
Dikampus
"Hei Ar,ngalmun aja" tanya Jenni sahabatku sedari SMA,,Jenni lah yang selama ini sebagai tempat curhat Ariana,ketika keluarganya hampir tidak peduli dengannya. Dengan adanya Jenni,lukaku sedikit terobati.
"Eh,Jen. Gpp kok,cuma lagi banyak pikiran aja" jawabku sambil tersenyum pada Jenni.
"Alah Ar,kayak aku gak tau kamu aja. Kenapa?Gara2 Leo?kamu nerima lamarannya??"Tanya Jenni sambil menatap intens mataku,namun aku hanya bisa menunduk sambil menahan tangisku.
"Papa gak ngrestuin aku Jen,hiks...hiks"tangisku pun pecah,aku langsung memeluk Jenni,dan Jenni yang mengerti keadaanku juga membalas pelukku.
"Emang,kayaknya kamu gak jodoh sama Leo Ar,restu orang tua restu Allah Ar. Mending kamu gak usah nerima" jawab Jenni sambil mengusap punggungku lembut.
Akupun hanya bisa terisak dalam pelukan Jenni,hingga 5 menit sudah. Akupun melepaskan pelukanku. Aku teringat akan janjiku dengan Leo.
"Ya ampun jen,aku ada janji sama leo di cafe,aduh pasti dia udah nunggu lama"(sambil menepuk jidatku)
"Ya udah gih sana berangkat,apa perlu aku antar Ar,?"tanya Jenni
"Eh,gak usah Jen,makasih banget,kamu udah mau jadi tempat curhatku aja aku seneng banget. Bye jen...."Aku pun bergegas sambil melambaikan tanganku kearah jenni.
Aku berlari ke parkiran,segera masuk mobil dan menuju cafe lintang yang hanya 15 menit dari kampusku.
¤
¤
Dicafe
Sesampainya di cafe,aku bergegas masuk kedalam cafe dan mencari kesetiap sudut cafe. Aku pun menangkap sosok pria sedang duduk di bangku paling pojok mengenakan jeans dan kaos putih dibalut jaket tipis. Aku berjalan kearahnya.
"Sayang,..udah nunggu lama ya?" Ya dia adalah leo pacarku.
"Hemt,,lama banget kamu. Hampir setengah jam aku nunggu kamu" Jawab Leo dengan wajah kesalnya.
"Maaf,tadi aku keluar kelasnya agak telat juga." Jawabku walau sebenarnya berbohong pada leo.
"Ya udah gak papa,gimana kamu mau nerima lamaranku" Tanya Leo sambil memegang kedua tanganku dan menatap mataku.
DEG
Ya Allah,apa yang harus aku jawab. Aku mencintai leo dan mau menerima lamarannya. Tapi, aku juga tidak mau menjadi anak durhaka karena membantah orang tuaku.
-Ariana
Akupun mengambil napas panjang sebelum menjawab.
"Sayang, A...ak.u..mau ngomong tapi jangan marah ya" ucapku sambil menunduk.
"Ah,sudahlah aku tau jawabannya,kamu pasti nolak" Ucap leo sambil melepaskan tangannya dan melipat kedua tangannya sambil bersandar dikursi dan memalingkan pandanganya keluar cafe.
"Sayang,bukan gitu maksudku. Aku mau nerima kamu,tapi orang tua aku gak setuju,ini terlalu awal,seharusnya kita nyelesain kuliah dulu" Ucapku sambil menahan tangis.
Seketika Leo kembali menggenggam tanganku. Dan berusaha meyakinkanku.
__ADS_1
"Sayang,aku bener2 tulus sama kamu. Aku mau jadi suami kamu dan ayah dari anak anak kita. Aku cuma punya kamu,keluargaku gak peduli sama aku,kamu yang selalu ada buat aku. Kamu juga pasti merasakan apa yang aku rasa kan. Aku tulus,,apa sekarang kita ketemu sama keluarga kamu,aku mau" Ucap Leo dengan penuh kelembutan.
Akupun terkejut dengan yang Leo ucapkan,benarkan dia mau melamarku langsung dan meminta restu ke orang tuaku. Aku masih tidak percaya,tapi mungkin dengan melihat ketulusan dari Leo,papa akan luluh.
"Benarkah sayang,,Em ayo sekarang saja" Ucapku reflek tanpa sadar karena saking senangku,akupun menarik tangan leo untuk menuju rumahku.
"Iya sayang,tapi pelan aja donk nariknya,,apa kamu emang gak sabar mau ketemu keluarga kamu atau gak sabar jadi istri aku" Goda leo sambil menghentikan langkahnya,dan menarik lenganku hingga aku jatuh dalam pelukannya. Tentu seketika itu wajahku merah merona.
"Eh...e..enggak kok Sayang,itu aku,aku cuma pengen pulang aja" jawabku sambil menunduk malu,malu leo melihat wajahku.
"Em,benarkah...hahahaha sayang aku suka kau yang malu malu" Goda leo lagi sambil menariku kedalam mobil leo.
"Eh sayang,terus mobilku gimana?" tanyaku pada leo,karna memang aku juga membawa mobil.
"Oh iya,hemt biarlah nanti aku akan menyuruh temanku membawanya kerumahmu"
Kemudian kami pun menuju ke rumahku.
¤
¤
Kediaman Ariana
"Papa,jangan gitu sama Ariana. Dia itu baru merasakan namanya jatuh cinta Pa. Jika memang dia mau menikah dan sudah mantap,restuilah pa" Ucap mama Titin,yang berusaha membujuk papa bagas.
"Mah,Ariana anak kita. Papa hanya tidak ingin dia salah jalan. Pernikahan itu sekali seumur hidup,apalagi melihat gelagat si leo br*****k itu,,kalau udah dapet yang dia mau pasti ninggalin anak kita" Jawab papa sambil melihat laptop,karena papa lebih suka bekerja dirumah,walau sesekali pergi kekantor.
"Ya mama cuma kasian aja sama Ar pa,dia sayang banget sama Leo"
"Kenapa pa,papa gak suka sekali sama Leo"
"Huh,Ma. Sebenarnya papa udah mencari tau tentang leo. Keluarganya broken home,leo sekarang hanya tinggal dengan neneknya, papanya punya usaha restaurant, mamanya entah kemana. Dia juga bukan cowok bener2, sering main cewek dan pergi ke club malam" Papa pun menarik napas sebelum melanjutkan.
"Maka dari itu papa gak akan pernah setuju,papa gak ngomong sama Ar,karena menurut papa biarlah dia tau sendiri kelakuan orang yang dicintainya itu,cih....." Papa pun membuka ponselnya dan menunjukan semua bukti ke mama.
Mama syok,karena orang yang dicintai putrinya itu bukanlah orang yang tulus.
"Papa,mama gak habis pikir sama leo,jahat banget sama anak kita. hiks...hiks.." Mama menangis,dan papa pun memeluk mama untuk menenangkan.
¤
Akupun tiba di rumahku. Tanpa lama lama aku dan leo langsung masuk kerumah.
"Assalamualaikum Ma,Pa" aku berlari kecil sambil memeluk mama papa.
Papa bagas dan mama titin saling pandang melihat puntrinya yg begiti bahagia.
"Waalaikumsalam Ar" jawab mama papa.
"Ma,Pa Ariana punya kejutan buat mama dan papa"
"Kejutan apa Ar?" tanya mama.
__ADS_1
Dan seketika itu Leo masuk.
"Halo,Apa kabar Om tante" Leo berjalan dan mengulurkan tangan bermaksud bersalaman dengan mama papa.
Mama pun membalas uluran tangan Leo.
"B..baik nak,silahkan duduk"
Namun reaksi ditunjukan berbeda oleh papa, papa hanya diam memandang laptop dan tanpa melirik ke arah leo. Leo pun menurunkan tangannya.
"Mau apa kau kesini,mau minta restu,cih..jangan harap" Ucap papa ketus.
"Om,saya benar benar tulus dengan Ariana. Saya mau menikah dengannya dan menjadi ayah dari anak anak ariana" Ucap leo dengan gugup .
Aku pun tau yang dirasakan Leo,sehingga aku memegang punggung tangan leo untuk memberi semangat.
"Hahaha,ayah dari anak anaknya. Aku bahkan tidak akan sudi mengakui anak Ariana denganmu"
"Om saya tau,saya tidak sekaya Om,keluarga saya tidak terhormat seperti keluarga Wijaya. Tapi saya benar benar tulus dengan Ariana.
"Ah sudahlah,aku tetap tak akan merestui kalian" Ucap papa dan langsung berdiri meninggalkan kami.
Sedari tadi air mataku tak mampu kubendung,dan akhirnya luruh juga. Saat papa berjalan meninggalkan kami,dengan segenap kekuatan yang ada,aku pun berdiri.
"Baik Papa,jika memang papa tidak merestui kami. Aku dan leo tidak mengapa,kami akan tetap menikah dengan atau tanpa restu dari papa. Bahkan sekarang aku akan pergi dari rumah ini" Ucapku lantang,walau sebenarnya aku sangat takut.
Tanpa pikir panjang aku menuju kamarku,membereskan semua barang2ku,dan kembali menuju leo,menarik leo keluar rumah.
"Pergilah,jangan kembali lagi."
Aku terus menangis sambil menarik tangan leo. Mama yang melihat kejadian ini pun menangis, mama langsung mengejarku.
"Ar,Ariana sayang berhenti.Apa kamu tega sama mama sayang,kamu mau ninggalin mama sendiri hah"
Akupun menghentikan langkahku,dan menengok kebelakang,melihat mama yang terus menangis,aku berlari menuju mama,langsung kupeluk mama. Kami pun menangis bersama.
"Mama,Maafkan Ariana. Tapi mohon biarkan ariana pergi dan memulai hidup baru bersama leo. Dan mohon restui kami." Kamipun melepaskan pelukan
"Ar,sebenarnya papa tidak merestui kamu karena suatu alasan yang perlu kamu ketahui,sebenarnya le....."belum mama melanjutkan bicaranya,papa turun dari atas dan memotong ucapan mama.
"Sudah ma,biarkan dia pergi dengan kekasih br*****knya itu".Ucap papa dengan nada marah.
Akupun yang sudah tidak tahan langsung keluar rumah menemui leo yang sedari tadi bengong melihat pertengkaran kami.
"Say..sayang,kamu serius mau nikah tanoa restu papa?"ucap leo.
"Aku serius,aku akan menikah denganmu,menjadi istrimu,menjadi ibu dari anak anakmu" jawabku sambil memeluk leo.
"Aku mohon ayo kita pergi dari sini,dan mengurus pernikahan kita sayang" ucapku lirih kepada leo.
Kami pun meninggalkan rumah.
Ditunggu keseruan di next part,,nanti bakalan lebih seru lagi.
__ADS_1
Author : Semoga kalian seneng ya sama khayalanku😁 soalnya biasanya aku cuma menghayal aja,baru kali ini tak tuangkan ke dalam sebuah tulisan. asek....😁