
Lalu giliran jenderal Zauhan dari kekaisaran Liu, bidikan pertapa tepat sasaran, dan bidikan kedua pun tapat sasaran.
Xiao Ryu yang meliahat itu, jadi lebih bersemangat. Dan kini giliran Xiao ryu.
Pidikan pertama ia berhasil tepat sasaran dan yang kedua, ia mempokuskan diri dan
Jleb
Panah pun menembus panah yang sudah ada di tengah papan, semua orang terkejut melihat bidikan Xiao ryu.
'pangeran Xiao Ryu sangat hebat'
'Aaa pangeran, kau hebat sekali'
Dan masih banyak bisikan lainnya dari para perempuan, ia sangat senang namun tak menampakkannya.
Dan pemenangnya adalah Xiao Ryu.
"Pemenang dari pertandingan memanah adalah juara satu Pangeran kedua Xiao Ryu dari kekaisaran Xiao, juara kedua Jendela muda Zauhan dari kekaisaran Liu dan juara ketiga Pangeran Xiao Yaran dari kekaisaran Xiao" ucap sang kasim.
Pertandingan hari ini pun selesai, satu persatu rakyat pun kembali ke rumah mereka masing-masing, para keluarga kekaisaran lain di sediakan kamar di istana serta tamu bangsawan dari kekaisaran lain pun di sediakan kamar di istana.
Skip
__ADS_1
Malampun berlalu
Hari ini adalah pertandingan memanah untuk kaum wanita.
Xiao lu tak ingin mengikuti pertandingan ini karna ia berfikir takut memenangkannya. Hahaaa. Ia akan mengikuti pertandingan bertarung esok hari.
Dan Xiao fu pun tak mengikuti pertandingan ini.
Karna yang mengikuti pertandingan ini sedikit, pertandinganpun berlangsung singkat.
Dan pemenang pertama adalah Bai Yin anak dari mentri kiri kekaisaran Xiao, yang kedua Su Mei anak dari Jendral besar Su dari kekaisaran Zhang, dan ketiga Qi weiwei anak dari mentri perpajakan dari kekaisaran Mo.
Karna pertandingan selesai siang hari, para putri, pangeran dan yang lainnya berjalan - jalan. Ada yang berkeliling istana, ke pasar atau sekedar berjalan - jalan di alun alun.
"Jadi bagaimana meimei? " tanya Bird.
Xiao lu pun berpikir apa ubah saja rencananya? Lebih baik ubah!.
"Aku akan mengubah rencananya, karna yang di katakan gege tadi dalam pertandingan bertarung tidak boleh ada yang membunuh lawan" ucap Xiao lu.
"Bagaimana saat perjamuannya saja meimei?" usul ji wei sedangkan alva? Jangan di tanya ia hanya diam saja memperhatikan.
"Ide bagus!!" lalu Xiao lu bangun dan hendak pergi namun langkahnya terhenti karna ia mendengar suara seperti retakkan telur.
__ADS_1
Jangan di tanya bagaimana Xiao lu bisa mendengarnya? Karna pendengarannya sangat tajam, bahkan jarak jauh sekalipun.
"Apa kalian mendengarnya?"tanya Xiao lu pada mereka bertiga dan hanya di balas dengan anggukan.
Tak lama ji wei langsung berdiri yang membuat Bird terlonjat kaget sambil mengelus dadanya.
"Meimei, aku baru ingat!! Mungkin itu telur naga yang ada di ruangan dalam istana!"
Xiao lu yang mendengarnya pun heran, sejak kapan ada telur?.
"Sejak kapan ada telur naga?" tanya Xiao lu dan Jiwei hanya cengengesan dan "Aku lupa memberi tahumu meimei hehe" Xiao lu pun menggelengkan kepalanya lalu
"Antarkan aku kesana"
"Ayo meimei" ajak ji wei dan di ikuti Xiao lu bahkan bird dan alva pun mengikutinya.
Saat sampai Xiao lu yang membuka pintunya dan
"Bundaa" teriak seorang anak kecil laki - laki dari cangkang telur.
Xiao lu kaget bukan main siapa yang anak kecil itu panggil bunda.
Lalu Xiao lu menghampirinya dan bertanya "Siapa yang kau panggil bunda, anak kecil?" ucap Xiao lu
__ADS_1