RAJA DAN SENJANA

RAJA DAN SENJANA
EPISODE 2


__ADS_3

Ana: “Masuk aja ra” (Ana berlari ke balkon dan melihat ke bawah sambil berteriak).


Selang beberapa menit terdengar suara pintu kamar diketuk (TOKTOKTOK..)


Ana: “Iya masuk Ra”


Kiara: “Haaayy bebeb aku, papa kamu kemana? Tumben gak keliatan di ruang depan”


Ana: “Papa ada urusan di Singapore, tadi pagi berangkatnya”.


Kiara: “Oo gitu, eh An, aku diundang ke acara pesta ulang tahun temen ekskul SMP nanti malam, tapi aku gak punya baju bagus, aku boleh pinjam baju kamu nggak?


Ana: “Boleh la, kamu pilih aja apa yang mau kamu pake, tas atau sepatu yang kamu perluin, ambil aja di lemari”.

__ADS_1


Kiara: “Aaaa, makasih banget An. Aku buka ni ya lemarinya?”


Ana: “Iyauda buru, pilih deh”


Kiara: “An, aku pinjam dress yang ini ya, boleh nggak? Emm kalau tas ini? Sama heels yang ini yah? (tanya Kiara sambil menunjukkan barang-barang pilihannya).


Ana: “Oke, cantik tuh di kamu. Emm kamu suka dress, heels, sama tasnya? Kalau kamu suka, ambil aja buat kamu. Belum pernah aku pake kok”.


Kiara: “What? Serius? Gapapa An?


Kiara: “Makasih banyak ya An, oiya An, aku boleh pinjam mobil kamu gak? Kan lucu kalau aku pake dress dan uda dandan cantik-cantik tapi malah naik motor butut” (minta Kiara yang memanyunkan mulutnya).


Ana: “Ooo, yauda nanti aku suruh Pak Gugun antarin kamu ke pesta, ntar sebelum berangkat kamu chat aku biar aku suruh supir jemput”.

__ADS_1


Kiara: “Aaa, maaci banyak Ana” (ucap Kiara yang memanjakan suaranya dan memeluk Ana).


Begitulah Kiara dan Ana. Ana sangat menyayangi Kiara, karena hanya Kiara satu-satunya orang yang mau berteman dengannya. Namun berbeda dengan Ana, wajah Kiara juga cantik tapi tidak dengan hatinya, jauh di lubuk hatinya tersimpan rasa iri dan muak berteman dengan Ana. Sayangnya Ana tidak menyadari bahwa selama ini Kiara melakukan itu karena hartanya, Kiara tetap ada di samping Ana karena Kiara bisa mendapat apapun yang dibutuhkan dari Ana. Tapi sebaik apapun seseorang menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga, begitu juga dengan Kiara. Kebusukan hati Kiara akhirnya terbongkar ketika Ia menunjukkan sikap aslinya setelah dua minggu masuk SMA.


****


Kamis pagi yang cerah, ini adalah hari ke empat Ana bersekolah. Ana satu sekolah dengan Kiara, mereka masuk ke SMA terkenal di Surabaya, dimana sekolah tersebut tidak jauh dari rumah mereka. Ana selalu memakai jaket jeans crop yang bertopi untuk menutupi rambut, alis, dan bulu matanya yang sangat putih. Tidaklah mudah menjadi seorang Ana, Ia selalu mengalami perundungan oleh teman-teman baru di sekolahnya, Ana sudah hampir putus asa karena menahan sakitnya di bully sejak SD. Belum lagi belakangan ini Kiara terlihat menghindari Ana di sekolah.


Bel sekolah berbunyi (Kriiiiingg!!!), Ana berpapasan dengan Kiara di koridor sekolah.


Ana: “Kiara, hey, tunggu”.


Kiara yang berjalan di depan Ana jadi berhenti, dia menoleh ke belakang dan melihat malas ke arah Ana. Sedangkan Ana berlari mengejar posisi Kiara.

__ADS_1


Ana: “Hey, kamu kok uda jarang si chat aku, uda jarang kerumah, kamu juga gak pernah main ke kelas untuk ajak aku ke kantin” (tanya Ana sambil memanyunkan mulutnya)


Kiara: “Isshh apaan sih, gak mungkin lah gue main-main terus ke kelas lo, ntar dikira anak A gue kecentilan lagi main-main kesana, apalagi cuma untuk nemuin lo, males gue”


__ADS_2