
...BAB II...
Beberapa menit ****pun**** berlalu, dia mendapatkan cambukan yang begitu banyak dari ibu panti. Punggung nya bahkan sampai mengeluarkan darah dan Lily pun tidak bisa untuk berdiri karena sakit dan lemas.
......................
......................
Lily adalah seorang gadis yang berusia 7 tahun. dia dibawa ke sebuah panti asuhan setelah nenek yang sudah merawat nya selama ini meninggal dan ia terlantar di jalanan dan ia ditemukan oleh seorang wanita lalu di ajak kesubuah panti.
Selama ia tinggal di panti dia dan teman temannya selalu mendapatkan perlakuan buruk oleh ibu panti terhadap anak anak. Bahkan anak anak selalu dapat siksaan, mereka juga selalu di paksa untuk bekerja di desa dan beberapa anak juga ada yang mereka jual secara ilegal.
Lily yang selalu memperhatikan keadaan semuanya selama ini merasa sedih dan dia merasa juga terkadang takut, Bagaimana suatu saat nanti nya jika dirinya yang akan di jual oleh ibu panti. membayangkan saja sudah membuat nya takut.
...----------------...
...----------------...
Setelah ibu panti itu keluar dari ruangan itu, lalu meninggalkan Lily di ruangan tersebut dengan keadaan Lily yang sudah tergeletak lemah. anak anak panti yang menunggu diluar karena merasa khawatir terhadap Lily tetapi mereka takut pada ibu panti jadi menunggu sampai ibu panti keluar dari ruangan itu.
Anak anak pun masuk kedalam ruangan setelah ibu panti keluar. saat masuk mereka semua merasa iba melihat keadaan Lily yang tergeletak lemah dan penuh luka di tubuhnya. Bahkan Vivi dan Rina pun yang melihat nya pun menangisi keadaan Lily.
" Lily maaf... maaf kan kami yang tidak bisa menolong mu." ujar Vivi dan Rina.
" Tidak apa apa, kalian tidak salah, ini sumua salah Lily, karena Lily yang berani melawan ucapan ibu panti, sudah kalian jangan menangis ya." jawab Lily dengan lirih.
Mereka berdua menghapus air mata nya dan meminta semua membantu Lily untuk pindah ke kamar dengan begitu hati hati.
sampai nya mereka di kamar Lily mereka pun pelan pelan untuk merebahkan tubuhnya Lily .
" Terimakasih ya semua nya." ucap Lily.
" Iya sama sama, mending kamu istirahat dengan baik ya Lily. kami akan mendoakan mu semoga cepat pulih." ucap anak anak panti.
__ADS_1
" Kami balik kerja lagi ya Lily, nanti ibu panti bisa marah lagi kepada kami." ucap serempak.
" Iya makasih sudah mau membantu memapah ku." ujar Lily tersenyum.
Lily pun mulai terpejam dan tak terasa sudah seminggu lebih Lily sakit... Lily yang terserang demam karena di sebabkan luka yang ada di punggung Lily mengalami infeksi. Lily pun hanya terbaring lemah. Vivi dan Rina pun sesekali merawat dan mengobati luka Lily secara bergantian.
...****************...
...****************...
Malam hari nya tubuh Lily pun bergetar karena merasakan sakit dan demam nya pun begitu tinggi.
" Nenek..... Nenek... Sakitt...." Lirih Lily dalam tidur nya sambil menitikkan air mata nya.
Pada malam itu pun Lily menutup mata nya untuk selamanya. karena dia tidak bisa menahan rasa sakit yang dia alami. Saat itu pula ada jiwa seseorang yang berpindah ke dalam tubuh Lily mengganti kan jiwanya yang telah tiada.
...****************...
...****************...
Lily pun membuka matanya melihat sekeliling nya pun merasa bingung. lalu masuk lah seorang wanita kekamar nya. Lalu...
Ibu panti pun menarik tangan Lily menuju halaman depan, disuruh nya dia untuk membantu anak-anak yang lain nya membersihkan halaman depan.
Lily (Lulu) kebingungan sendiri.
Anak-anak panti yang melihat Lily pun nampak senang setelah seminggu lebih Lily yang sakit dan berbaring dengan lemah di kamar nya.
" Bawakan rotan itu kemari. Cepat..." ucap ibu pengurus panti kepada anak yang ada di depan nya yang sedang menyapu.
Pengurus panti pun lalu bergegas mengambil rotan yang ada di tangan anak itu . anak yang lain pun menunduk semua karena ketakutan.
Lalu ia menatap tajam keseluruh anak-anak
__ADS_1
" Ini sebagai contoh untuk kalian jika ada yang berani untuk melawanku." ucap ibu panti.
PAKKK... PAAKKKK
Ibu panti yang mukul Lily yang menggunakan rotan tersebut. Lily menutup mata nya yang sedang merasa sakit. Belum juga luka Lily sepenuh nya sembuh sudah kena pukulan lagu . Lalu Lily pun membuka matanya dan langsung menatap tajam ke arah ibu panti.
"Baru buka mata Udah ada aja masalah, dia itu siapa si sebenarnya maen pukul orang sembarangan aja." batin Lulu.
Ibu panti pun tersentak karena tatapan Lily
" Beraninya kau menatapku seperti itu. Hah!."
Makin keras ibu panti memukul Lily. Vivi yang melihat pun mencoba mencegah ibu panti agar berhenti memukul Lily.
Vivi pun di marahi oleh ibu panti karena mencoba menolong nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG.....
Selamat membaca ✨
mohon dukungan nya ya semua👐🏻 😊😊😊
makasih
@xyna.ayy21
IG: @pinayy.y_
#Jangan lupa vote, like dan comment nya
__ADS_1