
Saat di perjalanan Xiao lu mengeluarkan makanan yang tak sempat di makan tadi dan memakannya bersama Mei.
Skip
Sesampainya di istana hanya ada Putra Mahkota saja yang menyambut kedatangannya.
Saat Xiao lu turun ia jadi pusat perhatian prajurit dan pelayanan yang berlalu lalang.
Putra Mahkota menganga tak percaya, melihat adiknya sangat cantik bahkan mengalahkan dewi! Pasalnya dulu adiknya tak secantik sekarang.
Tapi ia senang, itu juga bagus karna ia tak lagi di hina oleh semua orang.
"Gege!!" Panggil Xiao lu dengan tersenyum menyadarkan Putra Mahkota dari lamunannya.
Note : sekarang panggilnya Xiao Li ya biar gak panjang.
Xiao li kaget karna sekarang adik kecilnya yang dulu tatapannya selalu kosong bagai mayat hidup, namun sekarang? Yang ia lihat adiknya dengan senyum manisnya, dan tatapannya agak berbeda.
Namun beberapa saat kemudian ia tersadar dan langsung memeluk Xiao lu "Meimei..aku sangat merindukan mu. Dan maaf saat itu aku tak bisa membantu mu" ucap Xiao li dengan nada penuh sesal.
Xiao lu yang mendengar itu hatinya menghangat, karna masih ada yang menyayanginya juga selain Mei.
"Tak apa gege" ucap Xiao lu.
Sebelumnya Xiao li sudah membersihkan kediaman Xiao lu.
__ADS_1
Karna kediamannya tak suka di bersihkan oleh pelayan atas perintah kaisar yang di pengaruhi oleh selir.
Skpi kediaman Xiao lu.
Kediaman Xiao lu bernama Sakura, sama seperti para pelayan namanya. Namun tempatnya jauh lebih tidak layak kediaman Xiao lu, yang hanya kudang bekas.
Xiao lu yang melihat kediamannya seperti itu terkejut, Xiao lu seorang putri dari Permaisuri di beri tempat seperti ini? Di tempat gudang bekas?! Ia merasa sakit melihat kediamannya.
Xiao li yang melihat Xiao lu seperti itupun tau dan bicara "Seharusnya, tempat tinggalmu Di kediaman Mawar Hitam Lu'er" ucap Xiao li sedih.
"Tapi malah Xiao fu yang memakai kediaman itu!" lanjutnya. Ia tak bisa berbuat apa - apa untuk adiknya.
Xiao lu hanya tersenyum kecut, dan ia semakin bertekad akan membalasnya berkali - kali lipat!.
"Baiklah, kalu begitu kau istirahat pasti lelahkan" ucap Xiao li sambil tersenyum lembut pada Xiao lu dan di balas anggukkan oleh Xiao lu.
Xiao li pun berlalu pergi, dan Xiao lu menyuruh mei menyiapkan sir untuk ia mandi.
'Lihat saja nanti!' batin Xiao lu.
Di tempat lain
"Ibu, kenapa ayah membiarkan ****** itu ikut!" ucap seorang gadis dengan penuh emosi yang tak lain adalah Xiao fu.
"Tenanglah fu'er, kau bisa mengalahkanya di pertandingan nanti!" ucap Seorang wanita satunya, yg tak lain Selir Gu ibu Xiao fu.
__ADS_1
"Haha kau benar ibu! Dia kan hanya sampah!! Yang tak bisa apa - apa!"
Skip
Hari ini Xiao lu di undang untuk sarapan oleh kaisar atas permintaan Putra Mahkota yaitu Xiao Li.
Sebenarnya Xiao lu malas untuk ikut sarapan bersama, karna pasti makanannya yang hanya rasa asin saja.
Kaisar, Xiao li, Selir Gu dan Xiao fu sedang menunggu Xiao lu datang.
Xiao fu karna kesal menunggu Xiao lu yang tak kunjung datang ia pun bicara "Ayah, lebih baik kita mulai saja sarapannya. Meimei mungkin tak jadi ikut" ucap Xiao fu.
Saat kaisar hendak bicara terpotong oleh teriakan kasim di luar.
"PUTRI XIAO LU AN MEMASUKI RUANGAN"
lalu pintu terbuka dan muncul seorang gadis memakai cadar berwarna putih senada dengan hanfu yang ia pakai.
Dengan aura agung, kulit putih, mulus tak ada lecet sedikit pun. Menghampiri meja makan.
"Salam kaisar, maaf saya terlambat" ucap Xiao lu dingin dan hanya membungkuk sedikit saja.
Membuat yang mendengar duaranya terkejut, dahulu suara yanh slalu gemetar jika berhadapan dengan Kaisar sekarang suara dingin dan penuh kebencian!.
Kaisar lebih terkejut lagi saat Xiak lu memanggilnya dengan sebutan 'Kaisar' bukan 'Ayah', di dalam lubuk hatinya kaisar merasa sedih.
__ADS_1