Queen Mafia ROS BLACK BLOOD

Queen Mafia ROS BLACK BLOOD
Episode 3: Menstion Adijaya


__ADS_3

Tak..Tak..Tak. detak suara jarum jam yang berada di dinding menunjukkan pukul 12 malam. Sudah di pastikan penghuni mansion itu sudah larut dalam mimpinya masing-masing.


Namun, tidak untuk kepala keluarga Adijaya. Tepatnya Hendra Adijaya sang deddy dari Ana yang sedang menunggu putrinya itu.


Brum..Brum…deru suara mobil yang baru saja memasukan area mansion dan berhenti. Terlihat seorang gadis yang turun dari mobilnya.


Ketika melangkahkan kakinya kedalam mansion, terdengar suara khas pria paru baya yang menegurnya seketika ia pun menghentikan langkahnya.


“Dari mana saja kamu Ana?, jam segini baru pulang. Kamu itu seorang perempuan, tidak baik keluar malam apalagi sampai jam segini. Habis apa saja kamu?, kamu mau jadi anak brandal keluyuran kemana-kemana?.” Tanyanya tegas. Dalam benaknya ia tak habis pikir dengan anak gadisnya itu, sekarang susah di atur.


Ana pun melirik Deddy-nya sebentar sebelum melangkah kembali. “Bukan urusan Anda’” jawabnya meninggalkan pria paru baya itu yang mematung melihat Ana meninggalkannya di tempat tersebut. Saat ia ingin kembali bersuara, ia baru sadar Ana telah meninggalkannya dan pintu kamarnya telah tertutup.


“Andai saja kamu disini Ros, mungkin semua ini takkan terjadi. Mengapa kau pergi begitu cepat meninggalkan kami. Lihat lah sekarang putri kita sangatlah berubah dia menjadi dingin dan tak terkendali,”gumamnya dalam hati.


S


k

__ADS_1


I


p


Di dalam kamar Ana…


Ana duduk di kasurnya sambil memegangi foto ketika bertiga dengan Ia, Momi dan saudara kembarnya. Ia mengambilnya lalu mengelusnya perlahan, tanpa terasa air matanya menetes.


“Mommy, Kak Tasya. Ana rindu kalian, mengapa kalian meninggalkan Ana sendiri. Sekarang Ana sendiri Mom, Kak. Deddy dan Kak Putra ngak percaya sama Ana, Ana kecewa kepada mereka. Mereka lebih belain wanita j*l*ng itu daripada Ana.


Ana kembali meletakkan foto itu di atas nakas samping tempat tidurnya. Lalu, membersihkan dirinya sebelum beranjak ke tempat tidur untuk memejamkan mata dan menghampiri mimpinya. Mengistirahkan tubuh dan fikiranya yang lelah.


Skip


keesokan paginya…


Mentari telah bersinar cerah di langit yang membentang seakan tersenyum pertanda sudah siap menemani aktivitas makhluk hidup. Cahayanya yang cerah mulai menganggu dan membangunkan gadis cantik yang masih setia menutup mata dan bersua dengan mimpinya di balik selimut yang hangat.

__ADS_1


Eungh..leguhnya perlahan membuka matanya dan meregangkan ototnya ringan. Ia harus bersiap ke sekolah. Perlahan tapi pasti ia menyibakkan selimutnya lalu membersihkan dirinya di kamar mandi, bersiap dengan seragam sekolahnya.


Setelah selesai ia menuruni anak tangga dan berlalu menuju sekolahnya tanpa sarapan lebih dulu. Ia malas untuk bertemu dengan wanita picik dan licin seperti belut itu. Ia mengambil motor Sport GSX-S150 (motor terbaik yang aku dapat hasil serch di google, kalau ada lagi yang lebih baik anggap aja sesuai imajinasi kalian yah) dan melajukanya dengan kecepatan tinggi ke sekolah. Setiba di sekolah ia memarkirkan motor dan langsung ke ruangan pribadinya.


Nb: Meski sebagai bedgirl Ana tidak jarang berangkat pagi yah ke sekolahnya. Namun meski begitu ia sering lambat masuk kelas yah guys. Karena setiba di sekolah ia selalu ke ruangan khususnya mengerjan beberapa tugas kantornya. Nah ceritanya ruangan pribadinya ini sudah di lengkapi keperluannya serta berbagai fasilitas yang memadai.


Setelah cukup lama di ruangannya, Ana melihat jam yang terpasang di pergelangan tanganya dan sekarang sudah menujukkan pukul 08.15 A.M pertanda pelajaran sudah di mulai sejak tadi.


Ia membereskan pekerjaanya lalu menuju kekelasnya, setiba di depan pintu kelas tapa aba-aba Ana langsung nyelonong masuk tanpa menghiraukan guru yang mengajar.


“Ana apa kau tak punya sopan santun?, sudah datang terlambat masuk pun tanpa permisi. Apakah kau tak di ajarkan cara berprilaku baik?,” cerca sang guru yang muak dengan sikap Ana.


Sedangkan Ana hanya melirik sekilas dan kembali mengabaikan sang guru. “Ana sekarang kau keluar dari jam pelajaran saya dan berdiri di lapangan.” Sambungnya yang tak tahu harus menanggapi Ana seperti apa lagi.


Ana pun beranjak dari tempat duduknya dan menuju lapangan dan menjalankan hukumannya. Walaupun Ana cuek tapi dia masih memiliki rasa hormat kepada gurunya. Walaupun ngak kayak murit lainya yah saat patuh dan tunduk terhadap guru.


Hmm ok guys ini beneran badgirl banget yah tapi tenang aja akan ada waktu dimana Ana jadi anak yang baik

__ADS_1


__ADS_2