
Dan langsung pergi melewati jendela, namun tak lupa Xiao lu memberi tahu jiejie nya melewati telepati.
Xiao lu dan Chen sampai di depan kedai makan, saat di jalan Chen tak henti - hentinya berceloteh dan banyak bertanya tentang ini dan itu, yang membuat Xiao lu gemas.
Xiao lu memakai cadar berwarna putih senada dengan hanfunya, begitu pun dengan Chen yang memakai cadar.
Saat Xiao lu masuk ia jadi pusat perhatian karna Xiao lu dah Chen memakai cadar.
Namun Xiao lu dan Chen hanya cuek saja, dan langsung memesan tempat di lantai dua karna hanya terdapat sedikit orang.
Saat sudah sampai di lantai dua, hanya ada 3 orang di meja paling ujung sebelah kiri.
"Bunda kita sebelah sana saja ya? Di sana bisa melihat kota, ayo bunda" Chen menunjuk meja dekat orang yang berada di lantai itu.
"Chen'er kita di sana saja ya?" ucap lembut Xiao lu dan ke tiga orang pria itu langsung mengalihkan pemandangannya pada Xiao lu Karna mendengar suara lembut Xiao lu.
Sedangkan Chen sudah menunduk, ia ingin dekat jemdela karna ingin melihat suasana kota dari atas, Xiao lu yang melihat Chen menunduk pun tak tega fan mengiyakan saja.
Lalu mereka duduk dan tak lama pelayan pun datang "Nona ingin memesan apa?" ucap pelayan itu.
Karna melihat rambut yang di gerai dan memakai hanfu perempuan jadi ia tau bahwa Xiao lu adalah perempuan.
"Aku ingin makanan terenak di sini untukku dan juga anakku" ucap Xiao lu dingin sangat berbeda ketika berbicara dengan Chen.
Dan itu semua tak luput dari pandangan seorang pria yang berada di dekat meja Xiao lu, yang memakai topeng, hanfu hitam bercorak emas.
'Menarik' batinnya.
Chen terus saja bertanya pada Xiao lu, dan Xiao lu pun menjawabnya dengan sabar.
Lalu tak lama pelayan tadi datang membawa makanan yang di pesan Xiao lu dan di letakkan di atas meja.
"Chen'er ayo makan, bukankah tadi kau lapar?"
"Iya bunda, aku sangat lapar hehe"
Xiao lu hanya terkekeh lalu memakan makanan dengan tenang dan sesekali melihat ke arah Chen
SKIP
Xiao lu dan Chen pun selesai makan, dan Chen turun dari meja dan menghampiri Xiao lu dan merentangkan tangannya tanda ingin di gendong.
__ADS_1
Xiao lu pun tak menolak dan mengedong Chen yang sangat manja memeluk leher Xiao lu.
"Bunda..Chen mengantuk, hoammm" ucapnya sembari menguap dan di tutup oleh Xiao lu.
"Baiklah, kau tidur saja bunda akan mengendongmu. Kita pulang" ucap Xiao lu lembut dan mengusap punggung Chen lalu berlalu pergi dan meninggalkan beberapa koin emas.
Pria bertopeng itupun bicara "Cari tentang gadis itu" ucapnya dingin.
"Baik yang mulia" lalu kedua orang itu pergi dengan cepat yang tak lain adalah pengawal dati pria bertopeng itu. Dan pria bertopeng itu pun juga pergi.
Xiao lu pun sampai di kediamannya dan langsung menidurkan Chen dan ia pun ikut berbaring karna lelah dan langsung tidur sambil memeluk Chen.
~Di tempat pria bertopeng~
"Salam Yang Mulia" ucap kedua pengawal itu. Dan hanya di balas dengan deheman saha.
Lalu salah satu pengawal itu pun bicara, memberi tahu identitas Xiao lu.
"Dia adalah Xiao Lu An, putri dari kekaisaran Xiao anak dari Kaisar Xiao Zhu An dan Permaisuri Zhu Mei Lan. Sering di sebut 'Sampah' oleh rakyat kekaisaran Xiao, bahkan kaisar Xiao tak pernah memperdulikan putri Xiao lu karna di anggap sebagai penyebab dari kematian Permaisuri Zhu Mei Lan. Ia baru pulang dari pengasingan Belum lama ini yang mulia" jelas salah satu pengawal itu panjang lebar.
"pulang dari pengasingan? Di asingkan di mana? Dan mengapa?".
"Iya yang mulia, ia di asingkan di hutan Tengkorak karna di tuduh meracuni anak dari Selir Gu Fuan".
"Yang kami tau, ia belum mempunyai suami yang mulia".
"Menarik".
"Di cap sampah? Padahal ia sudah kultivasi nya sudah mencapai tingkat Immortal level 1!!" gumamnya yang masih di dengan oleh dua pengawalnya.
Dan jangan di tanya lagi dua pengawal itu terkejut bukan main!.
Skip
Xiao lu masih setia dengan tidurnya bahkan Chen pun masih tertidur dan semakin mengeratkan pelukkannya pada Xiao lu.
Dan beberapa saat kemudian Mei datang membangunkan mereka.
"Meimei, Chen'er ayo bangun ini sudah pagi"
"enghhh.." lengguhan Chen lalu bangun dan Xiao lu pun bangun.
__ADS_1
"Pagi bunda" ucap Chen lalu memeluk leher Xiao lu dan mencium kedua pipi Xiao lu.
"pagi juga dayang. Ayo Chen'er, kau harus mandi" sambil membalas pelukannya dan menghujamkan ciuman di muka Chen membuat si empunya tertawa.
Mei yang melihat itu sangat bahagia, karna adanya Chen Xiao lu tak terlalu dingin.
"Ayo bunda".
Lalu Xiao lu dan Chen mandi, selesai mandi Xiao lu memakaikan hanfu berwarna abu abu berpadu dengan putih.
Xiao lu pun memakai hanfu berwarna abu abu senada dengan Chen, dengan rambut di ikat setengah dan memakai riasan tipis yang menambah kecantikan Xiao lu.
"Bunda kau sangag cantik" puji Chen pada Xiao lu.
Xiao lu hanya terkekeh dan mencium pipi Chen gemas.
"Chen nanti tunggu di sini ya? Jangan nakal dab besok bunda akan mengajakmu ke perjamuan, kau mau?" ucap Xiao lu,
"Iya bunda, aku sangat mau" ucap Chen dengan penuh semangat.
"Baiklah, bibi mei akan menemani mu di sini"
"Iya bunda" Lalu Xiao lu mencium kening Chen dan berlalu pergi.
Tak lama kepergian Xiao lu, datang pria bertopeng yang kemarin berada di kedai makan yang sama dengan Xiao lu.
Mei yang melihatnya langsung berlutut dan memberi salam "Salam yang mulia Kaisar kegelapan" sambil bergetar dan Chen pun mengikuti Mei berlutut.
Ya pria itu adalah Kaisar Kegelapan, yang di takuti seluruh benua dan seluruh kekaisaran.
Dan pria itu pun berdehem dab menyuruhnya untuk bangun dan berjalan menghampiri Chen.
Sedangkan Chen hanya diam tak tau harus apa dan mendongakkan kepalanya karna orang yang ada di hadapan nya sangat tinggi.
Dan mei? Jangan di tanya ia sangat ketakutan dan khawatir akan Chen.
"Kau keluarlah, aku tak akan berbuat apa - apa padanya" ucapnya dingin pada mei.
"Ta-tapi" ucapannya terpotong oleh pria itu "Aku tak akan melukai anakku" ucapannya membuat Mei tak percaya.
Anakku? Apakah Chen adalah anak Xiao lu dan Kaisar kegelapan?! Mana mungkin!! Pikir mei.
__ADS_1
Namun tetap berjalan keluar dengan ragu.