
Setelah pulang sekolah Ana tidak langsung kembali kerumahnya, ia pergi ke taman untuk menenangkan dirinya. Sudah pasti ketika ia pulang hanya drama yang ia saksikan makanya ia lebih suka di luar daripada di rumah. Rumah itu sudah layaknya panggung pentas drama, jadi lebih di luar saja begitu fikirnya.
Saat sudah sampai ia memarkirkan mobilnya lalu menuju ke sebuah kursi yang ada di taman itu dan duduk di sana. Suasana memang menenangkan di kelilingi hamparan bunga berbagai warna serta aliran air buatan yang menambah keindahan taman.
Menyejukkan, pohon rindang tumbuh dengan baik dan terawat. Suasananya benar-benar bisa mensugesti diri menjadi lebih nyaman dan tenang.
(ini aku ambil dari google yah. Bayangkan aja disisi lain taman yang tak terekam kamera ada kursi yah)
Saat sedang santai di taman seorang anak kecil berlari tanpa sengaja menabrak Ana, terlihat raut waja ketakutan di wajah anak itu.
“Ma.. maaf Kak” ucapnya menunduk takut.
“Hai, kenapa kamu menunduk tidak usah takut kakak tidak akan menyakitimu ok, sekarang liat kakak” ucap Ana lembut menenangkan.
Begitulah Ana ketika berhadapan dengan anak-anak sikap dinginnya cepat hilang bagai uap yang hilang terbawa angin.
“Katakanlah kenapa kamu berlari dan ketakutan?” tanya Ana lembut.
__ADS_1
“Ta.. tadi aku di kejar orang jahat kak, jadi Aku lari” jawabnya agak gugup.
“Yaudah sekarang tenang yah, kamu aman bersama kak disini” tutur Ana sambil tersenyum ke arah anak itu.
“iya kak” balas sang anak tak lagi takut.
Ana yang melihat 2 orang yang bertubuh kekar dan memiliki tato mendekat menyembunyikan Nauval di bali tubuhnya. Lalu melawan orang-orang itu ketika hendak memaksa mau mengambil Nauval. Setelah selesai membereskan penjahat itu Ana kembali menemui Nauval.
“Nama kamu siapa, perkenalkan nama kakak Ana” tanya Ana.
“Nama aku Nauval kak cantik” jawabnya tersenyum kearah Ana.
Setelah mengajak Nauval ke bawah pohon rindang itu, Ana membeli ice cream untuk Nauval. Ada beberapa aturan dalam taman itu namun di perbolehkan membawa makanan dengan syarat harus menjaga kebersihan.
(Aku ngarang aja yah, soalnya setiap lokasi pasti beda-beda aturannya)
“Nauval sama siapa kesini” tanya Ana pada Nauval.
“Tadi, Nauval sama baby sitter Kak. Tapi katanya mau ke toilet saat Nauval menunggu tiba-tiba ada orang jahat mau menculik Nauval” jawabnya kepada Ana.
__ADS_1
Nauval memang tergolong pintar di banding anak seusianya jadi ia sedikit faham jika ada orang jahat.
“Yaudah sekarang kita cari baby sitter Nauval yah” pungkas Ana.
Ana pun bangkit dari duduknya dan mulai menemani Nauval mencari baby sitter nya dengan mengelilingi taman. Hingga setelah beberapa lama akhirnya baby sitter Nauval ketemu.
“Aden, syukurlah aden baik-baik saja. Aden dari mana saja bibi cari dari tadi” tanyanya dengan kepanikan masih ada.
“Tadi, ada orang jahat bibi jadi Nauval kabur dan tidak sengaja bertemu dengan kak cantik. Tadi kak cantik memukul penjahatnya dengan hebat Bi” jawabnya riang.
“Terima kasih nona telah menyelamatkan den Nauval. Sekali lagi terima kasih karena telah menyelamatkan den Nauval nona…” ucapnya berterimakasih kasih dan terhenti karena tak tahu nama Ana.
“Saya Ana, Bi” kata ana mengulurkan tangannya.
“Ah, yah nona Ana kalau begitu kami pamit duluan” katanya pamit.
“Dadah kak cantik, sampai jumpa lagi” ucap Nauval melambaikan tangan. Ana hanya membalasnya dengan senyum dan melambaikan tangan.
Sampai disini dulu yah, terus dukung karya aku. Maaf atas segala kekurangan dan terus berikan support karya aku yah.
__ADS_1