
“Aku tidak tahu mengapa, namun saat menatap matamu. Aku seakan telah melihat bagian diriku yang hilang di dalam sana”
_Rian Andreas Mahendra_
_______________________________________________
Saat fajar telah menyingsing, aktifitas pun kembali dilakukan. Begitupun di menstion Adijaya gadis cantik sudah siap berangkat kesekolah nya. Sedangkan anggota keluarga yang lainya juga sudah siap dengan kegiatannya masing-masing. Sedangkan di belahan bumi lain tepatnya di kediaman Mahendra seseorang juga telah bersiap-siap untuk memulai harinya di sekolah barunya.
Tokk.. tok.. tok.. suara pintu di ketuk dari luar.
“Tunggu sebentar Ma, aku udah selesai kok” teriaknya dari dalam.
“Yaudah, mama tunggu di meja makan yah” tutur sang mama.
Cklek..suara pintu yang terbuka.
Tak.. tak.. tak.. suara sepatu seseorang yang telah menuruni anak tangga.
Orang-orang yang sedang di meja makan pun seketika melirik ke arah tangga. Memperhatikan seseorang yang menuruni tangga tersebut. Mereka memperhatikan penampilan sang anak.
Hari ini sang anak nampak rapi tak seperti biasanya. Pakaian rapi, dan atribut sekolah lengkap membuatnya terlihat goodboy dan tampan. Melihat penampilan yang tak seperti biasanya, sang mama pun bertanya.
__ADS_1
“Tumben kamu rapi, ada apanih lagi tidak kesambet kan?” tanya sang Mama penasaran karena tidak biasanya anaknya jadi goodboy.
“Kan hari pertama di sekolah baru Mah, jadi jaga image di hari pertama dong” jelasnya kepada sang Mama.
Orang tuanya hanya beroh ria, kemudian mereka sarapan dengan tenang dan damai. Setelah makan ia mengemudikan kendaraannya membelah jalan menuju sekolahnya yang baru yaitu AHS. Setelah beberapa waktu akhirnya ia tiba. Tentu saja hal itu menyita banyak perhatian dari siswa-siswi di sana.
“Wau keren banget”
“Siswa barunya ganteng banget”
“Cool banget, jadi pacar aku dong”
“Aa kerumah yuk ketemu ayah aku”
Yah begitulah kira-kira celetuk mereka, ada yang suka dan ada yang iri. Sedangkan yang jadi topik bahasan hanya cuek dan berjalan santai.
“Dimana yah ruang kepala sekolahnya?, kesana aja kali yah” terkanya melanjutkan langkahnya.
Saat sedang mencari tanpa sengaja ia menabrak seseorang karena kurang fokus.
Bugh… untung saja dengan sigap ia berbalik dan menarik tangan orang yang di tabrak, jadi orang itu tidak terjatuh. Saat sedang melihat orang yang di tabrak ia langsung terpana dengan pesona yang di miliki orang itu begitupun sebaliknya.
__ADS_1
“Maaf, saya tidak sengaja” ucapnya meminta maaf sedangkan sang lawan hanya diam karena sikapnya memang dingin.
Orang yang di tabrak adalah Ana, ia sedang melamun ketika berjalan jadi tidak fokus ketika berjalan. Ini memang hal yang langkah dalam hidup Ana. Mungkin kali ini benar-benar kalut jadi membuatnya ceroboh, padahal Ana orangnya teliti.
Kembali ke orang yang bertabrakan dengan Ana. Karena tidak ada tanggapan ia pun tidak megambil pusing.
“Emm.. maaf kalau boleh tahu ruang kepala sekolahnya dimana yah?” tanyanya kepada Ana karena sudah bingung mau kearah mana.
“Ikut” jawab Ana singkat. Sedangkan sang lawan bicara hanya bisa cengoh dengan sikap Ana.
(Dingin banget) gumamnya dalam hati.
Brak, pintu terbuka oleh tendangan Ana. Sedangkan yang di dalam hanya bisa mengelus dadanya karena kaget.
“Kamu murid baru dari keluarga Mahendra, kamu di kelas XI. 2. Ana tolong kamu antarkan dia kelasnya di samping kelas kamu.” Pintanya kepada Ana dan hana hanya berdehem saja.
Setelah sampai Ana meninggalkan orang itu untuk masuk ke kelasnya.
Tuk…, tuk…., tuk… ketuknya pada pintu ruangan. Sang guru yang mendengar ketukan pun membuka dan melihat siapa yang melakukan hal demikian. Setelah menduga ia siswa baru ia pun menyuruhnya masuk dan memperkenalkan sang siswa.
Saat ia memasuki ruang sontak itu menyita perhatian siswa-siswi di ruangan karena terpesona olehnya. Sang guru melihat itupun langsung mengambil tindakan
__ADS_1
“Perhatiannya sebentar, hari ini kalian kedatangan teman baru. Kamu perkenalkan diri keteman-teman kamu.”