
Di dalam sebuah kamar saat semua telah istirahat, dua wanita berencana licik.
“Ma, kapan aku bisa seperti mereka?, aku ingin bebas membeli apa yang aku inginkan” rengek Rika
“Kamu tenang saja sayang, mama sudah punya rencana. Kita akan menyingkirkan mereka dari rumah ini bahkan dari dunia ini” ucap Dita.
“Apa rencananya Ma?” tanya Rika
“Begini, Ma akan menyingkirkan mereka mama akan memberikan racun pada makanan Ros, racun ini tidak akan terdeteksi dokter karena ini racun yang baru saja di temukan, mama ambil dari salah satu klien mama di bar” ucap Dita.
Skip..
-
Mereka pun menjalankan aksinya, saat suasana lagi mendukung. Dita menawarkan minuman kepada Ros.
“Nya, ini minumannya silahkan di nikmati” ucap Dita. Nikmatilah hari terakhir mu Ros dan semua yang ada akan menjadi milikku hhhh.
__ADS_1
Bugh, Ros pun jatuh dan mungkin tak bernyawa lagi. Dita meninggalkan ruangan agar tidak ada yang curiga. Kebetulan salah seorang art melewati kamas Ros dan melihat Ros yang tergeletak pun berteriak.
“ Nyon....yaaa, nyonya.. kenapa? Apa yang terjadi. Tolong, tolong” teriaknya panik.
Orang-orang yang mendengarnya pun segera mendekati ruangan itu langsung membawa Ros kerumah sakit dan menelpon tuan mereka.
Anak-anak Ros yang melihat mommy-nya seperti itu menangis tersedu-sedu Sedangkan disisi lain orang yang melihat rencananya berjalan lancar pun tertawa senang.
“ Bang, Kak, Mommy kenapa ? hiks.. hiks… , mommy tidak akan meninggalkan kita kan?” tanya Ana kepada sang Abang dan Kakak. Sedangkan yanag di tanya juga hanya bisa menangis, merasa takut akan kehilangan Mommy-nya.
(Akhirnya sebentar lagi aku akan menjadi nyonya di rumah ini. Hahahaha)
Ros segera di tangani dokter, Hendra sudah ada di depan ruangan. Menunggu dokter yang memeriksa istrinya keluar.
“Dok bagaimana keadaan istri saya dok?” tanyanya kepada dokter.
“Maaf, Tuan. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun nyonya tidak bisa tertolong tuan. jantung nyonya bermasalah” ucap dokter dengan menunduk.
__ADS_1
“Tidak, tidak doter pasti salah istri saya pasti baik-baik saja” ujar Hendra masih tidak terima kenyataan.
“Mommy…, ngak mungkin mommy ninggalin kita hiks, hiks, hiks” anak-anak Ros pun hanya bisa menangis.
Singkat cerita Ros telah di makamkan dan sebulan telah berlalu Hendra sudah mulai menerima kenyataan begitupun anak-anaknya. Dita memanfaatkan kondisi yang ada dengan berpura-pura peduli dan sayang kepada Hendra dan anak-anak sehingga tidak ada yang menyadari kebusukannya.
Waktu terus berlalu semakin lama Dita semakin dekat dengan mereka hingga Hendra mulai menimbang-nimbang untuk menjadikannya istri. Karena anak-anaknya masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu.
“Dita, maukah kau menikah denganku?, maukah kau menjadi ibu sambung anak-anakku mereka masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu” ujar Hendra
“Tapi pak saya hanya pembantu disini, saya tidak pantas bersama dengan bapak” jawab Dita
“Saya tidak peduli statusmu saya hanya ingin anak-anak saya bahagia dan mereka terlihat sangat menyayangimu” tutur Hendra
“Baiklah pak saya mau” Dita menyetujui.
(akhirnya semua rencana ku berjalan lancar, sebentar lagi aku akan jadi orang kaya. Tunggu aku uang hhhhh)
__ADS_1
Setelah persetujuan Dita, Hendra menyampaikan hal tersebut kepada anak-anaknya. Tentu saja anak-anak merasa senang karena mereka akan memiliki ibu lagi, apa lagi mereka fikir Dita baik. Mereka belum tahu saja akan apa yang nantinya menimpa mereka.
Jangan lupa saran dan dukungannya....