
"Bukan itu yang ku mau"
Ariana mengernyitkan dahinya.
"Lalu apa Tuan?," Tanya Ariana. Daniel pun nampak berfikir sejenak.
"Besok malam berkencanlah denganku" ucap Daniel sambil menampilkan senyuman,
Ariana pun membulatkan matanya tidak percaya.
"Ber...berkencan Tuan. Tapi mengapa? Mengapa Tuan ingin berkencan dengan gadis sepertiku? Lalu bagaimana dengan pacar Tuan?" Pertanyaan beruntun yang diajukan Ariana. Daniel hanya tersenyum melihat wajah terkejut Ariana.
"Sebagai Imbalan makan siangmu" jawab Daniel santai.
"Tapi Tuan,saya akan bayar uang makan tadi"
"Saya tidak mau penolakan,atau kau mau potong gaji?"
"Hah,itu lagi ancamannya. Baik Tuan besok kita akan berkencan. Kalau begitu saya permisi"
Ariana pun undur diri..
"Bagus" Daniel tersenyum penuh kemenangan.
Huh Dasar Bos gila. Ngajak kencan?Oh tidak.. -Ariana
Ariana kembali bekerja. Hingga larut malam.
Jam pun sudah menunjukan pukul 21.30,sudah saatnya ia pulang.
__ADS_1
Ariana berjalan keluar kantor. Didepan sudah terdapat Daniel yang bersender di mobilnya.
"Permisi Tuan" sapa Ariana
"Tunggu" ucap Daniel menghentikan langkah Ariana. Ariana pun menoleh ke arah Bos'nya
"Iya Tuan,ada yang bisa saya bantu?" Tanya Ariana
"Cepat masuk mobil" Perintah daniel sambil membuka pintu mobil.
"Tidak Tuan,saya jalan kaki saja. Tuan sudah banyak bermurah hati pada saya. Saya jadi tidak enak" ucap Ariana
"Cepat masuk atau saya pot..." Ucap Daniel berhenti karena melihat Ariana melangkah masuk kedalam mobilnya.
"Bagus,dari tadi,biar aku tidak usah mengancammu"
Daniel pun memecah keheningan dengan mulai bertanya.
"Ehemm,Ariana."
Ariana pun menoleh ke bosnya dan menampilkan senyum terpaksanya.
"Iya Tuan"
"Jika di luar jam kerja jangan panggil Tuan"
"Lalu saya harus panggil apa? Bos? Pak?"
"Panggil Daniel saja" ucap Daniel yang mendapat anggukan dari Ariana.
__ADS_1
"Ar,,boleh tanya?
"Iya Tuan,eh Pak,eh Da..daniel" Ariana langsung memukul mulutnya.
"Jangan dipukul,nanti tidak sexi lagi" ucap Daniel tersenyum. Seketika pipi Ariana berubah memerah seperti kepiting rebus.
"Tadi mau tanya apa Pak" tanya Ariana untuk menghilangkan rasa canggungnya.
"Mengapa kau harus bekerja sambil kuliah. Bukankah akan sangat sulit" Tanya Daniel mencoba memancing ariana untuk jujur.
"Hemt,karena saya bukan dari keluarga kaya Pak. Jika tidak bekerja tidak bisa kuliah.he..he" Ucap Ariana berbohong
Dan Daniel hanya Ber O ria
Kenapa kamu berbohong. Pasti ini sangat menyulitkan mu. -Daniel
Mereka pun sampai didepan kontrakan Ariana. Daniel sangat terkejut meihat kontrakan Ariana yang sangat kecil dan di lingkungan kumuh.
"Bisa bisanya kamu tinggal ditempat kumuh ini" ucap Daniel sambil menutup hidungnya.
"Maaf Tuan,eh daniel,Karena harus datang ke tempat kumuh ini. Lain kali tidak usah mengantar saya."
"Bukan begitu,aku tidak masalah mengantarmu. Hanya ini tidak layak. Gajimu 50 jt bulan ini sudah bisa untuk DP Apartment kelas bawah yang jauh lebih baik dari ini"
"Daniel,saya harus bayar uang kuliah dan uang wisuda. Ya kalau saya masih terus bekerja di Jcorp,jika sewaktu waktu saya dipecat karna suatu hal dan uangnya habis untuk bayar apartment kan sayang."Ariana menghela nafas dan kembali melanjutkan ceritanya
"Disini hanya 500 ribu perbulan,saya tidak punya siapa siapa yang harus saya minta tolong. Maka dari itu saya harus berhemat" Ucap Ariana panjang lebar.
Daniel hanya diam dan tak berbicara apapun setelah mendengar Ucapan Ariana.Ia langsung berpamitan dan pulang
__ADS_1