
Hari sudah pagi, Jimmy bangun dari tidurnya. Jimmy segera bangkit dan mandi, karena ingin segera menemui Alya.
Jimmy lalu keluar kamar, lalu pelayan datang menghampiri dengan memberi beberapa baju baru yang sudah di Dry clean.
"Tuan ini beberapa baju baru yang sudah di Dry clean." kata Pelayan.
"Terimakasih mbak, saya ke kamar Alya dulu." Kata Jimmy.
Jimmy lalu ke atas membuka pintu kamar Alya, dan masuk. Dilihatnya Alya sedang duduk di balkon kamar. Sepertinya Alya rindu suasana di langit kota kelahirannya.
"Halo Alya, kamu sudah baikan." Kata Jimmy.
Alya cuma mengangguk tanda sudah baikan.
" Alya kamu mau kugendong turun ke bawah." Kata Jimmy, serasa ingin menggendong Alya.
"Saya sudah baikan, ayo kita turun sarapan. aku mau pergi jalan- jalan." Kata Alya.
Alya mengambil tas di lemari.
"Oh ya dompet ku berisi identitas ada di mobil satunya di Jakarta." Kata Alya.
"Pakai uangku saja, kan gaji mu masih kupegang." Kata Jimmy.
__ADS_1
Alya dan Jimmy turun ke lantai dasar untuk sarapan. Ayahnya Alya sedang menunggu di bawah untuk sarapan bersama.
Mereka lalu Sarapan bersama dengan tenang, Akhirnya mereka selesai sarapan.
"Alya dan Jimmy ikut ayah lihat pabrik teh milik ayahmu, sekaligus jalan - jalan ke kebun teh." Kata pak Sanjaya.
"Apa, Jimmy anaknya CEO Pak Haryo." kata Alya
"Iya Alya, ayah di pabrik teh juga menanamkan saham di sana, berhubung Pak Haryo jarang ke Bandung, Ayah jadi direktur." Kata Pak Sanjaya.
"Saya mau setir mobil sendiri, setelah dari pabrik, ke kebun, lalu ke tempat lain mau ada urusan." Kata Alya.
"Saya juga satu mobil dengan Alya." kata Jimmy.
"Saya tidak mau jika semobil dengan body guard mu." kata Alya.
Alya lalu memilih mobil warna merah, Jimmy ikut naik di samping Alya.
Para bodyguard naik mobilnya Jimmy.
Jadi setelah mobil Sanjaya keluar, diikuti mobil Alya, lalu keluar juga mobil Jimmy.
Jimmy memandang Alya, melihat cara Alya menyetir.
__ADS_1
"Udah jangan lihat- lihat saya terus, kamu jatuh cinta karena saya punya segalanya kan." Kata Alya ketus.
"Ya Tuhan, kamu kok berpikir seperti itu, kamu tahu kan saat konser aku memelukmu tanda aku menyukaimu. Kamu tahu kan saya sampai mengejar Angga mati- Matian, untung saja mahkotamu masih selamat. Saya menggendongmu dari hutan sampai ke mobil ambulans" Kata Jimmy.
"Iya, iya... terimakasih atas pertolonganmu tuan Jimmy." Kata Alya.
"Hatiku terasa sakit dan sedih jika kamu berkata seperti itu." Kata Jimmy.
" Maaf deh, atas perkataanku." Kata Alya.
Lalu sampailah di pabrik teh, Jimmy dan Alya melihat - lihat pabrik lalu masuk ke kantor ayahnya.
"Di ruangan ini ada dua meja, yaitu meja Ayah dan yang besar adalah meja CEO ayahmu. Mungkin Jimmy mau membantu ayahmu yang sibuk." Kata Sanjaya.
"Saya tidak tahu jika Ayah punya pabrik di Bandung." kata Jimmy yang akhirnya duduk di kursi CEO." Kata Jimmy.
Alya duduk di sofa sambil mendengarkan.
Jimmy dan Alya melihat - lihat laporan keuangan bulan ini. Jimmy lalu pusing.
" Tahu ah gelap, Saya kuliah saja dapat nilai B untung - untung. kata Jimmy.
Alya dan Jimmy mencoba minuman teh yang dingin. Lalu mereka berfoto Selfi bersama dan disebarkan ke Facebook, Instragram, Twitter milik Jimmy.
__ADS_1
Jimmy ingin menyapa penggemarnya. Jimmy lalu mendapat Like yang banyak. Banyak yang mengatakan pasangan romantis.
Terimakasih telah membaca cerita ini. Tolong beri Like dan tinggalkan komentar. Terimakasih.