
...BAB XVIII...
Di Meja Makan
Sudah waktu nya untuk mereka makan siang
di sana sudah ada 3 pria dan 1 gadis kecil yang sudah duduk di meja makan nya.
Makanan pun berdatangan dan mereka pun memulai acara makan mereka dan dua pria ini yang merupakan sang ayah dan sang kakak yang sedang sibuk memberikan perhatian nya terhadap Lily pun tidak ada yang mau kalah.
Sedangkan yang lain yang melihat tingkah mereka pun tersenyum.
...----------------...
...----------------...
Mereka yang sedang berebutan perhatian mereka terhadap Lily pun berlanjut saat mereka ingin memberikan makanan terhadap Lily. Lily hanya bisa memperhatikan kelakuan mereka berdua Lily merasakan ada perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelum nya.
Lily merasa terharu dan sekaligus bahagia matanya pun sudah berkaca - kaca menunjukkan ia ingin menangis.
Apakah Lulu boleh mengambil kebahagiaan gadis kecil ini yang mendapatkan kasih sayang begitu besar dari sang ayah dan juga kakaknya.
Karena Lulu belum pernah merasakan kasih sayang orang tua nya sejak ia kecil karena kedua orang tua nya telah tiada. ia ingin sekali merasakan kasih sayang dari sosok orang tua nya. Saat bersama kedua pria ini ia merasakan kehangatan kasih sayang yang berlimpah.
Sedangkan dua orang pria yang berebutan ingin memberikan makanan nya pun akhirnya menumpahkan makanan nya dan disaat melihat Lily yang menunjukkan ingin menangis pun saling tatap.
" Ayahhh, kenapa seperti anak kecil si tidak mau mengalah, jadi tumpahkan makanan nya." ujar Theo pada ayah nya.
" Siapa? aku? enak aja kamu, siapa suruh melawan ayah." ujar Duke Kendrick.
Mereka berdua mengira Lily ingin manangis karena ulah mereka yang menumpahkan makanan nya itu. Lily pun tersadar dua pria ini benar benar sungguh kekanak - kanakan juga pikirnya . Lily yang sudah sangat lapar pun tidak jadi makan karena makanan nya sudah tumpah oleh dua orang ini.
" KALIAN BERDUA BERHENTI!!!." Ujar Lily karena adu mulut dua pria ini ga ada yang mau berhenti.
Mereka yang sedari tadi berdebat pun berhenti menatap Lily. Meminta maaf sudah menjatuhkan makanan untuk Lily.
" Haiisss sudahlah aku sudah tidak berselera makan." ujar Lily.
" ehh.... Maafkan ayah sudah menjatuhkan makanan mu itu, Putri kecil ku makan lah makanan punya ayahh saja ini." bujuk Duke Kendrick.
" Maafkan kakakmu ini juga, duduklah Lily makan saja makanan ku ini." ujar Theo.
" Tidak mau, kalian Makan lah saja tanpa ku." ujar Lily.
__ADS_1
Lulu pun merasa kurang enak pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar nya tanpa menyentuh makanan nya tadi.
...****************...
...****************...
Sedangkan Roy, Joe, Nami dan Cloe yang melihat kelangkaan kelakuan tuan nya dan anak nya pun hanya terkekeh bagaimana bisa dua pria yang berdarah dingin dan di kenal kejam pada banyak orang bisa menjadi orang yang begitu hangat di depan Lily.
" Ya ampun bagaimana ini jika Lily marah ayah? ayah si." ujar Theo yang panik dan ikut kesal.
" Jangan menyalahkan ku, kau juga yang membuat makanannya jadi terjatuh." ujar Duke Kendrick.
" Sudah kau makan lah. Jangan berisik, nanti kita meminta maaf kepada Lily dan Cloe kau siapkan makanan lagi untuk Putri ku bawa ke kamar nya ia harus makan." ujar Duke Kendrick.
" Baik tuan." ujar Cloe.
...****************...
...****************...
Di kamar Lily
Lily pun duduk di tepi ranjang nya.
Kreettt...
(Suara Pintu terbuka)
Cloe dan Nami pun datang yang sedang membawa makanan untuk nona nya.
" Nona, sebaiknya nona makan dahulu tadi nona tidak sempat makan." ujar Nami.
" Iya Baik bibi, taruh saja di meja itu aku akan memakannya." ujar Lily.
" Terimakasih bibi." ujar Lily.
" iya nona sama sama." ujar Cloe dan Nami.
Lily pun memakan makanan nya dengan lahap.
...****************...
...****************...
__ADS_1
Malam hari nya
Mereka pun sudah mulai tidur lelap dan sedangkan gadis kecil itu tertidur dengan tidak nyaman ia bermimpi bertemu oleh pemilik asli tubuhnya.
Lulu melihat ada gadis kecil bersama dengan orang tua nya dan 1 wanita cantik yang merupakan ibu dari gadis kecil itu dan juga nenek nya. Lulu yang melihat itu pun menangis.
" Hallo kakak, kenapa kakak disini? Disini bukan tempat buat kakak." ujar Lily.
" Kau Lily?" tanya Lulu.
Lily pun tersenyum dan mengangguk kepala nya " Iya benar kakak cantik." ujar Lily.
Lulu pun menangis seketika mengingat hal di ruangan makan merasa tidak pantas. Gadis kecil itu menghampiri Lulu.
" Seharusnya kau yang pantas mendapatkan kasih sayang itu Lily. kau Selama ini menunggu moment ini Lily. aku merasa bersalah maafkan aku." ujar Lulu.
" Tidak apa apa, kakak anggap saja dia keluarga kakak ya tetap hidup jadi Lily dengan penuh kasih sayang dari kakak ku dan ayah ya ka, di alam ini keluarga Kaka sudah seperti keluarga ku juga." ujar Lily.
" Jadi jangan merasa bersalah kakak juga butuh kasih sayang orang tua, kakak bisa anggap ayah ku orang tua mu juga. sudah ya ka jangan menangis lagi dan jangan merasa bersalah kepada ku, ka kami tidak bisa lama lama Kaka kumohon jaga ayah dan kakak Theo ya. " ujar Lily.
Lulu pun menangis saat melihat orang tua nya dan berpesan untuk menjaga dirinya dengan baik, tetap sehat dan juga meminta agar Lulu mendo'a kan mereka.
Lalu cahaya mereka pun menghilang dan Lulu pun terbangun. mengusap air mata di wajah nya.
" Baiklah Lily, aku akan menjadi putri Duke Kendrick Yasha dan akan membuat ayah dan kakak mu tidak merasa kesepian lagi dan juga sedih, dan terimakasih sudah menjaga orang orang tersayang ku." ujar Lulu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG....
Selamat membaca ✨
Semoga suka sama cerita nya
Mohon dukungan nya ya semua👐🏻 😊😊😊
Makasih ya semuanya yang udah mempir untuk membaca cerita ini😊
@xyna.ayy21
IG: @pinayy.y_
__ADS_1
#Jangan lupa vote, like dan comment nya ya