
...BAB XIX...
" Jadi jangan merasa bersalah kakak juga butuh kasih sayang orang tua, kakak bisa anggap ayah ku orang tua mu juga. sudah ya ka jangan menangis lagi dan jangan merasa bersalah kepada ku, ka kami tidak bisa lama lama Kaka kumohon jaga ayah dan kakak Theo ya. " ujar Lily.
Lulu pun menangis saat melihat orang tua nya dan berpesan untuk menjaga dirinya dengan baik, tetap sehat dan juga meminta agar Lulu mendo'a kan mereka.
Lalu cahaya mereka pun menghilang dan Lulu pun terbangun. mengusap air mata di wajah nya.
" Baiklah Lily, aku akan menjadi putri Duke Kendrick Yasha dan akan membuat ayah dan kakak mu tidak merasa kesepian lagi dan juga sedih, dan terimakasih sudah menjaga orang orang tersayang ku." ujar Lulu.
...----------------...
...----------------...
Keesokan hari nya.
Lily yang sedang duduk di gazebo taman ditemani oleh Nami dan Cloe pun merasa bosan ia ingin sekali berkeliling jalan jalan ke keluar dari Masion ini. Tapi pastinya tidak mudah untuk nya keluar ia pasti harus mendapatkan izin dari sang Duke Kendrick.
" Bibi, apakah aku sangat bosan. Aku ingin jalan jalan ke luar" keluh Lily.
" Tapi nona, di luar sana terlalu bahaya untuk nona." ujar mereka berdua.
" Tapi aku ingin sekali keluar bibi." ujar Lily.
" Jika nona ingin keluar pasti tuan juga tidak mudah memberikan izin nya kepada nona." ujar Cloe.
Lily pun punya ide bagaimana ia minta pergi bersama sang kakak. Mungkin ia bisa mendapatkan izin dari sang ayah karena bisa dilindungi oleh sang kakak pikir Lily.
Theo pun yang sedang ingin ke Masion setelah latihan bersama Carl pun tidak sengaja melewati taman dan Theo melihat ada siluet sang adik yang sedang duduk di gazebo taman sambil termenung, Lalu theo pun memutuskan untuk menghampiri nya.
" Haii, Kau sedang apa di sini?." ujar Theo.
Lily pun terkejut saat kedatangan sang kakak baru saja ia memikirkan ide ingin keluar tiba tiba kakak nya sudah datang bagaikan cenayang batin nya.
" Hai kakak, selamat siang, aku sedang duduk saja di sini, Kaka ada apa menemui ku?" ujar Lily, lalu Lily melihat kakak nya yang begitu kotor dan membawa pedang. "apa dia abis latihan ya?." batin Lily.
" Apa harus ada perlu untuk menemui adik ku sendiri aku ingin menemui mu saja." ujar Theo.
" Apa kakak abis pulang latihan?." tanya Lily.
" Hhmmm.... Iya." ujar Theo.
__ADS_1
Lily pun bingung apa ia harus bilang kapada nya untuk menolong nya untuk menemani nya jalan jalan.
Theo pun melihat sang adik terdiam pun mengkerut kan dahi nya.
" Ada apa kau baik baik saja? ada yang ingin kau sampaikan adikku?." tanya Theo yang melihat sang adik seperti ingin meminta sesuatu pada nya tapi ragu pun tersenyum melihat nya. sungguh menggemaskan
" Kakak apa kau bisa membantu ku untuk meminta izin kepada ayah, aku ingin berjalan jalan ke pasar yang ada di desa bersama kakak? aku sungguh bosan kakak." ujar Lily pada Theo.
Theo yang mendengar penuturan sang adik pun merasa senang sekali adik nya mengajak nya untuk berjalan jalan bersama. Theo pun tersenyum sangat lebar dan mendekati sang adik lalu mengelus kepala adik nya.
" Baiklah nanti akan ku coba meminta izin kepada ayah, Jika ayah membolehkan akan ku beritahu kan kepada mu dan aku akan merasa senang bisa menemani mu kalau tidak boleh ya kita tidak bisa kemana mana ya, karena keselamatan mu lebih penting diluar sangat berbahaya." ujar Theo tersenyum hangat.
" Yeyy, baik kakak, aku sayang kakak." ujar Lily senang memeluk sang kakak.
Nami dan Cloe pun tersenyum melihat kehangatan dari tuan muda nya terhadap nona nya.
...****************...
...****************...
Theo pun menemui sang ayah yang sedang ada di ruangan kerja nya.
Theo mengetuk pintu nya
" Ayah apa aku boleh masuk?" ujar nya.
" Masuklah." ujar Duke Kendrick dari dalam.
Kriieettt....
(Suara pintu terbuka)
Theo pun masuk menghampiri sang ayah yang sedang sibuk dengan tumpukan kertas yang berada di meja nya.
" Tumben sekali kau mengetuk pintu biasa nya kau langsung masuk saja ke ruangan kerja ku, pasti ada mau nya? Kau ada perlu apa menemui ku? ." ujar Duke Kendrick.
" Hmmm.... iii-ituu... ayahhhh." ujar Theo dengan ragu.
" Ya apa?." ujar sang Duke menyudahi sejenak mengecek kertas itu.
" Aku ingin meminta izin kepadamu,aku dan Lily inginberjalan jalan ke pasar di desa dekat Masion ini, apa boleh ayah? Tapi sebenarnya Lily yang ingin jalan jalan karena ia merasa bosan." ujar Theo.
__ADS_1
Duke Kendrick pun langsung meni Theo
" Tidak, di luar terlalu bahaya kau tau." ujar sang Duke.
" Tapi ayah...." ujar Theo lalu di potong omongan oleh sang ayah.
" Sudah kau keluar lah dulu, aku sedang banyak kerjaan yang harus segera di selesaikan." ujar Duke Kendrick.
...****************...
...****************...
Sedangkan di luar ruangan sudah ada Lily, Nami, Cloe dan juga Carl yang menunggu Theo berbicara dengan sang Duke untuk mendapatkan izin darinya.
Theo pun keluar dengan muka masam nya karena tidak dapat izin dari sang ayah. Lalu menatap Lily dengan sendu, Lalu ia menggeleng kan kepala nya yang berarti tidak dapat izin.
"Hmmm... maaf Lily ayah tidak memperbolehkan kita." ujar Theo.
Lily pun yang paham sejak kakak nya keluar dari ruangan itu pun hanya menghela nafas.
" Tidak apa apa ka, mungkin lain kali kita bisa keluar untuk jalan jalan bersama." ujar nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG....
Selamat membaca ✨
Semoga suka sama cerita nya
Mohon dukungan nya ya semua👐🏻 😊😊😊
Makasih ya semuanya yang udah mempir untuk membaca cerita ini😊
@xyna.ayy21
IG: @pinayy.y_
#Jangan lupa vote, like dan comment nya ya
__ADS_1