Putri Direktur

Putri Direktur
Episode 35 Indonesia Tercinta


__ADS_3


☘️ Keesokan paginya☘️


Jimmy dan Alya bangun dari tidurnya dan segera mandi. Jimmy sudah memesan tadi malam untuk sarapan pagi di antar di kamar untuk menikmati pemandangan pantai dan Gedung Opera Sidney.



Bu Nisa datang untuk bergabung sarapan bersama. Mereka Akhirnya selesai sarapan bersama.


"Ma, belanjaannya kemarin gabung dengan koperku yang masih ada ruang kosong."


Alya memasukkan baju - baju mamanya yang dibeli kemarin gabung dalam 1koper.


Akhirnya bawaan Bu Nisa cuma satu koper dan tas yang berisi barang penting.


Mereka masuk ke dalam lift dan turun ke lantai dasar. Taksi sudah tersedia di depan lobby hotel. Mereka pergi ke bandara dengan taksi.


Setelah melalui proses panjang akhirnya bisa duduk di kelas bisnis dalam pesawat. Perjalanan pulang ke Jakarta membutuhkan sekitar 6 jam lebih.


"Alya, tolong jangan beritahu papamu jika mama sudah ditemukan. Mama rela hidup menderita menjadi pelayan di negara lain agar bisa kabur darinya. Hatiku sudah amat sakit melihat dia tidur dengan wanita lain." Kata Bu Nisa.


"Terserah mama, tapi aku ingin mama melihat pesta pernikahan saya dengan Jimmy. Saya belum mau merayakan pernikahan kami jika belum bertemu denganmu ma. Aku ingin mama melihat kebahagiaan putrimu ini." Kata Alya.


"Baiklah mama akan datang di pesta pernikahanmu tapi mama menutup wajah mama dengan masker penutup wajah ya." Kata Bu Nisa.


Akhirnya pesawat yang mereka tumpangi selamat sampai di Jakarta. Mereka bertiga sudah keluar Jimmy membantu membawa koper Bu Nisa.


Mereka sudah dijemput oleh sopir dan bodyguard. Mereka pergi ke kediaman keluarga Suteja. Setelah sampai di depan rumah, mereka sudah disambut oleh Orangtuanya Jimmy, Kak Wilson dan istrinya.


"Halo, Selamat datang ke Indonesia dan di rumah kami. Ayo masuk dan silahkan duduk dulu." Kata Bu Anna.


" Terimakasih. Permisi ya." Kata Bu Nisa. yang memilih duduk di dekat pintu.


Saya adalah Bu Anna merupakan mamanya Jimmy. Dia adalah suamiku namanya Pak Pak Haryo Suteja, Pria muda yang berjas ini adalah putra sulung saya yaitu Wilson Suteja dan disebelah adalah istrinya yaitu Chintia yang sebentar lagi akan melahirkan." Kata Bu Anna.

__ADS_1


"Maaf, selama ini merepotkan kalian hingga mencari saya di seluruh tempat. Sekarang diberikan fasilitas tempat tinggal." Kata Bu Nisa.


"Jangan sungkan, anda adalah mamanya menantuku, dan kita adalah besan." Kata Pak Wilson.


"Saya minta tolong, Jangan beritahu kepada suamiku jika saya telah ditemukan, kalian kan tahu jika saya sangat sakit hati kepada suamiku." Kata Bu Nisa.


"Saya adalah CEO di pabrik teh tempat suamimu bekerja sebagai direktur dan penanam saham juga. Suamimu adalah teman saya yang aku percaya.


Sebenarnya dia dijebak oleh Sekretaris yang telah memberikan minuman yang sudah diberi obat, jadi langsung mabuk dan bernafsu. Dia selama ini tidak menikahi sekretarisnya secara resmi." Kata Pak Haryo.


"Jika saya tidak memberi tahu suamimu bahwa saya telah menemukan istrinya, anda pasti tahu kan betapa kecewanya dia kepada saya, bisa - bisa dia cabut sahamnya, dan tidak mau jadi direktur untuk mengurus pabrik teh." Kata Pak Haryo.


Bu Nisa cuma menarik nafas panjang, lalu bersandar di sandaran sofa.


" Sekarang sudah jam setengah tujuh, ayo kita makan malam." Kata Bu Anna.


Bu Anna lalu menggandeng Bu Nisa dan merangkulnya menuju ke ruang makan.


Setelah mereka mencuci tangan dan duduk, Bu Anna hanya memperhatikan meja makan.


"Mama, ayo makan. Saya ambilkan nasi dan sayurnya ya." Kata Alya.


"Kelihatannya Bu Nisa takut jika saya akan memberi tahu suamimu, Saya akan beritahu suamimu jika anda sudah siap saja. Siapa tahu selama bersama dengan Alya dan kita. Hatimu sembuh seiring berjalannya waktu." Kata Pak Haryo.


Setelah mendengar perkataan yang menghibur dari Pak Haryo. Bu Nisa akhirnya mau makan dengan perlahan - lahan.


Seluruh keluarga menjadi sadar betapa wanita yang baru datang menyimpan sakit hati begitu dalam. Bu Anna ingin menjadi penghibur karena mereka adalah sama - sama wanita yang menjadi istri CEO.


Akhirnya mereka selesai makan malam. Bu Anna mengajak Bu Nisa sementara waktu tidur di kamar tamu. Bu Nisa tampak membutuhkan teman.


"Bu Nisa, tinggal di sini saja dulu. Ada kamar tamu kok di sini." Kata Bu Anna.


Alya lalu membuka pintu kamar tamu yang merupakan kamar Alya sebelumnya.


"Ayo ma, masuk dan mandi dulu. Malam ini saya mau tidur di sebelah mama. Sudah lama Alya merindukan mama." Kata Alya.

__ADS_1


"Tolong ambilkan handuk, perlengkapan mandi dan baju mama." Kata Bu Nisa.


Alya membuka koper metalik itu dan mengambil handuk dan baju rumah untuk mamanya.


"Ma, Saya mau ke atas untuk mandi dulu." kata Alya.


Alya lalu naik ke atas, menuju ke kamarnya.


Alya melihat Jimmy sedang tidur karena kecapekan. Alya lalu segera mandi dan mengenakan piyama.


Alya turun ke bawah lagi dengan membawa bantalnya. Alya masuk ke kamar mamanya, Alya melihat mamanya sedang menyisir rambutnya yang basah.


Alya membantu memindahkan baju dalam koper ke dalam lemari pakaian.


"Mama, baju mama ganti baru semuanya. Besok kita shopping di mall. Jakarta sudah banyak berubah lho ma. Tapi saya pakai masker penutup wajah." Kata Alya.


"Kenapa kamu menutup wajahmu, apakah kamu gampang sakit jika terkena debu." Tanya Bu Nisa dengan kuatir.


"Saya jadi artis ma, artis drama dan film bioskop. Saya ingin belanja dengan tenang dengan mama. Penggemar saya pasti minta tandatangan." Kata Alya.


"Wah kamu artis sekarang, kok bisa. Papamu masa mau beri kebebasan." Kata Bu Nisa.


"Ceritanya itu saat setelah wisuda saya kabur karena dijodohkan oleh mama tiri dengan keponakannya untuk incar harta papa.


Lalu saat di Jakarta untuk mencari mama, saya ketemu dengan Jimmy yang kabur juga karena dijodohkan. Lalu saya dikontrak setengah tahun oleh Jimmy untuk menjadi tunangan dan asisten Jimmy sebagai artis. Lalu Sutradara yang pilih aku jadi peran pengganti dan akhirnya main Film." Kata Alya.


"Maafkan mamamu yang tidak bisa menjagamu, pasti kamu alami masa sulit hidup dengan ibu tiri." Kata Bu Nisa.


"Tidak apa - apa ma, Saya lebih kuatir dengan mama yang mengalami kesulitan di luar." Kata Alya.


"Apakah papamu sehat - sehat saja selama ini." Kata Bu Nisa.


"Dulu pertama kali mama pergi dari rumah, papa kalau malam mabuk dan marah - marah terus seperti orang stress. Lalu saya datangi papa dan bertanya. 'apakah papa membenciku?' Dia menjawab 'Maafkan papa yang lupa ada seorang putri.' Papa lalu berhenti mabuk, 10 tahun yang lalu papa membangun resort untuk Alya." Kata Alya.


"Ayo sekarang kita tidur, mama sudah mengantuk." Kata Bu Nisa.

__ADS_1


Alya memakai selimut untuk mereka berdua, Alya memeluk mamanya yang selama ini dirindukan.


Terimakasih telah membaca novel ini, Jika suka tolong beri like, vote, komentar.🙏


__ADS_2