
“Perkenalkan nama saya Rian Andreas Mahendra, panggil saja Rian” ucapnya perkenalkan diri.
Setelah perkenalan Rian diperintah untuk duduk di kursi kosong. Sedang di sisi lain sahabat yang melihatnya langsung menyapa.
“Wih bro, akhirnya sekolah disini juga. Apa kabar bro?” tanyanya kepada Rian.
Mereka tak lain adalah para Prince AHS. Sahabat SMP Rian, mereka pisah saat SMP karena Rian harus sekolah di luar negri waktu itu.
“Baik bro, kalian apa kabar?” tanyanya balik.
“Sehat kita” setelah perbincangan singkat itu, Rian segera kembali duduk karena sudah di tegur oleh sang guru.
Kring…, kring…, kring… bunyi bel tanda pulang. Aktifitas belajar mengajar di sekolah pun di hentikan dan akan di lanjutkan esok hari.
Beberapa waktu telah berlalu Rian sudah menjadi salah Prince di AHS dan cukup di kenal karena tampannya yang rupa wan dan juga beberapa hari ini dia sudah memunculkan sifatnya yang badboy. Suka bolos dan issengi guru, tapi tenang aja dia pintar kok 11-12 lah dengan Ana kalau diasah lagi sih bisa jadi lebih hebat dari Ana. Ok, skip..
__ADS_1
Saudara tiri ana pun sudah kembali ke sekolah, kemarin-kemarin memeng ia tidak masuk sekolah karena suatu hal jadi baru tahu kalau Ana sekolah di tempat yang sama dengannya dan ada murid baru setampan Rian. Ana itu murid baru juga di sekolah itu, hanya seling beberapa hari sebelum Rian.
Di kantin sekolah …
Saat Ana dkk dan Rian dkk sedang menikmati makannya. Terdengar suara seseorang yang sedang membentak cewek berpenampilan cupu. Sebenarnya ini sudah sering terjadi tapi belum ada yang melawan, akhirnya semakin menjadi deh.
“Dasar cewek cupu, loh udah bikin baju gue basah. Lo akan terima akibatnya” katanya, siapa lagi kalau bukan Rika and the gang.
Ia pun menjambat rambut sang cewek cupu itu dengan keras sampai sang empuhnya meringis kesakitan. Tak sampai di situ ia juga membuang kaca matanya mendorongnya hingga tersungkur di lantai tak lupa ia menyiram sang cewek dengan air jus.
Saat Rika mengangkat tangannya berniat menampar sang cewek cupu, tiba-tiba tangannya di cekat oleh seseorang dan ia adalah Ana.
“Sudah” tanya Ana yang cukup muak dengan tingkah saudara tirinya itu.
“Cih, jangan sok jadi pahlawan kesiangan loh” bentaknya kepada Ana yang merasa jengkel karena di hentikan.
__ADS_1
Ia pun mencoba melepaskan tangannya dan menampar Ana. Tapi sayang ia lebih dulu di dorong dan di pukul oleh Ana.
Sontak saja ini mengundang perhatian siswa-siswi di kantin karena selama ini tidak ada yang berani melawan Rika and the gang. Dan kali ini Ana tanpa rasa takut melakukan perlawanan itu. Setelah menyelesaikan pertikaan itu Ana memberi holdie nya kepada cewek cupu itu lalu meninggalkanya.
Sisi lain di tempat Rian dkk, takjub kepada Ana yang pemberani dan suka menolong.
“Wih gila, akhirnya ada juga yang berani melawan tuh Rika dkk. Kuat banget lagi pukulannya”
“Bener, benar-benar salud gue. Selama ini belum ada yang berani karena Rika anak dari pemilik sekolah ini. ”
(Unik) gumam salah satunya tersenyum semirik.
Disini anggap Aditia sang ketos ngak ada yah jadi bukan dia yang melerai, kalaupun ada sih dia juga tidak bisa menghukum saudara tirinya karena ayahnya sudah berpesan untuk menjaga adik tirinya itu. Bego sih emang kalau menyangkut keluarganya.
Kita anggap aja ngak ada OSIS yah. Mereka kerja di belakang layar aja dulu. Dan Rika and the geng kira pakai Rika dkk aja biar gampang.
__ADS_1