RAJA DAN SENJANA

RAJA DAN SENJANA
EPISODE 12 ~SAD


__ADS_3

Reno: “Raja Rajaa, i-itu, si Ana, dia dibully” (Reno masuk ke kelas dengas napas tersengal, Ia memberi tahu Raja yang asyik ngobrol dengan Bagas dan lainnya)


Raja: “Hahh? Lo kenapa si? Becanda mulu” (ucap Raja yang tak percaya)


Reno: “Astaga, serius gue, dia di bully di parkiran” (jelasnya panik)


Raja yang mendengar hal itupun langsung lari ke parkiran untuk menolong Ana.


Raja: “Woyyy!!!” (bentaknya dari kejauhan, Ia pun mempercepat larinya kesana)

__ADS_1


Raja melihat Ana duduk pasrah, menangis dengan rambutnya yang acak-acakan dan sikunya berdarah.


Raja: “Ana, Ana lo gapapa? Ayo berdiri, pelan-pelan. Udah lo jangan nangis lagi, hapus air mata lo” (Raja membantu Ana berdiri, memeriksa diri Ana apakah ada luka lain yang serius. Ia merapikan rambut Ana, menangkup kedua pipi dan menghapus air matanya. Setelah itu Ia melihat ke arah Vika dan temannya) “Apa? Uda cantik lo? Uda sempurna? Apa yang lo banggain sampe sanggup ngebully orang yang gak punya salah sama lo? Ini yang diajari orangtua lo dirumah? Iya?!!! Jawab!!!! Lo begini gak kelihatan hebat, lo begini jatuhnya jadi norak!! Tolol!! Lo semua miskin ilmu tau gak, miskin akal. Dia, dilahirin sama nyokapnya sampe bertaruh nyawa, ngerawat dia dari bayi sampe sebesar ini ngeluarin pengorbanan yang besar, dan sekarang lo seenaknya ngerusak mental anak orang, ngejatuhin harga diri anak orang, ngelukain fisiknya, hatinya, puas lo?!!! Bangga?!! Keren?!!! Lu semua cewe-cewe bangsat!!!” (Raja emosi dan meluapkan kemarahannya. Ia merasa terluka ketika Ana terluka. Vika dan temannya tidak berkutik sedikitpun ketika Raja marah. Raja pun mengarahkan kepala Ana ke pelukannya dan membawanya pergi ke ruang kesehatan)


Raja: “Huuuff, sakit gak? (tanya Raja saat mengobati tangan Ana)


Ana: “Sedikit” (ucapnya sambil menangis sesenggukan)


Raja: “Jangan nangis lagi An, ada gue disini. Maaf terlambat nolongin lo, maaf gue gak jagain lo hari ini. Tapi lo tenang aja, gue janji gue akan peringati mereka supaya gak bully lo lagi. Setelah ini gak akan ada orang yang berani ngelukain lo”

__ADS_1


Raja: “Huuuff, sakit gak? (tanya Raja saat mengobati tangan Ana)


Ana: “Sedikit” (ucapnya sambil menangis sesenggukan)


Raja: “Jangan nangis lagi An, ada gue disini. Maaf terlambat nolongin lo, maaf gue gak jagain lo hari ini. Tapi lo tenang aja, gue janji gue akan peringati mereka supaya gak bully lo lagi. Setelah ini gak akan ada orang yang berani ngelukain lo”


Ana: “Jaa, gue yang minta maaf. Gara-gara gue lo jadi ribet, lo harus dekat sama perempuan cacat kaya gue. Lo jadi jauh sama cewe-cewe cantik, hampir setiap waktu lo habisin sama gue, untuk jagain gue”


Raja: “Aaan, Ana, stop bicara gitu. Lo gak cacat, lo istimewa An. Lo beda dari yang lain bukan karna lo buruk, tapi karna Tuhan punya kuasa An, Tuhan kreatif, dia menciptakan semua beragam. Lo satu diantara 17.000 orang An.

__ADS_1


__ADS_2