
...BAB IX...
"Nona mari saya obati luka anda dahulu, setelah itu minum obat ini." ujar Nima.
Lily pun tersenyum lalu membalikan badan nya saat dioleskan dengan obat itu Lily pun menahan sakit nya sampai mengeluarkan air mata nya karena saking begitu sakitnya.
" Hikss.....Hikssss. sakit sakit sekali." ujar Lily sambil berderai air matanya.
" Sudah nona, saya sudah selesai mengolesi obat nya, dan ini minum lah obat pereda nyeri ini nona." ujar Nima.
Lily pun meminum nya sambil menutup hidung nya dia sebenarnya paling tidak suka minum obat karena pahit... gluk glukk
" Akkkhhh.... Pahit sekali." ujar Lily.
...----------------...
...----------------...
Setelah Lily meminum obatnya dia pun menanyakan keberadaan sang duke Kendrick kepada Nima.
" hhhmmm... bibi.... paman berada dimana?." tanya Lily.
" Tuan sedang ada di ruang kerjanya nona, apa nona ingin menemui nya?." jawab Nima.
" Iya aku bosan sekali."
Lily merasa bosan akhirnya dia memutuskan untuk menemui sang Duke tapi sebelum dia keruangan nya, dia meminta Nima untuk menyiapkan kue dan teh untuk dibawa ke Duke Kendrick.
Lily yang tidak tau keberadaan ruangan kerja Duke pun akhirnya menanyakan kepada Nima
" Bisakah bibi mengantarkan ku ke ruangan nya." ujar Lily.
Lily dan Nima pun menuju ruangan kerja sang Duke yang posisinya berada di ujung kanan dari arah kamarnya.
" Ini nona ruangan tuan." ujar Nima.
Lily pun mengetuk pintu itu lalu membuka pintu nya kreett....
Saat memasuki ruangan kerja nya Lily yang melihat Duke yang sibuk dan ada begitu banyak kertas bertumpuk di meja nya menganga melihat nya.
__ADS_1
" Ya ampun banyak sekali kertas kertas yang harus ia periksa dan tanda tangani, lebih banyak 2x lipat dari kerjaan ku sebelum berada di tubuh ini " batin Lily.
Lily pun menyudahi lamunannya.
" Haii paman....." ujar Lily.
" hmmm.... kau sudah bangun gadis kecil?" tanya Duke Kendrick.
" Ada apa menemuiku." tanya nya.
Lily pun tersenyum lalu menghampiri Duke
" Iiii...ini untuk paman, paman pasti belum makan kan karena begitu sibuk." ujar Lily dengan gugup.
Duke yang mendapat perhatian dari sang Putri pun sangat terharu dan juga merasa senang sekali.
" Paman, apakah aku boleh berkeliling masion ini?." tanya Lily.
" Boleh, tapi sebelum itu mulai sekarang panggil aku Ayah jangan manggil paman lagi bisa?." ujar Duke
" TIDAK MAU." ujar Lily.
" Aku belum terbiasa paman, jangan memaksa ku." ujar Lily.
" Yasudah, aku tidak memaksa mu lagi." ujar duke.
Duke yang mendengar penuturan sang putri pun merasa sedih tapi iya juga tidak mau memaksakan sang putri takut nya nanti ia membenci dirinya.
...****************...
...****************...
Sesudah mendapatkan izin dari sang Duke Lily pun akhirnya berkeliling di temani oleh Nami dan Joe.
Di taman masion duke of Kendrick Yasha.
Lily yang sangat terpana melihat hamparan bunga di taman ini.
" Wahhhh .... luas sekali taman ini dan aku merasa kan nyaman dan sejuk nya udaranya disini." ujar Lily yang merasa senang.
__ADS_1
Sedang kan di suatu ruangan ada pria tampan yang sedang berdiri di dekat jendela sambil melihat gadis kecil nya yang merasa senang berada di taman pun ikut tersenyum dan juga ada rasa bersalah yang ia rasakan karena terlalu lama untuk bisa menemukan nya.
Kreettt...
(suara pintu yang terbuka) Roy pun menghampiri sang tuan Duke. Roy yang melihat tuan nya melamun menatap sendu ke arah luar jendela pun menghampiri lebih dekat.
" Permisi tuan, tuan baik baik saja?." ujar Roy khawatir.
Duke Kendrick yang sedang melamun pun kaget lalu ia tersadar " Kau, Bikin kaget saja, ada apa menemuiku? Roy apa kau sudah menyelidiki selama ini bagaimana anakku bisa bertahan hidup " ujar sang Duke.
Roy pun yang melihat reaksi sang tuan pun hanya tersenyum " Maaf tuan sudah membuatmu kaget, Dia selama ini tinggal bersama seorang nenek yang baik."
" Tapi bagaimana bisa ia pas bertemu dengan ku berada di tempat panti yang tidak memiliki surat adopsi dan ilegal seperti itu." ujar Duke dengan menggebu.
sebelum selesai Roy memberikan informasi nya sudah dipotong oleh tuan nya.
" Saya belom selesai berbicara tuan." ujar Roy.
" ah maaf kan aku memotong mu saat berbicara, aku terbawa suasana." ujar Duke.
" Setelah nenek itu meninggal karena sakit nona sempat tinggal di pinggiran jalan, lalu nona bertemu dengan wanita waktu itu yang menawarkan tempat tinggal terhadap nona dan anak anak yang lain tuan dan setelah nona tinggal di sana nona mendapatkan perlakuan kekerasan oleh wanita itu." ujar Roy
Duke yang mendengar itu pun mengepalkan tangannya dan matanya pun langsung merah menyala karena marah " Berani sekali dia melakukan itu pada putriku." ujar Duke Kendrick.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**BERSAMBUNG.....
Selamat membaca ✨
mohon dukungan nya ya semua👐🏻 😊😊😊
makasih
@xyna.ayy21
IG: @pinayy.y_
__ADS_1
#Jangan lupa vote, like dan comment nya*****