
"Ah kenapa aku gak bisa tidur. Gara gara Bos gila itu sih. Apaan coba,mau bikin aku baper,jelas jelas dia udah punya si maya sok kecantikan itu." Ariana terus berperang dengan hati dan pikirannya. Hingga kantuk menghampiri.
Daniel sampai di rumah, ia disambut para pelayan. Daniel pun sudah disambut oleh mama papa'nya di ruang keluarga.
"Selamat Malam mah pah" ucap Daniel tanpa melihat ke arah orang tuanya,ia langsung menaiki tangga.
"Malam Daniel" ucap mama Vivi
"Tunggu" ucap papa lukman menghentikan langkah Daniel.
Daniel pun berhenti,dan berbalik menengok ke arah orang tuanya.
"Apa kamu tidak tau sopan santun hah" ucap papa lukman dengan nada dingin.
"Jangan basa basi pah,aku tau maksud papa"
jawab daniel tak kalah dingin
"Bagus kalau kamu tau,ingat Daniel ubahlah sikapmu terhadap calon istrimu,Arman bilang beberapa waktu lalu maya datang ke kantormu tapi kamu usir dan itu bukan hanya sekali" jelas papa lukman. Sebenarnya beberapa hari lalu temanya Arman atau papanya Maya mengadu tentang sikap daniel terhadap anaknya maya.
__ADS_1
"Sudah bagus aku mau menikahinya," jawab Daniel singkat dan langsung menuju kamarnya tanpa mempedulikan suara papanya.
"Daniel berhenti,Daniell... dasar anak gak tau diri bikin malu" teriak papa daniel yang benar benar sudah kelewat sabar menghadapi daniel yang selalu acuh terhadap maya.
"Sudah pa,dari awal kan daniel emang sudah menolak perjodohan ini. Papa juga sih maksa maksa" ucap mama vivi menenangkan papa lukman
"Huh,lihat didikan mama. Anak gak tau diri" jawab papa daniel dan kemudian menyeruput kopi hitamnya untuk merilekskan pikirannya.
*
*
Ariana telah rapi dan siap berangkat kerja. Hari ini ia berniat berangkat pagi untuk menghindari Daniel. Karena setiap dekat dengan Daniel ariana selalu merasakan jantungnya dag dig dug tidak jelas. Dan ia juga akan memeriksakan jantungnya ke dokter nanti siang.
Ariana pun berangkat,tidak lupa ia mengunci kontrakannya. Melangkah beberapa meter dari kontrakannya,ariana terkejut bukan main melihat seorang pria dengan setelan jas hitam dan kaca mata hitam. Siapa lagi kalau bukan Daniel. Daniel memang telah memperhitungkan sebelumnya bahwa ariana akan berangkat pagi pagi sekali untuk menghindarinya. Dan benar saja,perkiraan daniel tidak meleset,ia melihat ariana sudah keluar dari kontrakan pukul 06.00 sedangkan jam masuk kantor pukul 07.00.
Ariana yang masih terkejut,merasakan jantungnya kembali dag dig dug tak menentu melihat Daniel yang tampanya kelewatan menurutnya.
Daniel pun tersenyum melihat ekspresi Ariana sambil memegangi dadanya,Daniel menghampiri Ariana dan mengulurkan tangannya. Namun Ariana masih bengong dan tak bergerak sedikitpun. Hingga suara deheman dari Daniel menyadarkan Ariana.
__ADS_1
"Ehemm,aku memang tampan nona. Tak perlu melihatku sampai segitunya" ucap Daniel sambil tersenyum. Ariana pun tersadar dari lamunannya.
"Ah iya Tuan,maaf" Ariana pun langsung menundukan kepala nya.
"Kau tidak ingin menerima uluran tanganku" tanya daniel karena ariana membiarkan uluran tanganya.
"Ah iya sekali lagi maaf" ucap Ariana dan menerima uluran tangan Daniel.
Daniel pun menuntun Ariana masuk kedalam mobil. Ariana hanya menurut. Daniel tersenyum melihat Ariana kali ini menurutinya.
Daniel pun langsung masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya. Didalam mobil Ariana hanya diam,sejujurnya ia malu atas kejadian tadi malam. Daniel melajukan mobilnya dengan tenang dan sesekali melirik ke arah Ariana. Ia tersenyum melihat Ariana yang hanya diam dan menatap keluar jendela. Hingga mereka tiba di kantor. Daniel membukakan pintu untuk Ariana. Dan menarik lembut tangan Ariana menuju keruangannya.
**Maaf banget ya,beberapa hari ini gak up.
Bener bener lagi sibuk banget. Soalanya aku juga lg nyiapin buat UTBK nih,jadi harus belajar juga.😁
Aku mau minta tolong doain aku supaya nilai UTBK'ku memuaskan ya.😁
Terima kasih juga sama kalian semua yang udah nyediain waktu buat baca novelku dan dah mau like komen dan kalian jangan lupa vote ya.......
__ADS_1
biar aku makin semangat up😁**