
Raja: “Ah gak seru banget. Yauda deh, Eh nama ig lo apa?”
Ana: “Senjana, bye” (teriak Ana, Ia merasa sangat bahagia. Dia tidak pernah bermain dan tertawa sepuas itu sebelumnya, apalgi dengan lawan jenis. Sepanjang perjalanan pulang Ana terus tersenyum, bahkan ketika hendak tidur malam Ia tetap tersenyum)
****
Drrttt..drrtttt...drrrtt
Ana melihat hpnya yang bergetar, ternyata disana ada dm dari Raja. Kali ini adalah kali pertama Ana mendapat pesan dari laki-laki)
Raja: “Hello my queen”
Ana: “Hi king hehe”
Raja: “Ih manisnya, my queen uda makan belum si?
Ana: “Ih apaan si ja, lebay lo haha”
Raja: “Bilang aja lo baper, yakan? Eh gue ada teka-teki nih. Jawab ya”
Ana: “Enak aja lo, dasar kepedean. Oke apatuh?
Raja: “Tebak ya. Ganteng, manis, anak baru di sekolah, rambutnya lurus, pake jam tangan item, sepatu putih, alis tebal, bulu mata lentik, bibir merah, tinggi, pake tas army, alah pokoknya ganteng, apakah itu?”
Ana: “Hah? Lo?” (Ana tertawa melihat teka-teki dari Raja)
Raja: “Hahah, iya. Tau aja lo, berarti benerkan gue ganteng?”
Ana: “Iyain biar lu seneng. Uda ah, gue mau tidur”
__ADS_1
Raja: “Yaelah cepet banget, ntar dong”
Raja: “Annnn”
Raja: “Buset dah ni anak, Ann”
Ana: “Iyaiya, apaan?
Raja: “Besok kantin bareng kuy”
Ana: “Enggak ah takut”
Raja: “Takut apaan sih,uda besok lo gue jemput ke kelas. Btw kelas berapa lo?
Ana: “Yauda deh serah, IPA-B yaa”
Raja: “Oke, have a nice dream my queen, ahayy”.
****
Raja: “Sssstt, sssttt, Ana, yaampun budeg banget. Ana!!” (panggil Raja di depan pintu)
Ana yang mendengar panggilan Raja langsung berlari ke luar. Seisi kelas melihat Ana, terutama para siswi yang iri dengan Ana karena bisa dekat dengan Raja, murid tertampan di sekolah.
Raja: “Budeg lu, dari tadi gue sat sut sat sut” (ucapnya sambil menyubit bahu Ana)
Ana: “Ih sakit, apaan sih kekerasana terhadap perempuan tau gak. Lagian elu, ganteng doang jemput cewe depan kelas”
Raja: “Heh uda berani lo ya haha, yauda yuk, laper gue” (ucap Raja sambil menyentil dagu Ana dan menarik tangannya ke kantin).
__ADS_1
Mereka berduapun berjalan menuju kantin. Sepanjang perjalanan, banyak para sisiwi yang menyapa, para siswi tersebut akan teriak kesenangan jika disaut Raja, diantara mereka ada yang meminta foto dan bahkan ada yang memberi coklat. Sesampainya di kantin..
Ana: “Lo sekolah disini baru dua hari, dan uda jadi artis aja ya. Gue jadi ngerasa kayak asisten lo tau gak, mana pas lo ngeladenin mereka gue gak dipeduliin lagi.”
Raja: “Aduh, gue kan uda bilang, gue ganteng, wajar cewe gue banyak”
Ana: “Hah? Mereka semua cewe lo?”
Raja: “Ya astaga si budeg, kagak lah. Aku memang pecinta wanita, tapiku bukan buaya” (Raja bernyanyi tepat didepan wajah Ana, sangat dekat)
Ana: “hahah, bagus suara lo” (Ana merasa canggung atas yang dilakukan Raja tadi)
Tiba-tiba datang dua orang kakak kelas menghampiri mereka.
Riska: “Ja, lo itu ganteng, banyak yang tertarik sama lo, ngapain sih lo deket sama si albino ini?
Sandra: “Tau tuh, dia kayak anak setan tau gak. Muka hampir ketutup jaket, rambut putih, alis putih, cantik tapi kayak may..” (Raja memotong ucapannya)
Raja: “Heh, lu diam aja deh. Omongan lo barusan nunjukin seberapa rusaknya hati lo, busuk kalian berdua. Pergi lo dari sini!” (Raja yang emosi membuat dua siswi itu takut dan pergi.
Ana: “Ja, lebih baik lo gausah dekat gue lagi” (ucap Ana sambil berbalik pergi)
Raja: “Nggak, lo tetap ratu gue. Gausah dengarin mereka. Kalau gue yang manggil lo budeg, giliran mereka ngomong gak penting lo bisa dengar jelas. Udah, lo aman di samping gue. Lo pesan apa? Ntar kita makan di greenhouse aja” (cegah Raja dengan memegang tangan Ana)
Ana: “Gue gak laper”
Raja: “Yaudah gue pesenin berger, ayok lo disamping gue terus”
Ana: “Emang lo gak malu Ja bawa-bawa gue”
__ADS_1
Raja: “Enggak An. Mbak berger sama coklat panas dua” (ucap Raja sambil memesan makanan dan tetap menggandeng tangan Ana).