
~skip~
Ketika sedang berada di dalam pelajaran Ching An kehilangan fokusnya dan mengingati perkara yang berlaku diantara dia dan Feng Wu pada malam itu.Mukanya memerah dan itu diperhatikan Baize dan Yue.Mereka berdua memadangi sesama mereka dengan tatapan penuh tanda tanya.Ketika jam pelajaran sudah tamat mereka memasuki cincin dimensi.
"Ching An,jika kau ingin aku sendiri akan pergi membunuhnya.Tidak perlu menyusahkan dirimu."
Baize mengucapkan itu sambil memandangi Ching An.Yue menatap Ching An dengan harapkan dia akan setuju.
"Hah...terserah pada kalian..."
Yue dan Baize tersenyum gembira dan mereka akan pergi pada hari kemudiannya.Pada keesokan harinya mereka berdua pergi dari situ untuk kembali ke tempat mereka sebelum in untuk melakukan sesuatu.
~skip~
Pada jam pelajaran sudah tamat,Ching An sedang bersantai di bawah pohon dengan menutup matanya.Tiba-tiba Hua Ling datang kepadanya dan duduk di sebelahnya.Mereka berdua berbual dan kadang tertawa bersama.Ching An sudah menganggap Hua Ling seperti temannya. Xiao Di yang kebetulan melalui situ menatap mereka dengan tatapan tidak puas hati.
"Di'er?"
__ADS_1
Panggilan seseorang memanggil Xiao Di.Itu kakaknya,Xiao Meng.Dia menepuk bahu Xiao Di dan menatap mereka juga.
"Apakah kau marah?"
Xiao Di memandang kakanya dan menunduk.Xiao Meng tiba-tiba tertawa halus dan mencubit pipi Xiao Di.
"Mengapa kau tidak menyingkir kan sahaja dia?"
Hasut Xiao Meng kepada adiknya.Wajah yang cantik itu ditutupi dengan muka polos dan berpura-pura itu diganti dengan seringai jelek.Malangnya Xiao Di terlalu senang dihasut dan menyimpan dendam kepada Ching An kerana memalukannya.Mereka pergi dari situ dan Ching An yang menyedari kehadiran seseorang tadi melirik tajam ke suatu arah dan kembali berbual dengan Hua Ling.
Ching An menaikkan alisnya dan berdehem.
"Mereka memberitahuku bahwa mereka pulang ke halaman desa untuk seketika "
Hua Ling hanya mengiyakan jawapan Ching An dan Ching An tersenyum nipis.
Malam itu Ching An kelelahan dan tidur dan terlupa untuk memakai selimut untuk menutup badannya kerna terlalu lelah.Kemudian bayangan hitam masuk dari arah jendela dengan cepat dan memakaikan selimut untuk Ching An dan mengucup dahi Ching An.
__ADS_1
Dia menaiki atap dan bayangan lain datang melutut kepadanya.
"Yang Mulia-"
Pria yang dipanggil Yang Mulia itu melirik orang yang sedang berlutut itu sekilas dan memotong percakapannya.
"Dia calon permaisuriku di masa depan"
Nada percakapannya terdengar datar dan dingin namun serak dan menggoda bahkan pria normal yang sedang berlutut di hadapannya tergoda jika bukan kerana dia adalah pria normal .
"Mengerti Yang Mulia..."
Orang itu berdiri dan menundukkan kepalanya lalu pergi dari situ dengan cepat.Ketika ia sampai di satu tempat dia memanggil orang-orang untuk berkumpul dan memaklumkan bahwa atasan mereka sudah menemui wanita untuk dirinya!
♡●~Pemberitahuan~●♡
Author gk selalu up kerna tugas numpuk jadi kerna itu deh.Author juga gk ada idea untuk dijadikan cerita.Author akan membuat cerita ini tamat dengan secepat mungkin kerna author berpikir untuk berhenti membuat novel jadi makanya author akan menamatkannya secepat mungkin.🧍♀️kalau mau beri idea juga gk papa.
__ADS_1