
***
Dalam kamar klasik di sebuah rumah milik pengusaha kaya, dua remaja perempuan sedang asyik berbincang. Mereka sudah bersahabat sejak SD, dan sepekan lagi mereka akan masuk SMA. Salah satu gadis di sana bernama Senjana, Ia pengidap Albinisme dan merupakan anak dari pengusaha sekaligus pemiliki rumah mewah itu.
Ana: “Uda ah, jangan sedih lagi. Toh yang mereka lakuin demi kebaikan kamu juga kan?”.
Kiara: “Ya gak bisa gitu An, aku juga butuh handphone. Iya aku tau aku salah, aku uda ingkar janji sama Ibu, sama Bapak, aku pacaran padahal uda dilarang sama mereka. Tapi kan aku uda minta maaf, aku uda jauhin Andre, aku juga gak akan ulangi itu lagi. Aku butuh banget hp An, aku bosan seharian gak pegang hp seharian” (balas Kiara marah-marah dengan air mata yang terus mengalir).
Ana: “Iyaiya, uda deh nangisnya. Emm, gimana kalau kamu pake hp lama aku aja, mau nggak? Masih bagus kok, bentar ya aku cari di lemari”.
Kiara: “Haa? Emang boleh An? Lo gapapa?” (saut Kiara antusias dan menghapus air matanya).
__ADS_1
Ana: “Aku sendiri sih gapapa, cuma ya ini salah sih sebenernya. Tapi daripada kamu nangis terus, aku gak tega liat sahabat kesayangan aku murung. Nih cobain, kamu bisa pake hpnya diam-diam nanti” (jelas Ana sambil menyodorkan hp lamanya ke Kiara).
Kiara: “Aaaa, makasih banyak Ana. Kamu emang sahabat terbaik aku, kamu selalu ada dan selalu bantuin aku”.
Ana: “Iyaa, aku senang kalau kamu senang. Selama ini kamu juga selalu bantu aku ra, disaat yang lain bully aku karna kondisi aku tapi kamu tetap mau sahabatan sama aku, kamu mau belain aku”
Kiara: “Hei, Ana, stop mikirin omongan mereka. Kamu cantik An, kamu baik, kamu gak pernah sombong walupun orang tua kamu kaya, kamu juga mau sahabatan sama aku yang orang biasa, emangnya salah punya kulit seputih kamu? Nggak lah, orang di luar sana bahkan rela ngeluarin uang berjuta-juta supaya punya kulit putih”
Kiara: “Eitsss, stop, udah ya, udah. Berhenti bahas itu, kamu cuma mandang kekurangan kamu, kamu punya banyak kelebihan, kamu cantik, kamu bodygoals, aku bicara jujur”
Ana: “Makasih Ra, makasih uda ingatkan aku untuk bersyukur”
__ADS_1
Kiara: “Iyah, sama-sama. Oiya An, aku balik dulu ya, uda mau malam nih. Aku takut ibu cemas, soalnya tadi aku keluar gak pamit, eh ini hpnya aku bawa ya, ntar kalau hp aku udah dikasih lagi sama Bapak hp kamu aku balikin”.
Ana: “Oh, iya santai aja. Hati-hati ya di jalan, kamu bawa motor kan?
Kiara: “Iya, besok aku main lagi keisini. Bye An” (jawab Kiara yang keluar kamar dan menutup pintu kamar Ana. Ana pun turun dari tangga rumah, Ia menuju ke arah motornya dan beranjak dari sana)
Setelah Kiara keluar, sejenak Ana membaringkan tubuhnya di ranjang, karena merasa gerah Ana pun memutuskan untuk mandi.
*****
Siang hari yang cerah, Ana yang sedang memainkan ponselnya di kamar tv tiba-tiba terhenti karena mendengar suara klakson motor Kiara di depan.
__ADS_1