RAJA DAN SENJANA

RAJA DAN SENJANA
EPISODE 4


__ADS_3

Jumat diminggu kedua Ana bersekolah, Ia sudah melewati hari-hari yang menyedihkan. Hari ini hujan sangat lebat. Sebelumnya Ana tidak berani menemui Kaira, tetapi hari ini Ia berniat untuk menemui Kaira lagi.


Diwaktu istirahat, Ana melihat Kaira di kantin, Ia pun menarik paksa tangan Kaira dan membawanya ke sudut ruangan.


Kaira: “Apaan sih lo? Tangan gue sakit tau gak, lo dendam sama gue?” (tanya Kiara sambil memegang tangannya yang terasa sakit)


Ana: “Gue mau bicara sama lo Ra. Ra, gue salah apa sih? Kenapa lo jauhin gue, kenapa lo berubah Ra?”


Kaira: “An, uda cukup 9 tahun gue kehilangan temen-temen yang asyik cuma karna lo. Itu gak fair An, lo yang cacat tapi gue ikutan di bully. Gara-gara belain satu temen albino kaya lo gue jadi dijauhin satu sekolah. Lo itu kena kutukan apa sih? Gue dekat sama lo gue sial!! Lo itu kaya, kenapa gak nyoba perawatan apa gitu yang bisa ngerubah cacat lo ini, lo bisa warnai rambut lo yang kaya nenek-nenek itu, alis lo, bulu mata, beli obat apa gitu yang bisa gelapin warna kulit dikit. Udah An, gue capek, gue juga pengen punya temen-temen yang NORMAL!”


Ana: “Lo tega sama gue Ra, kata-kata lo barusan nyakitin hati gue tau gak. Gue juga gak mau cacat Ra, gue gak mau punya kelainan gini” (ucap Ana sambil menangis)


Betty: “Eh, ada si Albino. Oiya Ra, lo itu cantik, asik, menarik, mau yah temenan sama si albino ini? Kasian banget. Siapa yang mau temenan sama lo kalau lo aja dekat-dekat sama anak setan” (Betty yang tiba-tiba menghampiri mereka, meledek lalu pergi)

__ADS_1


Kiara: “Lo liat sendiri kan An? Gue jadi di bully gara-gara ngmong sama lo. Uda deh lo pregi jauh-jauh dari gue”.


Ana : “Tapi Ra, gue gak punya siapa-siapa lagi selain lo”


Kiara: “Lo buat kesabaran gue abis ya. Gays, sini-sini ngumpul. Liat nih albino ada disini, lo semua pada seneng kan ngebully anak setan ini, yauda buru gih, abisin” (teriak Kiara kepada seluruh siswa yang ada di kantin. Kiara meninggalkan Ana dan langsung naik ke meja kantin untuk menyaksikan Ana dari atas).


Semua siswapun berbondong-bondong membawa bekal, makanan yang dipesan di kantin seperti mie bakso, saos tomat, minuman, sampah sisa masakan kantin, dan lainnya. Mereka menuju Ana dan melempari Ana dengan makanan tersebut.


Ana hanya bisa menangis karena seluruh tubuhnya kotor dan bau. Nisa, salah satu siswa dikantin itu menjambak rambut Ana dan menyeretnya keluar dari kantin dan koridor sehingga Ana basah terkena hujan. Anapun gemetaran, Ia berlari dan keluar dari sekolah sambil menangis.


Ana mandi dan membersihkan semua pakaiannya yang kotor dirumah, sejak tadi Ia belum berhenti menangis. Ia ingin minta pindah sekolah kepada papanya. Ana adalah anak tunggal, semua permintaannya selalu dituruti oleh papanya.


Tuuut... tuuuut.... tuuut

__ADS_1


Papa: “Halo, ada apa sayang?”


Ana: “Emm, kabar papa gimana?”


Papa: “Baik, papa baik disini. Kamu gimana? Terus gimana sekolah kamu? Bagus sekolahnya?”


Ana: “Ee baik pa. Oiya pa, Ana mau pindah sekolah”


Papa: “Hah, apa? Ada masalah di sekolah? Kamu bener gapapa kan?”


Ana: “Yaa, ya gapapa pa. Ana kurang suka aja sama sekolahnya. Ana juga pengen sekolah yang lebih bagus lagi”


Papa: “Emangnya kamu mau sekolah dimana? Terus Kiara?”

__ADS_1


Ana: “Ana pengen sekolah di Bandung pa. Ana pindah aja kesana. Kalau Kiara ya tetap disini, tapi pa, tolong ya, papa tetap biayain sekolahnya Kiara, sekolah yang sekarangkan biayanya cukup besar, papa juga tau kondisi keuangan keluarga mereka gimana, kasian kalau sampai sekolahnya putus”.


__ADS_2