
Di dalam kamar dua orang perempuan yang tak lain adalah Dita dan Rika sedang berbincang melanjutkan rencana selanjutnya dan merayakan kemenangan mereka yang sebentar lagi menjadi.
Masih ada Nana dan Ana yang rencananya akan mereka hancurkan, Rita sangat iri akan mereka yang mendapatkan perhatian Hendra dan Aditia. Dia ingin menjadi satu-satunya orang yang di manjakan.
“Haha..akhirnya rencana kita berhasil sayang. Sebentar lagi kita akan jadi orang kaya raya, kita kan menguasai kekayaan keluarga Adijaya ……” ucap Dita
“Ia Ma. Akhirnya, aku sudah bosan jadi orang miskin. Tapi Ma aku ingin Nana dan Ana juga pergi aku mau jadi satu-satunya nona muda di keluarga ini ….” pinta Rika
“Kamu tenang aja sayang kita kan singkirkan mereka seperti kita menyingkirkan mama mereka” bujuk Dita
“Ia Mah”
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengar ucapan mereka ia tak lain Nana. Nana tanpa sengaja mendengar semua.
Brak, pintu terbuka mengagetkan mereka yang ada didalam.
“Jadi kalian yang udah bunuh Mommy dan kalian ingin bunuh kami. Aku akan melaporkan kalian ke Deddy” Nana shock dan geram mengetahui semua itu
“Nana.. Nana…, laporkan saja toh kalian tidak ada bukti. Deddy kamu tidak akan mempercayai kamu hhhh”
Dengan kesal Nana pergi dari sana karena memang ia tidak memiliki bukti. Nana kembali ke kamarnya dan menceritakan semuanya kepada saudara kembarnya.
__ADS_1
“….. tadi kak dengar tenyata mama meninggal bukan karena sakit tapi karena di bunuh sama wanita licik itu Rika dan ibunya” mendengar itu Ana langsung syok karena orang yang dia anggap Mommy ternyata adalah orang yang menyebabkan Mommy-nya meninggal.
“Mereka juga berencana menyingkirkan kita, kak ingin memberi tahu Deddy tapi tak memiliki bukti …..”
“Baiklah kak kita kan mencari buktinya”
“Ya”
Setelah berbincang mereka pun beristirahat. Nana dan Ana belum memberi tahu akan hal itu kepada kakaknya karena kakaknya ada kegiatan sekolah dan menginap di sana ia pergi tadi padi dan baru pulang lusa.
Sedangkan Hendra juga lagi ada kerjaan dan baru pulang esok hari. Jadi kebenaran itu hanya mereka yang tahu. Sedangkan di sisi lain dua wanita licik itu sedang mengatur rencana baru.
“Ma, bagaimana ini. Nana sudah tahu semuanya, bagaimana kalau dia melapor dan kita ketahuan?”
“Iya Ma”
Keesokan harinya kedua wanita licik itu berencana menyingkirkan Nana. Saat ada kesempatan mulailah aksi mereka.
Saat Nana akan turun tangga kondisi lagi sepi dan Brukk. Nana terjatuh dari tangga karena di dorong oleh Rika. Dara berceceran memenuhi area sekita Nana. Ana yang melihat itu histeris
“Kakak…. Apa yang kau lakukan kepada Kakak Ku” bentaknya pada Rika
__ADS_1
“Kakak.. hiks.. hiks.., tolong kak hiks.. hiks …”
Semua penghuni rumah pun langsung berkumpul sedih, panik bercampur aduk. Dita duluan ada di sana sebelum art mereka segera menghubungi Ambulance.
Sedangkan dari luar Hendra kebetulan juga baru pulang. Mendengar teriakan dan banyak yang berkumpul membuatnya Hendra panik dan bertanya-tanya.
“Ada apa ini, Nana.. kenapa bisa begini?, apa yang terjadi?” tanyanya dengan suara keras
“Ini semua karena dia Ded, dia yang uda dorong Kakak hiks.. hiks…”
“Ngak Tuan tadi Nana tergelincir sendiri” ucap Rika
“Betul Tuan, tadi saya juga melihatnya” bela Dita
“Bohong Ded dia yang dorong Kak, dia juga yang udah bunuh Mommy” Bantah Ana
“Hiks.. hiks…, Rika ngak bohong Ma. Rika kan ngak pernah nakal”
“Dasar pembohong, Pembunuh….” teriak Ana
“Cukup… Ana kenapa kamu memfitnah orang lain. Kamu dengar sendiri ini adalah kecelakaan”
__ADS_1
Jedar bak tersambar petir Deddy-nya tidak mempercayainya. Sebenarnya Dedy-nya percaya pada anaknya, tapi dia menepisnya kali ini karena selama ini Dita dan Rika selalu baik di pandanganya.
Apalagi sebelumnya memang ia melihat Rika dan Ana memang sedang tidak akur. Jadi ia fikir ini hanya karena kesalah fahaman Ana dan juga rasa amarahnya sehingga menimpakannya ke Rika.