akan sangat membantu.
[Mengaktifkan keterampilannya eksklusif Holy Spirit Eyesight.]
Panel yang hanya bisa kulihat menampilkan deskripsi tentang keterampilan ini.
[Holy Vitality Of Hears - Hasil sukses dari penggabungan dua keterampilan dengan tingkat kecocokan yang tinggi. Anda bisa membersihkan semua nilai negatif dalam kisaran tertentu. Setelah mengaktifkan keterampilan ini, siapapun yang ikut serta dalam mengaktifkan keterampilan tidak bisa menyakiti satu-sama lain sampai cooldown berakhir.
Persyaratan penggunaan: Berhubungan darah atau berkontak fisik dengan seseorang tanpa niat jahat.
Sisa Waktu: 6 Hari - 24 Jam - 57 Menit.]
Rencanaku yang inggin membunuh Kim Dokja lima detik yang lalu: "...."
Mataku tertuju ke 'tidak bisa menyakiti satu-sama lain' dengan datar.
Ok. Tidak apa. Aku orang yang sabar. Hanya enam hari, selama enam hari aku akan mengawasinya, jangan biarkan dia kabur, seseorang yang berpotensi menjadi musuh kuat sepertinya harus di basmi lebih awal sebelum berkembang.
Aku benar-benar mengabaikan tulisan 'seseorang tanpa niat jahat'
Aku memiliki perasaan yang rumit, Jelas aku lebih kuat darinya, tapi kenapa aku merasa dia jauh lebih berbahaya dari yang kukira?
π£π’π© ππππ΅πΌπΏ
"Halo, aku Lee Hyunsung."
Lee Hyunsung mengulurkan tangannya dan Kim Dokja menerimanya. Mereka berjabat tangan.
"Kim Dokja."
"Senang berkenalan denganmu... meskipun aku tahu kata-kata ini tidak tepat untuk diucapkan dalam situasi ini. Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku adalah seorang tentara. Yah, bisa dibilang sekarang aku adalah mantan tentara."
"Kau tidak bisa menghubungi unitmu?"
"...benar."
Lee Hyunsung membungkuk dalam-dalam sebagai tanda terima kasih. Kenyataanya, tanpa bantuan Kim Dokja sekalipun, dia akan tetap selamat. Maraih pundak Kim Dokja, Han Myungoh mencoba menekan Kim Dokja dengan identitasnya.
"Haha, pegawai kami melakukan satu hal besar. Dokja-ssi, kau tahu siapa aku, bukan?"
__ADS_1
"Aku tahu, Han Myungoh-ssi."
"Huh, Han Myungoh-ssi? Bukankah kau harus memanggilku Kepala Departemen Han?"
Han Myungoh masih mencoba menggunakan posisinya dalam situasi ini. Dia benar-benar adalah raja otoriterianisme di Minosoft. Sayangnya, Kim Dokja tidak merasakan tekanan darinya.
"Ini bukan perusahaan."
"Hah, lihat ini. Apakah kau tidak mau bekerja di perusahaan lagi? Dimana kau belajar etiket dasar?"
Han Myungoh membuat wajah marah, jelas orang di depannya sebelumnya hanyalah pegawai biasa di Minosoft, tidak pernah dia bermimpi akan di tentang oleh orang biasa.
"Tidak peduli bagaimana aku memikirkannya, tindakanmu terlalu berlebihan. Jika kau memiliki beberapa serangga, kau harus menyerahkan satu untukku. Kenapa kau malah melemparkan serangga-serangga seperti itu?"
"..."
"Dokja-ssi, kau harus bersikap baik padaku. Berapa lama lagi waktu yang kau miliki sebelum masa kontrakmu berakhir?"
Go Eunyeon yang meletakan kucingnya di atas kepalanya dan menatap Han Myungoh dengan tampilan-Apa-kau-seorang-idiot?
Han Myungoh seolah-olah tidak merasakan tatapan konyol yang di berikan Go Eunyeon padanya.
"Han Myungoh-ssi."
"Eh?"
"Diamlah."
"A-Apa?"
"Apa kau benar-benar belum mengerti situasinya?"
"..."
"Minosoft? Apakah kau berpikir bahwa perusahaan akan tetap berdiri setelah semua ini terjadi?"
Wajah Han Myungoh berubah memucat.
"Pfff- maaf, maaf, kalian bisa melanjutkan." Menutupi tawanya dengan tangannya, Go Eunyeon mengalihkan mukanya ke arah lain, berusaha untuk tidak menatap drama perusahaan seperti yang dia tonton di Tv.
Lee Hyunsung sedikit tegang saat menyadari bahwa Go Eunyeon tidak jauh dari mereka. Ada rasa waspada yang sangat terlihat. Lee Hyunsung tidak memiliki kesan pertama yang terlalu baik pada Go Eunyeon, dia kuat dan membunuh orang tanpa rasa bersalah. Go Eunyeon adalah orang yang berbahaya dan tidak bisa di singgung menurutnya, sebaiknya menjauh jika memungkinkan.
"Han Myungoh-ssi, saat ini hal seperti itu bukanlah sesuatu yang harus dipermasalahkan. Semuanya, kalian harus segera sadar. Seperti apa yang dikatakan dokkaebi, ini semua bukanlah sebuah candaan." Kim Dokja mengatakannya dengan sangat jelas arti di baliknya.
"..."
"Aku pikir kalian telah mengetahui situasinya seperti apa. Keterampilan eksklusif yang muncul di jendela atribut, interface layaknya sebuah game. Apakah ada seseorang yang belum sadar dan menerima bahwa semua ini adalah kenyataan?"
Semuanya diam. Ini memang kenyataan yang harus di terima, mau atau tidak.
Go Eunyeon sendiri tidak memiliki beban psikologis akan kehancuran dunia, jadi dia bisa menerimanya dengan lancar. Menurutnya, kehancuran dunia sendiri tidak memiliki keterikatan padanya. Dia bukanlah pahlawan dalam novel fantasi berhati murni yang akan menyelamatkan dunia.
Go Eunyeon bukanlah orang baik, adapun rasa bersalah karena membunuh seseorang, dia tidak memilikinya. Jika dia tidak membunuh, dia akan mati, ini memang egois, tapi bukankah semua manusia pada dasarnya egois?
Lee Hyunsung menghela napas. "Semua ini terjadi seperti sebuah novel yang aku baca ketika aku bertugas. Apakah ini benar-benar bukan sebuah mimpi?"
"Ini adalah kenyataan."
'Dia pandai memainkan kata-kata.' Go Eunyeon memperhatikan keseluruhan interaksi kedua pria ini.
Lee Hyunsung mengangguk.
"Jika ini benar-benar seperti itu, maka apa yang harus kita lakukan sekarang? Dokja-ssi, apakah kau punya pendapat?"
"Kita harus pergi dari sini."
"P-Pergi? Apa kau gila?"
"Dokja-ssi, aku tidak berpikir itu adalah pilihan yang bagus."
Yoo Sangah langsung bergabung dengan obrolan.
"Kenapa menurutmu pergi ke luar adalah jalan terbaik? Bukankah dokkaebi mengatakan kita harus menunggu? Bagaimana jika sesuatu tidak terduga jika kita melanggar kata-kata dokkaebi? Apa kau memiliki alasan yang masuk akal Kim Dokja?" Go Eunyeon menekan namanya di akhir. Semua orang segera memusatkan perhatian ke Kim Dokja, menunggu jawabannya.
"Benar! Bagaimana jika kita mati di luar? Jangan lupakan monster air itu!" Han Myungoh langsung mendukung tanpa berpikir dua kali.
'Dia mengujiku.'
Tidak mungkin bagi Kim Dokja untuk mengatakan yang sebenarnya, justru itu akan membantu Go Eunyeon dalam mengumpulkan informasi tentangnya, bahwa dia mengetahui masa depan. Dan reaksi berantai apa yang terjadi selanjutnya?
Kemungkinan terburuknya, Go Eunyeon akan langsung menabelkan namanya dengan 'musuh yang harus di musnahkan' di kamusnya. Jika terjadi, hidupnya benar-benar tidak bisa berdamai.
Adapun yang lainnya, Kim Dokja tidak memiliki niatan untuk memberitahu mereka. Jadi sekarang Kim Dokja harus memberikan balasan yang normal, minimalkan terekspos. Setidaknya tidak sekarang.
"Lalu berapa lama lagi kita akan tetap diam disini?"
Pertanyaan ini sama sekali tidak menyakinkan. Di luar saat ini, dipenuhi oleh monster. Kecuali Kim Dokja, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Reaksi mereka wajar, dari sudut pandang mereka, jelas di luar ada monster berkeliaran, di gerbong kereta setidaknya mereka aman beberapa waktu.
Pertanyaannya; Kenapa harus keluar jika di gerbong lebih aman? Bukankah itu mencari kematian?
"Pernahkah kau terpikirkan akan orang tuamu? Apakah kau pikir orang tua akan baik-baik saja di situasi yang kacau ini?"
"Jaringan komunikasi telah berhenti sejak beberapa waktu lalu. Kakaotalk tidak bisa digunakan..."
Yoo Sangah berbicara dengan putus asa.
Memang, Konfusianisme masih kuat di Korea Selatan. Bahkan ekspresi Lee Hyunsung dan Han Myungoh menggelap pada kata 'orang tua.' Dari sudut matanya, Kim Dokja mengamati Go Eunyeon yang terlihat mengerutkan dahinya.
Go Eunyeon sendiri sebenarnya tidak terlalu terikat dengan 'orang tua' tapi dia terikat dengan kata yang berhubungan dengan itu. Kim Dokja tahu bahwa Go Eunyeon sendiri sensitif pada kata 'keluarga'. Meskipun dia tidak langsung mengatakannya, arti terselubung itu masih berefek.
Memegang bahu Lee Gilyoung, yang kepalanya tertunduk. Orang pertama yang mengerti adalah Yoo Sangah.
"Pergi. Kita harus pergi dari sini."
"T-Tidak! Bukankah kau dengar apa yang dokkaebi itu katakan sebelumnya? Kita harus diam di sini! Jika kita pergi, kepala kita mungkin akan diledakkan!" Han Myungoh membantah.
Go Eunyeon sedikit tidak nyaman sekarang, dia tidak memiliki hak untuk menghentikan mereka.
"Mari kita ambil suara mayoritas."
Yoo Sangah mengangkat tangannya terlebih dahulu, diikuti Kim Dokja, Lee Gilyoung, dan terakhir Go Eunyeon.
Go Eunyeon yang menyangkal sebelumnya setuju, ini membuat Kim Dokja menghela nafas diam-diam, sepertinya Go Eunyeon tidak sepenuhnya berubah dari yang dia ingat.
__ADS_1
Janji yang dia berikan oleh orang itu telah mengikat tindakan Go Eunyeon sampai batas tertentu. Dia pernah berjanji akan melindungi keluarganya pada orang itu. Bahkan meskipun dia tidak pernah mencintai orang tuanya sekalipun.
Tidak ada lagi yang mengangkat tangan selanjutnya.
"Aku harus pergi ke markasku tapi sepertinya terlalu berbahaya untuk bergerak di situasi ini. Bahkan ada peringatan untuk itu."
"Sialan, kalian semua pergilah! Aku tidak akan pergi! Aku tidak akan pergi keluar!"
Kuuong!
Go Eunyeon sedikit terlonjak karena suara keras yang tiba-tiba, secara refleks menoleh ke sumber yang berasal dari pintu besi menuju Gerbong 3707.
"A-Apa?"
"Meow Meow."
"Apa ini skenario berikutnya? Kenapa tidak ada pengumuman dokkaebi?"
Go Eunyeon bertanya-tanya, tidak kepada siapapun secara khusus. Ball dengan hati-hati menyeimbangkan tubuhnya di atas kepalanya, tidak mau terjatuh.
Teriakan Han Myungoh diabaikan ketika pintu besi membuat suara memekakkan telinga lagi.
Kuuong!
Posisi Go Eunyeon adalah yang paling dekat dengan pintu besi, jadi dia bisa merasakan bahwa sesuatu di balik pintu besi bukanlah mosnter, samar-samar hidungnya mencium bau harum-
"A-Apa? Semuanya bantu aku menahan pintu ini!"
Han Myungoh berteriak dan bergerak menuju pintu. Lee Hyunsung bergerak ke arah itu juga, tetapi Kim Dokja menghentikannya.
"Kalian tidak akan bisa menahannya."
"Apa?"
"Kita harus segera pergi dari sini."
-Tanpa dia sadari, matanya menjadi lebih berkabut. Suhu tubuhnya meningkat secara bertahap. Keinginan mendesak untuk pergi ke sisi lain meroket dalam dirinya, menyuruhnya untuk membuka pintu.
"Dokja-ssi!"
"Meowww."
Sriik-!
Kim Dokja menarik lengan Go Eunyeon dan mundur tepat waktu saat si berhoddie hitam mendekati pintu tanpa memperdulikan peringatannya, kepalanya mulai berpikir ekstra saat merasakan suhu panas di kontak yang mereka jalin.
Ball tidak nyaman karena suhu yang meningkat dan akan turun, tapi tarikan yang tiba-tiba membuatnya kehilangan keseimbangan, untungnya, Yoo Sangah menangkapnya dari terjatuh.
"Apa dia demam?" Yoo Sangah bertanya dengan khawatir melihat kondisi tidak normalnya. Kim Dokja masih memegangi tangannya untuk jaga-jaga.
Kim Dokja tidak segera menjawab, tidak mungkin sesuatu muncul tiba-tiba, apalagi penyakit demam, ini jelas tidak normal. Ada juga peningkatan statik Go Eunyeon yang sudah kuat sejak awal, secara alami seharusnya bisa menangkal beberapa penyakit dengan kekebalan tubuhnya.
Ini sangat mirip dengan tanda-tanda 'itu' tapi bukankah ini muncul terlalu awal? Apa karena alur ceritanya berbeda dengan alur cerita asli Wasy Of Survival?
"Dia akan baik-baik saja, kondisinya akan membaik dengan sendirinya, prioritas kita adalah harus segera pergi dari sini."
Hanya Kim Dokja yang tahu apa yang terjadi sekarang, tapi dia juga tidak memiliki solusinya saat ini, hanya bisa menggunakan beberapa pencegah sederhana. Go Eunyeon harus menahannya selama beberapa waktu ke depan.
Kim Dokja menatap pintu besi dengan pandangan berat.
Kuoong!
'Dia' di sini, protagonis asli cerita ini.
Dan Kim Dokja harus memastikan untuk menjauhkan dua protagonis tapi secara bersamaan juga mendapatkan kedua kepercayaan mereka...
... Rencananya tidak bisa gagal.
Sisi lain, Go Eunyeon tidak punya tenaga untuk menangani situasi saat ini, kepalanya sangat pusing. Ada rona merah yang tidak normal di wajahnya sekarang. Aroma harum di sekelilingnya membuatnya sesak, dia inggin udara segar. Mengigit bibirnya sendiri, rasa sakit di lidahnya sedikit membangunkannya.
Menarik nafas dalam-dalam, pikirannya sekarang tidak memungkinkannya berpikir apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuhnya tapi alam bawah sadarnya telah membunyikan bel alarm bahaya, aroma ini pasti penyebabnya.
Dengan arahan Kim Dokja, Lee Hyunsung menggunakan stigmanya dan meraih pintu. Suara pegas muncul saat pintu mulai bergerak.
"Apa? Orang ini memiliki kekuatan nyata! "
"Itu dia! Benar-benar hebat! "
Pada saat ini, Go Eunyeon melepaskan tangan Kim Dokja yang menopangnya pada saat Kim Dokja tidak siap dan masih fokus pada Lee Hyunsung.
Dengan bantuan Lee Hyunsung, pintu sudah terbuka. Dengan sangat lancar, Go Eunyeon menjadi yang pertama keluar.
(Apa kalian tahu apa yang kalian lakukan?)
Dokkaebi muncul dan melayang di atas atas jembatan. Tampak marah dan kesal pada mereka.
(... Ah, ini benar-benar. Aku tahu ini akan terjadi. Bukankah aku melihatnya sebelumnya? Aku bilang jangan pergi ke mana-mana, Sial! Skenarionya belum siap-)
"Wahh! Aku tahu ini akan terjadi! Sudah kubilang jangan keluar!"
Han Myungoh melingkarkan tangannya di kepalanya, seolah dia pikir itu akan meledak. Kim Dokja lebih menghawatirkan Go Eunyeon yang bergerak sendiri tanpa pengawasannya, jika sesuai prediksi awalnya, semuanya akan berjalan seperti yang sudah dia rencanakan.
(Huh ... tidak bisa membantu. Kamu benar-benar manusia yang beruntung.)
(Skenario kedua telah tiba!)
+
(Skenario Kedua - Melarikan Diri)
Kategori: Sub
Kesulitan: E
Hapus Kondisi: Menyeberangi jembatan yang rusak dan memasuki Stasiun Oksu.
Batas Waktu: 20 menit.
Kompensasi: 200 koin.
Kegagalan: ???
+
__ADS_1