![Protagonis Kedua [Omniscient Reader]](https://asset.asean.biz.id/protagonis-kedua--omniscient-reader-.webp)
...“Namaku Kim Dokja.”...
...•••...
^^^003 | 𝗣𝗘𝗥𝗖𝗔𝗬𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗣𝗔𝗗𝗔𝗞𝗨^^^
Setelah jaring itu terlempar, orang-orang segera mencari seperti orang gila, berusaha dengan cara apapun untuk mendapatkan belalang bahkan jika itu saling menyakiti satu sama lain.
"A-aku dapa-!!" Salah satu pria yang memiliki kekuatan lari tercepat di antara kerumunan berhasil meraih salah satu serangga yang lolos, tapi bahkan sebelum dia merasakan rasa lolos dari kematian, orang-orang menyerbu dirinya seperti air pasang.
"Berikan itu padaku!"
"Itu miliku! Miliku!"
Karena ulah orang-orang, pria itu tidak memiliki kesempatan untuk membunuh belalang, cengkeramanya justru mengendur dan sang belalang tidak melewatkan kesempatan ini, belalang segera itu lolos begitu saja.
Wajah pria itu berubah dengan keras, kemarahan yang luar biasa terpampang di wajahnya.
"Brengsek mati kalian semua!"
Seolah-olah kehilangan rasionalnya, pria itu tanpa ragu menusuk bola mata orang di dekatnya tanpa ampun dengan bolpoin yang dia ambil dari sakunya.
"Mataku!! Mataku arghh!!" Orang yang tertusuk menjerit kesakitan dan berguling ke lantai, ada darah bocor di sisi mata kirinya.
Tusukannya sepertinya tidak terlalu dalam dan orang yang terkena masih hidup, tapi pasti sangat menyakitkan.
Perhatian orang-orang untuk sesaat teralihkan oleh pemandangan di depan mereka tanpa menyadari bahwa sesuatu tertentu dengan sangat cepat dan lincah menangkap belalang yang lolos, tanpa ragu menginjaknya (menusuknya) dengan kakinya (cakarnya).
Yoo Sangah adalah orang kedua yang mendapatkan serangga, karena arah jaring belalang adalah letaknya, dia dapat dengan cepat mendapatkan serangga.
Uniknya, dia bukan yang pertama, lalu siapa yang pertama?
Tentu saja protagonis kita dong.
Go Eunyeon dengan kekuatan tubuhnya yang meningkat pesat bisa berlari secepat kilat, sangat cepat hingga seperti atlet lari cepat.
Menusuk serangga tanpa perlawanan dengan pisau, darah mengalir yang menurut Go Eunyeon menjijikan tanpa halangan merembes keluar dari sela-sela tusukan. Tubuh serangga itu telah terbelah menjadi beberapa bagian.
[Kau telah membunuh makhluk hidup.]
[100 koin telah diterima sebagai kompensasi tambahan.]
[Kau telah membunuh makhluk hidup.]
[100 koin telah diterima sebagai kompensasi tambahan.]
[Kau telah membunuh makhluk hidup.]
[100 koin telah diterima sebagai…]
[Kau telah…]
Dalam sudut pandangnya, pesan-pesan terus bermunculan seolah-olah tanpa henti.
'Belalang ini bertelur'
Ekspresi jijik yang tidak di sembunyikan segera mengendur saat merasakan rasa lembut di kakinya.
"Meooow."
Mahluk berbulu itu masih bisa dikatakan bersih yang mengejutkan, karena hanya terdapat sedikit noda darah di cakarnya.
Ball berputar-putar di kaki pemiliknya, sesekali mengeong, tapi karena kebisingan gerbong, suaranya tertelan.
Hati Go Eunyeon melunak dan mengambil tisu dari sakunya, berjongkok, dan membersihkan bilah pisaunya sendiri yang kotor beserta cakar kucingnya.
'Untungnya aku selalu membawa tisu kemana-mana'
Adegan damai itu kontras dengan kerusuhan di kereta, satu orang dan satu kucing tampak terisolasi dari keributan, hal mengejutkan adalah tidak adanya satupun orang yang menghampiri (menganggu) mereka.
[Sejumlah besar koin telah diperoleh! Apakah kau ingin memeriksa tata cara penggunaan koin?]
Mendengar ini di telinganya, Go Eunyeon langsung setuju.
Koin, menurutnya ini pasti sejenis mata uang baru dan akan memiliki banyak pengaruh di masa depan
Uang itu penting di mana saja, bagaimanapun, uang memang bukan segalanya tapi semuanya di mulai dengan uang.
Di sisi lain, Kim Dokja masih berurusan dengan Kim Namwoon.
Kwang! Kwang! Kwang!
Tinju yang dapat mematahkan tulang dengan satu pukulan saja, terus menghantam lantai. Kim Namwoon merasa frustrasi dan tidak bisa mengendalikan emosinya. “Ah, kenapa aku tidak bisa memukulmu?”
Tentu saja, dia tidak bisa memukulnya. Itu semua berkat keterampilan Kim Dokja.
[Keterampilan Eksklusif, Omniscient Reader’s Viewpoint Lv. 1, telah diaktifkan!]
Kim Dokja terus menghindar dengan akurat berkat keterampilannya dan lalu menunjuk petunjuk waktu di udara.
"Tersisa dua menit lagi, Nak."
Kim Namwoon yang tertekan, bergantian memandangi lawannya dan wanita tua itu.
“Sialan!”
Pada saat memikirkan pilihan apa yang harus dia lakukan, tatapan Kim Namwoon kemudian jatuh pada sang nenek.
Seketika dia membuat gerakan yang memaksa Kim Dokja untuk meraih nenek itu dan membawanya menjauh.
“Ha ha, aku tahu kau akan melakukan itu.” Ketika Kim Namwoon mengambil sesuatu dari tasnya, Kim Dokja sudah merasakan firasat buruk.
Bilah pisau berkilau memantulkan sinar dari lampu neon di dalam gerbong. Itu adalah pisau MacGyver Knife portabel.
Swiik—
Arah yang ditunjukkan oleh pisau itu sudah jelas, area jantung. Dan kali ini Kim Dokja tidak bisa menghindar bahkan meskipun tahu serangan akan datang.
Kim Dokja berpikir untuk menerima serangan itu di suatu tempat dengan kerusakan minimal sampai sesuatu yang tidak terduga menghentikan pikirannya.
'Benar! Aku masih memiliknya.'
Jika ini adalah awal skenario putaran ke-3 Yoo Jonghyuk yang asli, awal dari Wasy Of Survival, Kim Dokja pasti akan menerima serangan itu.
Tapi sekarang ada variabel yang bisa membantunya.
“Go Seojin!"
Kim Dokja memiliki keyakinan bahwa dia akan membantunya, ini bukan kesombongan tanpa alasan bahwa orang asing akan membantunya
tapi sebuah kepercayaan diri.
Sebagai pembaca setia, dia tahu hampir segalanya tentang protagonis Wasy Of Destiny.
Kecuali beberapa hal yang tidak disebutkan penulis, hampir semua kebiasaannya dia tahu.
Ada juga jaminan bahwa dia akan membantunya.
[Karakter Go Seojin (?) memiliki sedikit ketertarikan padamu.]
[Karakter Go Seojin (?) waspada dan curiga padamu.]
__ADS_1
Swiss—!
Seperti dugaannya, Kim Namwoon yang memegang pisau kurang beberapa inci darinya tanpa kendala langsung jatuh ke lantai di detik berikutnya. Karena jatuhnya Kim Namwoon di depannya, Kim Dokja dapat melihat sebuah pisau tertancap tepat di belakang kepalanya.
Bahkan sampai kematian, Kim Namwoon tidak tahu siapa pelaku pembunuhnya.
Untuk sesaat, ada perasaan kasihan untuknya.
Kim Dokja melihat bahwa dia tanpa keraguan sedikitpun, melempar pisau itu dengan kejam dan akurat.
Hal ini juga membuat Kim Dokja tanpa sadar bertanya-tanya.
'Aku tahu dia memiliki tingkatan akurat yang sangat baik, tapi bagaimana dia bisa tepat sasaran meskipun banyak orang yang menghalagi sepanjang jalan? Dan bukankah itu pisau biasa? Bagaimana itu bisa menembus kepala seseorang seperti menembus jeli?'
'Seperti yang di harapkan dari protagonis, bahkan sesuatu yang biasa-biasa saja bisa menjadi luar biasa jika di tangannya, ini benar-benar level lain.'
[Kau telah membunuh makhluk hidup.]
[100 koin telah diterima sebagai kompensasi tambahan.]
Go Eunyeon tidak memperdulikan pesan yang muncul tapi pada Kim Dokja yang tidak jauh darinya, matanya menatap tajam padanya.
Untuk pertama kalinya, Go Eunyeon mengganggap serius pria ini.
Melangkah maju mendekati mayat Kim Namwoon yang masih dia anggap calon sekutu sebelumya, mengambil pisaunya dengan tenang.
Karena pisaunya dicabut, otomatis darah akan tumpah karena hilangnya hambatan. Dalam waktu singkat, darah yang merembes menodai lantai dan tubuh Kim Namwoon.
Pisau Kim Namwoon sendiri telah jatuh tidak jauh darinya.
'Pisau MacGyver Knife portabel ini tidak bisa di sia-siakan.'
Saat Go Eunyeon mengambil pisau itu, Kim Dokja juga membunuh belalang di tangannya, ini untuk jaga-jaga jika rencananya gagal.
Orang berhoddie hitam itu mengambil pisau Kim Namwoon, kucing peliharaannya masih mengikuti di belakangnya dengan setia.
Kim Dokja bersumpah bahwa dia melihat emosi waspada di mata kucing itu.
Dan benar saja...
[Karakter Ball waspada padamu.]
Seperti yang di harapkan dari Devil White Cat Nether masa depan.
"Jadi, siapa kamu?" Sambil menodongkan pisau Kim Namwoon pada Kim Dokja, Go Eunyeon bertanya dengan serius.
Kim Dokja tahu bahwa jika dia salah sedikit, kepalanya akan melayang, ini beresiko memang, tapi jika inggin rencananya berhasil dan mengubah tragedi masa depan, dia harus menarik Go Eunyeon untuk bersamanya.
Karena akhir dunia ini hanya dia yang tahu.
Jika karakter Go Eunyeon bertindak seperti di Wasy Of Survival dan menarik hal-hal yang tidak di inginkan, itu akan gawat. Terutama bersangkutan dengan dia.
"Aku tahu kebenarannya."
Go Eunyeon tersentak, jelas dia tidak menduga balasan ini. Untuk sesaat ada kebingungan yang terpapar, waspada dan kecurigaan, semuanya menjadi satu.
Kim Dokja masih ingat dengan jelas protagonis dari Wasy Of Survival dan Ways Of Destiny.
Kemudian Kim Dokja mengaktifkan keterampilannya.
[Keterampilan Eksklusif, Daftar Karakter diaktifkan.]
[Keterampilan eksklusif berbenturan dengan keterampilan khusus pihak lain.]
'Apa?'
Kim Dokja terkejut. Sial, bagaimana dia bisa melupakan itu? Dia terlalu terburu-buru.
"Kamu-!"
[Ada terlalu banyak informasi tentang orang ini. Daftar Karakter dikonversi ke Daftar Ringkasan.]
Selanjutnya, sebuah jendela terbuka di depan matanya.
+
[Ringkasan Karakter]
Nama: Go Seojin (Go Eunyeon)
Umur: 24 tahun (?)
Sponsor: Tidak ada (???)
Atribut Pribadi: Child of Fate (mitos), Rebith (Legenda), Reliable Actor (Langka), Relia....
Kim Dokja belum sempat membaca dan mencernanya saat dia merasakan rasa kritis di hatinya.
「Leher. 」
Dia segera menundukan kepalanya saat ada kilatan pisau melewati kepalanya.
'Hampir saja.'
[Karakter Go Seojin (?) mengamati setiap gerakanmu dengan seksama.]
"Siapa kamu sebenarnya!?"
Kim Dokja tahu bahwa dia harus segera menyelesaikan ini sebelum menjadi di luar kendalinya.
"Kamu ada di bawah komando siapa?"
Go Eunyeon menyerang lagi, dengan dua pisau di tangannya dia membidik area fatal. Dan Kim Dokja tidak punya pilihan selain menaikan stat miliknya.
"Aku bergerak sendiri, jadi tidak perlu terlalu khawatir."
[2.700 koin telah diinvestasikan ke Stamina.]
[Stamina Lv. 1 -> Stamina Lv. 10]
[Level staminamu telah meningkat secara dramatis!]
[Daya tahan tubuhmu telah meningkat pesat!]
Pisau itu menusuk ke jantung. Tepatnya, itu tampak seperti menusuk. Kulit itu keras seperti batu padat, dan satu-satunya yang membekas dari serangan itu hanyalah sebuah goresan ringan.
Kim Dokja melihat mata terbelalak Go Eunyeon.
"Ternyata kau sudah tahu cara penggunaan koin."
Sebenarnya, Kim Dokja sudah merasakan ada yang ganjal sejak kemunculan Go Eunyeon. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan spekulasinya. Jika itu benar seperti yang dia pikirkan, semuanya akan menjadi lebih mudah.
Sekilas memang tidak ada perbedaan dengan Go Eunyeon ini dan Go Eunyeon di Wasy Of Survival.
Tapi.... Ada sesuatu.
[Pemahaman kamu tentang karakter ‘Go Seojin (?)’ semakin meningkat.]
[Pemahaman Kamu tentang orang ini sudah sangat tinggi.]
'…Hah?'
__ADS_1
[Kondisi penggunaan untuk skill eksklusif ‘Sudut Pandang Pembaca Maha Tahu’ tahap 2 telah tercapai!]
[Apakah Kamu ingin mengaktifkan keterampilan eksklusif?]
"... Gereja Dewa Matahari, Patung Jihotes, Kutukan... Nenek Risa, Min Jihyuk..."
Kim Dokja terus menyebutkan nama-nama yang masih dia ingat di situasi ini, dia juga diam-diam mengamati reaksi orang di depannya sambil dengan mengaktifkan keterampilannya.
Go Eunyeon meringis kesakitan saat tangan miliknya sekarang menekan kepalanya, rasa sakit di kepalanya berasa menjadi beberapa kali lipat dari sebelumnya.
「A-apa. Kepalaku, aduhh-- 」
Sebelumnya saja sudah sakit tapi ini menjadi lebih dan lebih sakit. Ini terlalu menyakitkan, seperti ada sesuatu yang mengaduk isi otaknya, dan mengigitnya.
"Berhenti! Berhenti! Ini menyakitkan! Hentikan!"
Kim Dokja tidak menduga bahwa orang di depannya akan bereaksi begitu banyak. Pisaunya di genggamnya sudah terjatuh, dan teriakan miliknya menyebabkan mereka menjadi pusat perhatian.
Masih ada orang-orang dengan niat jahat di sini, mata mereka menyala. Lihatlah orang yang terduduk di lantai sambil memegang kepalanya sendiri, ada air mata yang hampir meluncur lolos.
Sejujurnya, karena penampilan Go Eunyeon yang sangat bagus dan topi hoodie tidak lagi menyembunyikan rupanya, orang dapat melihat wajahnya yang halus, bahkan jika dia menangis kencang itu tidak membuatnya terlihat jelek, justru orang-orang di sekitarnya merasa tertekan.
Sayangnya, di dunia yang hancur ini. Kekuatan dan hidup adalah yang utama, kecantikan tidak lagi berguna bahkan bisa menjadi bumerang.
Dan orang-orang yang sebelumnya sudah menyerah akan nasib merasa memiliki kesempatan, orang itu terlihat kesakitan dan lemah, pasti mudah di tangani.
Mereka adalah orang-orang yang tidak mendapatkan belalang dan inggin hidup. Tapi bahkan sebelum seseorang inggin bergerak, kilatan putih melewati salah satu pemuda dengan niat jahat, dan segera sesuatu melukai wajahnya dengan sangat cepat.
Crass–
"AhHhkk...." Orang yang terkena menjerit kesakitan dan terjatuh, menyentuh wajahnya sendiri saat ada noda darah di atasnya, "Wajahku! Wajahku!"
"Grrrrrrrrr..." Suara geraman khas binatang buas tidak menyenangkan terdengar, itu datang dari mahluk yang kelihatannya tidak berbahaya. Mata kucing itu menjadi merah seolah ada lapisan darah di atasnya, bulu miliknya berdiri dan jelas sebagai tindakan perlindungan. Taringnya yang mencuat tertuju pada kerumunan.
[Karakter Ball menunjukkan permusuhan padamu.]
'Aku tidak mengharapkan ini.'
Kim Dokja harus segera menyelesaikan ini, waktu skenario akan segera berakhir, dan dia harus selamat dari serangan Ball sekaligus mendapatkan kepercayaan protagonis.
Kim Dokja berterima kasih kepada orang-orang dengan niat tidak baik ini, mereka bisa menjadi tameng dalam mengalihkan perhatian monster berbulu itu untuk sesaat.
Tahu bahwa dia hanya memiliki waktu sedikit, Kim Dokja segera berlari menuju arah targetnya.
Sebagai kucing, Ball memiliki indra pendengaran yang tajam dan dapat merasakan bunyi langkah kaki Kim Dokja. Dia inggin segera ke pemiliknya, tapi situasi ini tidak banyak memungkinkannya tepat waktu. Tiga orang menghalangi jalannya.
"Woooo-."
Kucing itu seolah-olah menjerit saat dari sudut pandangnya melihat Kim Dokja menyentuh pemiliknya, warna merah di matanya menjadi lebih pekat, ada niat pembunuh yang luar biasa di sana.
[Karakter Ball menunjukkan kebencian padamu.]
[Karakter Ball menunjukkan niat pembunuh padamu.]
Tidak punya waktu untuk ini, sekarang pikiran Kim Dokja di penuhi dengan suara pikiran Go Eunyeon.
「Sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Sakit.Sakit.Sakit.Sakit. Sakit.....」
"Go Eunyeon! Dengarkan aku!"
Tidak lagi repot-repot menggunakan nama palsu itu, Kim Dokja secara langsung memanggilnya dengan nama yang sudah lama tidak dia dengar di telinganya.
Kim Dokja segera memisahkan tangan Go Eunyeon yang masih memegangi kepalanya, "Lihat aku Go Eunyeon! Pakai keterampilan [Holy Vitality Of Heart]"
"Arkh.. Hiks–"
Memegang kedua sisi wajahnya, Kim Dokja dapat melihat air mata telah meluncur tanpa terkendali darinya.
Ini sulit dipercaya bahwa Go Eunyeon yang bangga akan menangis, dan itu masih di depannya.
Kim Dokja tidak akan melupakan adegan ini bahkan seumur hidupnya, ada juga ledakan rasa bersalah di hatinya.
'Aku terlalu keras dalam memicunya.'
Kelap-kelip putih kehijauan mulai bermunculan di sekeliling mereka. Pada awalnya itu seperti kunang-kunang, dan terpancar langsung dari kontak mereka bersentuhan.
Suara dalam gerbong menjadi hening, ada rasa kedamaian yang langka sekarang.
Yoo Sangah terpesona pada kelap-kelip itu, "Sangat indah." Hanya itu yang bisa ia katakan.
Itu menyebar ke seluruh gerbong dan ada perasaan segar dan penuh vitalitas. Semua perasaan emosi bergejolak seolah hanyut dan mencair, pikiran negatif menghilang, tidak ada rasa sakit, hanya kedamaian dan ketenangan. Ini sangat nyaman hingga berasa inggin tidur di tempat.
Bahkan semua hal yang berhubungan dengan skenario seolah telah menguap dari pikiran orang-orang.
'Jadi ini keterampilan yang terkenal itu, cocok dengan ketenarannya.'
[Holy Vitality Of Hearts]
Sebuah kemampuan tingkat tinggi yang muncul dari gabungan dua keterampilan [Vitality Of Hears] dan [Holy Light Healing].
Ini adalah sebuah kemampuan area besar, bisa menghapus semua hal negatif, mencuci sampai bersih segalanya. Tapi ini juga memiliki batasan pengunaan dan syarat.
Ada dua cara yang diketahui Kim Dokja untuk mengaktifkan keterampilannya ini.
Pertama adalah memiliki hubungan darah, dan jelas Go Eunyeon tidak akan bisa mengaktifkan ini.
Kedua, dua orang atau lebih harus memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dan tulus pada pengguna, melakukan kontak fisik dengannya, dan tidak memiliki niat buruk.
Karena keterampilan ini adalah area besar, semua yang terjangkau akan merasakan efeknya, bahkan musuh.
Kim Dokja dapat merasakan bahwa rasa lelah tubuh dan pikirannya hilang, pikirannya rasanya sangat segar dan ada perasaan hangat berjemur di bawah sinar matahari.
"Siapa Kamu sebenarnya?"
Melihat bayangan dirinya sendiri di mata yang unik dan indah protagonis, tanpa alasan Kim Dokja memiliki perasaan bangga.
Tidak ada kecurigaan dan waspada yang dia tunjukkan sebelumnya, hanya perasaan keingintahuan murni.
Aktifnya kemampuan itu sudah menjadi bukti ketulusan yang bagus.
'Jika dia diam dan tersenyum, dia terlihat seperti remaja polos di bawah umur.'
'Sepertinya aku sedikit mengerti kenapa Yoo Jonghyuk selalu linglung saat dia tersenyum.'
"Namaku Kim Dokja."
Menyentuh puncak kepala orang di depannya dengan tangannya, ada rasa lembut yang enak, hati Kim Dokja tanpa alasan melunak, ada senyum lembut yang mekar tanpa sadar.
[Waktu yang diberikan telah habis.]
Ada suara seperti sesuatu meledak.
"Aku adalah orang yang bisa kau percayai..."
[Penyelesaian berbayar akan dimulai.]
"Percayalah padaku Go Eunyeon."
Dengan bunyi suara ledakan di latar belakang. Go Eunyeon dapat melihat bayangannya sendiri di mata pihak lain, memantulkan dirinya.
[Keterampilan Khusus Holy Spirit Eyesight telah bergetar.]
__ADS_1
[Karakter ‘Go Seojin (?)’ merasakan kepercayaan yang samar terhadapmu.]