
KRIIINGGGG!!!
Raja: “Eh bel tuh, yok kelas, yok An kita Anter”
Ana: “Emm yuk”
Bagas: “Lo pulang sama siapa An?”
Ana: “Emm di jemput”
Raja: “Oiya, nanti kita pulang bareng. Gimana kalau lo purang bareng kita aja, kita anter sampe rumah”
Ana: “Ntar ngerepotin lo semua, gausah deh”
Aldi: “Bagus tuh, ayok dong An. Pengen main kerumah lo juga nih”
Ana: “Hmm yauda deh, gue tunggu di depan nanti.”
Raja: “Oke, nah uda sampe kelas lo. Buruan deh masuk, nanti lagi ya”
__ADS_1
Ana: “Iya, thanks”
Bel pulang sekolah sudah berbunyi, pembelajaran di kelas sudah selesai. Ana mengemasi bukunya dan pergi ke gerbang menunggu Raja dan temannya.
Teet teett..
Raja: “Ayok An” (Ajak Raja, sedangkan Bagas, Aldi, Reno, dan Dian sudah ada di mobil)
Dian: “Silahkan queen” (Dian membuka kan pintu mobil kedua untuk Ana, setelah Ana masuk Dian pun menyusul. Ana duduk di tengah Bagas dan Dian, Aldi tiduran di belakang, dan Reno duduk di depan bersama Raja)
Ana: “iya maksih yan”
Bagas: “An, lo sibuk gak? Atau ada acara gitu?
Ana: “Ah nggak, kenapa?”
Reno: “Emm, lu mau ikut kita gak? Main ke danau yang di ujung sana? Tempatnya bagus loh, kita sering main kesana waktu SD?”
Ana: “Ooh, boleh”
__ADS_1
Raja: “Serius An? Bener mau nih? Btw disana ada soto, enak loh, langganan kita, lo mesti nyoba”
Ana: “Iyaiya, kebetulan soto my fav nih. Eh tapi ntar anterin gue pulang ya”
Raja: “Siap queen. Yok gas”
Mereka pergi ke danau yang tidak jauh dari sekolah. Danaunya tidak terlalu luas, dipinggirnya banyak pohon besar dan rindang. Kelima remaja laki-laki itu mengajak Ana bermain, makan, dan menikmati hari hingga petang.
Mereka baru mengenal Ana tapi mereka sudah dapat membuat Ana bahagia. Kejar-kejaran, saling melempar daun kering, menikmati soto di pinggir danau, hal-hal sederhana seperti ini belum pernah Ana dapatkan.
Ana: “Tuhan, terimaksih. Terimakasih sudah mengahdirkan Bagas, Aldi, Reno, Dian, dan terutama Raja. Ja, gue baru kenal lo, tapi makasih banget lo uda buat gue sebahagia ini. Lo uda ngasih sesuatu yang gue gak pernah dapat, lo ngasih harapan dan kenyataan, lo ajarin gue berani, bersyukur, lo ngasih kesempatan supaya gue bisa ngerasain gabung dengan orang lain, lo udah ngelindungin gue. Tuhan, jangan ambil Raja” (batin Ana sambil melihat Raja yang memandang danau)
Dian: “Broo, uda mulai gelap nih. Mending kita anter Ana pulang. Kasian pasti dia capek, tuh rambut aja uda acak-acakan” (ledek Dian sambil melemparkan daun-daun kering ke Ana)
Ana: “Diaaannn, lo nakal iss. Lo yang acak-acakin!! Jadi kayak gembel gue sekarang, awas lo” (teriak Ana sambil berlari mengejar Dian yang kabur)
Dian: “Jaaaaa, tolong gue Ja hahahah. Ampun, hahah, udah An. Broo ahhh tolong, hahah” (dian teriak meminta tolong kepada teman laki-lakinya yang posisinya agak jauh sambil tertawa, dian sampai terjatuh dan terguling dikelitik Ana)
Raja: “Gimana Gas? Kita tolongi gak? (teriak Raja ke arah Ana dan Dian)
__ADS_1
Bagas: “Hayuukk! Gas aja lah!” (seru Bagsa sambil berlari kencang ke arah Ana dan Dian kemudian disusul yang lain)