Putri Direktur

Putri Direktur
Episode 35 Resepsi pernikahan


__ADS_3

🌺 Resepsi Pernikahan🌺


Dua bulan telah berlalu, cincin pernikahan yang telah dipesan 3,5 bulan yang lalu telah selesai dibuat. Alya dan Bastian menunda Resepsi pernikahan selama 3 bulan.


Sekarang Alya mau mengadakan resepsi pernikahan karena mamanya menyaksikan pernikahan Putrinya.


"Satu jam lagi acara dimulai Alya, mama tidak mau bertemu dengan papamu. Mama pakai masker dulu ya, dan menunggu di hotel saja. Mama takut papamu mampir ke rumah ini dulu. Mama pergi ikut satu mobil dengan Wilson, istrinya dan bayinya yang lucu." Kata Bu Nisa.


"Hati - hati ya ma." kata Alya


Bu Nisa akhirnya pergi lebih dulu ke hotel. Beberapa menit kemudian, Papanya Alya datang ke rumah.


"Halo Alya Putriku kamu Tampak cantik sekali." Kata Pak Sanjaya.


"Hai, papa. kupikir papa langsung ke hotel." Kata Alya.


"Papa ingin datang bersamaan denganmu, di belakang mobil kalian." Kata Pak Sanjaya.


"Orang tuamu Jimmy, kakak ipar dan keponakanmu yang masih bayi di mana?" Kata Pak Sanjaya.


" Mereka sudah lebih dulu pergi ke pesta, untuk menyambut tamu dan relasi." Kata Alya.


Lalu Jimmy turun dari atas melewati tangga.


"Selamat malam pa, Mari kita pergi bersama." Kata Jimmy.


"Ayo kita berangkat sekarang." Kata Jimmy.


Mobil Pak Sanjaya mengikuti mobil Jimmy menuju ke hotel. Setengah jam kemudian mereka sampai di Hotel Sunshine. Sopir mengantarkan di depan Lobby hotel.


Pak Sanjaya, Alya dan Jimmy masuk ke dalam hotel. Mereka lalu diatur oleh EO ( Event Organizer) berdiri di depan pintu tertutup ke ruangan Resepsi.


Pembawa acara sudah memulai pesta.


"Para tamu yang terhormat, Pasangan pengantin yang telah resmi menikah 3,5 bulan yang lalu akhirnya bisa merayakannya sekarang. Mereka adalah artis yang sibuk.


Mari kita sambut kedatangan pasangan yang bernama Jimmy Suteja dan Alya Wibowo." Kata Pembawa acara.


Lalu pintu dibuka pasangan itu masuk dan berfoto di atas panggung.



Setelah itu Jimmy dan Alya menyanyi, Mereka sudah berlatih bernyanyi satu bulan lamanya.



Lalu mereka diminta untuk memakai cincin pernikahan oleh pembawa acara. Cincin yang berbentuk mahkota raja dan ratu yang telah dipesan 3,5 bulan yang lalu.

__ADS_1



"Silahkan pasangan pengantin untuk mengambil pedang bersamaan untuk memotong kue pernikahan dari tingkat 3 sampai dasar." Kata Host.


Mereka diminta untuk memotong kue tart bersama. Mereka memegang pedang panjang bersama.


Para orang tua pengantin di harapkan maju ke depan untuk berfoto bersama.


"Kepada para orang tua dari pihak Jimmy dan Alya silahkan maju ke depan untuk berfoto bersama." Kata Host.


Orang tua Jimmy yaitu Pak Haryo Suteja dan Ibu Anna maju ke depan, Orang tua Alya yang maju ke depan hanya Pak Sanjaya sendiri.


Bu Nisa tidak mau maju.


Akhirnya mereka sudah berfoto bersama, dan keluarga besar boleh berfoto bersama. Lalu majulah Kakak Wilson dan istrinya yang sedang menggendong bayi yang memakai jas.


saudara sepupu Jimmy dan Alya jumlahnya sekitar 20 orang maju dan Mamanya Alya juga maju tapi lewat samping agar tidak terlihat suaminya.


Akhirnya kelurga besar berfoto bersama.


Host acara pernikahan juga memberi kesempatan untuk teman - teman Jimmy berfoto dan akhirnya teman - teman Alya yang jauh - jauh datang dari Bandung juga berfoto.


"Sesi foto - foto bersama dengan artis selesai. Kini waktunya makan - makan, silahkan para tamu yang hadir menikmati makanan dan minuman." Kata Host.


Suara musik yang romantis telah dilantunkan.


Pak Sanjaya dan Pak Haryo sibuk berbincang - bincang dan tertawa.


"Aduh saya mau ke toilet dulu, apakah di belakang itu." Kata Pak Sanjaya kepada Pak Haryo.


Pak Haryo dan Pak Sanjaya melihat pintu toilet Pria dan Wanita yang berdampingan.


Pak Haryo kaget melihat Bu Nisa sedang berdiri di depan pintu toilet wanita.


*Gawat nih jika Pak Sanjaya tahu kalau wanita yang memakai masker adalah istrinya yang kabur. Kalau ketahuan berarti sudah takdir.


*Kata hati Pak Haryo.


Pak Sanjaya berjalan menuju ke arah pintu toilet sambil melihat wanita yang aneh.


*Aneh siapa wanita kok pakai masker, tadi juga ikut foto untuk saudara, apakah saudara jauh Jimmy. Mata wanita ini mengingatkan aku dengan mata Nisa.


*Kata hati Pak Sanjaya.


Bu Nisa kaget melihat Pak Sanjaya berjalan ke arah toilet pria yang dekat dengan toilet wanita. Mata Bu Nisa berpaling ke arah lain.


__ADS_1


Bu Nisa berjalan ke arah makanan pencuci mulut seperti cake dan minuman buah. Bu Nisa merasa haus dan ingin minum tapi tidak mau melepas Masker.


*Selagi Sanjaya ke toilet, saya segera makan cake dan minum es buah saja.


*Kata hati Bu Nisa.


Bu Nisa mengambil cake dan minuman, lalu bergerak menuju ke dekat pintu mengarah ke kolam renang. Bu Nisa membuka masker lalu makan dan minum.


Pak Sanjaya sedang mencuci tangan dan berkaca di dalam toilet. Pak Sanjaya tanpa sengaja mendengar pembicaraan saudara Jimmy.


" Tadi waktu foto bersama ada ibu yang pakai masker itu kok aneh ya. Yang pasti bukan dari saudara kita. Apakah dia tantenya Alya." Kata pemuda 1.


"Mungkin wajahnya cacat lalu ditutup." Kata pemuda 2.


*Apa jadi wanita itu bukan dari keluarganya Jimmy. Mata wanita itu sangat mirip dengan Nisa. Apakah dia tahu putrinya menikah, lalu dia datang untuk merayakannya. Aku harus temukan Nisa.


*Kata hati Pak Sanjaya.


Pak Sanjaya keliling ke seluruh tempat tapi wanita yang memakai masker tidak ada. Pak Sanjaya melihat ke pintu keluar juga tidak ada


Dia lalu masuk ke dalam pesta dengan lemas.


*Bodohnya aku ini mengapa aku tidak menyadari dia adalah Nisa. Dia memakai masker untuk menghindariku. Istriku sangat membenciku. Aku menikah dengan Nisa saat lulus kuliah umur 23 tahun.


*Kata hati Pak Sanjaya.


Pak Sanjaya ingin menangis dan tidak ingin dilihat para tamu. Dia berjalan ke arah kolam renang. Saat mendekati kolam renang pak Sanjaya melihat wanita yang memakai masker sedang duduk di kursi taman.


Pak Sanjaya menghampiri Bu Nisa.


*Mengapa pria brengsek ini kemari, aku harus pergi menjauh.


*Kata hati Bu Nisa.


"Nisa, Nisa jangan pergi. Aku tahu itu kamu. Saat itu aku dibuat mabuk oleh Rosa dan diberi obat. Maafkan aku Nisa." Kata pak Sanjaya.


Pak Sanjaya memegang tangan Bu Nisa.


"Umur kita sudah 47 Tahun, kamu masih langsing dan awet muda." Kata Pak Sanjaya.


"Maaf anda salah orang, saya bukan Bu Nisa." Kata Bu Nisa.


Pak Sanjaya langsung melepaskan masker Bu Nisa. Terlihat wajah Bu Nisa yang sedang mengeluarkan air mata menahan tangisnya.


Pak Sanjaya langsung memeluk Bu Nisa dengan erat.


Terimakasih telah membaca novel ini, Jika suka tolong beri like, vote dan komentar.🙏

__ADS_1


__ADS_2