Putri Duke Yang Hilang

Putri Duke Yang Hilang
BAB XXI


__ADS_3

...BAB XXI....


Krieettt...


( Suara pintu terbuka)


Roy pun masuk dan menghampiri tuan nya.


" Tuan, ada apa memanggil saya?." ujar Roy.


" Apakah ucapan ku salah? seperti nya mereka marah padaku, aku harus gimana sekarang?." ujar Duke Kendrick.


Roy pun yang mendengar tidak biasa tuan nya/ teman nya dari kecil ini seperti sekarang, selama ia kenal memang dia seseorang yang dingin dan tegas, tapi ketika bersama sang anak tidak bisa mengekspresikan dirinya. dia pun tersenyum.


" Maaf jika aku lancang, aku memberikan mu saran sebagai teman anda, mungkin anda sebaiknya bisa menemani mereka berjalan jalan bersama anda tuan, mungkin dengan anda melakukan itu hubungan kalian pun akan bisa lebih dekat lagi dengan tuan." ujar Roy.


Duke Kendrick terdiam setelah mendengar Ucapan Roy. Seperti nya ia akan melakukan seperti yang di ucapkan oleh Roy kepada nya.


" Kalau tidak ada yang ingin di bicarakan lagi saya permisi tuan." ujar Roy.


" YA, terimakasih Roy, nanti akan kucoba saran darimu." ujar sang duke.


...----------------...


...----------------...


Sedangkan di kamar sebrang ada seorang gadis kecil yang sedang berada di balkon kamar nya sedang menatap bulan dan bintang yang terang saat malam hari dan di temani oleh Nami dan Cloe yang berada di belakang nya.


" Nona ayo sebaik nya kita segera masuk kedalam langit sudah mulai gelap waktu nya untuk nona beristirahat dan angin malam itu tidak baik untuk tubuh nona, nona tidak boleh terlalu lama disana nanti nona bisa sakit." ujar Cloe dan Nami dengan lembut yang sedang mengkhawatirkan nona nya.


" Iya baiklah bibi, aku akan masuk sebentar lagi." ujar Lily.


Lily pun masuk ke dalam kamar nya dan langsung menuju ranjang nya bersiap untuk tidur.


...****************...


...****************...


Pagi harinya di masion of Duke Kendrick Yasha


Mereka pun sedang sarapan di meja makan bersama selama mereka makan tak ada satupun obrolan dari mereka, begitu sepi hanya ada suara detingan sendok, hari ini tidak ada dari mereka yang mencoba untuk berbicara agar memecahkan keheningan di antara mereka ini.


POV Duke Kendrick

__ADS_1


" Ada apa dengan mereka ini biasa nya mereka banyak berbicara, kenapa hari ini terasa sepi ketika mereka tidak banyak berbicara ." batin nya.


" Apa mereka sedang marah padaku ya soal aku menolak permintaan mereka. Bagaimana ini." gumam Duke Kendrick dengan pelan.


End POV Duke Kendrick.


kkkhhmmmm... hhhmmmm


Duke Kendrick mencoba berdehem mengalihkan perhatian mereka.


Lily dan Theo pun mengalihkan perhatian ke arah sang ayah nya, mereka pun bertemu pandang, mereka berdua pun merasa bingung menyiratkan dari pandangan mata kedua nya bagaikan bertelepati.


" ada apa dengan ayah." batin mereka keheranan.


Akhirnya mereka berdua pun mulai bertanya


" Ada apa ayah?." ujar Theo


" Apa ayah baik baik saja? ayah mau apa biar aku ambilkan untuk ayah." tanya Lily


" Ahhh... ayah baik baik saja, hhmmm seperti nya kalian marah padaku ya soal tempo hari?." ujar sang duke.


Theo, Lily pun saling pandang sambil terdiam setelah penuturan sang ayah nya.


" Siapa? Kami? Marah? kenapa?." ujar Lily.


" Kami tidak marah kepada ayah, lagi juga kenapa kami harus marah kepada ayah?." ujar Theo dan Lily serempak.


" Lalu kenapa kalian dari tadi hanya diam saja? tidak seperti biasanya." ujar sang duke.


" Tidak baik saat lagi makan berbicara ayah." ujar mereka berdua.


"Ku kira kalian marah padaku karena masalah yang kemarin itu." ujar sang Duke.


Lalu Duke Kendrick pun berdiri menyudahi makan nya dan dia menatap sang anak lalu berujar. sebenarnya ia agak gugup mengucapkan nya karena takut dapat penolakan dari anak nya.


" Baiklah kalau kalian tidak marah padaku, Apa kalian ada yang mau ikut dengan ayah untuk jalan jalan ke sekitar desa, mau tidak?." ujar Duke Kendrick.


Lily dan Theo pun seketika kaget, mereka pun saling pandang dan tersenyum mendengar penuturan sang ayah yang ingin mengajak mereka untuk jalan jalan.


" Apakah benar ayah? ayah tidak berbohong kan pada kami? ." ujar Lily.


" Yasudah kalau kalian tidak mau, kita tidak jadi pergi." ujar Duke Kendrick berpura-pura sedih lalu berjalan menuju ruang kerjanya di atas.

__ADS_1


Lily yang melihat tanggapan dari sang ayah pun lantas buru buru ia menjawab kapan lagi bisa begini.


" Ehhh ayah tunggu.... baiklah aku ikut aku ikut." ujar Lily sambil tersenyum.


" Aku juga ikut ayah." ujar Theo.


" Kapan kita akan jalan jalan nya ayah?." tanya Lily.


" Ayah ingin nya sekarang tapi pekerjaan ayah harus ada yang di selesaikan sekarang, mungkin besok kita akan berangkat." ujar Duke Kendrick


" Ayah janji ya?." tanya Lily antusias


" Iya ayah akan menepati janji pada putri cantik ayah." ujar sang Duke.


Lily yang mendengar nya pun merasa senang


" Yeaayyyy .... Horeee... akhirnya kita bisa jalan jalan bersama." ujar Lily dengan semangat.


Theo pun tersenyum saat melihat tingkah sang adik yang sedang merasa senang dan ia juga sigap di belakang Lily takut Lily terjatuh saking senang nya.


Duke Kendrick pun tersenyum melihat anaknya yang sedang merasa senang dan terharu melihat mereka saling menyayangi.


" Sorn lihatlah anak kita sudah besar, aku merasa sedih karena gagal menjadi ayah yang baik untuk mereka dan hampir saja membuat mereka berdua merasa sedih dan kecewa padaku, kau bisa tenang disana, Kini aku akan berusaha untuk menjaga mereka dengan baik." batin Duke Kendrick.


Lalu ia memasuki ruangan kerja nya untuk segera menyelesaikan kertas kertas ducument yang menumpuk di meja kerja nya itu dengan segera mungkin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG....


Selamat membaca ✨


Semoga suka sama cerita nya


Mohon dukungan nya ya semua👐🏻 😊😊😊


Makasih ya semuanya yang udah mempir untuk membaca cerita ini😊


@xyna.ayy21


IG: @pinayy.y_

__ADS_1


#Jangan lupa vote, like dan comment nya ya


__ADS_2