
...BAB XVI...
Menampakan Joe yang masuk ke dalam ruangan kerja tuan nya.
"Ada apa Joe?." tanya Duke.
" Saya ingin memberi tahukan kepada tuan, Beberapa hari yang lalu nona menyuruh saya membawa para pengurus panti dan nona memberi tau bahwa nona ingin dia sendiri yang memberikan hukuman kepada mereka tuan." ujar Joe.
Duke yang mendengar nya pun tersenyum dan sedangkan Roy terkejut dan ikut tersenyum.
" Baiklah, Aku ingin tahu dia ingin memberikan hukuman apa kepada mereka." ujar Duke Kendrick yang penasaran.
Joe dan Roy yang mendengar penuturan sang Duke pun mengangguk menyetujui perkataan tuan nya. Mereka pun ikut penasaran hukuman apa yang akan diberikan oleh gadis kecil itu.
...----------------...
...----------------...
Di kamar Lily
Gadis kecil itu akhirnya terbangun dari tidurnya saat langit sudah menggelap.
" ukkhhh..." Lily merenggangkan tubuh nya saat terbangun dan melihat sekeliling yang sepi lalu menatap balkon kamar nya yang sudah gelap.
" Ya ampun sudah malam, aku tidur berapa lama... aihh kebiasaan tidur kaya kebo gini nih." ujar Lily.
Krettt.....
(Suara pintu yang terbuka)
Nima pun masuk menghampiri nona nya.
" Nona, sudah bangun? tidur nona nyenyak sekali hari ini." ujar Nima.
" Apakah nona ingin makan? nona siang tadi belom makan dan tertidur seperti orang mati saya sudah mencoba membangunkan nona, tapi nona tidak juga bangun bikin saja khawatir saja." ujar Nima.
Lily pun mendengar penuturan Nima pun tersenyum. " Hehehe .... maaf ya bibi, sudah membuat bibi khawatir." ujar Lily.
Kruyukkk...
Perut Lily pun berbunyi sampai terdengar oleh Nima. Nima yang mendengar nya pun tertawa Lily pun ikut tertawa karena malu.
" Bibi, aku sangat lapar." ujar Lily.
" Baiklah nona, nona ingin makan di kamar atau di bawah nona." ujar Nima.
__ADS_1
" Kita kebawah saja bibi." ujar Lily.
"Baik nona." ujar Nima.
Lily dan Nima pun keluar dari kamar menuju ke meja makan yang berada di lantai satu itu.
Saat Lily ingin duduk dia melihat Roy yang sudah berada di masion ini.
" Itu kan.... Paman Roy sudah berada di sini, kapan ia sampai di masion ini? berarti pria itu sudah kembali." Batin Lily.
Roy yang tak sengaja melihat nona nya saat ingin ke ruangan tuan nya pun menyapa nona nya.
" Selamat malam nona." ujar Roy.
"Selamat malam juga paman." ujar Lily sambil berputar melihat ke kanan kiri nya mencari sosok pria itu.
" Anda sedang mencari siapa nona?." tanya Roy yang melihat nona nya seperti sedang mencari seseorang.
" I- itu.... apakah Paman Duke sudah kembali paman Roy?" tanya Lily kepada Roy.
" Ada apa kau menanyai ku? kau merindukan ku ya gadis kecil." ujar Duke Kendrick tersenyum.
Lily pun terkejut karena sang Duke yang tiba tiba muncul dan berbicara saat berada di tengah tangga yang akan menuju ke meja makan.
Duke pun langsung duduk di bangku nya yang berhadapan langsung dengan Lily putri nya.
Makanan pun di sajikan begitu banyak, Lily yang melihat begitu banyak nya makanan di depan nya merasa senang dan sudah mengiler ingin segera mencicipi nya
Duke yang melihat tingkah putri nya pun merasa gemas sekali dan ia pun tersenyum, Begitu juga Roy, Joe dan Nami yang melihat nya merasa gemas dengan nona nya.
" Makan lah yang banyak." ujar sang duke tiba tiba.
" Iya, Baik paman ken." ujar Lily.
Mereka pun makan dengan tenang dan agak canggung hanya suara detingan sendok yang terdengar.
Duke pun berhenti makan lalu ia berinisiatif memulai percakapan dengan Lily dan ingin menanyakan laporan yang diberikan oleh Joe.
" Hhmmmm..... Ahh iya, Lily katanya kau menyuruh Joe membawakan pengurus panti ke sini, mereka yang berada di tempat kan di penjara bawah tanah sekarang ini atas perintah mu itu, mau kau apakan mereka?." tanya Duke Kendrick.
" hhmmm... soal itu, aku ingin membalas perlakuan mereka terhadap anak panti selama ini paman, untuk hukuman nya apa boleh aku sendiri saja yang akan memberikan hukuman kepada mereka?." ujar Lily.
" Boleh, Tapi bisakah kau memanggil ku ayah." ujar Duke Kendrick.
" Hhmmm... i-iiitu....." ujar Lily gugup.
__ADS_1
" Ah sudah tidak apa apa, aku tidak akan memaksa mu. Ayo lanjutkan makan nya." ujar Duke tak tega melihat putri nya merasa tidak nyaman.
Lily pun merasa tidak enak melihat raut sang duke agak kecewa pun.
"kucoba sekali saja deh" batin Lily.
" Baa..Baik Aaa...Ayah." ujar Lily dengan gugup.
Duke yang mendengar nya pun kaget sekaligus merasa senang dan ia memberhentikan makan nya lalu menatap putri nya tidak percaya apa yang barusan ia dengar.
" Bisa kau ulangin perkataan mu barusan." ujar sang Duke dengan semangat.
" Aaa...Ayah." ujar Lily agak ragu.
Duke pun berdiri lalu memeluk putri nya
" Akhirnya, akhirnya Putri ku memanggil ku ayah. Senang nya" ujar sang Duke merasa senang.
Roy, Joe dan Nami yang melihat nya pun ikut merasa senang melihat adegan ayah dan anak ini.
Sedangkan Lily, yang dipeluk dengan erat pun merasa sesak " Aduuuhhh...Pam.... ehh... A-ayah" ujar Lily.
Duke pun yang tersadar melepaskan pelukan nya. " maaf... maaf, Lily ayah merasa sangat senang sekali. terimakasih." ujar duke Kendrick.
Setelah selesai makan mereka pun menuju ke kamar nya masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG.....
Selamat membaca ✨
Semoga suka
Mohon dukungan nya ya semua👐🏻 😊😊😊
Makasih ya semuanya yang udah mempir untuk membaca cerita ini😊
@xyna.ayy21
IG: @pinayy.y_
#Jangan lupa vote, like dan comment nya
__ADS_1