Queen Mafia ROS BLACK BLOOD

Queen Mafia ROS BLACK BLOOD
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Ana bisa saja menghadapi dan membalas orang-orang yang menganggu dan jahat pada-nya tapi ia akan rapuh bila keluarganya sendiri yang memarahi dan membentaknya.


Selama ini ia hidup dalam lingkup kasih sayang yang besar dalam keluarganya sehingga sangat sulit bila yang di hadapi adalah keluarganya.


______________


Dea: cup cup cup yang sabar yah Ana, ngak selamanya mendung kok. setelah badai berlalu pasti semua akan baik-baik saja. Dea yang tangguh jawab de 🤭


Ana: Iya loh, awas kalau ngak aku bakal bejed-bejed kamu De'


Dea: iyeilah mau gue gelapin terus hidup loh,


Ana: Eh, jangan dong Dea Cantik deh


Dea: Ada maunya aja baru naikin tadi aja. Dahlah malas aku tuh hadepi kamu kuy lanjut aja lah


_________________


Skip..

__ADS_1


Beberapa hari kemudian di ruang keluarga


Ana, Aditia dan Deddy-nya sedang berkumpul di ruang keluarga. Deddy Ana ingin membahas soal pernikahannya dengan Dita yang sempat tertunda karena masalah yang menimpa keluarganya.


“Anak-anak Deddy ingin menyampaikan bahwa rencana Deddy yang akan menikahi Bi Dita akan Deddy lanjutkan” ujar sang Deddy


(Ini orang kagak tahu apa yah itu bikin Ana makin kecewa, aduh..)


“Tidak, Ana tidak setuju. Jika Deddy tetap melanjutkannya Ana akan pergi” bantah Ana


“Aku setuju Ded” ucap Aditia


“Karena dia dan anaknya jahat, mereka udah buat aku kehilangan Mommy dan Kakak. Ana tidak setuju Deddy menikah dengannya” balas Ana


“Ana sudah Deddy bilang itu hanya salah faham. Jadi Deddy akan tetap menikah” tutur Deddy


Ana pun beranjak dan pergi meninggalkan ruangan. Sedangkan di sisi lain seorang wanita yang menyaksikan semua itu merasa bahagia karena apa yang diinginkannya berjalan dengan baik.


Ana yang di dalam kamar pun merasa sedih akan semua yang terjadi, dia kecewa akan keputusan Deddy-nya dan merindukan mommy dan kakak-nya. Iapun menuju balkon dan memainkan gitarnya sambil menyenandungkan lagu Hanya Rindu

__ADS_1


Setelah bersenandung dengan di temani derai air mata Ana pun beranjak lalu mengistirahatkan diri-nya. Saat tertidur Ana bermimpi.


Dalam mimpi ana terlihat hamparan yang luas, indah dan menyejukkan, dari kejauhan ada cahaya yang menghampiri sehingga na menutup matanya dengan tangan.


“Ana” suara yang memanggil Ana. Mendengar ada yang memanggilnya perlahan Ana menurunkan tangannya dan melihat ke sumber suara yang memanggilnya.


“Mommy, Kakak” ucap Ana lirih


“iya Ana, ini kami”


“Mommy, Kakak. Ana rindu kalian hiks hiks. Ana ngak kuat” ucap Ana sambil memeluk Mommy-nya


“Ana kami akan selalu di sisi mu jadi yang kuat yah nak, kami mendukung mu. Hadapilah semua rintangan yang ada kamu pasti bisa, kamu kuat. Suatu saat kamu pasti akan menemukan kebahagian mu sendiri” ucap Mommy sambil mengelus kepala Ana


“Benar Ana Kakak akan selalu bersamamu, kamu harus mencari keadilan atas apa yang telah mereka lakukan” timpal Nana


“…. Kami pergi dulu yah Ana” pamit sang Mommy dan Kakak. Perlahan Ana membuka matanya dan mentari pun telah terbit saatnya melanjutkan aktivitas.


Hello readers terus dukung karya ku yah. Saran dan kritikannya tetap di tunggu. Maaf yah lambat up, aku masih mencoba atur tata kata biar terbit tulisannya

__ADS_1


__ADS_2