
Daniel hanya diam dan tak berbicara apapun setelah mendengar Ucapan Ariana.Ia langsung berpamitan dan pulang.
Ariana pun langsung melenggang masuk ke kontrakan kecilnya.
*
*
Keesokan harinya.
Ariana sudah siap berangkat kerja. Hari ini ia memutuskan berangkat lebih pagi karena jalanan trotoar masih sepi. Ia pun berangkat ke kantor dengan jalan kaki.
Saat keluar gang kontrakannya. Ariana membulatkan matanya melihat pemandangan asing didepannya. Seorang pria bersandar pada mobilnya dengan pakaian rapi,rambut klimisnya dan dilengkapi mata kaca hitam. Siapa lagi kalau bukan Daniel.
Daniel sengaja menjemput Ariana ke kontrakan. Walau sejujurnya dia enggan menginjakan kaki di tempat kumuh itu lagi.
Ariana berjalan menghampiri Daniel.
"Selamat Pagi Tuan" salam Ariana sambil menampilkan senyum manisnya.
Daniel pun membuka kaca matanya dan menyunggingkan sudut bibirnya melihat Ariana yang menurutnya sangat cantik.
"Pagi,cepat masuk kita akan berangkat bersama" ucap Daniel sambil membukakan pintu untuk Ariana.
"Tidak Tuan,saya berangkat sendiri saja."
"Ini perintah. Lagi pula bukankah kemarin kau sudah setuju untuk berkencan denganku"
__ADS_1
"Maksud saya kencan ya hanya makan malam bersama atau jalan jalan saja Tuan,tidak usah antar jemput"
"Terserah,sekarang masuk. Jika aku sampai duluan sebelum kau,maka siap siap potong gaji"
"Baik Tuan,tapi mohon jangan ancam potong gaji terus" Ucap Ariana sebal sambil masuk kedalam mobil. Daniel pun hanya tersenyum.
Diperjalanan menuju kantor hanya keheningan. Ariana memilih menatap jalanan lewat jendela. Daniel fokus menyetir. Karena sekarang Daniel memutuskan mengendarai mobilnya sendiri demi bisa berdua dengan Ariana. Sesekali Daniel melirik Ariana,nampak senyum mengembang diwajah Daniel.
*
*
Sesampainya di depan kantor, Daniel keluar dari mobil dan membukakan pintu Ariana.
Ariana sangat terkejut akan perlakuan Daniel. Semua karyawan menatap Bos'nya yang sedang membukakan pintu untuk seseorang. Dan betapa terkejutnya mereka,melihat seorang wanita cantik keluar dari .mobil bos'nya yang tak lain adalah sekertaris bos'nya.
Saat Ariana sudah turun dari mobil,ia hanya diam. Daniel pun menoleh ke belakang karena Ariana tak mengikutinya menuju kedalam kantor.
"Kenapa kau hanya diam disitu,ayo masuk dan mulai bekerja" ucap daniel sambil mengulurkan tangannya ke Ariana.
"Iya Tuan,tapi Tuan duluan saja,tidak enak dengan karyawan lainnya jika saya berjalan dengan anda"
"Kenapa?siapa yang berani padaku,sudah ayo,jika aku tiba duluan di ruanganku ku pastikan gajimu dipotong" Ancam daniel
"Hem,Baik Tuan mari kita ke dalam kantor" ucap Ariana pasrah
Seenaknya saja ancam semaunya sendiri. huh -Ariana
__ADS_1
Benar saja tiba di lobi,semua karyawan langsung menatap sinid Ariana. Namun Ariana hanya cuek dan terus berjalan. Demi agar gaji nya tidak dipotong,ia merelakan harga dirinya diinjak injak sementara oleh para karyawan.
"Ih dasar sekertarid baru udah sok sok'an mau deketin bos."
"Cantikan juga aku,lebih pantes sama bos daniel."
"Apa gak tau tau sih kalau bos daniel udah punya mbk maya."
"Dasar perebut pacar orang."
"Murahan."
Setidaknya itulah ucapan ucapan para karyawan yang sinis terhadap Ariana.
Tiba di depan ruangan Bos'nya.
"Tuan,boleh saya mohon"
"Hemt,mau apa"
"Tolong ino terakhir kalinya Tuan jemput dan antar saya,saya tidak enak dengan karyawan lainnya. Apalagi Tuan sudah memiliki kekasih"
"Tidak bisa,aku bos,terserah aku harus jemput anter siapa dan dekat dengan siapa"
"Tapi kasih dengan mbk maya,kalau tahu,pasti saya akan kena omel"
"Dia tidak akan berani"
__ADS_1
Bersambung