
"apa putra mahkota dan pangeran lainnya atau kakek tak menolongku saat aku akan di asingkan?" ucap Xiao Lu jika meraka menyaganginya mengapa tak menolongnya!!.
"mereka berusaha meyakinkan kaisar putri, namun kaisar memberikan bukti yang menunjukan putri adalah pelakunya. Jadi mereka sulit untuk menolong putri" ucap mei
"ambilkan aku cermin mei" ucap xiao lu karna ingin melihat wajahnya apa sama cantiknya seperti di dunia modern apa bagaimana.
"ini putri" sambil memberikan cermin
Xiao Lu pun mengambilnya dan melihat wajahnya, betapa terkejutnya dia melihat wajahnya yang hitam, penuh dengan jerawat
"aaaaaaaaaaaaaaaa" teriak xiao lu
"pu-putri anda kenapa" ucap mei dengan nada khawatir "tak apa tak apaa" ucap xiao lu
" hufhh.. baiklah sekarang kau siapkan aku air unduk mandi dan carikan aku lidah buaya. Aku akan membersihkan diri dulu" ucap Xiao lu sambil menghela nafas pasrah.
"baik putri" ucap mei hendak berlalu namun dihentikan oleh xiao lu.
__ADS_1
Xiao lu yang tak nyaman di panggil putri sedari tadi pun menyuruh mei untuk menyebutnya hanya xiao lu saja atau apa asal jangan putri karna dia muak di sebut putri melulu.
"tapi putri, hamba hanya pelayan sudah sepantasnya hamba menyebut anda dengan sebutan putri karna putri adalah junjunan hamba" ucap mei sambil membungkuk
"sudahlah di sini bukan istana jadi kau jangan memanggil ku putri lagi dan hilangkan kata kata hamba itu aku tak menyukainnya, sekarang panggil aku nona saja itu lebih baik dan juga sekarang kau jie jie ku"ucap xiao lu sambil tersenyum lalu" kau yang selalu ada untukku mei di saat suka mau pun duka kau selalu di sampingku"ucapnya lagi sambil memeluk mei
Mei yang mendengar itupun terharu, betapa beruntungnya dia mendapat junjunngannya yang baik seperti xiao lu
"i-iya nona, saya janji akan selalu berada di samping nona hiks..hiks"ucap mei sambil menangis
"o-ok-e?" ucap mei yang kebingungan karna ucapan Xiao lu
'*duhh ini mulut malah keceplosan lagi, udah tau ini jaman kuno' ucap Xiao lu dalam hati
'makanya punya mulut tuh di jaga jangan sampe keceplosan lu haha' ucap author.
'berisil lu' ucap xiao lu
__ADS_1
Skip obrolan tak berfaedah haha*.
"Eumm..i-itu oke iti sama seperti iya nah iya maksudnya jie jie" ucap Xiao lu sedikit gugup takut takut jika mei mencurigainya
"ahh..iyaiya meimei, aku akan menyiapkan air untukmu mandi. Tunggu sebentar" ucap mei tersenyum lembut
Beberapa menit kemudia.
"meimei air sudah siap, sekarang aku akan mengambilkan lidah buaya pesanan mu tadi" ucap mei "baiklah jiejie" ucap Xiao lu
Skip
Selesai mandi xiao lu duduk di depan cermin mempeehatikam wajahnya dengan miris.
'*ini karna racun yang selalu di berikan oleh para selir dan para putri sialan itu, makanya jadi seperti ini. Hahh..baiklah sekarang tubuh ini milikku dan aku akan mempercantik wajahku agar menjadi cantik huhuuuu'
'lalu membalaskan dendam mu putri xiao lu. Dengan 100x lipat dari apa yang mereka perbuat terhadap mu*!' ucap xiao lu dalam hati dengan seringaiannya.
__ADS_1