
☘️Di apartemen☘️
Mereka masuk di apartemen Bu Nisa, Bu Nisa sibuk memasukkan baju di koper dan tas.
"Ma, pinjam kartu identitas mama. Aku mau tiket pesawat pesan secara online dulu?" Kata Alya.
Bu Nisa mengeluarkan kartu identitas dan pasport kepada Alya. Jimmy memfoto identitas Bu Nisa, dan mengirimnya kepada asisten Robby.
"Mama dulu ke sini pakai visa apa?" tanya Alya.
" Visa Kerja." kata Bu Nisa singkat karena lagi konsentrasi atur barang.
"Ma, barang yang tidak layak pakai tinggalkan di sini saja atau diberi kepada orang lain." Kata Alya.
"Oh ya, di atas ada pasangan suami istri baru datang dari Indonesia baru kerja di sini, mungkin mereka butuh perabotan." Kata Bu Nisa
"Baju mama yang sudah usang buang saja, aku belikan yang baru." Kata Alya.
" Begini saja, kita jalan - jalan ke mall saja bisa beli baju baru lagi." Kata Jimmy.
"Iya ma, aku bayar semuanya. Aku ingin membelikan barang untuk ibu. Ibu ingin apa." Kata Alya.
"Iya ada baju yang ingin mama beli." kata Bu Nisa.
"Ayo, kita pergi ke situ." Kata Alya.
mereka keluar dari apartemen itu dan memanggil taksi yang lewat.
Mereka masuk ke dalam mobil Taksi, Bu Nisa memilih duduk di samping sopir taksi.
"Can you take US to paradise mall." ( Bisakah kamu mengantar kami ke mall paradise) kata Bu Nisa kepada sopir taksi.
"Yes mam." (Baik Bu), kata Sopir taksi.
Lalu mobil bergerak menuju ke mall Paradise, akhirnya berhenti di depan lobby.
Alya lalu membayar uang kepada sopir taksi.
"thank you, sir." kata Alya.
"you're Welcome." Jawab sopir taksi.
Bu Nisa lalu menuju ke butik di dalam mall. Alya dan Jimmy mengikuti Bu Nisa. Mereka lalu berhenti di suatu butik.
"baju yang terpajang di manekin ini Bu, yang mana kiri atau kanan?" Tanya Alya.
__ADS_1
"Mama ingin keduanya." kata Bu Nisa.
*Tampaknya mama sudah merindukan penampilan sebagai istri direktur. Biar, saja aku ingin mewujudkan keinginan mamaku. Dia sudah menderita terlalu lama gara - gara Pelakor. Apa salahnya aku ingin buat mamaku bahagia.
*Kata hati Alya.
Lalu Alya membayar kedua pakaian itu.
Apakah ada yang ingin di beli oleh ibu lagi." Tanyaku ingin meyakinkan.
"Ada satu butik lagi, Alya. Mama ingin seperti masa muda mama." Kata Bu Nisa.
Mereka pergi ke suatu butik lagi. Alya melihat 2 manekin memakai dress yang ramping.
"Mama coba dulu apakah ukurannya pas." kata Alya.
Lalu Alya dan Jimmy melihat mamanya masih langsing dan cantik walau terlihat guratan di wajah.
"Mama, cantik sekali. Nanti kita pergi ke klinik untuk perawatan kulit saat di Indonesia." Kata Alya.
Alya membeli 2 dress yang dipakai manekin itu. Lalu Alya membeli dress dan gaun lainnya untuk Alya sendiri.
Akhirnya kita lapar, kita cari makan siang ma.
"Makan roti juga bisa buat kenyang kok. Mama masak nasi sendiri di apartemen, beli beras di Toko khusus yang menjual kebutuhan orang Asia." Kata Bu Nisa
"Kalau kamu mau masakan Indonesia, kita bisa pergi ke jalan Anzac Parade. Ada 10 restoran Indonesia di jalan itu.
"Ayo kita ke restoran itu, eits tunggu dulu aku mau belikan baju untuk suamiku ini." Kata Alya.
"Ayo, Sayang kita cari toko pakaian pria untukmu." Kata Alya Kepada Jimmy.
Akhirnya mereka menemukan toko yang khusus menjual pakaian pria.
Alya melihat toko seberang menjual sepatu.
"Sayang, aku dan mamaku mau pergi ke toko sepatu itu. Kalau kamu selesai belanja kamu kesana saja." Kata Alya.
Jimmy lalu memilih dan mencoba baju, kemeja, dan jas. Setengah jam kemudian Jimmy telah selesai membelinya. Jimmy menuju ke toko sepatu.
Jimmy tertarik dengan sepatu pria yang terpajang di etalase toko itu, di samping toko sepatu wanita. Lalu Jimmy masuk dan membeli sepatu kulit yang mahal itu
Alya, Bu Nisa dan Jimmy akhirnya senang bisa membeli barang keinginan mereka. Tinggal bingung bawanya.
"Barangnya ditaruh di hotelku." Kata Alya.
__ADS_1
Mereka pergi ke hotel tempat Alya menginap dengan menggunakan taksi. Bu Nisa juga ikut masuk ke dalam hotel bintang lima itu. Bu Nisa amat senang lalu berfoto Selfi dengan Jimmy dan Alya.
Akhirnya mereka meletakkan barang belanjaan mereka dan mampir ke kamar mandi semua. Lalu pergi lagi dengan taksi menuju ke jalan Anzac Parade.
15 menit kemudian Taksi itu berhenti di jalan Anzac Parade. Mereka memilih Restoran yang menyajikan makanan Jawa.
"Mama dan Jimmy ingin makan apa? aku ingin pesan nasi kuning yang ada banyak macam menu pendamping." Kata Alya.
"Kita juga rindu makan nasi kuning, kita pilih nasi kuning spesial. Lihat fotonya kok menggiurkan." Kata Alya.
Mereka akhirnya memesan menu nasi kuning spesial dan jus alpukat.
Pesanan makanan nasi kuning spesial akhirnya tiba, Mereka makan dengan gembira.
"Oh ya nanti Mama akan tinggal di mana saat di Indonesia, mana tidak mau bertemu dengan papamu." Kata Bu Nisa.
"Besok sementara tinggal di rumah baru, Kakaknya Jimmy seorang CEO punya banyak properti, saya pilih properti yang di depannya ada taman. terus di kompleks itu ada fasilitas Club house, mama bisa olahraga apa saja di situ" Kata Alya.
"Oh ya, Jimmy. Apakah kamu sudah pesan tiga tiket pesawat untuk pulang ke Indonesia." tanya Alya.
"Sudah ku pesankan tiga tiket pesawat lewat online. dengan bantuan asisten Robby." Kata Jimmy.
Mereka sudah menghabiskan Jus Alpukat mereka, lalu pergi ke apartemen Bu Nisa.
Alya membantu mamanya menata barang menjadi lebih sedikit. Rice cooker, lemari es mini, kompor, dan diberikan kepada pasangan yang baru datang dari Indonesia untuk bekerja sebagai pelayan toko dan cafe.
"Halo ada apa, kenapa Bu Nisa memanggil kami turun." kata Dewi yang datang bersama suaminya.
"Saya mau pulang ke Indonesia, saya tidak bisa bawa pulang barang - barang ini. Saya cuma bawa satu tas koper ini saja. Apakah kalian mau? pilih saja. sisanya akan kuberikan kepada security di bawah." Kata Bu Nisa.
"Oh saya mau, daripada kami selalu membeli makanan di luar, kami ingin bisa memasak sendiri. Lebih baik kita pindah ke kamar ini saja, karena capek naik tangga ke atas. walaupun kita bisa naik lift." kata Dewi.
"Apakah kalian mau juga baju - baju ini, masih layak pakai dan bagus? Tanya Alya Kepada pasangan itu."
Dewi melihat - lihat baju Bu Nisa yang merupakan kemeja dan baju rumah. Dewi terlihat senang dengan ini semua.
"Baik saya mau juga, saya ke Sidney cuma bawa satu koper saja. Sebenarnya mau beli lagi. Berhubung ini baju masih layak pakai, saya mau. Sekalian pindah ke sini sewa kamarnya." Kata Dewi.
"Saya juga ucapkan terima kasih atas bantuannya." Kata suami Dewi.
"Kalau begitu saya pergi dulu. ini kunci apartemennya. Saya sudah pamit kepada pemilik apartemen. Nanti kukirim pesan kepada pemilik kalau kunci ada di Dewi." Kata Bu Nisa.
Bu Nisa akhirnya ikut pindah ke hotel Si-la dengan memesan kamar single room untuk Bu Nisa.
Mereka lalu tidur karena kecapekan.
__ADS_1
Terimakasih telah membaca novel ini. Jika suka tolong beri like, vote dan komentar.🙏