
Aku seperti ini bukan tanpa alasan, melainkan karena luka yang kalian berikan tergores kan sangat dalam hingga sulit untuk sembuh.
_Anastasi Putri Adijaya_
________________________________________________
Setelah Nauval pergi Ana kembali menikmati indahnya taman. Cukup lama Ana berdiam di sana, hingga mentari mulai terbenam. Ana segera bersiap untuk kembali, ia terlalu malas mendengar ocehan ketika sudah tiba di menstion nantinya. Ana pun mengendarai mobilnya hingga ma dan memarkirkannya.
Saat ia melangkah dan membuka pintu benar saja ia di sambut tatapan tajam dari penghuni menstion utamanya sang kepala keluarga yaitu Hendra karena Ana kembali saat malam.
Cukup lama memang perjalanan yang Ana lalui soalnya di tengah jalan terjadi kemacetan parah karena terjadi kecelakaan beruntun. Akibatnya Ana terjebak dalam kemacetan itu, waktu yang di butuhkan menjadi 2x lebih lama.
(sehebat-hebatnya Ana dalam mengendarai mobil, ada kalanya jika situasi tidak mendukung ia pun tak bisa melawan dan mengubahnya)
__ADS_1
“Ana darimana saja kamu kenapa baru pulang jam segini?” tanyanya kepada Ana dengan nada cukup tinggi, ia geram kepada Ana.
Ana yang di tanyai hanya melirik sekilas lalu menjawabnya singkat.
“Taman” jawab Ana singkat. Lalu meninggalkan Hendra yang masih geram kepadanya.
“Ana jangan pergi kamu” teriaknya tersulut emosi ketika Ana tak mempedulikan dirinya.
Disisi lain Aditia sang kak hanya bisa melihat ayah dan adiknya, ia hanya diam sedih tak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan Dita sang ibu tiri hanya tersenyum bahagia melihat Ana yang di marahi. Lalu mulai bersandiwara dasar bunglon memang. Berubah menjadi sok baik ketika di depan Hendra dan kembali berubah jahat ketika Hendra tiada.
“Mas sudahlah, kasihan Ana. Dia pasti sedih jika dibentak olehmu jadi jangan memarahinya lagi” ucapnya dengan wajah yang di sedih-sedih kan.
“Kau sangat baik Dita, kau masih peduli dan sayang kepada Ana walau Ana tak menganggap dirimu” tuturnya kepada Dita dengan syukur. Belum tahu saja dia siapa Dita sesungguhnya.
__ADS_1
Dita yang mendengar itupun hanya tertawa penuh kemenangan dalam hati, karena berhasil mengambil kepercayaan dari Hendra.
(Dasar laki-laki bodoh, sangat mudah mempengaruhinya)
“Aku sudah menganggap Ana seperti anak kandungku sendiri Mas, jadi aku takkan marah dengan apa yang Ana lakukan kepadaku. Walau Ana sering mengabaikan dan tak mempedulikan ku serta tak menganggap ku Mommy-nya” ucapnya dengan maksud menjelekkan Ana dengan menampakkan raut wajah sedih.
Setelah drama keluarga itu mereka membubarkan dirinya masing-masing ke kamar mereka untuk istirahat.
Di sisi lain, di dalam Kamar Ana.....
Ana hanya duduk di balkon kamarnya sambil menatap hamparan langit yang di hiasi bulan yang terang dan bintang yang setia menemani serta melengkapi keindahan langit malam.
Mengajarkan cahaya akan selalu ada menyinari bumi, saat siang hari ada mentari yang menerangi dan saat berganti malam ada bulan dan bintang yang menyinari.
__ADS_1
Setelah cukup lama menikmati, Ana masuk ke dalam kamarnya karena angin malam sudah semakin dingin. Ana bergegas kedalam kamar mandi dan mencuci muka serta sikat gigi Ana membaringkan dirinya di kasur king sise-nya untuk mengistirahatkan jiwa dan raganya yang sudah lelah. Akan menghadapi segala masalah yang menghampiri dirinya dan menguji baik jiwa dan juga raganya.
Demikian untuk episode kali ini, jika ada yang salah tolong sarannya. Terus support yah, maaf jika ada kesamaan dalam beberapa hal dalam cerita novel lainya. Tapi ini bukan karya plagiasi yah, aku menulis sesuai imajinasi ku sendiri. Walau belum masuk kategori imajinasi yang tinggi tapi semoga menghibur.