![Protagonis Kedua [Omniscient Reader]](https://asset.asean.biz.id/protagonis-kedua--omniscient-reader-.webp)
^^^007 | đŠđđđĄđđ„đđą đđđđšđ (3)^^^
Seseorang harus mati.
Dan tentu saja Go Eunyeon tidak mau menjadi salah satunya.
Apa? Mau mengatakan bahwa dia egois? Dia tidak berperasaan? Dia tidak memiliki rasa bersalah?
Bukankah sudah di katakan bahwa Go Eunyeon bukan orang baik?
Dia tidak memiliki semangat kepahlawanan atau hati rela berkorban secara suka rela. Go Eunyeon tidak memiliki hati seluas dan semurni itu, mungkin dulu dia memiliknya, tapi tidak sekarang.
Go Eunyeon pernah mendengar sebuah kalimat, "Dunia sendiri tidak jahat tapi isi-nya sendiri lah yang jahat."
Dan itu terbukti benar.
Kenyataanya sendiri telah menamparnya dengan keras. Dan Go Eunyeon tidak mau merasakan perasaan itu untuk kedua kalinya.
Mengedipkan matanya, saat dia berencana akan mengancam Kim Dokja agar menyebrangi jembatan, rasa krisis datang tiba-tiba.
"Turun!"
"!!?"
Kim Dokja terkejut dengan dorongan mendadak Go Eunyeon dari belakangnya, tubuhnya menjadi tidak seimbang dan secara kebetulan ada sebuah batu seukuran telapak tangan anak dewasa di dekat kakinya.
Itu adalah batu kepingan dari reruntuhan jembatan.
Go Eunyeon mendorong Kim Dokja ke depan secara refleks, dan Kim Dokja yang tidak siap menginjak batu, batu itu berbentuk tidak rata, saat Kim Dokja menginjaknya, posisi batu berubah dan menyebabkan tubuh Kim Dokja oleng ke samping.
Go Eunyeon memiliki tangan dan mata yang cepat, saat merasakan bahwa dia akan jatuh menyamping, dia mendorong punggung Kim Dokja jatuh ke arah depan.
Pada akhirnya Kim Dokja harus mencium lantai jembatan dengan e̶s̶t̶e̶t̶i̶k̶.
âDokja-ssi!â
Beserta teriakan kaget Yoo Sangah terdengar di telinganya...
Tinju di penuhi energi melayang dari belakang, tapi untungnya karena Kim Dokja menunduk (jatuh) mereka b̶e̶r̶d̶u̶a̶ tidak terluka.
Akan lebih tepat bahwa hanya Go Eunyeon yang tidak terluka. Dia menggunakan punggung Kim Dokja sebagai bantalan pendaratannya.
Tahu bahwa hidupnya tidak bisa di pertaruhkan di situasi seperti ini, Go Eunyeon tidak bisa lagi bergantung pada Kim Dokja. Itu terlalu berbahaya.
Dia lebih percaya dirinya sendiri.
Gelombang mayat hidup dan jembatan yang runtuh benar-benar bukan situasi yang menguntungkan.
Go Eunyeon hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri mulai sekarang, bahkan jika kondisi tubuhnya tidak memiliki kekuatan untuk mendukungnya.
Mata Kim Dokja melebar saat tubuhnya tanpa terkendali menempel ke tanah dan rasa ringan tanpa bobot di detik berikutnya.
Dengan bunyi 'Bang' yang keras, mayat Kim Namwoon mundur tiga meter dan menerbangkan mayat hidup lainnya di sepanjang jalan.
Seperti laut terbelah, di garis Kim Namwoon mundur, mayat hidup lain ikut mundur karena dampak.
Kuat.
Kata itu sangat cocok menggambarkan kondisi Go Eunyeon sekarang.
Memegang kedua pisau dengan erat di tangannya, postur bela diri tubuhnya yang terlatih tidak meninggalkan celah pada musuh. Matanya tidak mencerminkan emosi, dan itu membawa tekanan berat.
[Level aktif dikurangi karena level stigma terlalu rendah.]
[Karena anda tidak dalam kondisi optimal untuk menggunakan stigma, hanya setengah kekuatan stigma yang berhasil di aktifkan.]
âKwak?â
Semua mayat hidup kini memusatkan perhatian mereka ke satu orang.
Kim Dokja menekan bibirnya menjadi garis lulus, bukan sebuah kesenangan saat wajahmu menyentuh lantai. Itu menyakitkan tentu saja.
Tapi dia sekarang tidak memiliki waktu mengeluh, bagaimanapun, tindakan Go Eunyeon juga menyelamatkannya dari tinju Kim Namwoon. Adapun rasa terima kasih, Kim Dokja benar-benar kehilangan itu.
Siapa yang akan berterima kasih jika di posisi Kim Dokja?
Mungkin ada, tapi bukan Kim Dokja.
'Apa dia menggunakan stigmanya?'
Mustahil bagi Go Eunyeon untuk memiliki kekuatan seperti itu dalam kondisinya sekarang. Kim Dokja menarik kesimpulan ini karena hanya stigma itu yang bisa mengandakan kekuatan Go Eunyeon secara instan di awal-awal Wasy Of Survival.
[Eater Of Memories.]
Stigma dari Lucifer.
âApa dia menggunakannya? Tapi yang mana?â
Ada dua cara agar menaikkan seluruh statik secara drastis dalam waktu singkat dalam stigmanya.
Cara pertama agak ektrem. Go Eunyeon harus memiliki fluktuasi emosional yang luar biasa, semakin besar luapan emosinya, semakin kuat dia. Kekurangannya ialah, bahwa pikirannya tidak bisa berpikir jernih, dengan kata lain, rasa rasionalnya menurun drastis. Dia bergerak di bawah kendali emosinya.
Go Eunyeon di Wasy Of Survival menggunakan ini dalam pertarungan terakhir melawan Yoo Jonghyuk, dia kehilangan rasionalnya dan menjadi gila.
Cara kedua masih bisa di pertimbangkan dan terlihat lebih baik dari pada cara pertama, tapi itu jika kau hanya melihat dari satu sisi saja.
Cara kedua tidak baik untuk jangka panjang, dengan mengorbankan 'sesuatu' maka Go Eunyeon dapat mendapatkan kekuatan instan sebagai gantinya. Pengorbanan bisa apa saja, dari ingatan, rasa, penciuman, pengelihatan, ilmu, sampai nyawanya sendiri. Ini adalah pedang bermata dua.
Dalam Wasy Of Survival, Go Eunyeon yang sekarat dan tahu tidak bisa mengalahkan Yoo Jonghyuk tidak bisa menerima kekalahannya, dia tidak mau mati secara hina di tangan p̶e̶n̶g̶h̶i̶a̶n̶a̶t̶ seperti Yoo Jonghyuk, jadi dia mengorbankan semua ingatannya sejak kedatangannya ke dunia ini.
Go Eunyeon telah memberi perlawanan untuk terakhir kalinya.
Kim Dokja waktu itu yang membacanya agak kagum dan bingung karena tls123 tidak seperti biasanya (biasanya tls123 akan memperpanjang hal-hal yg tidak penting, dan sesuatu yg bernilai penting memiliki penjelasan yang pendek. Ini alasan kenapa WOS tidak populer.)
Tls123 merangkai kata-kata dengan cukup baik, bahkan pertempuran antara dua protagonis di jelaskan agak detail dan ditulis penuh semangat olehnya.
Tapi seperti yang kita ketahui, protagonist selalu menang.
Go Eunyeon bukanlah protagonist di Wasy Of Survival, dia hanyalah karakter sampingan. Seperti banyak tokoh figuran lain di samping tokoh utama, dia mati.
Bahkan stigmanya [Rebith] tidak bisa membantunya keluar dari ini.
Sebagai seorang pembaca, Kim Dokja merasa bahwa seluruh perjalanan Go Eunyeon terasa sia-sia, tujuannya tidak pernah terwujud dan mati dini. Sang penulis benar-benar memberikan akhir yang tidak adil padanya.
Kim Dokja merasa menyesal akan tragedi itu, dan seperti banyak pembaca lainnya di dunia yang tokoh favoritnya mati, dia mulai sering menghayal untuk mengubah tragedi protagonis.
Tapi, itu hanya sebuah skenario yang hanya dalam imajinasinya.
Kim Dokja tidak akan pernah menyangka bahwa Wasy Of Survival menjadi nyata, bahkan tokoh yang paling dia minati (selain protagonis) masih hidup.
Sebuah kebohongan jika Kim Dokja mengatakan dia tidak memiliki ketertarikan untuk mengubah akhir tokoh favoritnya.
Kembali ke cerita. Seperti danau yang tenang, mata Go Eunyeon tidak menampilkan emosi apapun. Melihat ini, cara pertama sudah pasti salah.
Lalu pertanyaannya-
'-Apa yang Go Eunyeon korbankan?'
Dentang! Dentang!
âApa kau mati mati di sini Kim Dokja!? Jika iya, jangan bawa-bawa aku bersamamu.â
Meskipun nada Go Eunyeon terdengar seperti menghina dan kalimatnya tidak terdengar baik, samar-samar Kim Dokja merasakan emosi tulus yang rumit.
Ini adalah salah-satu efek tautan astral. Mereka dapat merasakan emosi satu-sama lain tanpa batasan jarak. Tapi terkadang sangat sulit membedakan emosi milikmu dan orang lain yang terjalin satu sama lain.
Contohnya sendiri saat Yoo Jonghyuk mengalami depresi. Yoo Jonghyuk akan berbagi emosi miliknya secara tidak sadar dan ini menyebabkan Go Eunyeon tanpa alasan merasa sedih dan murung sepanjang hari.
Bunyi gesekan di telinganya dan kilau logam di bawah sinar matahari sedikit terpantul di bilah logam pisau.
Itu pisau Kim Namwoon.
'Dia memberikannya padaku?'
Seperti yang kalian lihat, Kim Dokja mengambil pisau yang telah di 'buang' Go Eunyeon dari tanah tepat di depannya.
Baru sekarang Kim Dokja menyadari bahwa dia tidak memiliki senjata apapun di tangannya.
âTurukan aku! Dokja-ssi!â
âHyung! Biarkan aku pergi! Hyung!â
Suara pemberontakan Yoo Sangah dan Lee Gilyoung terdengar di telinga keduanya yang melawan mayat hidup.
âSampah!â
Go Eunyeon mengutuk sampai delapan generasi leluhur Han Myungoh karena marah dan kesal.
"Kyaaaack"
Menendang perut musuhnya dengan kakinya, Go Eunyeon berkeinginan menyusul Han Myungoh tapi Kim Dokja menahan lengannya.
__ADS_1
âSudah terlambat! Jika kau menyeberanginya, jembatan akan menghilang. Ingat isi skenario! Jembatan akan menghilang jika kurang atau lebih tiga orang melewatinya.â
Go Eunyeon tahu.
âLalu apa aku harus menunggu kematian dan pasrah di sini? Apa kau bercanda denganku Kim Dokja!â
âAku tidak mau mati di tempat menjijikkan ini bersama pria menyebalkan sepertimu!âÂ
Oke. Kim Dokja mulai sedikit tersinggung sekarang.
âGruk! Gruk! Gruk!â
Gelombang mayat hidup lain muncul. Melirik waktu, ada sisa 16 menit sebelum skenario berakhir.
Hati Go Eunyeon tengelam.
Dia tidak bisa terus seperti ini, stigmanya tidak menyediakan peningkatan statik secara tidak terbatas kecuali dirinya mengorbankan sesuatu terus menerus sebagai penompang.
Pada akhirnya, Go Eunyeon harus menggunakan rencana 'B' miliknya yang menurutnya cukup boros.
Melirik Kim Dokja, dia mempertimbangkan apakah akan membantu Kim Dokja juga.
'Jika dia mati bukankah itu hal baik? Aku tidak perlu repot-repot membunuhnya di masa depan. Ukh, tapi 'dia' mengatakan bahwa aku membutuhkan Kim Dokja di masa depan, ini pilihan yang sulit.'
âKim Dokja. Kau tahu kan bertapa mencurigakannya dirimu?â
â . . . â
âAku tidak mau mati di sini. Dan persentase kamu menjadi musuhku tidak kecil, aku tidak sepenuhnya mempercayaimu, jadi tidak mungkin aku akan menyelamatkanmu.â
Kim Dokja menusuk mayat hidup dengan pisaunya tapi juga fokus mendengarkan Go Eunyeon pada saat yang sama.
â. . . . Tapi sponsorku bilang bahwa kamu cukup penting di masa depan jadi aku akan memberimu kesempatan sekali saja.â
âJika kamu beruntung bisa selamat, aku akan mempertimbangkannya. Aku ingin melihat apakah kita benar-benar bisa bertemu lagi di masa depan?â
[Mengaktifkan keterampilan Eksklusif Teleportation Lv. 4.]
Go Eunyeon menatap tanpa emosi saat mengaktifkan keterampilannya.
Lalu dia menatap orang lainnya untuk terakhir kalinya . . .
â!?â
Tapi kenapa . . . .
Kim Dokjaâ
Sebuah firasat buruk merayapi punggungnya.
[Rasi Bintang âThe World Serpentâ suka dengan drama penghianatan anda.]
[Rasi Bintang âMother Of Humanityâ menantikan pertemuan anda berdua di masa depan.]
[Rasi Bintang âThe Nine Tailâ suka dengan skenario anda.]
[Rasi Bintang âSecretive Plotterâ merasa tidak senang untuk alasan yang tidak diketahui.]
[Rasi Bintang âSupreme Holy And Darknessâ lega atas pertimbangan dan keputusan anda.]
[Anda telah menerima 3.100 koin.]
âdia tersenyum.
'Lupakan saja, tidak ada gunanya berpikir itu sekarang. Apakah dia masih hidup atau tidak, masa depan akan membuktikannya.'
...âââââââââ...
Di samping jembatan, pemandangan yang bisa di katakan mengelikan terlihat. Seorang pria dewasa yang besar dicengkeram lehernya dan digantung seperti monyet.
ăDia bukan seorang regressor. Jika dia adalah seorang regresi, Aku tidak akan lengah darinya. ă
ăLalu siapa orang ini? ă
ă. . . Mungkin? ă
âYoo Jonghyuk, aku tahu masa depan yang kamu tidak tahu.â
(Karakter âYoo Jonghyukâ telah menggunakan keterampilan Lie Detection.)
(Lie Detection telah mengkonfirmasi bahwa kata-katamu adalah kebenaran.)
â . . . Bagaimana?â
âBagaimana lagi?â
ăTidak mungkin. Ada seorang nabi selain Anna Croft? Itu juga di Korea Selatan? ă
Nabi. Di Ways of Survival, itu adalah satu-satunya atribut yang dapat melihat masa depan dan memiliki pasif âmembatalkan semua keterampilan deteksi.â Bahkan, hanya satu orang yang memiliki atribut ânabiâ di dunia Ways of Survival.
ăHanya âdiaâ dan seorang nabi yang bisa bertahan melawan Sageâs Eyes milikku. ă
Kim Dokja mengerutkan keningnya saat mendengar ini di telinganya.
'Siapa yang di bicarakan Yoo Jonghyuk?'
Ada yang tidak beres.
Selain nabi, hanya orang itu yang bisa memblokir Sage's Eyes, tapi jelas bahwa Yoo Jonghyuk seharusnya...
âBisakah kamu menggunakan âFuture Sightâ?â
âItu adalah sesuatu yang mirip.â
âKamu tahu aku akan datang ke sini.â
âIya nih.â
ăJika pria ini adalah seorang nabi, semua tindakannya meyakinkan. ă
Kim Dokja memiliki teori dalam kepalanya. Tapi jika benar, itu akan jauh melenceng dari yang Kim Dokja tahu.
âAku tahu Yoo Jonghyuk memiliki kekuatan khusus. Kamu juga tahu banyak hal tentang masa depan. Bukankah itu benar? â
âTapi pengetahuan itu tidak pernah sempurna.â
Satu-satunya kelemahan dari seorang regressor.
âJadikan aku temanmu. Aku dapat mengisi bagian-bagian yang kamu lewatâ â
ââMeoww.â
Kalimat Kim Dokja terputus saat suara kucing tertentu muncul di antara keduanya.
Secara refleks, dua pria yang masih hidup di jembatan menatap mahluk berbulu yang menjilati cakarnya sendiri dengan riang, jaraknya sangat dekat, kurang dari dua meter di belakang Yoo Jonghyuk.
Kim Dokja terkejut dia masih di sini.
'Apa dia tidak ikut Sangah-ssi?'
âMeow Meow Meow.â
("Kau terlihat bagus bergelantungan seperti monyet")
Perempatan imajiner muncul di dahi Kim Dokja.
Oke, sekarang Kim Dokja setuju akan ide Yoo Jonghyuk yang ingin mengubur kucing nakal ini tiga meter di bawah tanah.
ăKucing ini . . .ă
ă. . . Mungkinkah? ă
Kim Dokja mengangkat alisnya bingung saat dia mendengar respon Yoo Jonghyuk.
(Ada satu menit hingga akhir skenario.)
Yoo Jonghyuk menundukkan kepalanya dan mulai berpikir.
ăSeorang nabi pasti akan sangat membantu. ă
(Ada 50 detik tersisa untuk menyelesaikan skenario.)
Ball merengangkan tubuhnya dan berjalan ke pergelangan kaki Yoo Jonghyuk.
Kim Dokja mengawasi ini dalam diam, menunggu malapetaka yang akan menimpa si kucing.
Tapi . . . tidak ada yang terjadi.
(Ada 40 detik tersisa hingga akhir skenario.)
âMeow! Meow!.â
__ADS_1
("Manusia! Beri aku makanan!")
Telinga Yoo Jonghyuk seolah-olah tuli akan teriakan si kucing. Ball berputar-putar di tempat, dia marah saat dia tahu dia di abaikan.
[Rasi Bintang âDemon-like Judge of Fireâ penasaran apakah inkarnasi âYoo Jonghyukâ mengenal pemiliknya.]
[Rasi Bintang âThe Nine Tailâ penasaran pada jawaban anda.]
âAku mengenalnya tapi dia tidak.â Yoo Jonghyuk menjawab dengan sederhana, tapi itu malah menambah rasa misterius dan penasaran dari para rasi. Bahkan Kim Dokja ikut penasaran.
[Rasi Bintang âKing Of Heroesâ mengangkat alisnya tertarik.]
[Rasi Bintang âThe World Serpentâ bertanya-tanya apakah akan ada drama klise di masa depan.]
[Rasi Bintang âMother Of Humanityâ mengatakan bahwa rasi bintang âThe World Serpentâ terlalu banyak menonton drama manusia.]
[Rasi Bintang âSecretive Plotterâ tersenyum kecil untuk alasan yang tidak diketahui.]
[Rasi bintang âSun Monarchâ mengatakan ini bukan channel asmara.]
[Rasi Bintang âSpear that Parts the Boundaries of the Seaâ setuju pada rasi bintang âSun Monarchâ]
[Rasi Bintang âDemon-like Judge of Fireâ mengatakan bahwa rasi bintang âSun Monarchâ dan âSpear that Parts the Boundaries of the Seaâ telah merusak suasana.]
Sebesar apapun Ball bersuara, bahkan sampai mencakar sepatu dan pakaian Yoo Jonghyuk, tidak ada respon.
Kim Dokja menatap ini dengan pandangan aneh, kenapa Yoo Jonghyuk tidak langsung membunuhnya? Ini . . .
Apa ini benar-benar Yoo Jonghyuk yang dia kenal?
ă. . . Dia akan membenciku jika aku membunuh kucing biadap ini.ă
Pikiran Yoo Jonghyuk seolah-olah menjawab pertanyaan Kim Dokja.
ă. . . Untungnya, aku sudah terbiasa untuk mangacuhkannya.ă
Ah . . . Teryata seperti itu.
'Teoriku benar teryata.'
Kim Dokja berpikir saat bagaimana membuat rencana selanjutnya dengan tambahan informasi yang tidak terduga.
Akhirnya, Yoo Jonghyuk mengangkat kepalanya.
âAku telah memutuskan. Aku akan menjadikan kamu temanku. â
[Rasi bintang âSupreme Holy and Darknessâ mengatakan agar inkarnasi âYoo Jonghyukâ menjauhkan diri dari inkarnasinya.]
â . . . Tidak.â
Yoo Jonghyuk menjawab sambil membawa Kim Dokja melintasi jembatan. Tentu saja masih dengan dipegang kerahnya.
[Rasi Bintang âSecretive Plotterâ mengerutkan keningnya tidak setuju pada rasi bintang âSupreme Holy And Darknessâ]
[Rasi Bintang âSupreme Holy And Darknessâ mengatakan agar rasi bintang âSecretive Plotterâ tidak ikut campur.]
[Rasi Bintang âSecretive Plotterâ mengatakan tidak dan mengangkat bahu tidak peduli.]
Yoo Jonghyuk tiba-tiba berhenti saat hampir menyebrangi jembatan untuk menyelesaikan skenario.
âAku akan bertanya satu hal lagi padamu.â
âApa?â
âJika Kamu benar-benar seorang nabi, Kamu harus tahu masa depanmu. Bukankah itu benar?â
âKeok.â
Aroma darah bercampur dengan bau Sungai Han ketika para ichthyosaurus melompat ke arah mangsanya dengan mulut terbuka.
âKarena kamu dari gerbang 3707 pasti kamu sudah bertemu dengannya. Menurut perhitunganku, dia pasti akan membuka pintu besi untuk menemuiku, tapi dia justru tidak melakukannya. Kau tahu kenapa?â
Yoo Jonghyuk sedikit mengangkat tubuh Kim Dokja, dan siap menjatuhkannya kapan saja.
âUugh. . .â
âAda sebuah variabel yang menggagalkan rencanaku, dan karena kamu tahu masa depan, bukankah itu berarti kamu tahu apa yang akan terjadi jika rencanaku berhasil?â
Kim Dokja tidak bisa bernafas dengan benar saat tangan di lehernya mengencang, untungnya, dia masih bisa bernafas dengan kesusahan.
â . . . Aku sangat membenci jarak yang kau ciptakan antara kami.â
Sebelumnya Kim Dokja belum menyadarinya karena Yoo Jonghyuk menyembunyikan-nya dengan sangat baik, tapi sekarang . . .
Mata gelap Yoo Jonghyuk memantulkan penampilan Kim Dokja, tapi justru itu membawa rasa dingin yang sangat kuat ke punggung Kim Dokja.
Kim Dokja sebelumnya terlalu fokus menawarkan diri menjadi temannya sampai lupa fakta penting bahwa orang di depannya mengenal 'dia', yang berarti satu hal . . .
Yoo Jonghyuk sekarang memilikiâ
'Berpikirlah. Berpikirlah. Berpikirlah.'
Roda otak Kim Dokja berputar dengan cepat.
(Ada 20 detik tersisa hingga akhir skenario.)
Kemudian Kim Dokja sampai pada suatu kesimpulan.
âYoo Jonghyuk.â
Kim Dokja berbicara ketika melihat seorang komandan laut mendekat di air.
âAku akan memberitahumu tiga hal pertama.â
ââŠApa?â
âSatu, aku bukan bawahanmu. Jadi aku harap kamu akan memperlakukanku dengan adil mulai sekarang. â
ââŠâ
âDua, aku akan bekerja sama denganmu tetapi kamu juga harus berjanji untuk bekerja sama denganku.â
Yoo Jonghyuk menatap dengan sedikit minat dan mengangguk.
Tapi rasa dingin di punggung Kim Dokja belum memudar, bayang-bayang mata gelap itu benar-benar mengerikan.
âKetiga, tindakanmu padanya telah melewati batas wajar. Apa kau benar-benar berpikir tindakanmu atas dasar cinta?â
âJika kamu bukan seorang nabi, aku akan memotong lidahmu dan membunuhmu menjadi beberapa bagian.â
âObsesi yang tidak normal.
Kim Dokja tersenyum mengejek sebagai tanggapan saat dia mulai mengucapkan kata demi kata.
âLepaskan tanganmu dan tersesat, brengsek.â
Kemudian kekuatan yang memegang lehernya menghilang. Kim Dokja mulai jatuh oleh tarikan gravitasi, hal yang dilihat Kim Dokja saat melihat ke atas adalah senyum bahagia Yoo Jonghyuk dan Ball yang masih di sampingnya.
âAku percaya kamu. Kamu pasti seorang nabi.â
âMeoww Meow Meooow.â
Karena Kim Dokja tidak mengaktifkan keterampilan Omniscient Reader Viewpoint, dia tidak bisa mengerti apa perkataan Ball, tapi dia bisa menebaknya.
("Selamat tinggal pria menyebalkan. Jika selamat, bawakan aku makanan.")
[Karakter âBallâ senang atas kemalangan yang menimpamu.]
Dasar kucing tidak ada akhlak.
Ball mengejek Kim Dokja saat tiba-tiba menemukan bahwa bayangan besar menghalangi sinar matahari.
Menoleh ke belakang . . .
Bulu kudung kucing itu berdiri dan akan melarikan diri saat di cengkram oleh tangan yang kuat.
âMeow!?â
âTelingaku sakit.â
Hal terakhir yang Kim Dokja lihat sebelum jatuh ke mulut Ichthyosaurus adalah . . .
âMeowwwwwww.â
("Manusia mesummm")
. . . Melihat pantat kucing tertentu yang jatuh tepat di atas wajahnya.
(Kamu gagal menghapus skenario.)
Dengan begitu, satu manusia dan satu kucing harus bertahan di perut Ichthyosaurus.
__ADS_1