
...BAB XX...
Sedangkan di luar ruangan sudah ada Lily, Nami, Cloe dan juga Carl yang menunggu Theo berbicara dengan sang Duke untuk mendapatkan izin darinya.
Theo pun keluar dengan muka masam nya karena tidak dapat izin dari sang ayah. Lalu menatap Lily dengan sendu, Lalu ia menggeleng kan kepala nya yang berarti tidak dapat izin.
"Hmmm... maaf Lily ayah tidak memperbolehkan kita." ujar Theo.
Lily pun yang paham sejak kakak nya keluar dari ruangan itu pun hanya menghela nafas.
" Tidak apa apa ka, mungkin lain kali kita bisa keluar untuk jalan jalan bersama." ujar nya.
...----------------...
...----------------...
" Baiklah, Jangan sedih ya lain kali pasti kita bisa membujuk nya." ujar Theo.
" Iya baiklah kakak, aku ingin balik ke kamar duluan ingin istirahat dan Kakak juga sebaik nya istirahat dan juga kakak Carl." ujar Lily tersenyum.
Sebelum ia pergi, Lily pun menundukkan kepalanya dengan hormat ke arah 2 pria itu, setelah mengatakan itu Lily pun akhir nya menuju kamar nya.
" Dah kakak." ujar Lily.
...****************...
...****************...
Lily pun hampir lupa, dia pun teringat dengan pengurus panti yang berada di penjara bawah tanah yang berada di masion ini ia belom sempat memberikan hukuman yang pantas untuk mereka.
Lily pun melihat Joe dan Roy sedang mengobrol, lalu ia menghampiri nya
" Hai, Salam Paman Joe dan paman Roy." ujar Lily.
" Iya nona, ada perlu apa nona? nona butuh sesuatu?." tanya Joe dan Roy.
" Paman aku ingin melihat pengurus panti yang si bawa kesini dan mereka berada di penjara bawah tanah Masion ini. aku belum sempat melihat mereka dan menghukum mereka paman, Bolehkah paman antar kan aku kesana?." ujar Lily.
" Boleh, Baik nona." ujar Joe dan Roy.
Mereka bertiga pun beriringan menuju ke penjara bawah tanah. sesampai nya di sana Lily pun melihat keadaan mereka yang sudah terluka " ini pasti ulah pria itu, kan aku yang ingin menghukum nya sendiri." batin Lily.
__ADS_1
...****************...
...****************...
Duke Kendrick pun keluar dari ruangan kerja nya itu untuk istirahat dahulu, lalu ia memutuskan turun kebawah dan saat sudah berada di lantai satu ia pun melihat Lily yang di temani oleh Roy dan Joe sedang menuju ke arah pintu yang ia kenali, akhir nya ia mengikuti mereka dari belakang, karena merasa penasaran.
" Mau kemana mereka?" batin Duke Kendrick.
Saat Lily sampai di depan penjara ia menyapa pengurus panti yang sudah menyiksa nya dengan senyum yang begitu tidak bersahabat dan menatap mereka dengan tajam.
para pengurus panti pun meminta pengampunan kepada Lily agar di bebaskan tapi ia tidak akan membiarkan itu terjadi. setidak nya ia tidak perlu mengotori tangan nya untuk membunuh mereka.
Setelah ia ingin untuk keluar dari ruangan ini, sebelum keluar Lily sedang memperhatikan sel sel penjara itu yang ada pengurus panti yang sudah menyiksa nya, Lalu Lily pun tidak sengaja melihat siluet yang ia kenali yaitu sang Duke ayah nya yang sedang bersembunyi disana.
" Aku tau kau disana ayah, Keluarlah tidak usah sembunyi disana aku sudah melihat mu disana." ujar Lily.
" Hehehehe" kekeh sang duke yang keluar dari persembunyian nya.
Lily pun sebenar nya agak kesal dengan nya karena sudah mendahului nya untuk menyiksa pengurus panti.
Lalu mereka pun keluar dari penjara bawah tanah.
...****************...
...****************...
Lily pun melihat kondisi mood sang ayah, kaya nya ini waktu yang tepat buat mengajak jalan.
" Ayahh... boleh kah kita berjalan jalan di luar bersama? Kita bertiga, aku ingin melihat luar masion ini." ujar Lily pada sang ayah.
Duke Kendrick yang diminta seperti itu oleh putri nya pun langsung menatap nya. Sebenarnya ia merasa senang kapan lagi ia bisa berjalan jalan bersama sama anak anak nya.
" Kau ingin beli sesuatu bilang saja biar pengawal yang membelikan nya untuk mu." ujar sang ayah.
Lily yang mendengar jawaban sang ayah pun menatap sang kakak dan terdiam.
" Ayah tidak asik." ujar Lily lalu ia menyudahi makan nya.
melihat sang putri yang kesal terhadap nya merasa sedih. Apa keputusan nya salah
...****************...
__ADS_1
...****************...
Di Kamar Sang Grand Duke of Kendrick Yasha
Dia pun sedang menatap langit malam di balkon kamar nya, ia memikirkan ucapan anak nya dan ekspresi wajah kedua anaknya tadi yang sedang makan.
Krieettt...
( Suara pintu terbuka)
Roy pun masuk dan menghampiri tuan nya.
" Tuan, ada apa memanggil saya?." ujar Roy.
" Apakah ucapan ku salah? seperti nya mereka marah padaku, aku harus gimana sekarang?." ujar Duke Kendrick.
Roy pun yang mendengar tidak biasa tuan nya/ teman nya dari kecil ini seperti sekarang, selama ia kenal memang dia seseorang yang dingin dan tegas, tapi ketika bersama sang anak tidak bisa mengekspresikan dirinya. dia pun tersenyum.
" Maaf jika aku lancang, aku memberikan mu saran sebagai teman anda, mungkin anda sebaiknya bisa menemani mereka berjalan jalan bersama anda tuan, mungkin dengan anda melakukan itu hubungan kalian pun akan bisa lebih dekat lagi dengan tuan." ujar Roy.
Duke Kendrick terdiam setelah mendengar Ucapan Roy. Seperti nya ia akan melakukan seperti yang di ucapkan oleh Roy kepada nya.
" Kalau tidak ada yang ingin di bicarakan lagi saya permisi tuan." ujar Roy.
" YA, terimakasih Roy, nanti akan kucoba saran darimu." ujar sang duke.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG....
Selamat membaca ✨
Semoga suka sama cerita nya
Mohon dukungan nya ya semua👐🏻 😊😊😊
Makasih ya semuanya yang udah mempir untuk membaca cerita ini😊
@xyna.ayy21
__ADS_1
IG: @pinayy.y_
#Jangan lupa vote, like dan comment nya ya