
...BAB XXII...
Duke Kendrick pun tersenyum melihat anaknya yang sedang merasa senang dan terharu melihat mereka saling menyayangi.
" Sorn lihatlah anak kita sudah besar, aku merasa sedih karena gagal menjadi ayah yang baik untuk mereka dan hampir saja membuat mereka berdua merasa sedih dan kecewa padaku, kau bisa tenang disana, Kini aku akan berusaha untuk menjaga mereka dengan baik." batin Duke Kendrick.
Lalu ia memasuki ruangan kerja nya untuk segera menyelesaikan kertas kertas document yang menumpuk di meja kerja nya itu dengan segera mungkin.
...----------------...
...----------------...
Siang hari nya
Theo dan Carl mereka pun sedang latihan mengasah pedang mereka di lapangan latihan yang berada di belakang Masion ini.
Tranggg... tranggg... tranggg
(suara dua pedang yang beradu)
" Kemampuan dan kecepatan menggunakan pedang kalian lumayan sudah sedikit ada kemajuan rupanya." ujar sang Duke Kendrick yang sedari tadi sudah melihat mereka.
Theo dan Carl pun kaget dan menyudahi latihan mereka.
" Salam pada grand Duke." ujar Carl.
" Sejak kapan ayah berada disana? Bikin kaget saja." ujar Theo.
" Entahlah, mungkin sudah dari tadi." ujar Duke dengan acuh.
" Hanya segitu saja latihan nya? Bagaimana kalau kalian latihan lawan aku, kalian berani?." ujar sang Duke Kendrick.
" Ayo, kami berani siapa takut." ujar Theo dan Carl.
Duke Kendrick pun mengambil pedang nya dan bersiap siap untuk melatih mereka.
...****************...
...****************...
POV Duke Kendrick Yasha
Setelah makan pagi tadi dia lantas langsung sibuk mengerjakan pekerjaan hingga berjam-jam lama nya dibantu juga oleh Roy.
Tak terasa ia pun sudah menyelesaikan pekerjaan nya yang menumpuk itu. ia pun meregang kan tubuhnya yang terasa sangat pegal.
Dia pun keluar dari ruangan kerja nya lalu turun kebawah bersama Roy yang mengikuti nya, dia hanya melihat Lily disana bersama Nami dan Cleo. Lily hanya melihat Nami dan Cloe yang sedang menyiapkan untuk makan siang. sedangkan anak tengik itu tidak kelihatan sama sekali.
Lily yang melihat ayah nya pun menyapa sang ayah dan juga Roy " Haii ayahh... Haii paman Roy ....apa pekerjaannya sudah selesai?." tanya Lily sambil tersenyum ramah.
" Haii anak ayah yang cantik ... akhirnya sudah selesai, kau sedang apa putri kecilku?."
__ADS_1
ujar sang Duke.
Sedangkankan Roy tersenyum sambil membungkukkan badannya ke arah Lily.
" Salam pada nona." ujar Roy.
Lily pun membalas senyum dan membukukan badan nya.
" Aku hanya melihat bibi menyiapkan makan, padahal aku ingin sekali membantu mereka ayah." ujar Lily sambil mengembungkan pipinya.
Sang Duke pun yang mendengar dan melihat sang putri yang menurut nya lucu pun lantas menangkup muka Lily saking gemasnya.
" Haduhh lucunya putri cantik ku ini." ujar Duke sambil tersenyum.
" Kemana Kaka mu? Aku tidak melihat keberadaan nya disekitar sini." tanya sang ayah.
" Hmmm , kaka seperti nya sedang latihan bersama Kaka Carl di belakang ayah." jawab Lily.
" Ayah mau menemui Kaka?." tanya Lily.
" Sebaiknya ayah jemput Kaka di lapangan, sekalian suruh kakak sudahi sudah siang kita akan makan siang, pasti Kaka lapar." ujar Lily.
" Iya baiklah, Kau mau ikut tidak menghampiri Kaka mu?." ujar duke
" Tidak deh ayah, aku disini saja." ujar Lily.
" Baiklah, ayah ke Kaka mu dulu ya." ujar duke.
Saat sampai lapangan dia melihat cukup agak lama sampai mereka berdua berhenti.
Lalu ia menghampiri sang anak dan Duke pun berinisiatif untuk ikut melatih nya.
POV END
Tranggg... Tranggg... Tranggg
( suara pedang mereka bertiga yang sedang beradu)
huhhhh.... huhhhh... kita berhenti dahulu ayah
" Segini saja ayo lagi, bagaimana kau jika di tempatkan di medan perang jika seperti ini." ujar sang Duke.
Sedangkan gadis kecil itu sudah menunggu kedatangan mereka, tapi mereka belum juga muncul dan makanan sudah selesai di siapkan di meja makan.
" Kemana mereka lama sekali, mereka sedang apa coba udah terik gini belum juga balik, dan juga kenapa ayah dari tadi lama sekali padahal hanya untuk memanggil kaka saja kan?." gumam Lily.
" Sudahlah aku pergi melihat nya." ujar Lily.
Akhirnya Lily pun memutuskan untuk menghampiri mereka, karena sudah dari tadi mereka juga belum balik ke masion.
Nima dan Cloe pun yang mendengar Lily ingin pergi ke lapangan belakang menghampiri nona nya.
__ADS_1
" Nona ingin kemana?." tanya mereka.
" Aku ingin menghapiri Kaka ku bibi, kenapa lama sekali belum juga kesini, ayo bibi, tolong antarkan aku kesana." jawab Lily.
" Baik nona." ujar mereka berdua sambil tersenyum.
...****************...
...****************...
Lily pun turun dari meja makan, lalu ia pun keluar menuju belakang masion tempat saat ini Kaka nya sedang latihan.
saat sudah sampai Lily pun hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepala nya, ayah nya ternyata malah ikutan sama Kaka nya, padahal tadi hanya mau memanggil kan Kaka nya saja.
Lily pun mendekati mereka bertiga.
" Heyyy kalian berhenti sekarang juga, Kalian kenapa lama sekali sih aku sudah menunggu kalian dari tadi untuk makan bersama, ayo cepat kita balik ke masion untuk makan siang." ujar Lily.
mereka pun berhenti lalu melihat ke arah Lily.
Lily pun berkacak pinggang sambil memperhatikan mereka.
" Ayah dari tadi aku sudah menunggu mu kenapa lama sekali? dan ayah malah ikutan Kaka latihan pedang di sini." ujar Lily yang marah terhadap ayah nya.
" Sudah berhenti, ayo kita segera makan siang, aku sudah lapar." ujar Lily.
Duke Kendrick pun tersenyum ke Lily.
" sudah lain kali kita lanjutkan latihan nya lagi, ayo sudah kita makan siang dulu." ujar Duke.
" Aku sudah selesai, ayo Lily kita balik aku juga sudah lapar, ayo kita duluan saja kita tinggalkan ayah di sana ." ujar Theo pun menghampiri sang adik lalu menggandeng Lily menuju masion dan Carl segera mengikuti mereka dari belakang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG....
Selamat membaca ✨
Semoga suka sama cerita nya
Mohon dukungan nya ya semua👐🏻 😊😊😊
Makasih ya semuanya yang udah mampir untuk membaca cerita ini😊
@xyna.ayy21
IG: @pinayy.y_
#Jangan lupa vote, like dan comment nya ya
__ADS_1