
Ana: “Iyaa baik Bu”. (Ana mengangguk lalu keluar dari kelas dan menutup kembali topi jaketnya)
Ibu guru: “Anak-anak, ibu minta sama kalian untuk menerima perbedaan Ana. Tolong kalian tetap jaga kekompakan dan rasa kekeluargaan di dalam kelas ini. oke sekretaris tolong share ke teman-teman kamu materi yang ibu emailkan kemarin.” (jelas Bu guru setelah Ana pergi).
Sekretaris kelas: “Baik, sebentar bu”.
Ana yang berada di luar kelas terus menyusuri koridor sambil melihat ruangan dan fasilitas sekolah. Ketika berpapasan dengan siswa lain Ana akan menunduk. Banyak siswa yang heran melihatnya, mereka bertanya-tanya kenapa siswa baru itu sangat tertutup, sehingga wajahnyapun tak bisa dilihat.
Ana sudah menyusuri setengah bagian sekolah itu, hingga pada akhirnya ia menemukan ruangan yang pintu masuknya dijalari tumbuhan, ruangan itu adalah greenhouse yang sangat luas dan indah. Bukan hanya berbagai jenis tanaman, di dalamnya terdapat kolam ikan, kura-kura, akuarium, dan pohon bercabang tempat burung-burung bertengger.
Kolam ikan itu dikelilingi tiga anak tangga yang biasa dijadikan tempat duduk saat ingin memandangi isinya. Kebebtulan tidak ada orang disana, jadi Ana memutuskan untuk beristirahat di greenhouse itu.
Ana: “Hmm, segar banget, cantik-cantik bunganya. Papa gak salah pilih sekolah deh. Eh itu di akuarium penyu atau kura-kura sih, kok warnanya putih? Hihi kaya gue deh” (Ana asik berbicara sendiri, dan setelahnya Ia diam memandangi ikan-ikan di kolam)
Raja: “Haaaah, capek banget keliling sekolah, mana luas lagi” (Raja, Ia juga siswa baru di sekolah. Ia duduk di sebelah Ana yang kira kira berjarak semeter dan meneguk air mineral yang dibawanya).
Raja: “Lo ngapain disini sendiri?” (tanya Raja akan tetapi tidak disaut oleh Ana) “woy cewek, lo ngapain sendirian disini?”
__ADS_1
Ana: “ Hah, gue?” (saut Ana yang tetap menunduk)
Raja: “Hahah, yaiyalah, siapa lagi coba. Cuma ada dua orang disini, gue, sama lo”
Ana: “Heheh, iya, gue abis keliling sekolah terus nyasar kemari, jadi gue istirahat dulu disini”
Raja: “Oh, anak baru juga lo. Sama dong, oiya nama lo siapa? Pindah dari mana lo?
Ana: “Ratu Senjana, panggil Ana. Gue dari Surabaya. Lo sendiri dari mana? Kenapa pindah?”
Ana: “Iya serius lah, masak gue ngarang”
Raja: “kebetulan dong, nama lo Ratu, dan gue Raja”
Ana: “Apaan sih nyambung-nyambungin gitu?”
Raja: “nyambung-nyambungin? Nyambung-nyambungin apa?”
__ADS_1
Ana: “Yaitu, karena nama gue Ratu, lo jadi ngibaratin diri lo Raja”
Raja: “Hahah, apaan sih? Nama gue emang Raja. Makanya tadi gue bilang kebetulan banget. Gr lo idiiii hahah”
Ana: “Hah? Serius nama lo raja?” (tanya Ana sambil melihat ke arah Raja)
Raja: “Astaga!!” (Raja yang tidak tau wajah Ana langsung kaget melihatnya. Ia terkejut sambil memegang dadanya dan spontan bergeser menjauh. Dia mengira Ana setan penunggu greenhouse. Raja ngosngosan dan mencoba relax).
Ana: “Ma-maaf” (Ana merasa tersinggung dengan sikap Raja, Ia pun langsung bangkit dan pergi dari sana)
Raja: “Eh, Ratu, tunggu” (Raja yang sadar dengan sikapnya jadi merasa bersalah, Iapun mengejar Ana)
Raja: “Ratu, tunggu” (panggil Raja dan menarik tangan Ana)
Ana: “Ana, panggil Ana” (jawab Ana yang berhenti jalan)
Raja: “Maafin gue ya, lo pasti tersinggung sama sikap gue tadi. Gua gak bermaksud..” (jelas Raja yang terpotong)
__ADS_1