
Ana: “Uda gapapa, gue ngerti kok” (jawab Ana sambil tersenyum ke arah Raja).
Raja: “Emm makasi yah. Oiya, lo uda liat kantin gak? Kantin bareng gue yok?”
Ana: “Ah, nggak deh, gue mau lanjut keliling ke tempat lain aja”
Raja: “I-iyaudah, kita keliling bareng, kita mulai dari kantin. Yuk.”
Ana: “Gabisa Raja”
Raja: “Kenapa? Lo punya pacar disini makanya gak mau bareng?”
Ana: “Apaan si ja, aku gamau ke kantin. Di kantin pasti rame, aku takut di bully Ja”
Raja: “Hah? Bully? Hahah. Siapa yang mau bully lo, uda lo tenang aja kan ada gue”
__ADS_1
Ana: “Ja, isssss”
Raja: “Udah ayok” (paksa Raja sambil menarik tangan ana)
Ana dan Raja pun keliling sekolah bersama, mereka singgah ke kantin untuk membeli makanan. Setelah itu mereka melanjutkan kegiatan dan berbincang-bincang.
Raja: “Eh An, lo kenapa pindah kelas?
Ana: “Gue gak nyaman sama sekolah yang lama”
Ana: “Lo tau sendiri gue cacat, lo aja tadi kaget kan liat gue. Ya gitu juga temen-temen di sekolah lama, mereka gasuka sama gue, setiap hari gue dibully, di tampar, dijambak, dipermalukan di depan siswa lain, dilempari sampah, makanan, masih banyak lagilah. Belum lagi gue dikhianati sama sahabat gue sendiri, gue satu sekolah sama dia. Semenjak dekat gue, dia jadi dijauhin temen yang lain, dia juga jadi ikutan dibully makanya dia gak mau lagi main sama gue. Dan akhirnya gue putusin untuk pindah.
Raja: “Maaf yah, karna pertanyaan gue lo jadi teringat itu semua. Eh tapi lo tenang aja, mulai sekarang, di sekolah baru ini, gue bakal selalu ada di sisi lo. Gue bakal jagain dan belain lo. Lo gak akan kesepian karna lo uda punya gue sekarang” (ucap Raja sambil memegang tangan Ana)
Ana: “Hahah, apaan sih lo? Lo kasian sama gue?” (Ana tertawa dan melepas genggaman Raja)
__ADS_1
Raja: “yee lo kenapa si? Gue serius An”
Ana: “Raja, kita bahkan belum kenal sehari. Lo gatau nasib lo nanti kalau berteman sama gue. Saran gue sih, lo jangan dekat-dekat sama gue, gue gamau lo ngerasain apa yang dirasain sahabat gue dulu. Gara-gara gue dia jadi dijauhin satu sekolah.”
Raja: “An, gue akan ada terus buat lo. Iya ini hari pertama kita kenal, dan gue mau kita jadi teman dekat, sahabat, gue mau kita ngelukis hari-hari berikutnya bareng-bareng. Lo unik An, baik, lo cantik” (Raja tersadar kalau Ana tersipu-sipu dengan ucapannya, walaupun Ana menutupi bagian atas wajahnya dengan topi jaketnya tetapi bibirnya yang tersenyum kecil masih terlihat. Raja pun mengalihkan pembicaraan) “Ehmm, lagian ya An, siapa sih yang mau jauhin gue, gue ganteng, kece, pinter lagi, paling juga nanti banyak yang jadi fans gue, apalagi gue liat cowo disini gak ada tuh yang gantengnya melebihi gue, pasti bakal rame cewe yang rubungin gue” (kata Raja sambil tersenyum dan tertawa)
Ana: “Hiiieh, kepedean banget si lo, jijik”
Raja: “Eh tapi bener kan gue ganteng? Haaah apa jangan-jangan lo uda suka sama gue?”
Ana: “Iiih Raja” (jawab Ana yang kesal, Ia memukuli pelan badan Raja dan mengejar Raja yang berlari)
Raja: “Eitss, ga kena hahah” (ledek Raja yang berlari dan dapat mengelak tangkapan tangan Ana)
Mereka kejar-kejaran seperti anak kecil, tertawa terbahak-bahak dan saling mencagil. Tiba-tiba bel pulang sekolah berbunyi “KkRrIIIINGG!!!!”)
__ADS_1
Ana: “Eh ja, hah hah hah, uda bel tuh. Gue pulang deh, see you” (teriak Ana yang tertinggal jauh di belakang Raja)