
Terlihat gadis cantik yang sedang duduk di sebuah kursi pinggir pantai, ia terlihat melamun dengan tatapan kosong ke arah pantai. Semilir angin pantai dan deru suara ombak tak mengusiknya sama sekali. Ia tetap setia di dunia fantasinya yang sepi dan penuh kerinduan. Namun, tak lama kemudian dering handphone membuyarkan dan membangunkannya dari dunianya itu.
Dert… Derrt...Derrt…(anggap aja gitu yah dering handphone-nya).
“Halo, Queen markas diserang,” suara seseorang dari seberang sana. Tut, tanpa aba-aba telpon langsung di matikan. Gadis itu beranjak dari tempat duduknya, menuju kendaraanya dan melajukannya dengan kecepatan di atas rata-rata ke arah hutan.
Terlihat kini tempat itu sudah banyak mayat dan darah yang berceceran di lantai.Terdengar suara seorang pria angkuh yang sedang menanyai orang lainya yang berdiri di depannya.
“Dimana leader kalian, katanya mafia paling kuat. Jangan-jangan leader kalian lagi bersembunyi karena ketakutan, hi dasar mafia lemah,” ucapnya angkuh yang mengenakan jubah tangan kanan dari Dark Blood.
“Aku disini,” suara seorang gadis dengan memakai jubah dan topeng kebesarannya.
__ADS_1
Dor…Dor… dua peluruh menancap di tubuh tangan kanan Dark Blood.. Bugh…Bugh..Bugh..Kretak… suara pukulan dan tulang patah mafioso Dark Blood. Setelah selesai menghabisi mafioso Dark Blood, leader yang sering disapa Queen itupun mendekati sang tangan kanan lawan.
Lagi-lagi terdengar suara pukulan dan tulang patah membuat yang di pukuli meras kesakitan.
“ Maaf, ampuni aku,” pintanya menahan kesakitan.
“Tiada kata maaf, kau telah brani menyerang markasku dan membunuh mafiosoku” balas Queen.
Setelah menyelesainnya, ia menyuruh mafioso yang tersisa untuk membersihkan semuanya. Lalu menuju markas sang lawan seorang diri.
“Ho..ho..ho.. ada tamu rupanya, sedang apa seorang Queen dari Ros Black Blood datang ke markas ini,” ujarnya menutupi keterkejutanya. "Hmm, kau terlihat cantik juga bagaimana kalau kita bermain?, maka aku akan mengampunimu," ucapnya mengoda dan meremehkan.
__ADS_1
"Hmm, bermain yah. Baiklah mari kita bermain," balasnya disertai semiriknya. Tanpa menunggu lama lagi, Queenpun langsung menyerang lawan dengan membabi buta.
"Dasar br*n**k," pekiknya tak terima kekalan. "Akan kubunuh kau," sambungnya.
Saya Queen tidaklah lemah, pertarungan pun berlanjut dan Queen lah pemenangnya. Setelah lawan kalah, ia pun meninggalkan tempat itu. Setelah cukup jahu terdengarlah suara ledakan, Duar…, tempat langsung hancur rata dengan tanah.
...Inilah kini dunia baru Ana, duniah bawah. menjadi leader Mafia terkuat dengan nama Ros Black Blood (Mawar Hitam berdarah) seperti namanya terlihat cantik seperti mawar, tapi gelap dan penuh darah yang selalu mengiringi....
Kebayang gak tuh sakit yang dirasakan Ana?, coba bayangkan kita yang hidup tanpa mengenal dunia bawah dipenuhi canda dan tawa mengiringi kebahagian tanpa di bayangi pertarungan dan kematian. Tiba-tiba kita yang berada di sana dengan senjata yang berlumuran darah dan selalu mendekati kematian.
Oh, iya. Ini ada bonus visual kembaran Ana yang bernama Nastasia Putri Adijaya sebelum meninggal yah. (Anggap aja umurnya baru 12 an gitu)
__ADS_1
Ok, skip aja yah, lansung ke mansion keluarga Adijaya. Oh iya sekarang Ros Black Blood kita singkat aja yah jadi RBB. Btw, ini nama mafia ngarang aja yah jadi harap maklum. Tolong kritik dan saran yang membangun yah readers.