RAJA DAN SENJANA

RAJA DAN SENJANA
EPISODE 5


__ADS_3

Papa: “Iya papa ngerti, papa juga selalu transfer kebutuhan sekolah Kiara ke orangtuanya. Oke, besok papa suruh sekretaris papa cari sekolah terbagus di Bandung, papa juga bakal cari rumah yang nyaman, mobil, dan supir baru untuk kam..” (ungkap papanya yang terhenti karena langsung dipotong Ana).


Ana: “Eh, pa, papa, gak perlu sampai begitu lah. Ana kan bisa kos, kalau ke sekolah juga bisa naik angkot atau kendaraan umum lain. Beli rumah, mobil, itu terlalu berlebihan pa”.


Papa: “Ana, Senjananya papa. Tolong jangan menolak kasih sayang papa nak. Papa sukses demi kamu dan mama. Tapi sekarang mama kamu uda gak ada, siapa lagi yang mau papa bangga dan jagain kalau bukan kamu nak? Papa jarang di samping kamu, jadi seenggaknya papa penuhi dan lengkapi keperluan kamu sayang”.


Ana: “Yaudah deh pa, makasih banyak ya pa. Papa selalu turutin permintaan Ana. Oiya papa udah makan?”


Papa: “Udah sayang, kamu gak perlu berterimakasih karna ini emang tanggungjawab papa. Eeem sayang, papa baru siap meeting dan ini mau balik ke hotel. Ini juga uda malam, kamu tidur ya, istirahat, besok kan packing. Ntar kalau kerjaan papa uda selesai disini, papa akan liat kamu ke Bandung”,

__ADS_1


Ana: “Iyaiya pa. Papa hati-hati ya di jalan”.


Papa: “Iya sayang, selamat tidur putri papa” (ucap papa Ana dan kemudian mengakhiri telpon)


Setelah melakukan perbincangan dengan papanya via telepon, Ana membaringkan tubuhnya di kasur, Ia mengenang semua kebahagiannya dengan mama dan papanya dirumah ini. Ia juga mengingat keceriannya menghabiskan waktu di kamar megah itu bersama Kiara.


Air matanya mengalir ketika menyadari bahwa Kiara bukan sahabatnya lagi, Kiara sudah mengkhianati dan memojokkan Ana.


****

__ADS_1


Hari yang cerah, mobil Ana sudah berhenti di depan gerbang sekolah barunya. Ana memakai jaketnya dan turun dari mobil. Sebelum memasuki gerbang, kaki hana terhenti.


Ia berdiam dan berdoa sejenak, berharap agar sekolah ini dan seisinya dapat menerima Ana yang berbeda. Setelahnya Ana menemui kepala sekolah, kemudian wali kelas Ana membawanya ke kelas untuk memperkenalkan diri.


Ibu guru: “Anak-anak, hari ini kita kedatangan siswi baru. Dia sangat cantik, ibu harap kalian semua dapat berteman baik dengannya. Nak, ayo perkenalkan diri kamu” (jelas Bu guru yang berada di samping Ana)


Ana: “Pagi semua. Saya Ratu Senjana, pindahan dari Surabaya. Senang bertemu dengan kalian” (Ana memperkenalkan diri dengan menundukkan kepalanya)


Ibu guru: “Ehmm, Ana, dibuka dong topi jaketnya, masak memperkenalkan diri menunduk dan ketutupan jaket begitu, kan teman-teman ingin tau wajah cantik Ana” (pujuk bu guru dengan lembut dan penuh perhatian).

__ADS_1


Anapun mengangguk, Ia membuka topi jaketnya dan melihat ke depan. Sontak semua murid di kelas itu kaget. Bu guru yang menyadari kondisi kelasnya saat ini menjadi canggung mengalihkan pembicaraan.


Ibu guru: “Oh iya Ana, di sekolah ini ada kebijakan kepada setiap murid baru untuk mengenali lingkungan sekolah, khusus di hari pertama. Sekolah inikan luas, kamu perlu waktu untuk menghapal dan mencari tau kegiatan apa aja yang ada disini”


__ADS_2